ARTIST’s LOVE STORY PART 1

“AAAAAAAH!! HYUNNIE AYO BANGUUN!”

Oke, harusnya hari-hari dalam liburan sekolah itu menjadi hari santai dalam hidup Seohyun. Bangun jam 9 pagi, sarapan, mandi, lalu kembali tidur sampai jam 3 sore. Perlu dicatat dengan tinta merah dan garis bawah : HARUSNYA! Karena jam 7 ini, Seohyun terpaksa bangun mendengar teriakan yang begitu keras dari telinga sebelah kanannya.

“Ah eomma, ada apa sih? Ini belum jam 9,” ujarnya sambil kembali menarik selimutnya.

Dengan sigap, Eomma menarik tangan anaknya, “Ya! Cepatlah bangun dan ke kantor SM sekarang juga!”

“Wae? Aku masih mengantuk. Eomma sajalah,”

“Seo-ah, ini tiket untuk bertemu Kyuhyun Super Junior,”

“Apa urusannya denganku? Aku kan menyukai Donghae oppa, bukan maknae nya,”

“Kemarin eomma iseng mengirimkan jawaban kuis tentang Kyuhyun dengan namamu. Eomma pikir tidak akan menang, ternyata salah,”

Sontak Seohyun membulatkan matanya, “MWO?!”

“Makanya cepatlah bangun!”

 

“Haah..”

Seohyun menghela napas panjang. Saat ini dirinya sudah berada didepan sebuah gedung besar di Chungdam dong. Melangkahkan kakinya untuk memasuki bangunan pusat dari artis artis korea ternama.

“Oh, jadi anda pemenangnya. Mari ikut saya,” kata seorang pria paruh baya yang menggunakan name tag bertulis ‘Tak Young Joon’. Dia mempersilahkan Seohyun memasuki sebuah ruangan dengan kaca yang  memenuhi seluruh area dinding. Ditengahnya, nampak 9 orang laki-laki sedang berlatih dance.

Tentu saja wajahnya sudah tak asing bagi Seohyun. Mereka terlalu sering memenuhi dinding kamar eommanya. Yap! Eommanya merupakan seorang ELF sejati yang begitu menggilai Super Junior. Sudah tak terhitung berapa banyak majalah yang bertumpukkan di gudang dengan Super Junior sebagai cover depannya. Dan setiap eomma membeli majalah baru, pasti Seo akan diajak untuk membaca bersama. Padahal, dirinya tidak terlalu menyukai super junior.

“Kyuhyun-ah!” panggil pria disebelahnya, melambaikan tangan, “Ppali!”

Mata gadis itu terus mengikuti langkah Kyuhyun dari yang awalnya masih dalam formasi, sampai tepat didepannya. Tampan. Kesan pertama yang tergambar di hatinya. Tubuhnya tinggi, badannya tegap, wajahnya bersinar.

Manajer senior Super Junior itu mengajak keduanya menuju ruangannya. Kemudian menjelaskan tentang hadiah yang didapatkan Seo(lebih tepatnya eommanya). Jadi, gadis itu akan menemani Kyuhyun dalam segala acara selama dua minggu. Seohyun harus mengikuti segala yang dikatakan Kyuhyun. Dan di hari terakhir, Kyuhyun akan mengajaknya untuk makan malam spesial yang akan diliput oleh televisi. Wow, is it dream comes true?

“Annyeonghaseyo! Choneun Seo Joohyun. Mannaseo pan-gaweoyo,” sapanya dengan ramah. Yah, apa salahnya sih menikmati dua minggu bersama artis? Lumayanlah, bisa buat sombong didepan Victoria cs.

“Hmm.. Annyeong!” balas Kyuhyun, kemudian ngeloyor begitu saja. YA! Sombong sekali! Apa seperti itu sikap seorang artis? Seo menggerutu dalam hati. Baru jadi artis saja sudah belagunya minta ampun. Sudah terpaksa bangun pagi, dandan cantik-cantik (walaupun menurutnya, tak perlu dandan dirinya sudah cantik), disambut hanya dengan kalimat ‘Hmm.. Annyeong!’ ? Orang ini mau mengajak ribut ya?

“Hei kau,”panggil Kyuhyun dari jarak yang cukup jauh, “Temui aku nanti jam 3 sore.” Kemudian kembali berjalan entah kemana. Meninggalkan Seo yang masih menggerutu kesal.

