ARTIST’s LOVE STORY part 5


“Hah..”

Mata Seohyun terbuka. Terbangun dari tidurnya. Sinar matahari mulai mengusik ketenangan dalam tidurnya. Tidak, bahkan dalam tidurnya dia merasa tidak tenang. Dilihatnya jam di handphonenya. 5.13 AM. Masih terlalu dini baginya untuk bangun. Tapi matanya sudah tak mampu terpejam.

Dia mengubah posisinya menjadi duduk diatas ranjangnya. Matanya terpejam sesaat. Mengingat apa yang terjadi dalam hidupnya selama hampir dua minggu ini. Semua berputar seperti flashback roll film di otaknya. Bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Kyuhyun. Bagaimana pertama kali menyentuh wajah Kyuhyun. Bagaimana pertama kali dia bermain dengan begitu riang bersama Kyuhyun. Bagaimana pertama kalinya Kyuhyun.. menciumnya.

“Ah,” Seohyun tersadar. Air matanya telah turun membanjiri pipinya. Dia teringat perkataan Kyuhyun waktu itu.

Hari Kelima..

“Aah kasihan sekali Ina,” ujar Seohyun terisak melihat akhir dari film Death Bell itu. Dia tadi sempat tertidur beberapa saat di pundak Kyuhyun. Dan terbangun saat film ini sampai pada adegan Kang Hyeon, yang diperankan oleh Kim Bum, terbunuh ditangan seorang murid gila. Kemudian tak lama, Kang I-na, sang tokoh utama, juga harus melihat sahabatnya, Yoon Myong Hyo, mati dijatuhkan dari ketinggian.

“Ya, berhentilah menangis! Aku paling tidak suka melihat wanita menangis,”

“Aku tidak menangis untukmu. Aish, air mataku tidak bisa berhenti,” Seohyun terus mengelap air matanya yang terus mengucur. Kyuhyun yang risih melihatnya, akhirnya memutar tubuh Seo. Membuat gadis itu menatapnya.

“Kalau kau sedang menangis, hentikan air matamu dengan menutup hidungmu seperti ini,” Kyuhyun menjepit hidung mancung Seo hingga gadis itu tidak bisa bernapas. Jelas Seohyun melayangkan protes. Nggak lucu banget kalau dia masuk koran dengan headline ‘Seorang gadis mati dibunuh dengan dijepit hidungnya’.

Tapi ajaib! Aliran air matanya berhenti seketika. Seo menoleh kearah Kyuhyun. Cowok itu nyengir, menunggu ucapan terima kasih dari Seo. Tapi yang didapat..

“Kau tidak tidur disini kan? Bukannya sudah cukup parah tidur sekamar dengan wanita yang bukan saudaramu? Sana pergi!” usir Seohyun. Membuat Kyuhyun merengut.

Seohyun mencoba menjepit hidungnya seperti waktu itu. Berharap air matanya berhenti keluar.

*****

Pukul 10 pagi. Seohyun menuruni tangga rumahnya. Dia baru saja terbangun, untuk kedua kalinya. Rumahnya terlihat begitu sepi. Eommanya hari ini harus mengisi seminar di Busan. Appanya belum bisa pulang dari Singapura, karena masih menunggu hasil pemenang tender.

Dia menghela napas. Biasanya jam segini, Kyuhyun sudah merecokinya dengan apalah. Mulai disuruh nemenin ke mall, datang ke lokasi pemotretan, sampai pergi ke luar kota.

Catatan besar tentang Kyuhyun, cowok itu memang tidak pernah mengingkari janjinya. Sekali Kyuhyun mengatakan A, selamanya akan A. Seohyun mengambil sepasang anting yang diberi Kyuhyun semalam.

