ARTIST’s LOVE STORY part 2

 

“Dimana Kyuhyun?” gumam Seohyun bertanya-tanya. Saat ini dirinya bersama 9 anggota Super Junior yang lain sedang sarapan pagi bersama di lounge hotel. Yah, tidak ada salahnya mengakrabkan diri dengan anggota yang lain, iya kan?

Saat Seo terbangun dari tidurnya, dia kembali melihat kamarnya begitu sepi. Tak tampak Kyuhyun bahkan batang hidungnya sama sekali. Kenapa orang itu selalu tak terlihat setiap pagi ya?

“Mencari idolamu? Dia sedang ada pemotretan disana,” jelas Donghae sambil menunjuk kearah taman bunga. Jaraknya tak begitu jauh dengan lounge. Nampak beberapa kru hulu hilir disekitarnya, memasang beberapa studio flash. Mata Seo terus mencari sampai akhirnya menemukan seorang laki-laki dengan setelan jas putih dengan kerah dan dasi pita warna biru tua, serta celana panjang warna senada dengan jasnya. Entah kenapa gadis itu tersenyum lega.

Namun, senyumnya memudar melihat seorang gadis berambut gelombang warna coklat mendekati Kyuhyun. Matanya semakin terbelalak saat melihat gadis itu digendong ala bridal dengan begitu mesranya.

“Cantik ya,” kata Donghae, membuyarkan pandangannya.

“Ah?”

“Jessica, dia cantik ya,”

Seohyun tersenyum kecut. Tapi memang pada kenyataannya seperti itu. Balutan fairy tale gown berwarna putih gemerlap dipadukan dengan platform shoes. Rambutnya yang indah diberi mahkota bunga melingkar warna silver. Dibandingkan dengannya yang hanya suka memakai kaos dan jeans, jelas bukanlah tandingan bagi Jessica.

Eh, kenapa aku berpikiran seperti itu? batinnya.

“Oppa tidak ikut pemotretan?” tanya Seo, hanya basa-basi.

“Yang mendapatkan penawaran itu hanya Kyuhyun dan Siwon,” jawabnya. Tatapan Donghae begitu hampa melihat kemesraan Kyuhyun dan Jessica. Membuat Seohyun berpikir.

“Oppa suka dengan Jess eonni?”

BABO! Kenapa aku malah gali lubang kuburku sendiri sih? Lihatlah akibat perbuatanmu, Seo! Senyum miris terukir begitu jelas di wajah Donghae. Lalu dia berkata, “Sebegitu terlihatnya kah perasaanku?”

“Aaa.. anu.. itu..,”

“Tak apa, Seo-ah! Yang penting jaga rahasia ini ya, kamu orang pertama yang tahu. Keep promise, okay?” ujarnya sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

Seohyun menyambutnya, dan mengangguk, “Deal!”

Gadis itu tersenyum. Astaga! Idolaku berbagi rahasia denganku!

*****

Sorenya, seluruh personil Super Junior pergi menuju lokasi manggung yang berjarak plus minus 20 kilometer dari hotel. Tentu Seohyun ikut mendampingi Kyuhyun dalam acara itu. Akan tetapi, dia bukan satu-satunya perempuan yang ikut menemani pria yang menjadi lead vocal ke 3 di Super Junior itu. Ada Jessica yang juga ikut untuk tampil sebagai pembawa acara disana. Gerah? Jelas bagi Seo. Bagaimana tidak, daritadi Kyuhyun selalu duduk bersebelahan dengan Jessica melulu. Mereka mengobrol, bercanda, lalu tertawa sesuka hatinya. Tanpa peduli ada berapa pasang mata yang memandang mereka dengan iri.

Sampai di lokasi, Kyuhyun juga tidak meminta pertolongan Seo sama sekali seperti yang lalu. Dia justru meminta Jessica untuk membetulkan make-upnya.

Sebenernya yang baru menang kuis aku atau Jess eonni sih? gerutunya dalam hati.

