ARTIST’s LOVE STORY part 4


Seohyun keluar dari kamarnya setelah berhasil menenangkan diri. Dia tidak tahu jika eommanya sudah datang. Di ruang tengah, tampak eomma sedang menjelaskan cara pemakaian salep pada Kyuhyun. Mungkin untuk mengurangi benjolnya. Kyuhyun memperhatikan dengan begitu seksama. Diatas meja juga ada sebuah mangkuk dan gelas yang sudah kotor. Dapat dipastikan, eommanya sudah sempat memasak makanan untuk Kyuhyun selama dia di kamar.

Memangnya aku berapa lama sih di kamar?

“Hyunnie, kamu darimana saja? Bahkan ada Kyuhyun kamu tidak menyuguhkan apapun. Kasian Kyuhyun, dia pasti kelaparan. Ini eomma sampai memanaskan jajangmyeon tadi pagi,” sembur eomma mengomel.

“Setidaknya aku sudah memberinya minum,” gerutu Seo pelan.

“Ahjumma, terima kasih untuk salepnya! Nanti saya akan memakainya begitu sampai di dorm,” kata Kyuhyun sambil bangkit dari kursi. “Terima kasih juga untuk makanannya tadi.”

“Ah maaf ya, ahjumma hanya bisa menyuguhkan jajangmyeon saja,” keluh Eomma.

“Tak apa, jajangmyeon buatan ahjumma sangat enak kok,” hibur Kyuhyun. Membuat Seohyun mau muntah.

“Jangan percaya, eomma,” Seohyun mendengus, “Kyuhyun hanya membuat kalimat pemanis saja,”

Eomma melotot, “Jadi maksudmu, masakan Eomma tidak enak begitu?”

Seohyun menelan ludah. Sementara Kyuhyun cekikikan tanpa suara dibelakang eommanya. Kemudian menjulurkan lidahnya.

DASAR SERIGALA!

Gadis itu menemani Kyuhyun diluar yang sedang mengikat tali sepatunya. “Kamu itu punya kepribadian ganda ya?”

“Menurutmu?”

Seo menghela napas. Baru setengah jam yang lalu Kyuhyun membuatnya begitu deg deg-an. Sekarang? Seo merasa lebih baik cowok ini dibuang kelaut, lalu dimakan ikan hiu dan predator lainnya.

*****

“Annyeong?” sapa Kyuhyun begitu membuka pintu rumahnya. Kyuhyun memilih untuk pulang ke rumahnya di Nowon daripada kembali ke dorm. Sepertinya dia ingin merefreshkan kembali pikirannya dengan berkumpul bersama keluarganya.

Namun yang terlihat saat ini, rumah itu begitu sepi. Hanya ada beberapa pelayan yang sedang sibuk membersihkan bagian dalam dan kolam renang. Kyuhyun melangkahkan kakinya hingga sampai ke ruang tengah.

Noona. Kyuhyun ingin segera menyapa kakak perempuannya yang sudah hampir 4 bulan tidak ditemuinya. Nampak kakaknya itu sedang sibuk memasak sesuatu. Dengan  langkah mengendap-endap, dia memasuki dapur. Baru saja akan mengagetkan kakaknya..

“Aku tau, kau ada dibelakangku,” kemudian wanita itu menoleh kearah Kyuhyun dengan wajah mengejek.

“Jujur saja, aku sangat ingin memukul wajahmu yang seperti ini, noona,” kata Kyuhyun kesal. Ara tidak menggubris kata-kata adiknya itu dan melanjutkan mencampur bahan-bahan makanan.

“Sedang masak apa?”

“Nasi goreng,” jawab Ara.

“Ya! Kenapa aku selalu makan nasi goreng tiap berada di rumah? Aku kan sedang masa pertumbuhan,”

Ara memutar matanya, “Umurmu sudah 23 tahun, dan tinggimu sudah 181 senti. Kalau kau tumbuh lagi, bisa-bisa orang mengira kau mengidap gigantisme,”

Kyuhyun meringis sebal. Kakaknya memang selalu membuat dia mati gaya.

“Oh, tapi memang ada sih yang masih tumbuh dalam dirimu,” tambahnya.

“Maksudmu?”

“Otak! Hahahahaha,” Ara tertawa terbahak-bahak. Semakin membuat Kyuhyun menyipitkan mata. Terlihat tidak suka dengan noonanya yang sering membuatnya terlihat bodoh. Cowok itu lalu memindahkan tubuhnya ke sofa ruang tengah. Mengambil koran hari ini dan membacanya.

“Ngomong-ngomong, apa kau belum punya pacar hingga sekarang?” tanya Ara tiba-tiba.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Ani, aku hanya merasa, kau seperti homo,”

Kyuhyun mendelik. “Kau meragukan kejantananku?”