‘Sebenarnya tadi, aku ingin memberimu ini. Kuharap kau akan memakainya terus, walaupun acara ini sudah berakhir. Tapi kupikir, aku akan mengubah kalimatku itu menjadi, pakailah ini saat nanti special dinner. Lalu kembalikan padaku setelah acara itu selesai, malam itu juga,’

Apa maksudnya? Mengharapkan Seohyun memakai anting ini terus? Apa yang diinginkan Kyuhyun sebenarnya? Mengapa harus mengatakannya dengan bahasa yang begitu ambigu? Apa Kyuhyun tidak mengerti jika Seo kebingungan harus melakukan apa?

Gadis itu menghidupkan TV ruang tengah dengan volume cukup keras. Berharap gemanya mampu mengusir kesepian ini.

*****

“Istirahatlah terlebih dahulu, Kyuhyun-ssi!” ujar Jessica, memberikan sebotol berisi teh melati pada Kyuhyun. Cowok itu terpaku sesaat. Kalau Seohyun, pasti menyodorkan minuman isotonik padanya.

“Terima kasih,” balas Kyuhyun, lalu meneguknya. Kyuhyun memilih mengisi hari ini dengan berlatih untuk drama musikalnya ketimbang manggung bersama Super Junior. Dia masih sangat kesal melihat wajah Donghae saat ini. Dia masih belum bisa melupakan saat Donghae mencium Seohyun. Rasanya seperti sebuah pedang samurai yang tajam menghunus jantungnya. Ditambah lagi penuturan eomma Seo yang mengatakan bahwa gadis itu memiliki tempat penyimpanan khusus untuk foto dan video tentang Donghae. Cemburu? Bahkan Kyuhyun tak peduli dia cemburu atau tidak. Yang dia rasakan.. sesak.

“Aku benar-benar tidak bisa melupakan Hae, oppa,” tutur Jessica, membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Rasanya, semakin aku berusaha melupakannya, aku semakin tidak bisa menggunakan akal sehatku sendiri. Dia terlalu memenuhi pikiran,”

Kyuhyun menunjukkan wajah kesalnya. Kenapa semua wanita didekatnya harus tergila-gila dengan Donghae?

“Coba saja untuk menyibukkan dirimu! Mungkin kuantitas kau memikirkan Donghae akan berkurang,” saran Kyuhyun.

“Aku tidak tahu, oppa. Mengingat dia memutuskan dengan dinginnya dan tanpa alasan seperti itu, aku..”

Jessica kembali meneteskan air matanya. Membuat Kyuhyun tidak tega untuk tidak memeluknya. Bagaimana jika Jessica tahu Donghae tak hanya berkencan dengan Yoona, juga dengan Seohyun?

“Kalau kau tidak ingin terus-terusan penasaran, bertanyalah pada hyung! Berdiam seperti ini tidak menyelesaikan masalah, Sica-ah,”

Astaga! Bahkan masalahnya sendiri belum selesai. Kenapa dia harus diributkan lagi dengan masalah orang lain?

*****

Satu hari sebelum special dinner. Seohyun sudah tidak tahan lagi. Matanya sudah begitu lelah menangis seharian kemarin. Bahkan Kyuhyun tahan untuk tidak menghubunginya sama sekali. Padahal, Seohyun terus menunggunya semalam suntuk.

Kali ini dia memilih untuk gambling. Dengan menggunakan jaket warna coklat, tank top putih, dan jeans warna hitam, dia pergi ke kantor SM. Tak lupa dia memakai kacamata hitam, menyamarkan matanya yang seperti mata panda.

Sesampainya di kantor SM, nampak tak ada orang yang menyadari penyamarannya. Tak ada yang curiga pula, mungkin menyangka Seohyun salah satu artis SM. Dia terus berjalan hingga sampai didepan ruang latihan dance. Tempat pertama kalinya Seohyun bertemu Kyuhyun. Dilihatnya dari kaca luar, seorang laki-laki sedang berusaha menghapalkan gerakan dancenya. Tampaknya orang itu sedang tidak fokus. Bolak-balik dia mengulangi gerakannya. Terakhir kali mengacak-acak rambutnya. Membaringkan tubuhnya di lantai.

Seohyun menghela napas panjang.

