ARTIST’s LOVE STORY part 7 – END


“Besok? Ke Cina? Berapa lama?” tanya Seo kepada telepon genggamnya. Tangan kanannya sibuk memegang pensil. Didepannya berserakan buku-buku entah apa judulnya. Sebelum Kyuhyun menelepon sejam yang lalu, dia sedang berusaha memperbesar volume otaknya dengan mengerjakan soal-soal fisika. Tapi tampaknya saat ini fokusnya itu sudah terpecah. Daripada konsentrasinya buyar sama telepon, akhirnya percakapannya diloudspeaker.

“Mungkin sebulan sampai dua bulan. Suju M sedang sibuk-sibuknya meliris mini-album. Jadi kami harus kesana,” ujar Kyuhyun.

“Pacarku tidak apa-apa kan?” tambahnya bertanya. Ditinggal dua bulan ke luar negeri kan bukan waktu yang sebentar.

“Itu kan pekerjaanmu, pacar. Mau tak mau aku harus membolehkanlah. Lagian, aku juga mempersiapkan diri untuk ujian kelulusan dan mengejar masuk ke universitas sekarang,” jawab Seohyun santai.

“Tapi, nanti mungkin aku akan sering berdekatan dengan Jessica. Dia  yang akan menjadi model videoklip kami. Apa benar kau tidak apa-apa?” goda Kyuhyun. Hanya berusaha memanas-manasi Seohyun.

“Memangnya kau pikir hanya kau saja yang bisa selingkuh selama kita berjauhan?”

Kyuhyun terkikik.

“Kau sedang belajar, pacar?” tanyanya karena kehabisan topik.

“Tidak, aku sedang bercinta,”

Kyuhyun menaikkan nada suaranya, “APA?!”

“Iya, aku sedang bercinta dengan rumus-rumus fisikaku. Kenapa? Pacarku ini juga mau bercinta denganku?”

“Ya! Kau tidak perlu sevulgar itu kan, car,” kata Kyuhyun bergidik.

Seohyun hanya tertawa ringan.

“Dulu aku cukup jago fisika dan matematika. Apa mau kuajari?” tawar Kyuhyun.

“Tidak,” tolak Seo tegas, “Aku tidak mau dibodoh-bodohi olehmu.”

“Loh? Bukannya kamu memang bodoh?”

Seohyun menyipitkan matanya, “Apa aku perlu memfotokopi semua raportku untukmu?”

Enak saja mengataiku bodoh! Aku selalu masuk rangking 20 besar paralel tau!

Terdengar suara-suara cekikikan dari dalam telepon. Seohyun yakin bahwa bukan hanya Kyuhyun yang sedang mendengarkan percakapan mereka. Tapi dia masa bodoh saja. Syukurnya dari tadi tidak ada pembahasan yang berbahaya atau rahasia menyangkut hubungan mereka.

Terkadang, Seo juga menggeleng-geleng dengan hubungan mereka. Biasanya pasangan yang baru berpacaran sebulan itu kan lagi sering-seringnya mengeluarkan gombalan atau kata-kata cinta. Nah ini? Kalau tidak mengejek, ya mengomel. Nggak ada mesra-mesranya.

“Sepertinya kau sedang sibuk ya? Yaudah, selamat belajar ya pacar!”

“Oke, selamat ngapain aja pacar.”

KLIK!

Baru beberapa detik memutuskan telepon, terdengar suara ketukan pintu dari luar.

“Masuk,” Seo mempersilahkan, “Ada apa, eomma?” tanyanya agak heran. Sejak kapan eommanya mau masuk kamarnya mengetuk pintu. Sang eomma segera duduk diatas ranjangnya. Bersebelahan dengan buku-buku yang berserakan disana.

“Kenapa kamu tidak pernah bercerita kalau kamu punya pacar?” tanya eommanya tiba-tiba.

Seohyun mengangkat alisnya, “Darimana eomma tahu?”

Eomma memutar matanya, “Ayolah! Eomma ini memang tidak pintar, tapi juga tidak bodoh.”

“Melihat kamu sering menutup pintu kamar. Lalu teleponan dengan memanggil pacar-pacar. Eomma yakin, eomma tak perlu menyewa Sherlock Holmes atau Shinichi Kudo untuk tahu soal kamu pacaran,” tambahnya.

Gadis itu hanya ber-oh ria.