*****

Sepertinya perkenalan buruk tadi pagi belum cukup bagi Kyuhyun untuk membuat Seo kesal. Buktinya, saat gadis itu sampai di gedung SM sorenya, bukan menyapa tapi, “Ternyata kau tepat waktu juga,” sambil melihat arlojinya.

Seohyun mencibir, “Aku tidak seperti kau yang selalu terlambat.”

Kyuhyun mengernyitkan dahi, “Apa maksudmu? Kau menghinaku?”

“Kau merasa? Ups! aku tak bermaksud,”

“Ya! Kau mau mengajakku bertengkar? Hah! Baru kali ini aku menemukan fansku yang tidak sopan sepertimu,”

Gadis itu tersenyum mengejek, “Hah? Fansmu? Aku bukan fansmu, tahu!”

“Kalau kau memang bukan fansku, buat apa kau ikut kuis konyol TV itu? lain kali jika ingin berbohong, carilah alasan yang lebih logis lagi,”

“Ya! Itu..” kalimatnya terhenti. Sepertinya Seo memilih mengambil napas panjang daripada meneruskan pertengkaran ini. Dasarnya, Seohyun bukan tipe orang yang suka beradu argumen. Lagian mana mungkin aku mengatakan kalau fansmu itu seorang wanita beranak satu di rumah yang mengirimkan jawaban kuis TV dengan menggunakan identitasku? Kujamin kau akan bertanding kendo dengan appa.

“Sudahlah! Ayo kita berangkat!” suruh Seo, yang terlebih dahulu meninggalkan lobby.

Sepertinya pembuat kuis ini terlalu niat. Baru akan memasuki mobil anggota Super Junior, tiba-tiba Pak Young Joon mengatakan bahwa dia dan Kyuhyun akan berangkat menggunakan mobil lain. And see, sebuah sedan Mercedes Benz C Class seri terbaru berwarna hitam sudah terparkir didepannya. Sebegitu murahnya kah sewa mobil mewah ini?

30 menit kemudian, mereka sampai di lokasi pemotretan untuk Calvin Klein Jeans. Seluruh staf bekerja dengan sigap begitu Super Junior menjejakkan kaki ditempat. Seluruh personil pun mulai duduk dan di make-up oleh make-up artist mereka masing-masing. Sementara fotografer sedang mengecek alat-alatnya. Jujur saja, Seo baru pertama kalinya masuk ke lokasi pemotretan seperti ini. Dari dulu memang dirinya tidak pernah tertarik untuk terjun ke dunia modelling. Sekalipun cukup banyak agensi yang pernah mengajaknya untuk ikut casting, dirinya tetap menolak.

“Hei, kepala kodok!” panggil Kyuhyun, yang jelas tertuju pada Seohyun.

“Hah?”

“Kepala kodok, kemari kau!”

“Heh! Aku punya nama dan namaku bukan kepala kodok!” omel Seohyun.

“Salah sendiri kau memakai ikat rambut kodok hijau seperti itu,” ujar Kyuhyun santai.

“Cepat rias wajahku!” suruhnya, yang dengan tegas menolak.

“Kau pikir aku penata rias? Tidak! Urus dirimu sendiri,”

“Apa kau tidak bisa melihat? Mereka sedang merias anggota lain. Mereka sibuk,” ujar Kyuhyun.

“Lagian, sekarang kau kan pelayanku. Jadi kau harus menuruti semua perintahku,” tambahnya.

Seohyun memekik, “Pelayan? Ya! aku baru saja menang kuis, bukan menang tender jadi pembantu!”

APA?! ORANG INI BENAR-BENAR SERIUS MENGAJAKKU BERTENGKAR?! Seo benar-benar geram. Mulut orang ini sepertinya butuh diberi filter akuarium supaya lebih terjaga.

“Hei! Apa yang kau tunggu? Cepat kesini… Ppali!” seru Kyuhyun, yang melihat Seohyun menatapnya sinis. Walaupun kesal dan sangat marah, dia ingat salah satu ketentuan dalam acara ini yaitu mengikuti segala yang dikatakan Kyuhyun. Yah, daripada semakin adu mulut, mending dia mengalah.

