ARTIST’s LOVE STORY part 3

 

Seohyun termenung didepan laptopnya. Matanya memang menatap ke layar komputer lipat itu, tapi pikirannya sudah melayang entah kemana. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Dia paling tidak suka orang yang bengong karena sedih, tapi kenapa dia justru melakukannya sekarang?

Gadis itu menyesap teh hangatnya perlahan. Hari ini begitu dingin baginya, terlebih setelah melihat kejadian tadi. Entahlah, semua terasa tak begitu mengenakkan sekarang.

“Sedang apa?”

God!

“BRUUFT!! Uhuk uhuk!” Seohyun menepuk-nepuk dadanya. Suara Kyuhyun membuat Seo kaget. Dan memalukannya… teh yang sedang diminumnya tadi disemburkannya mengenai wajah Kyuhyun!

Tuhan, pasti aku terlihat seperti seorang nenek yang terserang batuk rejan sekarang.

“Mianhaeyo, jeongmal mianhae,” ujarnya memelas, sembari mengelap wajah Kyuhyun dengan tisu miliknya. Terlihat Kyuhyun masih menahan sekuat tenaga untuk tidak memukul gadis didepannya. Memang, tindakan Seohyun kali ini agak berlebihan.

“Oppa, jeongmal mianhae,” ucapnya kali ini, dengan wajah begitu menyesal. Seo masih mengelap wajah Kyuhyun hingga benar-benar bersih.

DEG!

Wajahnya bersemu saat tangannya menyentuh bibir cowok itu. Entah kenapa, dia merasa jantungnya berdetak begitu cepat ketika kulit mereka terpaksa bersentuhan.

“Tak perlu terpesona begitu, aku juga tau kalau bibirku so kissable,”

Seohyun terdiam beberapa saat. Aish, betapa malu dirinya kepergok sedang menatap bibir orang menyebalkan ini.

“Tak apa, aku senang kau sembur seperti itu,” ujar Kyuhyun kalem.

“Eh?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun. Memajukan langkahnya satu per satu, sampai gadis itu terjepit antara tembok dan dirinya. Walaupun ketakutan, Seo masih berani menanyakan, “Kenapa kau senang kusembur?”

Kyuhyun menatap kedua bola mata Seohyun beberapa saat. Kepalanya maju hingga hanya berjarak satu senti dari wajah Seohyun. Mata Seo langsung terpejam. Kemudian..

“Karena dengan begini, aku bisa memanfaatkan rasa bersalahmu untuk menyuruh-nyuruhmu,” bisik Kyuhyun. Kemudian pergi sambil menjulurkan lidahnya. Kembali meninggalkan Seohyun yang masih bermuka syok.

AWAS KAU, CHO KYUHYUN!

*****

Donghae sedang berjalan menyusuri taman bunga disebelah hotel. Angin berhembus cukup kencang malam ini. Beruntung dia memakai jaket yang agak tebal, sehingga badannya masih terasa hangat. Dilihatnya seorang gadis sedang duduk sendirian disana. Hanya menggunakan kaos tipis lengan pendek serta celana tiga perempat berbahan jeans. Refleks, dia memberikan jaketnya pada gadis yang tak dikenalinya itu.

“Noona, tidak baik malam be… Sooyeon-ah,” mata Donghae terbelalak. Sungguh, dia benar-benar tidak menyangka gadis ini adalah Jessica. Gadis itu juga sama sepertinya. Terlihat cukup kaget.

“Sedang apa kau disini? Masuklah, nanti kau bisa sakit,” ujar Donghae dengan begitu lembut. Seakan takut kalimatnya akan menghujam Jessica.

Gadis itu justru menatapnya dengan begitu sinis, “Aku sakit ataupun sehat, itu bukan urusanmu, Donghae-ssi,”

Kemudian dia melepaskan jaket Donghae dari tubuhnya. Dan pergi meninggalkan pria itu sendirian.