“Sekarang pertanyaannya, siapa pacarmu itu? Kenapa kau tidak mengenalkannya pada eomma?” tanya wanita paruh baya itu.

“Aku yakin eomma kenal dengannya tanpa perlu kukenalkan,” jawab Seohyun yang mulai memfokuskan diri untuk belajar.

“Aish, kenapa anak eomma mulai suka bermain rahasia-rahasiaan sih? Ayolah, beritau eomma,” rengek eomma, membuat Seo tak tega. Dia mendekat ke telinga eommanya untuk memberitahukan siapa pacarnya. Dan..

“JEONGMAL?? YA SEOHYUN DAEBBAAAAAAAKK!!” teriak eomma, lonjak-lonjak diatas kasur.

“Eomma!! Kertasku terbang semua,” omel Seo. Tapi tidak dipedulikan oleh eommanya. Wanita itu terus lonjak-lonjak, kemudian memeluk erat dirinya saking senangnya. Seohyun hanya menggeleng.

Tahu begini jadinya, harusnya aku mengaku jadian dengan Donghae oppa saja.

 

*****

Send.

Kyuhyun mengunci handphonenya. Baru saja dia mengirim pesan pada gadisnya. Memberitahukan bahwa dia sudah sampai di Beijing sekarang. Rencananya nanti malam, Super Junior M akan manggung disana.

Butuh waktu mungkin sekitar setengah untuk menjangkau hotel mereka. Pembagian kunci hotelpun dilakukan.

“Donghae dan Kyuhyun di 2525,” ujar Pak Young Joon.

“Ya, kenapa aku bersama Donghae hyung? Kenapa bukan dengan Sungmin hyung?” protes Kyuhyun.

“Kyu, bertobatlah. Kau sudah punya pacar yang sangat cantik. Kenapa masih berharap Sungmin hyung ingin homo denganmu,” celetuk Leeteuk. Membuat Kyuhyun menatap sadis padanya. Pertanyaan Kyuhyun tak mendapat respon, justru Pak Young Joon pergi ke kamarnya sendiri. Cowok itu hanya mendengus.

KLIK!

Donghae membuka pintu kamar mereka. Kamar yang cukup luas dengan segala fasilitas mewahnya. Keduanya segera menaruh barang-barang mereka pada tempatnya.  Yang pertama mandi adalah Donghae. Kyuhyun masih ingin bermain PSP katanya. Berselang lima belas menit kemudian, gantian Kyuhyun yang masuk ke kamar mandi.

Keadaan begitu canggung diantara mereka. Yang satu kembali sibuk dengan PSP. Yang lainnya memilih sibuk dengan iPad-nya. Tak ada pembicaraan diantara mereka.

“Ngomong-ngomong, aku belum mengucapkan selamat padamu atas hubunganmu dengan Seohyun,” ucap Donghae, “Selamat ya!”

“Sama-sama hyung. Bagaimana hubunganmu dengan Jessica?” tanya balik Kyuhyun. Membuat yang ditanya sempat terdiam.

“Sebulan yang lalu, kami sempat bertemu dan berbicara. Tapi sebelum aku menjelaskan, dia sudah buru-buru pergi,”

“Bagaimana ceritanya?”

Donghae mulai mengingat.

Sebulan yang lalu..

Dua orang diam seribu bahasa di meja pojok HugoS Cafe. Mereka menyibukkan diri masing-masing. Yang laki-laki mengaduk-aduk Irish Coffee-nya, yang perempuan hanya memperhatikan telepon genggamnya dengan pandangan kosong.

“Jess,” (Donghae)

“Hae,” (Jessica)

Mereka saling bertatapan. Dan terdiam. Membingungkan satu pertanyaan yang sama. Kenapa bisa bersamaan? Keadaan hening menghampiri dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebelum akhirnya Donghae membuka pembicaraan, “Apa kabar?”

“Baik. Kau sendiri?”

“Lumayan.” Hanya tiga percakapan. Dan mereka kembali ke posisi semula. Suasana begitu canggung diantara mereka. Sebenarnya Donghae ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan apa yang terjadi setengah tahun lalu. Tapi lidahnya kelu.

“Bagaimana kabar Yoona, Donghae-ssi?”

DEG!

Dadanya seperti terhantam. Begitu keras. Dan menyakitkan. Donghae-ssi? Seperti itukah, jika dua orang telah putus hubungan? Haruskah seformal dan secanggung itu?