“Apa kau tidak ingin mengenalkan wanita itu?”

“Tentu saja akan kukenalkan,”

“Lalu?”

Kyuhyun terlihat berpikir, “Tunggulah! Doakan saja aku berhasil mendapatkannya,”

“Apa dia seorang artis sepertimu?”

“Bukan, tapi dia fansku,”

Ara nampak memperhatikan adiknya. Siapa gadis itu?

*****

Handphone Seohyun berbunyi. Sebuah nama tertulis disana ‘Donghae oppa’. Dengan segera, Seohyun mengangkatnya.

“Ada apa, oppa?”

“Seo-ah, ini aku Sungmin. Aku memakai handphone Donghae,”

Seohyun mengangkat alisnya, “Sungmin oppa? Ada perlu apa?”

“Ah begini, aku dan Donghae ingin mengajakmu ke Lotte World besok. Apa kau bisa?”

“Hah? Untuk apa?”

“Hmm..” Sungmin terdengar sedang berpikir, “Aku sebenarnya ingin mengajak pacarku berkencan kesana. Tapi tak mungkin jika hanya berdua, nanti bisa-bisa tersiar gosip tak sedap. Jadi aku mengajak Donghae. Tapi..”

“Aku paham maksudmu oppa,” potong Seohyung, “Baiklah, jam berapa?”

“Jeongmal? Kau mau?”

“Cepat katakan jam berapa, sebelum aku berubah pikiran lagi,”

“Jam 9 kami akan menjemputmu. Gomawo Seo-ah! Kau benar-benar baik hati,” ujar Sungmin begitu gembira.

“Kenapa baru sadar sekarang aku baik hati? Payah,”

“Aish, sepertinya kau terlalu sering bergaul dengan Kyuhyun. Sudahlah, sampai bertemu besok. Annyeong!”

KLIK!

*****

TIN!TIN!

Eomma Seo yang baru saja akan masuk kedalam, kembali memutar tubuhnya. Melihat mobil seseorang yang sudah begitu sering dilihatnya berhenti. Sang pengendara mobil turun, membungkukkan badannya.

“Ah Kyuhyun-ssi! Ada perlu apa kemari?”

“Seohyun ada, ahjumma?”

Wanita itu tampak bingung harus menjawab, “Dia baru saja pergi. Kupikir dia akan pergi denganmu,”

“Hah?”

“Iya, aku melihat Donghae Super Junior didalam mobil itu. Kupikir kalian akan piknik bersama,”

Kyuhyun terlihat agak geram, “Ah begitu, gamsahamnida Ahjumma! Aku izin pamit dulu,”

HYUUUUNG!!

Kyuhyun mencoba menghubungi telepon genggam Seo. Namun tak diangkat-angkat juga. Tak jauh, dia melihat mobil Civic dengan plat yang dia yakini milik Sungmin. Dan didalamnya dia melihat Seohyun yang sedang tertawa tampak samping. Untung dia sedang memakai mobil milik Ara. Jadi bisa mengikuti mobil Sungmin kemanapun.

Lotte World?

Cowok itu heran. Untuk apa Sungmin bersama Seo ke Lotte World? Tapi bukannya tadi eomma Seo mengatakan gadis itu pergi bersama Donghae? Matanya semakin terbelalak melihat dua orang laki-laki dan dua orang perempuan keluar dari mobil berwarna putih itu.

MEREKA SEDANG DOUBLE DATE?!

Kyuhyun panas. Diam-diam dia mengikuti kemana kedua hyungnya akan berkeliling.

*****

“MWO?! ANDWAEEE!!” teriak Seohyun begitu melihat sebuah kereta panjang yang diputar dengan kecepatan tinggi. Apalagi kalau bukan roller coaster!

“Kenapa? Ini kan menyenangkan,” ujar Sunny, dengan wajah aegyo-nya. Membuat Sungmin gemas ingin mencubit pipi gadis itu.

“Aku tidak mau mati muda,” jawab Seohyun asal. Belum mengeluarkan pembelaan tambahan, tangannya sudah ditarik Sunny menuju arena roller coaster. Saat kereta sedang menanjak, Seohyun mulai komat-kamit. Tangannya meremas kencang pengamannya sampai buku-buku jarinya memutih. Maunya sih teriak sekencang-kencangnya, tapi pas ngeliat betapa tingginya dia berada saat ini, dia langsung menarik tangan kanan Donghae yang bebas. Sambil memejamkan mata. Boro-boro deh mau teriak, nggak pingsan aja sudah bagus.

“Lihatlah! Tanganku memar nih,” omel Donghae, menunjukkan lengan atas sebelah kanannya yang ada bekas lima jarinya. Sementara Sunny dan Sungmin masih mengantre untuk naik roller coaster lagi.