Gadis dengan rambut terikat itu mengambil peralatan make-up di rak. Berdiri didepan Kyuhyun. Bersiap untuk memoles wajah laki-laki ini.

“Pejamkan matamu!” suruh Seohyun. Dan mulai merias. Karena masih kesal, terkadang dia menabur kasar bedak atau blush on di pipi Kyuhyun. Membuat laki-laki itu mengerang.

“Ya! Kau apakan wajahku?”

“Berisik! Diam dan lihat hasilnya nanti,” balas Seo. Kyuhyun hanya membatin saja. Dalam keadaan terpejam, dia membayangkan hasil riasan gadis didepannya. Apa jangan-jangan dia membuatku terlihat seperti kambing?

Sementara Seo, masih melanjutkan tugasnya. Tinggal satu yang belum dikerjakannya. Lipgloss.

DEG!

Tangannya berhenti bergerak saat mengoleskan cairan berwarna pink itu. Apa yang dibayangkannya?

“Kalau terpesona dengan bibirku, katakan saja. Kau bukan orang pertama kok,” kata Kyuhyun, membuat lamunan Seo buyar. Dengan sigap, dia menyelesaikan tugasnya. Kemudian berkata, “Selesai. Aku mau ke kamar mandi dulu.” Meninggalkan Kyuhyun yang terkejut dengan hasil make-upnya yang nyaris sempurna.

*****

 

Seohyun menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur. Dia baru saja selesai sarapan. Setelah sarapan, berarti sudah waktunya untuk tidur lagi. Rasanya sudah lama sekali dia tidak tidur setelah sarapan seperti ini. Padahal, dia baru mengikuti acara-acara Kyuhyun, si artis sok keren itu selama 3 hari. Baru saja memejamkan mata, handphone Seo berdering. Gadis itu dengan malas mengambilnya diatas meja belajarnya. Terlihat tanda surat menandakan ada sebuah pesan singkat masuk. Dibukanya dengan penasaran.

From : Nappeun Namja

Kemasi barang-barangmu! Kita akan di Jeju 4 hari ini. Kujemput jam 10.

Ya ampun, padahal dia sedang ingin bermalas-malasan hari ini. Tapi orang ini memberinya kerjaan menyebalkan pagi hari. Tak sengaja matanya melihat jam dindingnya saat menoleh. 9.35? Astaga! 25 menit lagi!

TIN!TIN!

Suara klakson mobil berbunyi didepan rumahnya. Syukurnya semua sudah selesai. Ternyata berguna juga ilmu packing yang dulu pernah dipelajarinya saat mengikuti ekskul jelajah alam. Gadis itu keluar dengan membawa dua tas jinjing berukuran sedang serta satu tas kecil warna putih.

Kyuhyun yang duduk ditempat supir, turun untuk membantu membawakan barang Seo. Sesaat, dia terpana dengan penampilan gadis itu. Kaos lengan panjang garis-garis hitam putih dipadukan dengan cranberry mini skirt. Rambutnya diikat ekor kuda seperti biasa. Kakinya diberikan sebuah sneakers dominasi warna putih dan pink. Simpel, namun entah mengapa begitu manis.

“Benar barangmu hanya segini?” tanya Kyuhyun memastikan.

Seohyun mengangguk. Agak aneh memang. Melihat personil Super Junior yang lain saja harus membawa satu koper besar. Tapi kenapa cewek ini hanya membawa dua tas jinjing yang tidak terlalu besar?

Kyuhyun masih termenung melirik gadis yang sedang memakai sabuk pengaman itu. Membuat Seo sedikit risih, “Apa yang kau lihat? Ayo cepat berangkat!”

Butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk sampai di Jeju, pulau indah yang sangat tersohor di Korea, bahkan juga di dunia. Pulau yang dijuluki dengan Samdado ini menawarkan begitu banyak pemandangan alam yang segar nan elok.

Begitu sampai di hotel, ternyata mereka adalah yang paling terakhir kedatangannya. Dan otomatis mereka harus satu kamar berdua karena pemesanan kamarnya pas hanya 5 kamar. Sebenarnya Kyuhyun mau mengajukan protes, tapi kok yang cewek justru santai-santai saja?

“Kau yakin?”

“Mwo?”

“Kenapa tidak protes? Tidak seharusnya wanita tidur bersama laki-laki,”

“Sekamar, bukan bersama,” ralat Seohyun.