“Aku hanya tahu dia sedang sibuk merampungkan film pertamanya,” jawab Donghae. Baru dia memiliki keberanian untuk menjelaskan, Jessica sudah memotong omongannya.

“Jangan khawatir! Kau tidak perlu pura-pura tidak peduli keadaannya dihadapanku. Aku sekarang sudah berhasil mengubur semua ingatan tentang kita. Dan aku sudah siap untuk membuka hatiku lagi. Kupikir, tidak baik terus-terusan sedih dan memikirkan segala masa lalu. Karena yang akan kuhadapi adalah masa depan. Makanya sekarang aku mau duduk berhadapan denganmu. Aku ingin meminta maaf padamu jika selama kita berhubungan dulu, aku sering membuatmu kesal dan marah. Mulai sekarang, kita bisa berteman kan?”

Jessica tersenyum lembut. Bebannya seakan terlepas semua. Beban yang selama ini menghimpit hatinya. Donghae ingin menjelaskan semuanya, tapi telepon gadis itu terburu bersuara. Sempat berbincang sesaat, sebelum akhirnya Jessica menutup teleponnya.

“Aku duluan ya! Annyeong, Donghae-ssi!”

Donghae menghela napas.

 

“Sepertinya kita bisa melakukan sesuatu, hyung,”

Donghae mengangkat alisnya.

*****

Ada ritual baru yang dilakukan Seo selama Kyuhyun pergi ke Cina. Yaitu menunggu telepon Kyuhyun. Sebelum manggung, cowok itu selalu menyempatkan diri menelpon Seohyun. Barang hanya lima atau sepuluh menit, tidak masalah. Yang penting sudah mengabarkan bahwa dia baik-baik saja. Setelahnya juga seperti itu. Kyuhyun kembali menelponnya dan mengatakan bahwa semua berjalan dengan lancar. Begitu juga sebelum syuting videoklip.

Kyuhyun juga tak lupa untuk mengirimkan pesan singkat jika tidak berhasil menghubungi Seo. Memberitahukan apa saja yang dilakukan Super Junior disana.

Seohyun baru menyadari, betapa dia merindukan seorang Kyuhyun. Biasanya sebulan kemarin, cowoknya itu selalu nongol didekat halte sekolah atau disamping tempat kursusnya. Suatu kebiasaan baginya melihat wajah cowok itu sehari-hari. Bagaimana rasanya kalau harus menghilangkan sementara kebiasaan itu? Merepotkan.

Dia bersyukur karena di Super Junior dia tidak hanya mengenal Kyuhyun. Saat Kyuhyun tidak membalas pesan ataupun telpon darinya, dia dapat segera menghubungi Donghae atau Sungmin. Menanyakan mengapa Kyuhyun tidak dapat dihubungi. Yang paling bodoh adalah Sungmin pernah menelponnya tiba-tiba pukul 12 dini hari dengan berkata, “Seo-ah, tolong aku! Aku sudah menyerah dengan semua ini,”

“Hah?”

“Aku tidak bisa melakukannya. Semua sudah berusaha, tapi tak ada yang mampu melakukannya,”

Seohyun mengernyitkan dahinya, “Kau bicara apa sih, oppa?”

“Tolong bujuk Kyuhyun untuk makan malam! Daritadi sore dia tidak makan hingga sekarang. Kami sudah berusaha, tapi dia tetap sibuk dengan game onlinenya. Lebih parahnya, sejak siang tadi, dia hanya meminum setengah gelas air putih. Bujuk dia ya?”

TOEENG?!

*****

Masuk minggu ke tujuh Kyuhyun pergi ke Cina. Seo sudah benar-benar tidak tahan ditinggalkan begitu lama olehnya. Rasanya segala tempat selalu mengingatkannya pada Kyuhyun. Taman, hotel, kantor SM, sekolah, tempat kursus, semuanya membuat teringat dengan cowok usil itu.  Begitu pula dengan setiap sudut rumahnya. Ruang tamu, ruang TV, dapur, ruang makan, kamarnya.

Ditambah lagi akhir-akhir ini Kyuhyun begitu sulit dihubungi. Sudah mendapatkan pesan dua kali dalam sehari saja sudah bagus. Telepon? Baru tiga kali dalam dua minggu terakhir. Dan ini membuat Seo cemas. Apa Kyuhyun baik-baik saja?