Yang paling membuat mata Seohyun hampir segede mata ikan mas koki, wajah Kyuhyun saat ini. Mengapa wajah orang itu bisa begitu lembut dan teduh pada Jessica? Dia begitu sering mengelus puncak kepala gadis itu, bahkan tak segan untuk mencubit pipinya. Satu kata yang ingin sekali lagi Seo keluarkan : GERAH! Penasaran, akhirnya Seohyun memilih untuk bertanya pada seseorang.

“Oppa,” panggil Seo, tapi… KENAPA SEMUA MENOLEH?

Seohyun tersenyum tidak ikhlas, sambil berkata, “Hae oppa,”

Tampak Donghae terkikik sesaat. Kemudian berjalan menuju sebelah kanan Seohyun yang kosong. Senyum hangat mengembang di wajahnya.

“Kau memanggilku?”

Gadis itu mengangguk pelan.

“Aku ingin bertanya, tapi oppa mau janji tidak mengatakannya pada siapapun?”

“Promise! Waeyo?”

Gadis itu berdeham sekali. Matanya menunjuk kearah dua orang yang sedang berbincang-bincang dengan serunya. Sekali lihat, Donghae langsung paham apa yang dimaksud Seohyun.

“Ah aku tau! Kau cemburu?”

Seohyun langsung melongo.

“Hah?”

“Kau cemburu padanya?” tanya Donghae menggoda

“Ah.. aniyo, bukan begitu,”

“Lalu?”

“Aku ingin tahu, apa mereka memang begitu dekat?”

Donghae nampak berpikir. Sementara Seo masih menunggu. Keadaan hening sesaat, hingga mulut Donghae terbuka, dan mengatakan, “Mungkin.” Lalu kembali terdiam.

“Hanya jawaban ‘mungkin’? Ya! Ini tidak adil, oppa! Aku menunggu oppa bicara hampir tiga menit, dan yang kudapat? Cuma kata ‘mungkin’. Aish,” desah Seohyun sambil memukul gemas lengan Donghae. Membuat laki-laki itu kembali ngekek. Seo pun memanyunkan bibirnya bersamaan dengan mukanya yang tertekuk.

“Seo-ah, jangan begitu! hidungmu bisa kalah mancung nanti,”

“YA!”

Entah sudah keberapa kalinya dalam hari ini Donghae tertawa karena tingkahnya. “Oppa, kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Yang mana?”

Seohyun mengulangi pertanyaannya, “Apa mereka memang begitu dekat? Kulihat mereka sangat akrab dan begitu dekat. Apa ada sesuatu diantara mereka?”

Donghae kembali terdiam seribu bahasa. Tatapannya jadi tidak begitu mengenakan. Seohyun merasa ada sesuatu tersembunyi diantara Jessica dan Donghae. Padahal menurut gosip di netizen, Donghae sedang sering-sering dikabarkan menjalin hubungan dengan Im Yoona, artis cantik SM dengan julukan ‘seribu wajah’. Memang pernah digosipkan dengan Jessica, tapi itu hampir satu setengah tahun yang lalu. Penasaran, tapi tak mungkin Seo menanyakan lebih jauh. Dia bisa-bisa dianggap mengganggu privasi orang lain nanti.

“Siapapun yang sedang dekat dengannya, kuharap dia bisa lebih bahagia,” ujar Donghae.

Ada apa sebenarnya?

*****

Seorang pria terduduk di kamarnya yang hening. Matanya menyapu seluruh isi ruangan, hingga terhenti saat melihat sebuah diary merah muda yang selalu dibawanya. Dia mengambil buku itu dan duduk disamping ranjang. Sesaat pandangannya menerawang jauh. Jauh ke masa tiga tahun yang lalu.

Dibukanya. Halaman pertama berjudul besar dengan tinta merah ‘STORY OF US’. Terdapat dua buah foto dengan dua sosok yang sedang dimabuk asmara. Foto pertama tampak seorang laki-laki mencium pipi kiri gadisnya. Sementara foto kedua sebaliknya.