Apa kau benar-benar belum bisa memaafkanku, Sica?

Donghae menghela napas berat.

*****

“Ya! Apa yang kau lakukan, Kyuhyun-ssi?” protes Seo yang sedang seru menonton Keroro.

“Berapa umurmu hingga bisa memanggilku dengan nama langsung? Panggil aku oppa,”

“Enak saja, kau pikir siapa dirimu? Baru sa.. Ya!”

Seohyun semakin membesarkan matanya melihat Kyuhyun yang tiba-tiba ikut setengah tiduran di kasurnya. Orang ini sepertinya tidak punya urat malu. Mungkin urat malunya sudah dipotong sejak jaman kuda gigit besi.

Baru saja Seo akan melayangkan protes, suara horor dari televisi menghentikannya. Gadis itu langsung menoleh dan mendapati sebuah wajah wanita berambut panjang dengan berlumuran darah terpampang di layar kaca.

“KYAAAAA!!” teriak Seo, yang memeluk lengan kanan Kyuhyun ketakutan.

“Hei, ini belum apa-apa, penakut,”

Seohyun langsung tegak. Matanya disipitkan. Dia paling tidak suka diremehkan. Diejek penakut lagi. Ini tidak bisa diterima olehnya. Dengan tampang membaja, Seo memberanikan diri untuk tidak lagi memeluk lengan Kyuhyun. Terus melotot tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari televisi. Lama-lama, Seo menelan ludahnya sendiri.

Kesalahan aku menantang diriku seperti ini.

Badan Seo semakin ngelesot kebawah. Melihat satu persatu orang dibunuh dengan sadis. Yang paling mengocok perutnya adalah pembunuhan kedua. Siswa yang menjadi korbannya dibakar dengan lilin dibawahnya, kemudian diatasnya juga ada lilin yang menetes-netes ke tubuh dan wajahnya. Bahkan matanya juga dicongkel. Melihat mayatnya dijatuhkan ke lantai membuat Seo benar-benar mual.

Eh?

Seo kaget ketika tangan Kyuhyun terjulur, mengarahkan kepalanya ke pundak cowok itu. Dilihatnya, Kyuhyun masih begitu fokus menonton film itu.

“Tak perlu sok kuat seperti itu. Kalau memang takut, katakan saja,” ujar Kyuhyun. Kemudian menghadapkan wajahnya pada Seo, untuk tersenyum.

Astaga jantungku!

Seo memegang dadanya kembali. Ini pertama kalinya dia melihat senyum seorang Kyuhyun yang begitu tulus dihadapannya. Kalau begini, Kyuhyun terlihat begitu… hangat.

“Kau tahu, aku merinding mendengar perkataanmu barusan,” kata Seohyun setelah membisu beberapa saat.

“Padahal aku yakin kau tersentuh, mana ada orang yang tak jatuh pada pesona seorang Cho Kyuhyun,” cowok itu nyengir kuda. Membuat Seohyun ingin segera membangkitkan kepalanya. Tapi ditahan oleh Kyuhyun.

Oke, rasanya Seohyun kini tak lagi fokus dengan film horor yang ada dihadapannya. Dia justru lebih fokus menekan detak jantungnya yang semakin lama semakin tidak benar kecepatannya. Meski begitu, dia tidak bisa memungkiri kalau dirinya begitu nyaman bersandar pada Kyuhyun. Bahu pria ini begitu lebar dan  hangat. Sangat nyaman.

Keadaan hening setelahnya. Tak ada satupun suara kecuali suara percakapan dari televisi. Sampai akhirnya Seohyun benar-benar tertidur pulas di pundak Kyuhyun. Kyuhyun menoleh ke orang yang sudah menjadikannya bantal itu lalu tersenyum tanpa arti.

*****

“Kyuhyun-ssi, sampai kapan kau akan tidur? Cepatlah bangun, hari ini kita kembali ke Seoul,” ujar Seohyun, yang sedang berusaha membangunkan Kyuhyun.