Seohyun mau tidak mau harus menanyakan perihal keadaan Kyuhyun pada pawangnya, Sungmin. Berdasarkan penuturan Sungmin sih, member Suju yang paling sibuk saat ini memang Kyuhyun. Beberapa waktu terakhir, cowok itu sering memforsir diri dengan pemotretan atau reality show di TV Cina. Setelah itu, dia akan datang untuk berlatih dance dengan personil lainnya.

“Berhentilah menatap handphonemu! Aku yakin dia tidak akan hilang walaupun tidak kau liat satu detik,” ujar Tiffany.

“Habis dia senang sekali membuatku khawatir,” balas Seohyun, masih sesekali melirik handphonenya. Berharap ada pesan yang masuk.

6.00 PM.

Seohyun baru selesai kursus. Dia meraih gagang pintu rumahnya dengan malas. Kebetulan eommanya sedang ada pelatihan di Incheon selama 3 hari. Jadi rumah kosong hanya ada dia. Seohyun membuka pintu itu dengan kunci yang dimilikinya. Baru saja mendorong pintu, tiba-tiba..

GREP!

Seseorang dengan badan lebih tinggi memeluk tubuhnya. Membuat tubuh Seo mengejang. Dia ingin berteriak meminta tolong, namun tersadar akan sesuatu. Aroma tubuh orang ini. Benar-benar menenangkannya. Seohyun menikmati pelukan hangat itu. Membalas pelukannya.

“Aku rindu padamu,” ujar Kyuhyun, masih dalam keadaaan memeluk Seohyun. Gadis itu berusaha melepaskan pelukannya. Lalu memukul-mukul badannya dengan begitu keras. Sehingga Kyuhyun terpaksa mengaduh, “Auw!”

“Kau kenapa sih? Aku kan baru saja datang,”

“BODOH! BODOH! BODOH!” Seohyun masih terus memukulinya tanpa henti. Kyuhyun terpaksa menerima nasibnya menjadi karung tinju bagi Seohyun. Dua menit kemudian, napas Seo mulai memendek. Pukulannya memelan hingga akhirnya terhenti. Cowok itu baru menyadari, Seohyun meneteskan air matanya sedari tadi.

“Ya! Kenapa kau menangis?”

“Karena kau menyebalkan. Selalu datang tiba-tiba, pergi tiba-tiba. Tak ada kabar sama sekali. Apa kau mulai berubah jadi jelangkung?!” pekik pelan Seohyun. Kyuhyunpun menjulurkan tangannya ke wajah Seohyun, berusaha menghapus air mata Seohyun.

“Kemarin aku benar-benar sibuk. Aku ingin pulang duluan. Aku ingin bertemu denganmu. Kata manajer, kalau ingin seperti itu, aku harus ganti rugi dengan kerja dobel selama seminggu. Makanya aku jarang menelponmu. Maaf ya,”

Seohyun mendesah, “Berpacaran denganmu hanya penuh dengan kata maaf.”

Gadis itu merengut. Bibirnya dilengkungkan kebawah. Tangannya dilipatkan didepan dada. Dipalingkan wajahnya. Melihat kearah guci di ruang tamu.

“Pacar, jangan ditekuk begitu bibirnya,” kata Kyuhyun.

“Biar saja! Apa pedulimu,”

Kyuhyun yang kesal karena tidak dipedulikan, langsung mendorong Seohyun hingga tubuh gadis itu menumbur pintu depan. Tangan kirinya meraih tubuh Seo, sementara tangan kanannya memegangi kepalanya, membantali agar kepala gadis itu tidak kesakitan membentur pintu. Mencium gadis itu habis-habisan. Ciuman ini terasa.. dalam. Seohyun memang agak kalang kabut membalasnya. Tapi dia tidak bisa menolak. Karena dia memang merindukan sentuhan Kyuhyun terhadapnya.

“I miss you,” ucap Kyuhyun lembut, kemudian mencium setiap inci bagian wajah Seohyun.

“I miss you too,” desah Seohyun. Sebelum akhirnya, mereka kembali berciuman. Hampir lima menit penuh bibir mereka saling bertemu, Seohyun melepaskan ciumannya untuk mengambil napas. Wajahnya sudah merah memanas. Kakinya seperti meleleh akibat perubahan ciuman Kyuhyun yang lebih pelan dan tidak terburu-buru barusan.