“Udah bagus aku nggak pingsan,” kata Seohyun, yang masih gemetaran. Jantungnya masih belum mampu berdetak dengan stabil kembali.

Donghae melihatnya jadi tidak tega. Dia pergi sebentar ke kios depan, untuk membeli sebotol air mineral. Kemudian memberikannya kepada Seohyun.

“Gomawo,” ujar Seohyun sambil meneguknya.

“Kamu benar-benar takut ya?”

“Kau pikir aku berbohong?”

Donghae tersenyum tipis. Gadis ini masih bisa galak ya, bahkan dalam keadaan gemetaran seperti ini.

TENG!

Tiba-tiba Seohyun merasakan matanya berkunang-kunang. Kepalanya seperti sedang dipukul sebuah palu godam punya Tom & Jerry. “Aish, kepalaku pusing.”

Refleks Donghae merangkul Seohyun. Menyandarkan kepala gadis itu dipundaknya. Lalu mengelus-elus punggungnya perlahan. “Sebentar lagi hilang. Tenanglah!”

Seohyun terdiam. Entah kenapa, tiba-tiba dia teringat Kyuhyun saat di hotel beberapa hari yang lalu. Saat cowok itu berusaha menenangkannya dari ketakutan.

Padahal sama-sama di bahu. Kenapa rasanya berbeda ya?

“Jangan keenakan sandar di bahuku! Kau ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan ya?” celetuk Donghae, merusak suasana dalam sekejab.

Seohyun menatap Donghae sinis, “Kau benar-benar merusak suasana romantis kita,”

Donghae ngekek. Tak lama berselang, Sunny dan Sungmin kembali dari roller coaster. Wajah mereka terlihat begitu cerah setelah darisana. Berbanding terbalik dengan Seo.

“Bagaimana kalau kita berpencar saja? Aku ingin berdua dengan Sunny nih,” pinta Sungmin, sambil merangkul mesra gadis disampingnya. Membuat Seo bergidik dan mengiyakan saja. Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu segera pergi meninggalkan Seo dan Donghae. Bingung mau kemana, akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.

“Nih,” Seohyun menyerahkan sebuah nampan berisi burger dan kentang goreng serta coca-cola. “Maaf antrenya panjang tadi,”

Donghae mengangguk. Kemudian mulai bergerilya menghabiskan makanan didepannya. Terkadang, pria itu tampak menaikkan kacamata hitamnya atau membetulkan letak topinya saat makan. Seo paham, seperti inilah penyamaran seorang artis. Merepotkan memang, tapi mau bagaimana lagi? Dia justru tidak akan leluasa jalan-jalan jika orang-orang tahu dia Donghae Super Junior.

“Habis ini, kita photobox yuk!” ajak Seo, sambil menyeruput coca-colanya.

“Apa?”

“Ayolah! Kapan lagi aku bisa foto berdua dengan artis, mau ya?” kali ini Seohyun mencoba mengeluarkan wajah imutnya. Untuk membujuk orang didepannya ini.

Donghae berpikir sejenak, sebelum mengiyakan permintaan Seohyun.

*****

“Aigoo, ini benar-benar menyenangkan,” ujar Seohyun melihat hasil fotonya yang lucu-lucu bersama Donghae. langkahnya begitu riang sambil terus menatap foto itu. Sebelum photobox, Donghae mengajak Seohyun masuk ke rumah kaca terlebih dahulu. Yah, nggak seru juga kan datang kemari Cuma buat photobox?

“Entah kenapa, aku merasa kau lebih tampan disini, oppa,” puji Seo, yang masih terus memperhatikan foto-foto tersebut.

“Apa aku setampan itu? Aku merasa tersanjung,” kata Donghae senang.

“Aku memang pintar berbohong kok,” jawab Seohyun kalem.

Donghae tertawa. “Hati-hati, aku nanti bisa suka padamu lho!”

“Terima kasih, tapi aku tidak,”

“Belum,” ralat Donghae.

“Aku yakin kau akan jatuh cinta padaku nanti,”

“Atas dasar?” tanya Seohyun.

“Entah, itu insting liarku.”

“Jawaban tidak logis, hipotesis ditolak,”

“Hei, itu kan sama saja dengan katak yang bisa memprediksi kapan akan hujan,” Donghae berusaha membela diri.

“Dan kau katak?”

“Itu hanya kiasan,” kata Donghae, “Majas.”

“Kiasan itu beda dengan majas, oppa,” balas Seo.

“Kata siapa?”

Seohyun mengerutkan dahinya, “Kau lulus pelajaran bahasa Korea tidak sih?”

“Ya! Bukan ini yang kita bicarakan tadi,”

“Memang bukan,”

“Lalu, sampai mana kita tadi?”

“Katak.”

