Puppy or True? part 1

introduction : ANNYEONG!! *ngeluarin muka aegyo* saya kembali nih dengan ff baru ulalaa~ semoga kalian suka yaa..

habis baca tolong dikomen yaa😀 biar tambah semangat nih ngerjain ini ff okee?😉

happy reading🙂

Cast : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Tiffany Hwang, Krystal Jung, Choi Minho, Kwon Yuri

Genre : Romance, Friendship

Warning : Dilarang memperbanyak atau mengcopy fanfict ini tanpa ijin dari pemiliknya!

kalo butuh apa-apa, atau mau kenalan mungkin *muka aegyo* mention twitter aja yaa @niianio

*****

“Hoaaam..”

Kyuhyun mengerjapkan mata. Cahaya matahari yang melewati jendela kamar sepertinya mulai mengganggu tidurnya. Ditegakkan tubuhnya dengan setengah sadar. Sambil mengacak-acak rambut, dia menengok kearah jam weker digitalnya.

SIAAAAL!! AKU KESIANGAN!!

Cowok itu langsung lompat dari kasur dan buru-buru masuk kamar mandi. Jam ternyata menunjukkan jarum panjangnya di angka delapan sementara jarum pendeknya diantara enam dan tujuh. Sekolah akan dimulai pukul tujuh tepat.

Begitu selesai memakai baju, diambilnya segera kunci mobilnya. Tampak di garasi sudah tidak ada mobil orang tuanya maupun Ara, kakak perempuannya, sudah menghilang entah kemana. Cepat-cepat dihidupkannya mesin mobil dan dijalankan tanpa memanaskannya terlebih dahulu.

Tumben sekali Seo tidak ribut, biasanya dia kan yang membangunkanku, batin Kyuhyun sambil menyetir. Jalanan yang agak sepi juga membuatnya tidak heran, justru bersyukur. Padahal rumahnya berada di kawasan elite Seoul yang traffic jam-nya cukup tinggi. Dua puluh menit kemudian, dia sampai di gerbang depan sekolahnya. Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Saat keluar mobil, dilihat sekelilingnya, dan.. krik.

KEMANA SEMUA ORANG-ORANG?!

“Kyuhyun?”

Kyuhyun menoleh kebelakang. Tampak seorang gadis dengan rambut dikuncir kuda berdiri dibelakangnya. Menatapnya agak keheranan.

“Seohyun? Kenapa kau memakai baju bebas seperti itu?” tanya Kyuhyun bingung.

Yang ditanya hanya melongo. Sedetik kemudian..

“HAHAHAHAHAHAHA!!”

“Nih,” Seohyun mengulurkan tangannya, memberikan segelas milo hangat pada Kyuhyun.

“Berhentilah tertawa! Ini bukan hal lucu yang perlu ditertawakan,” omel Kyuhyun melihat Seo yang sesekali meliriknya sambil terkikik.

“Mianhae, habisnya aku tidak menyangka kau bukan hanya tidak bisa membaca jam, tapi juga tidak bisa membaca hari,”

Kyuhyun memutar mata. Sungguh bodoh dirinya, kenapa dia bisa sampai lupa kalau hari ini hari Minggu? Sudah begitu, bukannya kalau tahu telat bangun, justru dia lebih memilih untuk bolos? Kenapa ini malah dibela-belain masuk? Pabo Kyuhyun!

“Lagian kalau ini hari sekolah, pasti aku bakal teriak-teriak membangunkanmu kan?”

“Pilih diam atau tidak ada jasa mengantarkan ke sekolah?” celetuk Kyuhyun kesal. Membuat gadis itu tertawa puas.

Seperti yang sudah diketahui seluruh penjuru sekolah, Seohyun dan Kyuhyun merupakan sahabat sejak kecil. Sahabat? Entah apa yang membuat semua orang menyebut mereka sahabat. Namun, jika ada yang bilang mereka dekat itu memang benar. Bayangkan, sejak kelas 3 SD satu sekolah hingga sekarang, tak pernah terpisah. Dan lebih hebatnya lagi, kamar mereka hanya dibatasi oleh sebuah pohon maple besar. Menurutmu kurang ‘dekat’ bagaimana?