Kyuhyun menyeringai, “Kau tidak takut?”

“Soal?”

“Semua laki-laki itu serigala,”

“Geurae? Apa itu sebuah pengakuan?” balas Seohyun santai sambil memperhatikan nomer kamar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum samar.

CKLIK!

Pintu kamar mereka terbuka. Kamarnya terdiri atas dua lantai. Satu kasur diatas dan bawah. Satu kamar mandi dibawah. Seo segera menjatuhkan tubuhnya di kasur. Mata Kyuhyun melotot. Rok Seohyun tersingkap! Membuat dalamannya berwarna pink garis-garis terlihat. Cowok itu melemparkan jaketnya kearah tubuh bagian bawah Seohyun.

“Ouch!” pekik Seo, “Ya! Apa sih?”

“Rokmu terbuka tahu!”

Semburat merah menyebar di wajah gadis berambut hitam legam itu. Terlalu lelahnya sampai-sampai dia tidak ingat jika dirinya sekamar dengan seorang laki-laki. Kyuhyun mengambil pakaiannya, kemudian turun kebawah untuk membersihkan diri. Saat akan membuka pakaian, handphonenya berdering dan tertulis ‘Donghae Hyung’.

“Annyeong?”

“…”

“Mwo? Jinja?”

“…”

“Ne, arassoyo. Gomapta!” Kyuhyun mematikan teleponnya. Segera menyelesaikan mandinya.

“Seo-ah, ayo kita ke…” kalimatnya terhenti saat melihat gadis itu terlelap diatas kasurnya. Napasnya tak terdengar, tapi terlihat badannya agak membusung. Sudah tidur ternyata.

Kyuhyun berjalan mendekati Seohyun. Lalu sedikit berjongkok, menatap gadis yang sedang tertidur itu. dalam keadaan seperti ini, Seo terlihat begitu menawan. Kulitnya putih bersih dengan badan yang proporsional. Rambutnya yang tergerai begitu halus. Tangan Kyuhyun tergerak, menyentuh helai-helai rambutnya lalu memainkannya. Iseng, ditariknya dengan keras rambut Seo, membuat Seohyun terbangun dan mengaduh.

“Aw!” pekik Seohyun, “Kenapa sih?”

“Kita harus turun. Hyung mengajak kita untuk makan Jeonbokjuk,” jawab Kyuhyun dengan santai. Seohyun masih menggerutu.

*****

“Aah kenyangnyaa..” ujar Seohyun dengan senyum begitu ceria.

“Syukurlah kalau kau menyukai makanannya,” kata Donghae.

“Ne, matitta. Gamsahamnida sunbae,”

“Cheonmaneyo!” balas Donghae dengan senyum aegyo. Membuat Kyuhyun mual. Dia tidak suka melihat Seohyun yang tersenyum begitu manis didepan hyungnya yang satu itu. Eh? Apa…

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sekarang? Yah sekadar berkeliling,” ajak Donghae, yang disambut dengan anggukan semangat dari Seohyun. Mereka segera masuk ke mobil, dan… let’s go!

Bermula dari melihat ikon pulau Jeju, yaitu Dragon Head Rock yang menawan, mereka mulai menjelajahi kota surga ini. Kemudian mengunjungi taman aneh bernama Kimnyong Maze Park. Dan yang terakhir, ke Haenyeo Museum, tempat berisikan sejarah-sejarah penyelam wanita Korea. Benar-benar hari yang menyenangkan.

Setelah sampai di kamar dan bersih-bersih, Seo langsung tepar dan tak bergerak diatas kasur. Kyuhyun yang kehausan berniat membuat teh hangat. Laki-laki itu terkikik. Dia mau tidur atau mau pemotretan sih? Gaya tidur Seohyun yang serampangan (kaki terbuka dan mulut agak terbuka), benar-benar begitu lucu. Akhirnya Kyuhyun membetulkan posisi tidurnya dan juga memakaikan selimut.

“Ups!” gumamnya pelan. Kyuhyun memegang bibirnya, yang habis mencium kening Seohyun.

“Sweet dreams!”