Hening. Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. HAHAHAHAHAH!! Mereka tertawa tidak jelas. Apa yang mereka tertawakan sih sebenarnya?

Angin semilir sore hari mulai berhembus dengan kencangnya. Menerpa wajah cantik Seohyun. Beberapa anak-anak rambut gadis itu ikut bergerak mengikuti arah angin. Membuat Donghae menelan ludah. Betapa cantiknya gadis dihadapannya ini.

Tangannya tergerak untuk menarik dagu Seohyun. Seakan menyuruh gadis itu untuk menatapnya. Kemudian mengelus pipi halus gadis itu. Belum sempat Seo bertanya..

CUP!

Sebuah ciuman mendarat di pipi kiri Seohyun. Kemudian di pipi kanannya. Seohyun langsung membesarkan bola mata.  Astaga! Apa semua artis memang suka mencium orang sembarangan?!

“Terima kasih ya, sudah mau menemaniku seharian ini,” ujar Donghae, begitu lembut. Lalu tersenyum tulus didepan wajah Seohyun.

Eomma, kakiku sepertinya sedang melayang.

*****

“Mati aku,” kata Seohyun, begitu melihat sesosok laki-laki berjaket coklat duduk di bangku teras rumahnya. Tentu Seo sudah tidak asing dengan orang ini. Gadis itu melangkah tanpa suara menuju teras rumahnya.

“Darimana saja kau?” tanya Kyuhyun. Membuat langkah Seo terhenti. Setelah sekian  lama, ini kedua kalinya dia mendengar Kyuhyun berkata dengan nada seperti ini. Begitu kaku dan.. dingin.

“A.. aku.. dari..,”

“Berkencan bersama Donghae hyung?”

Seohyun menelan ludah.

“Apa saja yang kalian lakukan?” tanya Kyuhyun, dengan nada menyelidik. Namun tatapannya masih mengarah kearah telepon genggamnya.

Gadis itu diam terpaku. Tak menjawab pertanyaannya sama sekali sejak awal. Kyuhyun gerah. Lalu dia berjalan hingga berada hanya lima senti didepan Seohyun. Tangannya terayun menyentuh pipi kiri Seohyun. Tiba-tiba, Kyuhun mendaratkan ciumannya di pipi kiri Seohyun. Dan berpaling kesebelah kanan. Seohyun kembali mematung. Jantungnya mencelos saat tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba ini datang. Belum selesai rasa terkejutnya, Kyuhyun mencium tepat di bibirnya. Awalnya Seohyun sempat ingin memberontak, tapi tubuhnya terasa begitu lemas karena bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya dengan begitu lembut.

Setelah beberapa saat, Kyuhyun melepaskan ciumannya. Ia menatap Seohyun sejenak, memperhatikan nafas Seohyun yang masih megap-megap karena ciumannya. Kemudian, dia mengambil langkah, menjauhkan jaraknya dengan Seohyun.

“Mulai besok, kau tidak perlu datang ke acaraku,”

Sontak Seohyun membelalakkan matanya, “Mwo?”

“Dua hari lagi, kita akan special dinner. Siapkanlah dirimu dengan baik untuk itu! Aku menyiapkannya dengan segalanya yang aku bisa. Aku harap, untuk terakhir kalinya, kau dandan yang terbaik untukku disana,”

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?”

“Tidak ada, aku tidak mengatakan apapun yang aneh,”

“Maksudku,” Seohyun terlihat ragu untuk mengatakannya, “Maksudku, kenapa kau mengatakan ‘untuk terakhir kalinya’?”

“Karena aku tahu,” Kyuhyun mengambil napas panjang, “Kau sebenarnya menyukai Donghae hyung,”

Seohyun terkejut bukan kepalang. Darimana Kyuhyun tahu soal itu?

“Kyu, aku..”

“Kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tahu semuanya dari eommamu,” Kyuhyun memasukkan tangannya kedalam saku. Mengambil sesuatu yang entah apa itu. Kemudian memberikannya pada Seohyun.

“Sebenarnya tadi, aku ingin memberimu ini. Kuharap kau akan memakainya terus, walaupun acara ini sudah berakhir. Tapi kupikir, aku akan mengubah kalimatku itu menjadi, pakailah ini saat nanti special dinner. Lalu kembalikan padaku setelah acara itu selesai, malam itu juga,” jelasnya sambil memberikan sepasang anting bintang yang indah. Lalu Kyuhyun berlalu melewati Seohyun. Dengan langkah angkuh, dan dingin.

“Masuklah kedalam! Udara diluar begitu dingin. Aku pulang dulu,” katanya tanpa menghadapkan diri pada Seohyun. Masuk ke mobilnya. Dan pergi. Meninggalkan Seohyun yang tidak tahu harus melakukan apa.

*****

2 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s