Kyuhyun menggendong Seohyun. Lalu menaruhnya perlahan diatas sofa ruang tengah dengan posisi duduk. Membiarkan gadis itu bernapas sejenak. Kyuhyun puas melihat mata Seohyun yang tidak fokus akibat ucapannya.

“Gimana ceritanya kamu bisa masuk ke rumahku? Yang punya kunci kan hanya aku,”

“Apa yang tidak bisa dilakukan seorang Cho Kyuhyun?”

Seohyun tersenyum tidak ikhlas.

“Pacar, kau mau membantuku tidak?”

*****

Pukul tujuh malam. Jessica benar-benar menganggur. Tiba-tiba nada pesan masuknya berdering. Dengan santai, dia mengambil handphonenya diatas meja. Kemudian membukanya.

From : FishyHae

Aku menunggumu di suatu tempat kita berbagi mimpi dan aku melamarmu tiga tahun lalu. Kuharap kau masih mengingatnya.

-donghae-

Jessica menyatukan alisnya. Bingung. Ada apa Donghae menyuruhnya kesana? Dia mengirimkan pesan balik, tetapi tak dibalas. Sempat ada pergulatan batin dalam dirinya. Haruskah dia datang kesana? Dia takut, ini hanya ilusi belaka. Namun hatinya berkata lain. Terpaksa dengan hotpants coklat dan T-shirt kuning yang dilapisi penguin coat, dia keluar dari dormnya. Berjalan menuju tempat penuh kenangan bagi dirinya, juga Donghae.

Sepuluh menit berjalan, dia melihat sesosok pria dengan setelan formal berwarna hitam, berdiri tegak memperhatikannya. Jessica meyakini, itu pasti Donghae. Saat akan mendekati Donghae, lampu-lampu taman langsung menyala begitu cerahnya. Membuat matanya sempat menyipit. Jessica terperangah. Lampu berwarna pink dan biru ini berkedip bergantian dengan indah.

Ada apa ini?

“Ini indah,” pujinya dengan tulus.

“Terima kasih! Ini karya terbaik yang bisa kuberikan,”

Jessica bertanya, “Kenapa kau melakukan semua ini?”

“Karena aku ingin menemuimu,”

“Untuk apa?”

“Untuk mengingatkan semua tentang kita,”

Donghae menjentikkan jarinya. Lagu High School Musical 3 yang berjudul Can I Have This Dance mengalun entah darimana. Jessica menutup mulutnya. Dia begitu ingat, Donghae pernah memarahinya karena saat HSM 3 keluar, kerjaan Jessica hanya menonton film itu berulang-ulang. Bahkan sampai lupa akan janji berkencan untuk pertama kalinya. Donghae mengulurkan tangannya. Jessica tak kuasa untuk menolak tangan besar Donghae. Keduanya berdansa ditengah riuhnya suasana malam hari.

Taman ini, juga tempat nomor satu yang sangat sering dikunjungi mereka. Karena letaknya agak jauh dari keramaian, sehingga mereka agak leluasa untuk datang kesana. Jessica menunduk. Dia kembali tersadar. Setelan jas ini, hadiah darinya untuk Donghae di anniversary mereka tahun pertama. Waktu itu, dia memberikan cowok itu jas dan celana karena gaya Donghae yang agak kurang keren saat datang ke suatu press conference. Pesonanya jadi kalah dibandingkan dengan personil lainnya.

Cukup lama mereka berdansa. Hingga lagu Can I Have This Dance itu terhenti. Dilanjutkan The Man Who Can’t Be Moved milik The Script yang mengalun lembut.

Going back to the corner, where I first saw you

Gonna camp in my sleeping bag, I’m not gonna move

Got some words on cardboard, got your picture in my hand

Saying, ‘If you see this girl, can you tell her where I am?’

Donghae langsung memeluk gadis itu. Sempat Jessica meronta, tapi tidak dipedulikan oleh Donghae.

“Maafkan aku atas semua kesalahanku di masa lalu. Aku ingin kau mendengar penjelasanku soal Yoona,”

Jessica menelan ludah. Dia belum siap untuk mengetahui itu sekarang. Tapi dia sungguh penasaran.

Some try to hand me money, they don’t understand

I’m not broke, I’m just a broken hearted man

I know it makes no sense, but what else can I do

How can I move on when I’m still in love with you

“Setengah tahun yang lalu, kau tahu ada kabar soal Yoona menjadi penyebab keretakan hubungan abadi Jang Geun Seuk dan Park Shin Hye. Padahal karirnya sedang dalam fase tertinggi, puncak kejayaannya.”