“Ah ne, sebentar lagi,” bukannya bangun, Kyuhyun justru memutar tubuhnya. Kembali memeluk gulingnya.

Sepertinya aku harus memakai jurus ini.

“Bangun atau kucium bibirmu sekarang?”

Kyuhyun terbelalak. Bagaimana bisa cewek sepolos Seohyun berpikiran seperti itu? Lebih kagetnya lagi, melihat wajah Seohyun yang tak sampai satu senti didepannya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

“Bagus!” kata Seohyun, “Melihat kau bisa berteriak seperti itu, sepertinya kau sudah kembali ke alam ini lagi.”

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Cewek ini benar-benar jago membuat jantungnya berdetak tak karuan.

“Lebih baik sekarang kau mandi, nanti jam sepuluh kita harus ke bandara,”

“Memangnya kau sudah mandi?” tanya Kyuhyun.

“Memangnya aku kayak kamu?” balas Seohyun.

Kyuhyun terkikik. Kemudian mengambil handuknya. Sudah setengah jalan menuruni tangga, tiba-tiba dia kembali dan..

CUP!

Seohyun melotot maksimal. Barusan saja Kyuhyun mencium pipinya. TUHAN, KYUHYUN MENCIUM PIPINYA!

“Ya!” teriak Seohyun begitu kehebohan. Ganti membuat Kyuhyun yang melotot maksimal. Apa apaan ini? Gadis yang mengaku fansnya ini, mengelap bekas ciumannya. Bahkan sampai pipi kirinya seperti habis ditampar, merah sebelah.

“Apa-apaan kau? Kenapa dilap?”

“Kau yang apa-apaan. Kenapa tiba-tiba mencium seperti itu?”

“Masih bagus kucium di pipi, daripada…”

Seohyun segera menyiapkan benteng pertahanan. Memasang kuda-kuda ala seorang karateka. Tapi yang mau diserang udah keburu ngabur ke bawah.

Setengah jam kemudian, keduanya sudah siap untuk check out dari hotel. Nampak personil suju plus jessica memasang tatapan kubunuh-kau-jika-lebih-lama-lagi pada keduanya. Seohyun mencubit pinggang Kyuhyun, tapi cowok itu justru sibuk dengan PSP. Alasan saja.

Selama perjalanan menuju Seoul, Seohyun diherankan dengan sikap Kyuhyun. Cowok ini daritadi selalu mengekor dirinya kemanapun. Bahkan ketika Seo ingin ke kamar mandipun, Kyuhyun tetap setia menemani.

“Kenapa kau berada disebelahku terus sih?” akhirnya Seo berani melontarkan pertanyaan ini.

“Bukannya ini yang kau ingin kan? Kau ingin aku selalu disampingmu kan? Bukan disampingnya Sica,”

Seohyun langsung gelagapan. “Siapa yang bilang seperti itu?!”

“Sudah kukatakan, jangan punya kepala yang transparan!” ujar Kyuhyun dengan santai.

“Aku tau kok kalau kau cemburu seharian kemarin, jadi kau bersama Donghae hyung kemana-mana. Bahkan kau main piano juga kan dengannya?”

ASTAGA! APA BENAR KEPALAKU TRANSPARAN?

*****

Seohyun melemparkan bawaannya. Kemudian duduk bersantai di sofa kamarnya. Badannya terasa benar-benar pegal semua. Yah, mungkin akumulasi dari capeknya perjalanan. Biasanya kalau dia liburan ke suatu tempat, gadis itu lebih sering menghabiskan waktunya di kamar hotel. Baru kali ini juga dia terpaksa jalan kesana kemari. Namanya juga kerja. Eh tapi kan Seo nggak dibayar? Ah entahlah, intinya begitu.

“Seo sayaaaaaang!!” teriak seseorang didepan pintu kamarnya.