Sebenarnya Kyuhyun tidak ingin juga adu mulut tiap hari. Tapi sepertinya itu merupakan kebiasaan wajib bagi hidupnya. Apalagi jika ingat betapa liciknya Seo ketika kecil..

Seoul, 1998..

 

“Oppa, kembalikan bonekaku!” pekik Seohyun kencang. Saat ini nasib bonekanya sedang terancam ditangan Kyuhyun.

“Siapa suruh kau melemparkan prajuritku keatas lemari? Tidak, boneka ini akan menjadi tahananku,”

“Ya! Jangan mengambil Miss Nana-ku,” Seo berusaha menggapai tangan Kyuhyun yang meninggi. Dari segi postur, dia memang kalah tinggi dengan Kyuhyun. Sudah meloncatpun masih belum mampu mengambilnya dari cowok itu.

“Kyuhyun pabo! Kembalikan!”

Cowok itu seketika tertegun, “Mwo?”

“Apa? Dasar pabo! Beraninya hanya melawan perempuan,”

Seohyun melipat tangannya di dada. Tampak tak ada rasa takut sama sekali dalam dirinya setelah mengejek Kyuhyun seperti itu. Meski cowok itu lebih besar dan lebih tua dari dirinya.

Kyuhyun pengecut! Kyuhyun pabo!” begitu terus diteriakkannya dengan lantang. Seohyun menyiapkan langkah persiapan (dibaca:berlari) saat melihat wajah Kyuhyun yang mulai memerah.

“Ya! Sini kau!”

Keduanya langsung berkejar-kejaran. Dari kamar Seohyun, menuruni tangga. Gadis itu tahu, eommanya pasti sedang memasak bersama dengan eomma Kyuhyun. Segera langkahnya diarahkan menuju dapur, melihat langkah Kyuhyun sudah mulai mendekati tubuhnya.

Tangan Kyuhyun mencapai kerah baju Seo pas saat gadis itu memegang baju eommanya dan berteriak, “Eommaaaaa!!”

Sontak kedua wanita dewasa didepannya itu menoleh. Dan eomma Kyuhyun segera menjewer telinga Kyuhyun.

“Ya! Kau harusnya memberi contoh yang baik kepada Seohyun. Kenapa kau malah mengajaknya bertengkar?” omel wanita itu, membuat Kyuhyun cemberut. Tatapan segera mencari dimana Seohyun berada. Gadis manis itu sedang bersembunyi dibelakang eommanya, menjulurkan lidahnya meledek.

Kyuhyun melotot.

 

*****

“Ya pemalas! Bangunlah!”

Tubuh Kyuhyun menunjukkan respon negatif dari perlakuan Seo. Dia justru membalikkan badannya, memunggungi gadis yang berusaha membangunkannya itu. Seohyun masih berjuang mengganggu mimpinya dengan menarik selimutnya.

“Kyuhyun! Ayo bangun! Kau tidak lihat sekarang jam berapa? Kita bisa telat nanti,” omel Seohyun.

“Hei, kau ini benar-benar dongsaeng yang tidak sopan. Haluslah sedikit jika ingin membangunkanku,”

“Cepat bangun sebelum kusiram air,”

Mau tidak mau, Kyuhyun terpaksa bangun dari tempat tidurnya. Berjalan sambil menguap menuju kamar mandinya. Sementara Seohyun turun ke lantai bawah untuk membantu Ara menyiapkan sarapan.

“Maaf ya, eonnie jadi merepotkanmu harus membangunkan si pemalas itu,”

“Gwaenchana eonnie, yang merepotkan bukan eonnie, tapi Kyuhyun,” jawab Seohyun, sambil mengangkat nampan berisi roti ke meja makan.

Yah, seperti inilah kebiasaan sehari-hari Seohyun. Bangun lebih awal dan bersiap-siap. Kemudian pergi ke rumah sebelah dengan tujuan menebeng ke sekolah. Tapi yang dimintai tebengan itu pasti dijamin belum bangun. Keajaiban kalau Kyuhyun berhasil dengan sukses bangun pagi.