Keesokan harinya, matahari sudah beranjak jauh dari tempatnya dan Seohyun baru saja terbangun. Badannya terasa begitu enteng. Dan herannya, kenapa ruangannya begitu sepi? Mungkin pria sombong itu sedang olahraga pagi, batinnya. Rambutnya diikat asal, lalu melangkah menuju kamar mandi. Mengambil sikat dan pasta giginya. Alangkah dia terkejutnya melihat sebuah tulisan di dahinya : ‘Aku di kolam renang’. DASAR KYUHYUN!

*****

“Seo-ah?”

Seohyun menoleh karena merasa namanya dipanggil. Wajahnya tersenyum melihat idolanya, Donghae, memanggilnya. Dia menghentikan langkahnya dan menunggu hingga Donghae didepan matanya.

“Ada apa, sunbae?”

Donghae meringis, “Ya, jangan panggil aku sunbae! Panggil oppa saja, seperti kau memanggil Kyuhyun,”

Mana sudi aku memanggil cowok usil itu oppa.

Seohyun tersenyum, “Ah iya, Hae oppa.”

“Mau kemana? Sudah sarapan?”

“Belum, tadi aku bangun kesiangan. Jadi ini aku mau sarapan,”

“Lho? Kyuhyun tidak membangunkanmu?” tanya Donghae memastikan.

“Dia ingin ke kolam renang duluan,” jawab Seohyun dengan nada malas. Kenapa pagi-pagi sudah harus dicecar dengan pertanyaan soal Kyuhyun sih? Syukurlah, Donghae hanya mengiyakan. Lalu mengajaknya sarapan bersama. Ah, siapa sih yang nggak mau makan bareng idolanya sendiri?

Tanpa ada yang tahu, ada orang yang memandang mereka dengan sinis.

*****

“Sini!” kata Kyuhyun sambil menarik tangan Seohyun. Memasukkan gadis itu kedalam mobil. Langsung kalimat protes keluar dari mulut Seohyun. kalau tadi Kyuhyun tidak tiba-tiba menariknya, pasti sekarang dia sudah duduk tenang disebelah Donghae oppanya. Para personil yang lain ingin menghabiskan waktu hingga sore hari dengan wisata kuliner, biasa.

“Ya! Kenapa main tarik-tarik segala sih?”

“Sstt! Berisik sekali sih!” desah Kyuhyun yang juga sedang fokus menyetir.

“Tentu saja aku harus berisik. Aku sedang diculik seseorang yang tidak kukenal, wajar kan aku berisik?”

“Mwo? Diculik? Ya! Kau mengenalku dan aku mengenalmu. Aku menarikmu karena aku ingin menunjukkanmu suatu tempat. Sudah diamlah!”

Seo yang juga malas meladeni omongan Kyuhyun. Baginya, ngomong sama Kyuhyun nggak jauh beda dengan permen karet. Nggak ada habisnya. Harus ada yang rela membuang supaya selesai. Sehingga dia memilih untuk melihat pemandangan diluar yang jauh lebih indah daripada Kyuhyun.

“Apa kau tidak penasaran aku akan mengajakmu kemana?” Kyuhyun membuka pembicaraan.

Hening.

“Seo-ah?” Kyuhyun menoleh dan mendapati gadis manis itu sedang tidur pulasnya. Heran, sepertinya dia jadi kerbau guling sekarang. Tukang tidur. Tapi, wajah Seohyun saat tidur begitu tenang. Manis. Kyuhyun selalu tidak mampu menahan gerak refleks tangannya yang ingin mengelus pipi halus gadis itu. seandainya setiap hari kau setenang ini padaku.

Satu jam kemudian, mobil Kyuhyun berhenti di sebuah tempat berpasir. Seohyun terbangun dari tidurnya. Melihat keindahan pantai didepannya, membuat dia dengan semangat keluar dari mobil. Berlari menuju deburan ombak yang menerpanya. Dari kecil, Seo selalu menyukai suasana pantai. Pantai dengan ombak kencang menandakan keceriaan baginya.

“Kenapa kau tak mengatakan dari awal kalau ingin mengajakku ke pantai?” tanya Seohyun.

“Karena kau tidak menanyakan dari awal,”

“Ah kemarilah! Temani aku bermain disini,”

Kyuhyun hanya menatap dengan tatapan kurang mengenakan. Sebenarnya dia tidak terlalu suka bermain di pantai. Lebih menyenangkan bermain PSP atau game online baginya.