“Eommaaaaa!!” Seo segera menghampiri wanita itu kemudian memeluknya erat. Seminggu kurang tidak melihat eommanya membuat dia merasa begitu kangen.

“Bagaimana perjalananmu? Apa kamu mendapat banyak foto Kyuhyun?”

Seo segera melepaskan pelukannya, “Aku jadi berpikir, sebenarnya aku anaknya siapa sih?”

Eomma terkikik. Kemudian menyuruh Seo untuk membersihkan diri sembari membantu merapikan barang-barangnya. Dengan telaten eomma membereskan barang barang Seohyun. Mulai dari pakaian kotor, alat mandi, semuanya diberesi oleh eomma. Saat Seo keluar, betapa terkejutnya dia ketika eommanya menemukan harta karun di tasnya.

“OMOOOO!! KAU BERSELCA BERSAMA KYUHYUN? JEONGMAL SEO??!!” teriak eommanya, membuat Seohyun harus memberi sumpelan kuping. Terdapat sebuah foto Kyuhyun menarik pipi Seo di tangan kanannya.

“Tidak perlu berteriak seperti itu kan, eomma,”

“Hyunnie, kau benar-benar anak eomma yang paling membanggakan,” Eomma mencium anaknya itu.

Padahal, anakmu satu-satunya hanya aku.

Eomma Seo masih meloncat kegirangan melihat anak semata wayangnya bersama Kyuhyun. Membuat gadis itu hanya mampu bergeleng-geleng. Kenapa sih eomma bisa begitu senangnya? Segitu ngefansnya kah eomma pada Kyuhyun?

Andai eomma tau kalau cowok itu bermulut sambal, batinnya.

Handphone Seohyun tiba-tiba berbunyi. Terdapat dua pesan masuk sekaligus. Ternyata dari dua personil Super Junior, Kyuhyun dan Donghae.

Ada apa dengan mereka?

From : Nappeun Namja

Besok kujemput jam 11. Kita belanja.

From : Donghae oppa

Siang Seo-ah! Apakah aku mengganggumu? Aku ingin mengajakmu ke restoran besok jam 11. Bagaimana? Kau bisa?

-Donghae-

Seo menghela napas. Kebingungan.

*****

“Sudah,” ujar Kyuhyun, kemudian menutup handphonenya. Baru saja dia mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Seohyun. Rencananya dia akan mengajak Seo berbelanja untuk membeli beberapa kebutuhannya. Juga kebutuhan gadis itu tentunya.

“Iya, Seo-ah?,” suara seseorang membuat Kyuhyun menoleh. Nampak Donghae sedang berbincang dengan seseorang lewat telepon.

Seo-ah? Tunggu! Apa itu Seohyun? Diam-diam Kyuhyun menguping.

“Ah arraso .. jadi kapan? .. baiklah kutunggu ..”

KLIK! Perbincangan putus disitu. Donghae terkejut, melihat Kyuhyun melipat tangannya,  bersandar di pintu. Menatapnya dengan sinis.

“Siapa yang barusan berbincang denganmu, hyung?”

“Bukan urusanmu,”

“Aku mendengar kata Seo. Apa itu Seohyun-nie?” tanya Kyuhyun masih dengan tatapan yang sama.

“Kalau iya, memang kenapa?”

Kyuhyun semakin menyipitkan pandangannya, “Belum puaskah kau menyakiti Jessica? Apa..”

“Ini tidak ada hubungannya dengan Jessica!” sahut Donghae memotong kalimat Kyuhyun.

“Apa sekarang kau ingin Seo merasakan hal yang sama dengan Jessica dulu? Selesaikan masalah pribadimu dengannya sebelum gadis ular itu menyakiti wanita didekatmu lagi,”

“Ah satu lagi,” kata Kyuhyun sebelum pergi, “Aku tidak akan membiarkan Seohyun dekat denganmu lagi. Dia terlalu manis untuk disakiti orang sepertimu,”

Kyuhyun kali ini benar-benar pergi. Membuat Donghae terdiam dan tak berkutik.