Setelah berhasil membangunkan Kyuhyun, maka dia turun untuk membantu Ara menyiapkan sarapan pagi. Sebenarnya Seo bisa saja berangkat sendiri tanpa harus menebeng Kyuhyun. Masalahnya adalah, “Kau ikut si Kyuhyun saja tiap berangkat sekolah, biar anak itu ada yang membangunkan. Ahjumma sudah menyerah untuk urusan membangunkannya di pagi hari.”

“Mana sarapanku?” Kyuhyun sudah duduk di kursi ruang makan.

“Aku tidak menemukan apapun di kulkas. Makan roti dengan saja nih,” balas Ara, sembari memberikan selai stroberi pada adiknya. Kyuhyun melihat jam tangannya. Jam enam lebih dua puluh lima menit.

“Noona, aku sarapan di mobil saja ya! Seohyun, ayo berangkat!” Kyuhyun membawa beberapa lembar roti tawar di tangannya. Kemudian berlari kearah Ara, mencium pipi kakaknya itu.

“Ara eonnie, aku juga berangkat ya,”

Ara tersenyum mengangguk, “Hati-hati ya! Suruh anak itu tidak mengebut,”

“Pasti eonnie.”

*****

Diketahui bahwa  dan  , maka berapa ?

“Mau sampai kapan kamu berdiri disana, Krystal-ssi?”

Krystal menelan ludah. Rasanya seperti dia sedang berada di hutan rimba yang penuh dengan macan dan serigala, tanpa satu orangpun yang mampu menolongnya. Ingin sekali dia melirik kebelakang untuk meminta bantuan. Tapi sepertinya tatapan Prof. Kim yang begitu sadis sangat tidak memungkinkannya untuk menoleh.

“Sudah! Kembali ke bangkumu,” suruh Prof. Kim, “Saya heran, apa benar ini kelas A yang merupakan kelas unggulan? Saya rasa blablabla..”

Prof. Kim masih saja ngedumel. Sementara Krystal menarik napas lega. Yah, siapapun yang ada di kelas A juga tau kalau Krystal itu paling lemah di pelajaran menghitung.

“Gimana rasanya?” tanya Seohyun, yang duduk bersebelahan dengan Krystal.

“Amazing! Aku benar-benar muntah didepan kalau misalnya sampai detik ini aku tetap disana,” Krystal duduk memelorot.

Seohyun terkikik pelan, “Sepertinya kamu bakal madesu ya, masa depan suram.”

“Bawel!” dengus Krystal, “Aku yakin aku bakal tetap hidup walaupun sin cos tan itu mati.”

Seohyun benar-benar berusaha keras menahan tawa. Prof. Kim akhirnya memanggil Tiffany untuk mengerjakan soal di papan tulis itu. Dan ternyata.. soal itu diselesaikan oleh Tiffany dalam waktu dua menit.

“Bagus sekali! Seperti biasanya,” puji Prof. Kim setelah mengoreksi pekerjaan Tiffany. Gadis itu kembali ke tempat duduknya yang berada persis didepan Seohyun.

“Dua menit untuk soal keriting seperti itu? Kamu bukan manusia ya?” tanya Krystal.

Tiffany menjawab dengan halus, “Aku manusia kok.”

“Hampir sepuluh menit lebih aku berdiri disana dan tidak bisa menuliskan apapun,”

“Biarkan saja dia, Tiff. Dia hanya sirik padamu,” Krystal langsung menatap tajam kearah Seohyun.

Tiffany menyeringai, “Iya, aku tahu. Batas jenius dan bodoh itu memang tipis kok.”

Sontak Krystal melotot, “Kalian bersekongkol untuk menghinaku?!”

“KRYSTAL JUNG! BERDIRI DI LORONG SEKARANG!”

Bel istirahat berbunyi. Tentu saja semua anak berhamburan keluar kelas. Begitu pula dengan Seohyun beserta kedua temannya, Krystal dan Tiffany. Mereka memilih untuk menghabiskan lima belas menit waktu sisa untuk berjajan di kantin. Begitu dapat tempat duduk, Krystal langsung meluruskan kakinya.