“Kyuhyun-ah, ppali!!” Merasa ajakannya tidak digubris, Seo menarik Kyuhyun sampai pria itu berada di pinggir pantai. Kemudian…

BYUR!

“Ya! Apa yang kau lakukan hah?” pekik Kyuhyun sambil mengusap wajahnya yang basah karena air laut. Tak terima, Kyuhyun membalas dengan mendorong balik Seohyun sehingga gadis itu ikut berbasah-basahan ria. Jadilah acara mereka sekarang yaitu siraman air laut. Saling berlari menghindari satu sama lain. Sementara deburan ombak masih terus mengejar, berharap mendapat mangsa yang basah karenanya.

“Ah aku jadi basah semua,” gerutu Seohyun, yang masih berusaha menyipratkan air ke tubuh Kyuhyun. Tampaknya keduanya sudah tak peduli dengan keadaan bajunya yang sudah basah kuyub. Apakah mereka membawa baju ganti?

“Seo-ah! Mataku terkena debu, aish,” Tiba-tiba Kyuhyun menutup mata sebelah kanannya, lalu menguceknya. Spontan Seohyun menghentikan aktivitasnya. Menghampiri Kyuhyun dengan perasaan agak khawatir.

“Ya, gwaenchana?” tanya Seo. Namun tak dapat gubrisan dari Kyuhyun. Laki-laki

“Shireyo, biar aku melihatnya,” ujarnya memegangi tangan Kyuhyun, agar mata laki-laki itu tidak ditutupi.

“Weee! Kena deh!” Kyuhyun melancarkan serangan bertubi-tubi pada Seohyun.

“Aah oppaaa!!”

DEG!

Oppa? Jeongmal? Seo memanggilku oppa?

Tangan Kyuhyun berhenti menyiram air kearah Seo. Masih tertegun sendiri. ini pertama kalinya gadis itu memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’. Sepertinya dia butuh alat peredam jantung khusus karenanya.

Satu jam lebih bermain dengan air laut, mereka kembali ke pinggir pantai. Seohyun menepuk dahinya. Bodoh! Aku tidak membawa baju ganti. Aish! Ottokhe? Hawa pantai sore hari semakin menusuk tulangnya.

“Ganti sana!” seru Kyuhyun, memberikan sebuah kresek berwarna putih.

“Jangan sampai bajumu kering di tubuh! Nanti kau bisa masuk angin. Kutunggu kau di mobil,” ujarnya. Entah ini pendengarannya yang bermasalah atau kenyataan, nada bicara Kyuhyun kali ini tidak terlalu memerintah seperti biasanya. Lebih lembut, walaupun tetap ada nada menyuruh.

Tak lama berselang, Seo kembali ke mobil dengan kemeja gombor warna putih dan celana pendek hitam. Kedua kalinya, Kyuhyun terpana melihat gadis ini. Bukan apa, tapi ini pertama kalinya dia melihat Seohyun menggerai rambutnya yang basah.

“Waeyo?” nampak Seohyun merasa risih diperhatikan seperti itu.

“Ani, kajja!”

Selama di mobil, suasana begitu hening. Bermain seharian membuat kedua begitu lelah. Bahkan untuk memulai percakapan saja tak bertenaga. Hanya suara lagu dari radio yang diputar Kyuhyun, yang terus berbicara tanpa lelah.

“Kau ingin makan dimana?”

Tak ada jawaban.

Pasti dia tertidur lagi. Kyuhyun tersenyum samar. Sepertinya dia punya kegiatan baru sekarang. Mengajak bicara orang tidur. Tak jauh beda dengan mengajak bicara tembok. Diparkirkannya mobil didepan sebuah restoran mie. Tubuhnya dibalikkan, menghadap pada Seohyun. dengan perlahan, dia menurunkan sandaran jok Seo. Kemudian kembali menatap gadis itu lebih intens.

“Jangan berwajah manis seperti ini! Nanti bisa-bisa aku jatuh cinta padamu,” ujarnya mengelus pipi gadis itu.

“Aku mau beli makanan dulu, tunggulah sebentar,” Kyuhyun menghentikan elusan dari tangannya. Membuka pintu mobil, dan memasuki pintu depan restoran itu. Tanpa tahu, Seohyun sudah tersipu malu akibat ucapannya.

 

TO BE CONTINUE ….

COMMENT PLEASE!🙂

3 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY PART 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s