Terkadang dia merasa iri pada dirinya didalam foto. Masih memiliki kesempatan untuk melihat gadis yang begitu disayanginya tersenyum cerah. Mengelus, mencubit, dan juga mencium. Dia masih belum mampu melupakan ingatan tentang hari itu.

Halaman demi halaman dibukanya dengan hati-hati. Banyak sekali coretan tentang keduanya, mengisi lembar demi lembar. Tentang sejarah bertemunya mereka, hari-hari yang mereka lewati bersama, dan juga.. cinta mereka.

Buku ini selalu digilir setiap seminggu oleh keduanya. Mereka tak pernah absen mengisi diary pink yang sudah agak kusam itu. Saling mencurahkan tentang hubungan mereka di buku ini. Terakhir kali yang mereka tulis–lebih tepatnya dia yang menulis–sebuah kalimat begitu memilukan baginya. October 15th, 2009 : END.

Dia mendesah. Matanya nampak mulai berkaca-kaca. Sepertinya dia mengenang terlalu dalam. Beruntung handphonenya berbunyi untuk mengalihkan perhatiannya.

“Yeoboseyo?”

“…”

“Ah arra, nanti aku menyusul saja,”

KLIK! Dia pergi membasuk mukanya. Kemudian meninggalkan kamarnya.

Seohyun berjalan dengan langkah lemas. Wajahnya terlihat tidak begitu bersemangat hari ini. Alasan? Bahkan yang merasakan saja tidak mengerti. Dia hanya merasa sangat malas untuk melakukan apapun. Tak sengaja matanya menemukan sebuah ruangan berisi berbagai alat musik. Pandangannya langsung tertuju pada sebuah grand piano hitam mengkilap. Rangkanya terbuat dari kayu ebony, dengan sustain-sustain berwarna emas. Rasanya sudah lama sekali dia tidak bermain piano.

Ups! ternyata sudah ada orang yang tertarik duluan pada piano itu. seorang laki-laki yang cukup dikenalnya. Tatapan laki-laki itu begitu hampa menatap tuts-tuts yang terpajang. Terlihat jelas orang itu sedang melamun.

Pasti Hae oppa melamun lagi.

“Ini boleh dipencet?” tanya Seohyun, membuyarkan lamunan laki-laki itu.

Laki-laki itu tersenyum. Kemudian menepuk sisi bangku disampingnya.

“Oppa bisa memainkannya?”

“Aniyo, aku tidak terlalu pandai bermain alat musik,” jawabnya kalem.

“Kau bisa?” tanyanya balik.

“Sedikit,” ujar Seohyun, sembari menekan tuts asal.

“Cih, benar-benar sedikit bisa,” cibir Donghae.

“Mau ngejek?” Seohyun tidak terima dirinya diremehkan. Dia mengusir Donghae dari tempat duduk. Memulai sedikit pemanasan jari. Kemudian kedua tangannya menyentuh dengan lembut tuts-tuts.

Sejenak Donghae terkagum. Lagu ini, dia yakin ini bukan lagu biasa. Donghae mulai memejamkan mata. Lagu ini begitu indah, seolah diselimuti kelembutan. Tapi ada rasa terbakar dari dalam. Perlahan, tapi pasti. Gelombang chord fortissimo. Begitu membakar emosi dengan terpaannya.

Apanya yang sedikit kalau mainnya begini?

Seohyun mengakhiri permainannya dengan gema nada ‘fa’. Dia menarik napasnya yang sedang terengah-engah. Rasanya sudah lama sekali dia tidak bermain seperti ini. Sebuah tepukkan hangat menyambut akhir dari permainannya. Dilihatnya Donghae sudah tersenyum begitu hangat.

Syukurlah ternyata dia kembali tersenyum.

“Barusan itu lagu apa?”