*****

Pagi yang begitu cerah. Tapi tidak bagi Seohyun. Kebutuhan matanya untuk terpejam masih sangat kurang. Hari ini dia terpaksa bangun pagi demi seorang Kyuhyun. Ya, dengan sangat berat hati dia memutuskan untuk menerima ajakan Kyuhyun daripada Donghae. Biar bagaimanapun, dia sedang dalam masa menjadi ekor Kyuhyun.

“Syukurlah, kupikir aku harus ke kamarmu dulu untuk membangunkanmu,” kata Kyuhyun begitu sampai di rumahnya.

Seohyun menutup novel The Last Symbol yang sedang dibacanya. Untung tangannya tidak terjepit. Novel itu kan tebalnya cukup untuk nimpukin anjing. Baru berniat membalas, tiba-tiba eommanya keluar ke teras dengan mata yang berbinar-binar. Seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapat mainan baru.

“K.. kau.. Cho Kyuhyun yang itu?”

Kyuhyun tersenyum lembut. Kemudian membungkukkan badannya sembilan puluh derajat, “Annyeonghasimnikka, eomonim!” sapanya dengan ramah. Membuat Seohyun memasang tampang mau muntah.

“Ah tak perlu seformal itu, Kyuhyun-ssi. Panggil Eomma saja,” Seohyun terkejut. Sepertinya dia harus segera menjauhkan Kyuhyun dari eommanya. Dia langsung mencium pipi wanita itu, dan menarik Kyuhyun keluar dari rumahnya. Daripada dia mual sendiri mendengar percakapan (sok)akrab antara eommanya dengan Kyuhyun.

“Kita mau kemana?” tanya Seo, sambil memasang seatbeltnya.

“Ke mall,”

“Kau pikir yang namanya mall cuma satu di dunia?”

Kyuhyun tidak menjawab, justru menginjak gas. Dan membawa Seo pergi.

*****

Seo berjalan dengan ngos-ngosan mengikuti dibelakang Kyuhyun. Di tangannya bertumpuk kantong-kantong belanjaan yang menutupi jenjang kaki indahnya.

“Kurang ajar banget orang itu!”

Sejak dua jam lalu, kerjaan mereka keluar-masuk satu toko ke toko yang lain HANYA untuk membeli kaos, kemeja, jeans, celana boxer, topi, jaket, kaos kaki, sepatu, ikat pinggang, tas, tuksedo, dan banyak lagi.. dan semuanya UNTUK KYUHYUN  SEORANG!

Dan yang lebih gilanya adalah KAPAN DATANG BATAS KARTU KREDITNYAAA????!!!! Daritadi kerjaan orang itu hanyalah gesek sana, gesek sini. Emang kartu kreditnya unlimited ya? Apa dia tidak takut terkena serangan jantung nanti melihat tagihannya membengkak?

“Kyuhyun-ssi!!” Semua orang menatap kearah cowok berjaket kulit coklat itu. Dibawanya Seohyun ketempat yang lebih sepi.

“Ya! Apa kau gila? Meneriakkan namaku seperti itu? Ini tempat umum! Bagaimana jika ada wartawan yang melihat? Kita bisa jadi bahan pembicaraan!” cerocos Kyuhyun.

Seohyun tidak peduli, justru membuang semua kantong belanja itu, “Bawa barangmu sendiri! Aku capek! Mau pulang!”

Kyuhyun mengeluarkan senyum menyeringai, “Yakin? Aku baru saja akan mencarikan barang untukmu,”

Gadis itu terlihat tak peduli. Tapi juga tak beranjak dari tempatnya berdiri.

“Tunggu disini sebentar!” ujar Kyuhyun, membawa semua belanjaannya pergi. Seo yang ingin bertanya sudah ditinggalkan begitu saja.