*****

Special dinner. Seohyun tampak mulai bersiap-siap untuk itu. Dia mulai memulas wajahnya dengan make-up segar yang elegan. Dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Gadis ini tampak sudah memutuskan, untuk melakukan segala yang terbaik untuk dirinya.

Bel rumah Seohyun berbunyi. Membuat eomma terpaksa meninggalkan Seo, untuk mencari tahu siapa diluar. Seohyun meneruskan merias wajahnya. Mulai dari memakai blush-on, eyeliner. Tak lama eomma datang dengan membawa sebuah kotak berwarna silver dengan pita besar didepannya. Didalamnya berisi wedding gown dengan ekor panjang berwarna silver, mahkota kecil, kalung berliontin bintang dan sepasang high heels dengan permata yang indah.

Seohyun terbelalak. Ini terlalu indah.

*****

Kyuhyun memperhatikan arlojinya. 6.55 PM. Lima menit lagi syutingnya akan dimulai. Tapi kenapa gadis itu belum muncul juga? Kyuhyun mondar-mandir didepan meja makan yang akan menjadi tempat keduanya ber-candle light dinner.

Matanya diarahkan ke pintu depan restaurant itu. Tampak seorang gadis dengan balutan gaun berekor panjang berjalan diatas karpet putih yang disediakannya. Kyuhyun terperangah. Gaun itu, terlihat begitu sempurna di badan Seohyun. Potongan depannya yang pendek, semakin memanjang kebelakang, dipadukan dengan platform heels, memperlihatkan jenjang kaki Seo yang indah. Ditambah lagi rambut indah Seohyun yang digerai, menggelombang dibagian bawahnya. Dihiasi mahkota untuk mempermanis. Kyuhyun tersenyum samar. Syutingpun dimulai.

“Apa aku terlihat aneh?” tanya Seo, agak canggung.

Kyuhyun tersenyum lembut dan menggeleng, “Kau terlihat seperti bidadari,”

Seohyun tersenyum lembut. Kyuhyun menarik kursi, mempersilahkan Seohyun untuk duduk. Semua yang berada di restoran terkagum, melihat gaya Seohyun yang begitu anggun dan mewah. mereka tidak terlihat seperti makan malam antara artis dan fans. Justru seperti sepasang kekasih dalam acara lamaran.

Acara dibuka dengan bersulang antara minuman Seohyun dan Kyuhyun. Jujur saja, Seo masih agak malu-malu untuk menatap Kyuhyun. Sementara dilihatnya, pria didepannya begitu santai dengan makan malam ini. Kyuhyun begitu gagah dengan setelan black tie. Jas putih, kemeja dalam hitam, dan bawahan putih, disertai dasi pita sewarna jasnya. Rambutnya juga dipotong, jadi jabrik seperti saat videoklip Super Junior yang Bonamana.

“Hei, jangan dingin begitu dong! Santai saja,” ujar Kyuhyun terkikik pelan. seohyun membalasnya dengan senyuman manis.

“Oppa benar-benar tidak romantis,”

Kyuhyun mengenyitkan dahi.

“Aku membayangkan candle light dinner itu hanya berdua, dengan lilin disekeliling ruangan. Tapi ini justru ada banyak orang,” balas Seohyun.

Kyuhyun menyeringai, “Kau kira aku tak tahu apa maumu,” Cowok itu menjentikkan jarinya.

BLAM!

Lampu restoran mendadak padam. Tapi cahaya berganti dengan lilin-lilin berwarna putih. Sebuah lagu klasik karya Edward Elgar berjudul Salut d’Amore mengalunkan gemanya keseluruh ruangan. Seohyun benar-benar terperangah.

“Darimana oppa tahu, ini lagu kesukaanku?”

Kyuhyun tersenyum kecil, “Bukannya aku sudah mengatakan berulang kali kalau kepalamu transparan?”

Seohyun mencibir, “Cih, bahkan saat romantis begini, masih berusaha saja merusak suasana.”

Sebuah nampan stainless tertutup tersaji dihadapan Seohyun. Dibuka oleh pelayan itu. Seohyun sontak menutup mulutnya yang kaget.