Penjelasan Donghae terhenti sesaat. Jessica masih menunggu pria itu melanjutkan kalimatnya.

‘Cause if one day you wake up and

find that you’re missing me

And your heart starts to wonder

where on this earth I could be

“Pak Soo Man kebingungan. Berita ini begitu mempengaruhi karir Yoona. Mendadak, tawaran agak sepi untuk dia. Semua pihak membatalkan kontraknya. Infotainment langsung mencari-cari Yoona dan mencecarnya dengan begitu banyak pertanyaan. Netizen juga ikut komentar negatif soal ini. Dan Yoona mengalami depresi berat akibatnya.”

Jessica teringat. Dia pernah menonton infotainment bersama Krystal dan memang beredar kabar Yoona keluar-masuk psikiater. Ternyata benar karena masalah ini.

Thinkin maybe you’ll come back here

To the place that we’d meet

And you’ll see me waiting for you

On the corner of the street

So I’m not moving, I’m not moving

 

“Suatu saat, aku tidak sengaja memergoki Yoona sedang meminum whisky dan.. merokok,”

Kepala Jessica menegak kaget.

“Aku langsung membuang rokoknya dan menjauhkannya dari minuman keras itu. Dia marah. Memukulku begitu keras. Dan dia menceritakan semuanya. Kalau sebenarnya memang dia sempat berselingkuh dengan Geun Seuk. Semuanya. Kupikir dia butuh tempat bersandar. Makanya aku memeluknya.”

Policeman says, ‘Son you can’t stay here’

I said, ‘There’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year’

Gotta stand my ground even if it rains or snows

If she changes her mind, this is the first place she will go

“Ternyata, manajer Yoona melihat kejadian aku memeluknya. Dan memfoto kami berdua. Lalu memberikannya pada Pak Soo Man.”

Donghae agak kelu untuk melanjutkan kalimatnya.

“Pak Soo Man memanggilku dan Yoona. Beliau bertanya, apakah kami ada suatu hubungan? Aku baru mau menjawab, tiba-tiba Yoona sudah mengiyakan. Dan itu membuatku terkejut.”

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing me

And your heart starts to wonder where on this earth I could be

Thinkin maybe you’ll come back here to the place that we’d meet

And you’ll see me waiting for you on the corner of the street

So I’m not moving, I’m not moving

Melihat Donghae yang tak kunjung berkata, Jessicapun bertanya, “Lalu?”

“Beliau menyuruhku untuk melakukan press-conference. Mengaku bahwa aku adalah.. pacar Yoona. Mengaku bahwa aku begitu mencintai Yoona. Dan semua yang dikatakan infotainment itu hanyalah bualan belaka. Aku menolak suruhan itu, karena aku masih berpacaran denganmu. Tapi beliau mengancam akan membuatku vakum kerja selama setahun. Aku bingung harus bagaimana.” Jelasnya.

“Akhirnya, aku memutuskanmu setelah semua orang menyuruhku menolong Yoona. Kecuali Kyuhyun. Hanya dia yang menyuruhku untuk tetap bertahan.”

People talk about the guy,

that’s waiting on a girl

There are no holes in his shoes,

but a big hole in his world

“Aku tidak bisa melihatmu menangis. Makanya saat aku memutuskanmu, aku bahkan tidak melihatmu sama sekali. Karena aku tahu, kau pasti menitikkannya,” mata Donghae mulai berkaca-kaca, “Aku melakukan press-conference itu. Dan pura-pura memiliki hubungan dengan Yoona. Kau tahu, bukan hanya kau yang sakit. Bukan hanya kau yang sedih. Bukan hanya kau yang kecewa. Aku merasakan semua itu berlipat ganda di hatiku.”

kini bukan hanya Donghae yang menangis, Jessica juga mulai terisak.

Maybe I’ll get famous, as the man who can’t be moved

Maybe you won’t mean to but you’ll see me on the news

And you’ll come running to the corner

‘Cause you’ll know it’s just for you

I’m the man who can’t be moved

“Selama berbulan-bulan aku melihatmu berusaha tersenyum. Seakan tidak ada apa-apa didalam dirimu. Seperti masalah diantara kita bukan apa-apa bagimu. Sementara aku..”

Perkataan Donghae terputus sejenak.