“Kalau sampai betisku membesar, aku tidak akan mengampuni kalian berdua,” omel Krystal yang disambut dengan tawa oleh Tiffany. Sementara Seo, terdiam menunggu nasi gorengnya datang. Perutnya benar-benar melolong kencang saat ini. Gara-gara Kyuhyun yang buru-buru berangkat tadi, dia jadi tidak sempat sarapan.

“Gamsahamnida, ahjumma!” Melihat betapa lezatnya sepiring nasi goreng spesial (pake telor) dan segelas jus jeruk segar, rasanya usus Seohyun sudah tidak sabar untuk bekerja. Tanpa meminta izin pada siapapun lagi, gadis itu segera tancap gas menghabiskan makanannya.

“Seo-ah, makannya pelan-pelan saja. Nanti tersedak,” kata Tiffany mengingatkan. Namun tidak digubris sama sekali oleh Seo.

“Ya! Kau tidak makan berapa bulan sih? Kenapa jadi rakus begitu?”

Suara cowok yang begitu dihapalnya, membuat dia menghentikan menyendok makanannya. Didongakkan kepalanya. Berdiri dengan begitu tegak Kyuhyun dan Minho disana.

“Sudah tidak cantik, masa makannya juga segini rakusnya,” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Cerewet! Kau mau cacing-cacing di perutku keluar lewat mulutku dan menerkammu karena kelaparan?”

“Nah! Bertambah lagi,”

“Hah?”

“Sudah tidak cantik, rakus, jorok lagi. Di perut melihara cacing,”

Yang lain langsung tertawa. Sementara Seohyun merasa dipojokkan, memanyunkan bibirnya. Sedetik kemudian, dia kembali fokus ke makanannya. Cuma yang sekarang kecepatannya diturunkan. Daripada diejek lagi?

“Pagi, Seohyun-ah!” sapa beberapa anak cowok, yang dibalas Seohyun dengan senyuman. Tak lama berselang, Seo kembali disapa oleh segerombolan anak basket. Dan sekali lagi, gadis itu hanya membalas dengan senyuman saja.

“Cih, genit sekali. Menyapa sok-sok kenal begitu,” cibir Kyuhyun.

“Namanya juga usaha,” balas Krystal.

“Tapi terlalu norak. Nggak ada cool-nya sama sekali,”

“Yang penting ada usahanya. Daripada kau tidak ada usahanya sama sekali,” ujar Minho.

“Sialan kau!”

Semuanya tertawa. Seohyun juga tertawa, tapi sumbang. Seakan berat untuknya ikut tertawa.

*****

Krystal masuk ke ruang OSIS untuk memberikan karpan permintaan anak OSIS dengan keadaan super suntuk. Baru saja hasil dua ulangan vital (matematika dan fisika) dibagikan. Tau cewek ini dapet berapa? Sebuah lidi dan bola basket alias 10. Kalau 10 yang besar sih lumayan. Nah ini yang kecil. Yang paling mengecewakan menurut dia adalah fisika (matematika = mengenaskan!). Percuma deh begadang ngabisin setengah kantong kopi kapal api untuk belajar bab kesetimbangan nista ini.

“Yah, masuk masuk R.O. malah menebarkan hawa badmood. Tidak kasihan denganku, nanti aku juga ketularan lho,” ujar seseorang, membuat Krystal menoleh mencari arah suara itu.

OH MY GOD! ITU MINHO SUNBAE!!

“Ah sunbae,” Krystal agak tersipu malu.

“Ada apa?”

“Ehm.. aku mau menitip karpan untuk W-Day disini. Ternyata karpannya sudah jadi duluan sebelum waktunya, jadi aku titip sini saja,”

“Bukan,” kata Minho, “Maksudku, ada apa kau cemberut seperti itu?” tanya Minho dengan nada yang cukup lembut. Krystal segera menumpahkan emosinya tentang nilainya yang terjun moncrot dari lantai 20. Dia juga menunjukkan hasil kerjanya yang telah dikoreksi oleh guru. Yang diceritain malah senyam senyum.