“I..ini..”

“Winter pancake sorbert, makanan kesukaanmu disini kan?” tebak Kyuhyun.

Seohyun takjub. Bagaimana orang didepannya ini bisa tahu segala yang diinginkannya? Seo mulai menyakini bahwa kepalanya memang benar-benar transparan jika didepan Kyuhyun. Orang ini, terlalu mengerti dirinya.

Kyuhyun berjalan meninggalkan Seohyun, menuju panggung. Gadis itupun mulai memutar otaknya. Rencana apalagi yang akan dijalankan oleh Kyuhyun. Cowok itu mengambil gitar akustik disana. Menggenjreng, untuk menarik perhatian orang-orang di restoran .

“Selamat malam semuanya,” sambut Kyuhyun, “Izinkan saya untuk menyumbangkan sebuah lagu, because there is someone who has completely stolen my heart. Bukan lagu yang begitu terkenal sebenernya. Sebuah lagu milik Jesse McCartney, Beautiful Soul,” Sorakan dan tepuk tangan mengiringi nyanyian Kyuhyun.

I don’t want another pretty face, I don’t want just anyone hold

I don’t want my love to go to waste, I want you and your beautiful Soul

“Wow! Suaranya indah ya,”ujar seorang wanita paruh baya pada pria disebelahnya. “Iya, berat tetapi lembut,” balasnya. Pasangan suami-istri itu terus memperhatikan penampilan Kyuhyun

You’re the one I wanna chase, You’re the one I wanna hold

I won’t let another minute go to waste, I want you and your beautiful soul

“Sepertinya tadi dia tidak datang sendiri,” seorang cowok berkacamata mencari-cari tempat duduk Kyuhyun barusan, “Tapi, dia tadi duduk dimana sih?”

“Memangnya dengan siapa?” tanya teman sebelahnya. Sedangkan, cewek tadi masih mencari tempat duduk Kyuhyun tanpa mempedulikan pertanyaan temannya.

I know that you are something special, To you I’d be always faithful

I wan’t to be what you always needed, Then I hope you’ll see the heart in me

“Wajahnya, sepertinya aku begitu familiar,” ujar seorang cewek berambut sepunggung, yang sedang menyantap makan malamnya.

“Ah ne! Wajahnya seperti..” temannya yang lain nampak ikut berpikir. Mengingat-ingat wajahnya.

I don’t want another pretty face, I don’t want just anyone hold

I don’t want my love to go to waste, I want you and your beautiful Soul

You’re the one I wanna chase, You’re the one I wanna hold

I won’t let another minute go to waste, I want you and your beautiful soul

Cewek berbaju merah yang duduk empat kursi depan Seohyun menggigit jarinya, “Duh, cowok itu keren sekali! Tampang dapet, gaya dapet, sempurna,”

“Iya, wanitanya seperti apa ya kira kira? Tadi katanya dia bernyanyi untuk pacarnya,” teman didepannya mengiyakan.

Your beautiful Soul, yeah

You might need time to think it over, but I’m just fine moving forward

I’ll ease your mind, If you give me the chance

I will never make you cry, c’mon lets try

“Dia kan.. CHO KYUHYUN?!” seru salah satu pengunjung restoran. Wajahnya terlihat berbinar-binar melihat seseorang yang sedang memetik senar gitar didepan sana.

“Ah! Benar katamu! Itu Kyuhyun Super Junior!”

Am I crazy for wanting you, Baby do you think you could want me too

I don’t wanna waste your time

Do you see things the way I do, I just wanna know if feel it too

There is nothing left to hide

Aura Kyuhyun memang begitu kuat. Pesonanya, gayanya, penampilannya. Mulai dari anak kecil sampe ibu-ibu hamil, semua suka dengan penampilan Kyuhyun. Melihat betapa romantisnya seorang Kyuhyun, wanita mana yang tidak iri dengan someone specialnya Kyuhyun.