Apa yang akan dilakukannya? Apa jangan-jangan.. ah tidak, tidak!

Seohyun menggeleng. Tidak baik berprasangka buruk pada orang. Sepuluh menit kemudian, Kyuhyun kembali tanpa barang-barang belanjaan.

*****

GOD!

Emang rejeki itu nggak boleh ditolak. Berguna juga dia tadi ngambek. See? Ada lebih dari lima belas kantong belanjaan besar-besar di tangannya sekarang. Mulai dari buku, kaos lengan pendek, kaos lengan panjang, mini skirt, shorts, celana tiga perempat, high heels, wedges, tas selempang, handy bags, masih banyak lagi. Untuk semua ini, dia tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Kyuhyun yang tidak memperbolehkannya membayar. Dan lebih baiknya adalah.. Kyuhyun tidak mau membantunya membawa belanjaan! Padahal tadi dia membawakan semua belanjaan orang itu.

“Ya tunggu aku!” teriak Seohyun saat sudah menuruni eskalator.

Seo mau meraih anak tangga berjalan itu. Tapi sepertinya eskalatornya kurang lebar untuk menampung lebar badannya, tentu dengan barang belanjaannya.

BRAK! BRUK! PRANG!

Semua belanjaan berhamburan kemana-mana. Ada yang nyasar ke konde ibu-ibu, nyasar ke kereta dorong bayi, ada yang kebawah rok mini cewek. Dan yang paling penting Seohyun jatuh dengan siku kanannya yang terlebih dahulu mendarat diatas dahi Kyuhyun. Yap.. mereka telah sukses guling-guling dan timpuk-timpukkan ria.

*****

“Maaf…” ujar Seohyun menyesal. Tangannya terjulur, memberikan sebuah minuman isotonik dingin. Kyuhyun masih memegang dahinya. Terasa sesuatu muncul dari sana, apalagi kalau bukan benjol?!

Gara-gara insiden jatuh lapis legit itu, Kyuhyun terpaksa harus masuk ke rumah Seo untuk mendapatkan perawatan singkat. Kebetulan eommanya seorang dokter kulit dan kelamin, jadi bisa memberikan salep atau sesuatu yang dapat menyamarkan benjolan di dahinya.

“Minuman ini tidak kau beri racun kan?” kata-kata Kyuhyun membuat Seo agak kesal. Niatnya kan baik, ingin memberi minum. Malah disangka yang bukan-bukan.

“Hei, aku hanya bercanda. Sini duduk lagi,” katanya menarik Seo untuk kembali duduk disebelahnya. Eomma Seohyun ternyata sedang ada praktik di rumah sakit. Sejam lagi baru pulang.

Kyuhyun membuka tutup botol minum itu. Diteguknya hingga isi botolnya tersisa setengah. Dia meringis. Ingin mengelap keringat di dahi, lupa kalau ada benjolnya.

“Sakit ya?” tanya Seohyun.

“Carilah pertanyaan yang memang butuh untuk kujawab,” jawab cowok itu, kembali minum setelahnya.

“Hadap sini, aku ingin lihat,” Seohyun mencondongkan tubuhnya, berharap cowok itu menoleh dan..

CUP!

Kyuhyun kembali mencium pipi Seohyun. Membuat gadis itu tertegun sesaat. Dua hari langsung mendapat dua ciuman. Apa ini yang disebut mimpi indah?

“Makanya jangan membuat masalah denganku! Nanti bisa-bisa kau kucium terus,” ujar Kyuhyun.  Seo yang sangat kesal, meninggalkan cowok itu sendirian di ruang tengah. Tak peduli apa yang diteriakkannya, Seo tetap melangkah masuk kamar.

Kemarin pipi kiri, hari ini pipi kanan. Masa besok bibir?

Seohyun mengacak-acak rambutnya.

*****

4 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s