“Payah! Bab gampang gini aja nggak tuntas. Temenmu yang lain dapet berapa emangnya?”

“Maksudnya Seohyun dan Tiffany?”

“Memangnya kau punya teman lagi selain mereka?” tandas Minho, yang masih melihat hasil ulangannya.

Krystal memelorotkan tubuhnya, “Kalau Tiffany sih tidak usah ditanya, nilainya pasti tertinggi di kelas. Seohyun juga pasti nilainya tidak jauh dari Tiffany. Mereka terlalu pintar.”

“Dan hebatnya mereka yang terlalu pintar itu mau berteman denganmu?”

“Kamu menghinaku?”

Minho terkikik.

CLING! Otak Krystal mengeluarkan ide yang begitu cemerlang. Kenapa dia tidak memanfaatkan kesempatan ini? Dengan wajah memelas dan nada meminta, dia berkata, “Sunbae, ajarin aku fisika sama matematika dong! Please!”

Cowok terlihat agak kaget. Bukan karena dia nggak bisa matfis, tapi karena wajah yang baru saja ditunjukkan gadis itu. Benar-benar mirip dengan.. Yuri. Syukurnya dia dapat dengan cepat menguasai emosinya lagi.

“Minho sunbae? Mau ya? Apa sunbae tidak miris melihat nilaiku seperti itu?” pintanya dengan begitu sungguh-sungguh. Nampak Minho mengelus-elus dagunya. Sok-sok berpikir. Sebelum akhirnya dia mengangguk, mengiyakan permintaan Krystal.

“Jeongmal, sunbae??!!”

Minho masih mengangguk sambil tersenyum. Rasanya sekarang ini Krystal benar-benar ingin berjingkrak kegirangan.

NICE START, KRYSTAL!!

*****

From : Seohyun

Aku masih ada latihan dance. Kau pulang duluan saja.

Kyuhyun mengunci handphonenya setelah membaca pesan dari Seo. Habis ini dia benar-benar nganggur. Dia tidak mungkin mengajak main Minho. Orang itu pasti saat ini sedang ikut pelajaran tambahan. Maklum, mantan anak OSIS. Sering sekali meninggalkan pelajaran jadi mau nggak mau harus ikut pelajaran tambahan. Biasanya sih kalau lagi suntuk gini, dia jalan-jalan sama Seo. Tapi ternyata gadis itu sudah memberitahunya seperti itu.

Aku nonton anak itu latihan saja deh.

Dilangkahkan kakinya menuju ke ruang seni tari, tempat biasanya anak-anak latihan menari. Jaraknya lumayan jauh dari parkiran mobil. Tak apalah, hitung-hitung olahraga. Dari luar terdengar beberapa lagu yang diremix mendentum cukup keras. Pasti itu adalah lagu yang dipakai untuk dance.

Kyuhyun melirik kedalam. Matanya menyapu seluruh permukaan yang bisa dilihatnya, sampai matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang melakukan solo dance. Seohyun memulai dengan gerakan heart-bump. Diliukkan badannya yang begitu indah. Dengan luwesnya tangannya bergerak membelai tubuhnya. Gerakan yang begitu lemah gemulai nan indah tentu sangat menyegarkan bagi mata, terutama mata seorang laki-laki.

Sejenak Kyuhyun tersenyum samar. Entah sejak kapan, anak kecil yang manja yang dikenalnya sejak dulu itu sudah bermetamorfosis menjadi seorang gadis remaja yang begitu cantik.

Seohyun dari kecil memang sudah memiliki fans laki-laki. Cukup banyak rasanya cowok yang sudah menyatakan cintanya pada gadis itu. Tapi tak ada satupun yang diterima olehnya. Salah satunya juga Kyuhyun sendiri.

Seoul, 2002..