“Appasionata no.23,”

Donghae melongo. Itu nama lagu apa nama tempat? Aneh banget. Tapi akhirnya dia tertawa. “Iya deh, kamu memang keren,”

“Dari dulu. Kenapa baru tau sekarang?” balas Seohyun, menjulurkan lidahnya. Kemudian mereka tertawa tidak jelas sesuka hati. Seo bersyukur, melihat Donghae dengan wajah yang tidak murung lagi. Nggak rugilah dia main penuh passion sampe keringet pada ngucur.

“Ini ‘do’ kan?”

“Ih sok tau! Ini ‘fa’. Yang ini baru ‘do’. Oppa gimana sih,”

“Nggak ini pasti ‘do’,”

“Oppa, jelas-jelas ini ‘fa’. Coba denger.. do re mi fa sol la,”

Donghae masih ngeyel, “Ya! Ini pasti ‘do’. Dulu aku pernah main seruling kok,”

“Apa hubungannya nada ‘do’ sama seruling, oppa?!”

*****

“Aku nggak tahu kamu bisa bangun pagi,” ujar Kyuhyun melihat Seo sudah menyetel TV. Maklum, bagi Kyuhyun gadis itu nggak bedanya sama bayi. Harus tidur 12 jam.

“Ini udah jam 11 siang,” jawab Seo tanpa mengalihkan pandangan dari televisinya.

“Jam 11 pagi,” ralatnya, “Mau ikut?”

“Ke?”

“Keliling kota,” jawab Kyuhyun asal.

“Serius!”

“Beneran. Aku ingin jalan-jalan sebelum nanti sore manggung. Mau ikut?”

“Siapa saja yang ikut?”

“Hanya aku. Gimana? Mau nemenin?”

Dia nampak berpikir sebelum akhirnya menyuruh Kyuhyun kembali keatas karena dia mau berganti baju. Nggak mungkin kan dia ganti baju didepan cowok aneh itu? 10 menit kemudian, Seo sudah siap dengan atasan silk tunics berwarna merah dan hotpants berbahan khaki. Keduanyapun keluar kamar menuju lift.

“Apa yang kau lakukan? Kau mau nyolong?” tanya Seohyun keheranan, melihat Kyuhyun mengambil sepeda yang entah milik siapa.

“Babo! Buat apa aku mencuri sepeda orang? Toh aku kaya,” jawab Kyuhyun sombong, membuat Seo harus menahan diri untuk tidak memukul kepala orang itu.

“Kita akan jalan-jalan dengan sepeda ini,” tambahnya makin membuat Seohyun melotot.

WHAT?! Hello! Matahari udah ada dipucuk kepala. Dan cowok ini mengajaknya berkeliling menggunakan sepeda? Seo memang paling tidak suka berpanas-panasan. Harusnya cowok ini tau. Eh, tapi buat apa tau? tanya Seo dalam hati, bingung sendiri.

“Mau nunggu apa lagi, ayo cepet ambil sepedanya! Aku tau kau tidak bawa uang banyak, jadi aku yang akan membayar sewa sepedanya,” seru Kyuhyun, yang lalu ngeloyor duluan. Meninggalkan Seohyun yang harus membeli stok sabar dulu.

Keduanya kembali mengelilingi kota Jeju. Sebenarnya Seohyun juga penasaran, orang depan ini akan mengajaknya kemana sih? mereka terus bersepeda hingga akhirnya sampai pada sebuah bangunan museum dengan taman bunga yang indah.

Jeju Folklore & Natural Museum.

“Huaaah, panasnyaaa..” keluh Seohyun.

“Kau pikir kita sedang ada di Gunung Halla?” sahut Kyuhyun dingin.

“Aku kasihan dengan cewek-cewek yang naksir padamu,” decak Seohyun.

Kyuhyun mengeluarkan seringaiannya, “Lho? Bukannya kamu salah satunya?”