“Aku.. tidak bisa optimis dalam hidup seperti dulu. Aku seperti tidak memiliki kemampuan, cita-cita, ataupun mimpi seperti saat aku masih bersamamu. Rasanya..”

Jessica akhirnya memeluk Donghae balik. “Sudah, jangan bicara apa-apa lagi, oppa! Just listen to what I’m trying to say,”

‘Cause if one day you wake up and find that you’re missing me

And your heart starts to wonder where on this earth I could be

Thinkin maybe you’ll come back here to the place that we’d meet

And you’ll see me waiting for you on the corner of the street

So I’m not moving, I’m not moving

Jessica berdeham beberapa kali. “Dari dulu, aku sudah sering mengatakan padamu, jangan menyimpan semuanya sendiri! Bukankah ada aku disini? Aku siap mendengar semua keluhanmu, kesenanganmu, semuanya. Tapi kenapa kau tidak pernah mendengarkan kata-kataku?”

“Benar katamu. Aku memang sakit. Aku memang sedih. Aku memang kecewa. Tapi siapa yang tahu kalau kau mengalami itu juga jika tak ada yang memberitahuku apapun? Jujur aku agak kecewa dengan oppadeul karena lebih setuju kau dengan Yoona timbang denganku. Tapi, itu kan masalah persepsi orang. Dan aku tidak bisa menyalahkannya. Tapi aku berterimakasih pada Kyuhyun oppa atas segala bantuannya,” jelasnya.

“Aku juga kehilangan arah saat lepas darimu, oppa,” tambahnya.

Donghae mengeratkan pelukannya. Menunjukkan betapa dia merindukan gadis ini. Jessica tidak membalas, tapi juga tidak melepasnya.

Tanpa meminta izin pada Jessica atau memberikannya kesempatan untuk menolak, Donghae meraih kepala Jessica dan mencium bibirnya. Ketika gadis itu terpekik kaget, Donghae justru memanfaatkan untuk memasukkan lidahnya kedalam mulut Jessica. Agar dia dapat merasakan kehangatan didalamnya. Jessica tidak bisa menolak. Dia hanya mampu mengalungkan tangannya di leher pria yang begitu dicintainya itu.

Beberapa saat kemudian, Donghae melepaskan ciumannya. Memberi sedikit waktu untuk Jessica bernapas. Tiba-tiba dia meninggalkan gadis itu. Dan kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.

“Itu..”

“Ini buku tentang kita. Aku masih menyimpannya, dan mengisinya hingga sekarang,”

Mata Jessica berkaca-kaca.

“Aku mau kita meneruskan mengisi buku ini. Dan juga.. meneruskan hubungan kita.”

Donghae mengambil napas panjang, sebelum mengatakan, “Aku mencintaimu. Sekarang. Semoga sampai nanti. Maukah kita kembali melanjutkan hubungan kita?”

Jessica kini sudah berlinangan air mata. Dia tidak ingin terbangun sekarang. Ini seperti sebuah mimpi indah baginya. Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan Donghae. Tiba-tiba..

“YA! CEPATLAH KAU MENJAWAB ‘YA’, JESSICA! KAU TAHU, KAU MEMBUAT PACARKU MENANGIS TERUS DARITADI!” seru Kyuhyun dari balik semak. Ternyata disana juga muncul Seohyun juga. Menjitak kepala Kyuhyun.

“Auw!” pekik Kyuhyun.

“Bodoh! Kau benar-benar diciptakan untuk merusak suasana ya?” omel Seohyun yang masih terisak.

Sontak Jessica tertawa melihatnya. Sementara Donghae menatap sinis kearah Kyuhyun.

“Jadi apa jawabanmu?” tanya Donghae, meremas tangannya sendiri. Jessica terdiam. Menatap mata indah Donghae begitu dalam. Kemudian kembali memeluk Donghae.

“Jangan lepaskan aku lagi!” ujarnya pelan. Dan itu berarti ‘ya’ bagi Donghae.

“Saranghae Sooyeon-ah,”

“Nado,”

*****

“PACAAAAAR!! CEPATLAH BANGUUUUN!!” teriak Kyuhyun, sambil menggoyang-goyangkan Seo yang masih tertidur pulas. Gadis itu tidak bergeming. Malah mengeratkan tubuhnya dengan selimut. Kyuhyun semakin menggoyangkan dirinya lebih kencang. Sampe akhirnya Seohyun bangun dari tidurnya.