“Aku suka padamu, Seo,”

Kyuhyun benar-benar kaget. Dia tidak menyangka kalimat ini benar-benar akan keluar dari mulutnya. Padahal dia sudah berusaha memendamnya. Perasaannya sudah tak tertahankan setelah dia melihat sendiri kejadian Yonghwa, teman sekelasnya, menembak Seohyun. Tetapi sepertinya Seo belum memberikan jawabannya.

Dia merasa tidak suka melihat Seo yang sering bersama Yonghwa sehingga melupakan janji bermain mereka. menurut Kyuhyun, mungkin dengan dia menyatakan bahwa dia suka pada Seo, maka gadis ini akan berhenti dekat dengan Yonghwa.

“Kyuhyun, kau..”

“Sungguh, aku benar-benar menyukaimu,”

Seohyun terdiam sejenak. Dia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Keadaan benar-benar canggung diantara mereka. Jujur saja, keduanya merasa tidak tahan jika harus berlama-lama dalam keadaan seperti ini. Perut Kyuhyun saja rasanya sudah begitu mual. Bukannya segera menjawab, Seohyun malah berkata, “Nanti sore kita main ya! Jangan lupa bawa google inframerah kita, oke?”

Lalu berlalu meninggalkan Kyuhyun sendiri. Cowok itu hanya menghela napas pelan.

Perasaanku ditolak.

“Sudah berapa lama kau disini?” tanya Seohyun, menghampiri Kyuhyun yang berdiri mematung didepan pintu ruangan. Cowok itu tersadar dari lamunannya.

“Masih lama? Aku nganggur, tidak ada kerjaan,”

“Ini sudah selesai. Tunggu sebentar! Aku mau ganti baju dulu,” ujar Seo.

Kyuhyun mengangguk santai.

*****

Seohyun melepas kacamatanya. Berusaha meregangkan tubuhnya dengan melakukan streching. Baru saja dia menyelesaikan PR buffer solution-nya. Sebenarnya soalnya tidak terlalu sulit. Tapi gimana kalau jumlahnya hampir tujuh puluh nomor? Klenger juga.

BEEP!BEEP!

LED handphone Seo warna putih berkedap-kedip. Berarti ada pesan masuk dari Kyuhyun. Dia mengambil handphonenya dan membaca pesan itu.

From : Kyuhyun

Buka korden sekarang!

Ada masalah apa dia?

Kalau Kyuhyun menyuruhnya membuka korden, pasti ada yang mau diobrolin. Sebelum dia membuka korden, diambilnya terlebih dahulu buku komunikasi mereka. Nampak Kyuhyun sudah menunggunya didepan meja belajarnya yang terletak persis didepan kaca. Mereka mulai saling tulis-menulis untuk mengobrol.

ada apa? (seohyun)

besok sibuk? ada les? (kyuhyun)

ani, waeyo?

temani aku ke lotte world ya?

 

Seohyun mengerutkan dahinya. mau ngapain kesana?

memangnya orang ngapain ke lotte world? Jualan nasi?

aku tidak tahu kalau ahjumma bangkrut sampai kau harus jualan nasi

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya. menunjukkan ekspresi kesal pada Seohyun. Gadis itu nyengar-nyengir.

jadi, kau mau menemaniku atau tidak? kubelikan tiket masuknya deh

 

Gadis itu tampak berpikir sejenak. Lumayan juga kan bisa masuk ke lotte world secara gratis? Akhirnya menuliskan sesuatu di bukunya. Kemudian memutar buku itu kearah Kyuhyun, agar bisa dibaca cowok itu.

okay!

 

*****

sudah terbayangkah ceritanya gimana? dikomen yaa😀 makasih buat semua readers :*

8 thoughts on “Puppy or True? part 1

  1. Baru nemu ni ff,, cerita ny rame n’ menarik,,

    seokyu sahabatan yah,,
    deket dong,,

    omoo!!
    Jadi kyuppa dulu pernah nembak seoni,, n’ ditolak,, eh bukan lebih tepat ny seoni belum jawab,,

  2. hahaha.. Jangan2 Kyuhyun nembak Seo pas mereka masih SD, kalo itu sih pantes ditolak, kan masih pada polos..hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s