Ah aku lupa, disini kan aku berperan sebagai fansnya. Seohyun memutar otaknya hingga menemukan balasan, “Sepertinya habis ini nggak lagi,”

“Kita lihat saja nanti,” ujar Kyuhyun yang kemudian melangkah masuk terlebih dahulu. Karena buta arah, Seohyun memilih untuk mengekor Kyuhyun kemanapun saja. Bagian yang dikunjungi pertama kali oleh Kyuhyun adalah Natural History Hall. Ruangan ini berisi dengan sejarah alam dari pulau Jeju. Mulai dari hewan, tumbuhan, hingga kehidupan laut. Disini juga dikenalkan tentang keunikan alam dari pulau Jeju sendiri.

Seo tersenyum samar. Aku merasa seperti kembali menjadi murid sekolah dasar kalau begini.

Terlihat begitu banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Kebanyakan sih mereka yang mempunyai anak kecil karena ini bisa menambah wawasan mereka tentang alam. Mumpung eventnya pas saat sedang liburan.

Bagian kedua yang mereka kelilingi adalah Folklore Exhibition Hall 1. Seohyun menghela napas panjang begitu melihat miniatur-miniatur tentang kehidupan jaman lampau Jeju.

Ah seandainya aku bawa kamera, pasti aku sudah meminta tolong untuk memfotokanku disini.

“Berdiri disana!” Kyuhyun mendorong Seo mendekati salah satu miniatur. Di tangan kirinya sudah memegang kamera.

“Tersenyumlah! 1.. 2.. 3..”

“Ya tunggu..”

KLIK!

Kyuhyun langsung tertawa melihat pose Seohyun dalam foto. Tangan kanannya mengacung dengan wajah ber-emote titik dua o. Seo yang penasaran, segera menyaut kamera milik Kyuhyun. Dan ARGH! Foto ini membuat mood gadis itu semakin turun. Kenapa orang ini jago merusak kesenangan sih?

Keduanya melanjutkan perjalanan ke Folklore Exhibition Hall 2. Seohyun baru tahu, ternyata wanita-wanita Jeju jaman dulu begitu perkasa. Di museum ini dipampangkan peralatan menyelam yang digunakan para Haenye. Juga ada alat-alat pertanian milik petani-petani Jeju.

Sepertinya habis ini, aku jadi ingin membaca buku sejarah lagi.

“Mau kufoto?” tanya Seohyun, yang masih memegang kamera milik Kyuhyun.

“Mau ya mau, nggak mau ya nggak mau,”

“Nggak jelas!” sergahnya, “Mau apa nggak?”

“Hmm bisa nggak nanti fotonya nanti keliatan seluruh bagian ini, tapi akunya tidak terlihat kecil?” tanya Kyuhyun.

“Memangnya aku siapa? Elliot Erwitt? Louis Daguerre?”

Kyuhyun mendesah, “Sepertinya kamu memang tidak bisa diandalkan. Sudahlah, foto aku sebagus yang kamu bisa.”

Seo mengambil gambar Kyuhyun dengan wajah begitu kesal. Kalau mau jahil, dia bisa saja membuang kamera itu ke laut. Atau mungkin berteriak ‘halo semua! ada Kyuhyun Super Junior disini’. Masalahnya dia nggak tega melakukan hal sesadis itu.

“Aku mau melihat kesana lagi, mau ikut?”

Seohyun langsung menolak, “Dan membuat betisku sebesar pentungan satpam? Tidak, terima kasih. Aku disini saja,”

Kyuhyun memutar matanya, “Ya apa katamu sajalah.”

Jadilah gadis manis itu duduk sendirian. Daripada kelihatan seperti orang hilang, dia memilih mengambil iPod-nya dan mendengarkan lagu. Namun sepertinya Kyuhyun tak tega meninggalkan Seohyun sendirian terlalu lama. Baru selesai mendengarkan tiga lagu, Kyuhyun kembali dan mengajaknya untuk makan siang.

Tak jauh dari museum ini, ada sebuah toko bubur yang cukup ramai. Baguslah, jadi mereka tidak harus mengkayuh sepeda jauh-jauh. Baru saja Seohyun akan memesan, Kyuhyun langsung nyerocos, “Bubur abalonnya dua dengan air mineral botol dua.”