“Ya! Apa sih? Ini masih jam berapa? Belum waktunya bangun,”

Kyuhyun menyeringai, “Segera mandi atau aku yang akan memandikanmu,”

“Aish! Iya, aku mandi,” Seohyun bangun dari tidurnya. Lalu melangkah menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian, Seohyun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan baju handuk. Kyuhyun menelan ludahnya. Badan Seohyun begitu sempurna. Kulit putih bersih, jenjang kakinya, rambutnya yang basah. Tiba-tiba Seohyun berjalan mendekatinya.

“Kau mau apa?” tanya Kyuhyun. Seo tak menjawab. Dia justru menjatuhkan Kyuhyun ke kasur. Mendekatkan wajahnya hingga berjarak hanya beberapa senti dari Kyuhyun.

“Coba tebak, aku mau ngapain?”

Kyuhyun kembali menelan ludah.

“HAHAHAHAHA!” Seohyun tertawa begitu kencang. Membuat Kyuhyun sadar, dia baru saja dikerjain oleh gadisnya.

“Sampai kapan kau mau di kamarku? Sana pergi! Aku mau ganti baju,”pekik Seohyun.

Astaga! Jantungku..

Seo hanya menahan tawanya.

Sepuluh menit kemudian, Seohyun sudah selesai berganti baju. Dia segera turun untuk menemui Kyuhyun. Cowok itu saat ini sedang duduk di ayunan halaman rumahnya. Gadis itu langsung meletakkan tubuhnya disebelah Kyuhyun.

“Kau tidak mungkin membangunkanku sepagi ini kalau tidak ada maunya,”

“Memang,” kata Kyuhyun.

“Lalu?”

Kyuhyun mengulurkan tangannya. Memberikan sebuah buku diary pada Seohyun. Dibuka oleh Seo halaman pertama. Tertulis ‘ARTIST’s LOVE STORY’. Gadis itu terkikik pelan.

“Kau mau meniru Hae oppa dan Jess eonnie?”

“Tidak. Untuk apa aku meniru mereka? Aku berjanji akan menulis diary itu saat aku menemukan seseorang yang benar-benar aku cintai. Dan sekarang aku sudah menemuinya. Aku ingin mengajakmu mengisinya bersamaku,” jelas Kyuhyun.

Diteruskan membuka oleh Seo. Halaman demi halaman. Gadis itu tersenyum begitu manis.

“Aku benar-benar senang mencintai orang seseorang sepertimu. Tidak peduli kau itu galak, manis, nyebelin, lembut, aku suka apapun yang ada dalam dirimu. Kau membukakan semua pintu ideku. I love you so much, pacar,” Kyuhyun mencium pipi kanan Seo.

“Bukan aku yang melakukan itu, pacar. Tapi dirimu sendiri. Aku hanya sedikit membantumu. Aku juga berterima kasih padamu. Kau membuat hidupku lebih berwarna. Kau membuatku merasakan apa artinya dipuja dan memuja seorang pria. Kau juga yang membuatku merasakan segala hal tentang mencintai dan dicintai. I love you more than you know, boy,” Seohyun balik mencium pipi kiri Kyuhyun.

Keduanya tertawa bahagia.

“So? Mau mengisi buku itu bersamaku?”

“Don’t push it!”

-END-

10 thoughts on “ARTIST’s LOVE STORY part 7 – END

  1. Numpang baca thor. Oke, aku tahu ini di-post udah lama. Tapi boleh ya koment, hehe. Tadi aku udah baca dari part 1 nyampe end. Dan, jrengjreng… Keren abis. Yeah! Akhirnya aku nemuin blog seperti yang aku mau. Aku Haesica shipper. Sebenernya gak terlalu suka sama Seokyu. Tapi, gak tau kenapa kekeh aja pen baca. Ya ampun, tulisannya rapih banget. Alurnya lucu, buat ngakak masa. Gak ngebosenin. Satu hari aku baca ini epep. Udah end aja. Sempet greget tadi Donghae sama Seohyun. Apalagi pas Donghae cium Seohyun. Tapi, fell nya paling kerasa pas Kyuhyun cium Seo. Ya ampun, asli ini mah. Bikin merinding. Padahal cuma cium pipi. Aku baru ngerasain kayak gitu. Biasanya juga enggak. Wihh, jempol deh buat author. Sering* bikin Haesica ya! *cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s