I don’t want another pretty face, I don’t want just anyone hold

I don’t want my love to go to waste, I want you and your beautiful Soul

You’re the one I wanna chase, You’re the one I wanna hold

I won’t let another minute go to waste, I want you and your beautiful soul

Tepukkan dan sorakkan dari semua orang mengiringi penampilannya sampai puncak. Kyuhyun tersenyum lembut kepada semua penontonnya. Lalu menatap kearah Seohyun, yang juga tersenyum melihatnya. Langsung wanita-wanita didalam restoran mengerang, cemburu dengan Seohyun.

Dalam hati, Seohyun meringis pilu. Andai ini bukan adegan syuting.

*****

“Oppa!!” panggil Seohyun melihat Kyuhyun sedang berjalan kebagian atap hotel. Cowok itu tidak menggubris panggilannya. Melangkah lebih cepat hingga sampai di atap. Mereka baru saja menyelesaikan syuting special dinnernya.

Udara berhembus begitu dingin disana. Tapi tidak dihiraukan oleh Seohyun. Dia sudah bertekad untuk meminta kejelasan pada Kyuhyun. Tentang apa? Semuanya.

“Kenapa oppa kemari?”

“Sejak kapan kau memanggilku oppa?”

Pertanyaan Kyuhyun sontak membuat Seohyun terkejut. Nadanya begitu sinis. Dingin. Tidak seperti Kyuhyun saat special dinner tadi. Bukan seperti Kyuhyun yang dikenalnya. Namun sekali lagi, Seohyun tidak gentar. Langkah dimajukannya hingga hanya berjarak lima langkah diantara mereka.

“Aku.. ingin menanyakan sesuatu pada oppa,”

“Apa?” Astaga, Seohyun tidak sampai hati untuk menanyakan langsung. Hatinya nyeri mendengar Kyuhyun yang berbicara seperti itu.

Seohyun berdeham sekali. “Apa ada yang ingin oppa sampaikan padaku?”

“Hah?”

“Apakah ada yang ingin oppa sampaikan padaku? Apapun itu,” tambahnya.

Kyuhyun masih terdiam. Mengalihkan pandangannya dari Seohyun. Membuat gadis itu gusar.

“Aku bukan seorang peramal, oppa. Aku bukan seorang pemilik indera keenam. Aku juga bukan seorang paranormal atau ahli pernujuman. Aku cuma seorang Seo Joohyun. Seseorang yang berusaha untuk menjadi lebih baik. Aku juga berusaha untuk lebih mengerti orang lain semampuku. Tapi aku tidak bisa membaca perasaan orang,” jelasnya.

Kyuhyun maju selangkah, menutup jarak diantara mereka. Seohyun masih berbicara sambil menatap matanya. Menunjukkan bahwa dia sedang serius.

“Memang, aku begitu menyukai Donghae oppa. Itu sejak aku kelas satu SMA lalu. Hampir dua tahun aku ngefans dengannya. Bagiku, Hae oppa begitu menyenangkan di televisi. Selalu kasihan melihatnya sering dibully di reality show. Tapi dia begitu tahu bagaimana memperlakukan wanita disana,”

“Kemana sebenarnya arah pembicaraanmu?” tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

“Aku belum selesai!” kata Seohyun tegas, “Saat eomma mengatakan bahwa dia memenangkan kuis ini, aku sejujurnya sangat tidak tertarik. Tapi setelah kupikir ulang, tidak ada salahnya juga aku menerima hadiah eomma. Toh, dengan aku bertemu denganmu, aku juga bisa mengenal Hae oppa. Makanya aku mencoba mengikutinya.”

“Pertama kali aku mengenalmu, kau memberikan first impression yang buruk padaku. Kasar, menyebalkan, dingin, angkuh. Aku sangat tidak menyukainya. Aku juga mulai mengenal Donghae oppa, dan personil Suju yang lain. Donghae oppa memang sesuai dugaanku. Orangnya ramah, pengertian, baik, dan mengerti cara memperlakukan wanita,”

STOP! Kyuhyun benar-benar muak mendengarnya.

“Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengenal siapa seorang Cho Kyuhyun. Seperti apa sifatnya. Bagaimana tingkahnya. Aku menikmati berada disampingmu. Bersandar di bahumu. Jatuh diatas tubuhmu. Aku sangat senang pernah memiliki semua ingatan itu.”

Seohyun berusaha menahan air matanya yang nyaris tumpah.  Dia harus kuat, tidak boleh menangis saat ini.

“Aku.. juga menikmati semua sentuhanmu pada wajahku. Memang sih, aku tidak terima, kau selalu menciumku tiba-tiba. Tidak meminta izin pula,” Seo tertawa sumbang, “Tapi aku senang. Bahkan saat kau mencuri first kissku, entah kenapa hatiku begitu bahagia. Karena orang yang menyentuh bibirku pertama kali selain keluargaku adalah orang yang kusayangi.”

Pertahanan Seohyun runtuh. Benteng yang dibangunnya tak mampu menahan lonjakan air dari matanya. Gagal usahanya agar terlihat kuat didepan Kyuhyun. Kini, dia justru terlihat seperti mengais harapan dari Kyuhyun.

“Aku.. aku berus..”

GREP!

Selesai sudah! Kyuhyun meredam semua yang ingin dia katakan dengan satu tindakan. Seohyun sudah menyerah, pasrah. Dia menyerah dengan semuanya. Ini batas kemampuannya. Kini dia hanya berusaha untuk menikmati serangan Kyuhyun, yang sedang melampiaskan perasaannya.

Setelah beberapa lama, Kyuhyun melepas ciumannya untuk mengambil napas. Sementara Seohyun sudah hampir jatuh terduduk saking lemasnya. Untung saja Kyuhyun terus memeganginya.

“Jangan takut jatuh! Aku disini,” ujar Kyuhyun lembut, memeluk Seohyun. Menyandarkan gadis itu di dadanya.

Kyuhyun tersenyum. Seohyun memang diciptakan untukku.

“Aku..”

“Sstt!” cowok itu mendiamkan Seohyun, “Gantian! Sekarang kau yang mendengarkanku.”

“Jangan berpikir hanya kau yang frustasi! Jangan berpikir hanya kau yang sedih! Aku hanya berusaha kuat didepanmu, karena aku pria. Aku harus lebih tegas darimu.”

Kyuhyun mengendurkan pelukkannya. Memandang wajah gadis yang dipeluknya itu.

“Saranghae Seohyun-ah! Bolehkah aku menjadi bagian hidupmu?” perkataan Kyuhyun membuat Seohyun membelalakan matanya. Air mata Seo mengalir lembut sambil menatap orang yang sedang memeluknya itu. Dia teringat, Kyuhyun tidak suka melihatnya menangis. Segera dijepit hidungnya agar air mata itu tak turun lagi. Tapi Kyuhyun malah menepis tangan Seo.

“Kau menangis karena bahagia kan? Kuizinkan kau menangis kalau untuk itu,”

Seohyun tertawa pelan. Dia jadi bingung ingin melanjutkan tawanya atau tangisnya, “Oppa..,”

“Jangan panggil aku oppa! Itu membuatku merinding,” kata Kyuhyun pelan.

“Aku mencintaimu,” kata Seohyun mengaku.

“Aku tahu. Kuanggap jawaban ‘iya’ atas pertanyaanku,” kata Kyuhyun sebelum kembali mencium lembut bibir gadis itu. Seohyun pun mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun. Menerima segala lumatan dari Kyuhyun.

“Sekarang tinggal satu yang belum selesai,” ujarnya setelah dia melepas ciumannya.

Seohyun menyipitkan matanya.

TO BE CONTINUE..

*****

6 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY part 5

  1. apanya yg belum selesai?
    huh, sungguh malam yg sangat special, jadi ngiri ama Seonni…
    Kyuppa so sweet dhe,, kissnya ituloh, bikin deg-degan.. #nahloh?
    author, lanjuuuttt..
    next partnya publish ASAP ya? *kedip-kedip
    keep writing, author!
    Hwaiting!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s