“Ya! Aku kan belum tentu memesan bubur abalon,” protes Seohyun.

“Kau habis mempelajari sejarah Jeju. Masa tidak mau menghargai makanan khas sini. Disini yang terkenal itu bubur abalonnya. Jadi makan saja,” omel Kyuhyun.

Seohyun mencibir. Dia cowok apa bukan sih? Kenapa cerewetnya melebihi nenekku?

“Aw!” pekik Seohyun mengaduh, saat kepalanya digetok oleh Kyuhyun.

“Apa? Kau mau mengejekku cerewet? Ngomong aja, tak perlu pakai ilmu kebatinan,” ujar Kyuhyun membuat Seohyun membelalakkan matanya.

Darimana dia tahu aku berpikir begitu?

Kyuhyun kembali menggetok kepala Seohyun, “Makanya punya kepala jangan transparan!”

Seohyun memanyunkan mulutnya. Saat makanannya datang, dia langsung melahap tanpa suara. Biar makanan menjadi pengobat rasa kesalnya.

“Ya! Makannya pelanlah sedikit. Nanti tersedak,” saran Kyuhyun.

“Berisik! Makan saja sana,” balas Seohyun. kemudian kembali menyuap bubur kedalam mulutnya. Kyuhyun hanya mampu menggelengkan kepala. Saat sedang sibuk menghabiskan makannya, tiba-tiba handphonenya berdering.

“UHUK! UHUK!” Seohyun tersedak, mencari air minum.

“Tersedak sungguhan,” gumam Kyuhyun. Namun tak didengarkan oleh Seohyun. gadis itu membuka pesan masuk. Kemudian tersenyum begitu cerah. Membuat cowok itu penasaran.

“Siapa?”

“Siapa apa?”

“Siapa yang mengirimkan pesan padamu?” tanya Kyuhyun memperjelas.

“Bukan urusanmu. Cepat habiskan makananmu! Aku ingin segera ke hotel,” ujar Seohyun. semakin membuat Kyuhyun penasaran.

*****

Jessica duduk termenung dipinggir kolam renang. Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu yang hanya dirinya yang tahu, kecuali jika anda seorang nostradamus. Ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Sedang asyik bengong, tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.

“Eh?” ujarnya terkaget. Ditolehkan kepalanya kebelakang. Lalu tersenyum begitu manis.

“Sedang apa disini?”

“Melamun saja Oppa. Kyu oppa?”

Kyuhyun menarik napas panjang, “Berencana melamun. Aku sedang menganggur,”

“Tidak latihan buat MusicBank special nanti?”

“Percayalah, suaraku akan tetap bagus walaupun sehari tidak berlatih,” ujar Kyuhyun santai. Membuat Jessica gemas, mencubit lengannya. Kyuhyun melirik kearah Jessica. menatap gadis cantik disebelahnya yang punya hobby melamun dari dulu.

AHA! Ide cerdas Kyuhyun keluar. Tiba-tiba tangannya menarik tangan Jessica dan… BYUR! Jessica terlempar kedalam kolam renang.

“OPPAAA!!!” teriak Jessica, membuat Kyuhyun ngakak maksimal. Ternyata dia tidak terima. Ditariknya kaki Kyuhyun hingga laki-laki itu jatuh kedalam kolam.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Kyuhyun mengusap hidungnya yang kemasukkan air.

“Kau dendam padaku ya?” tambahnya.

“Ini namanya adil, oppa,” Jessica menjulurkan lidahnya. Dia menyipratkan air kearah Kyuhyun.

“Sepertinya kau benar-benar mencari masalah ya,” Kyuhyun yang tidak terima ikut menyipratkan air. Jadilah mereka bermain air di kolam renang berdua siang bolong. Merasa lelah, Kyuhyun memeluk Jessica dengan maksud menghentikan tingkah cewek itu. keduanya tertawa bersama. Tahukah mereka jika ada seseorang yang melihat keduanya dengan wajah sedih?

2 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s