Puppy or True? part 4

introduction : makasih buat reader yang masih setia membaca dan mengomen ff saya *fullpackage* saya sayaaaaang kalian ({}) kurang dua part kok tinggal dikit. semoga kalian selalu semangat baca yaa😀

happy reading all :)

Cast : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Tiffany Hwang, Krystal Jung, Choi Minho, Kwon Yuri

Genre : Romance, Friendship

Warning : Dilarang memperbanyak atau mengcopy fanfict ini tanpa ijin dari pemiliknya!

kalo butuh apa-apa, atau mau kenalan mungkin *muka aegyo* mention twitter aja yaa @niianio

*****

*****


“Kalian ini sengaja mengerjaiku ya?” cetus Tiffany tiba-tiba.

“Hah?”

“Kenapa kalian selalu gantian sih badmoodnya? Kemarin Seo, Hari ini Krystal.”

Seohyun tertawa kecil. Sementara Krystal kembali teringat dengan kejadian Minho-Yuri beberapa hari yang lalu, saat hari Valentine. Entah kenapa, sulit baginya mengenyahkan bayangan itu di otaknya. Ditambah lagi dengan perubahan sikap Minho akhir-akhir ini. Cowok itu jadi sibuk dengan urusannya sendiri. Kalau dimintain tolong buat ngajarin, pasti maksimum hanya sejam. Padahal dulu Minho bisa meluangkan waktunya hingga dua-tiga jam.

“Krys?”

Gadis itu tersadar dari pikirannya, “Huh?”

“Kamu dengerin kita ngomong nggak sih?”

“A.. mianhae, waeyo?”

Seohyun menggeleng, “Ada masalah dengan Minho?”

“Darimana kamu tahu?”

“Ayolah, kami bukan anak ingusan yang baru tahu kau kemarin sore,” ujar Seohyun dingin.

“Apa kau ada masalah dengan Minho sunbae?”

Krystal tampak menimang-nimang, cerita atau tidak. Akhirnya dia memilih untuk bercerita semuanya. Dan juga menceritakan apa yang dia lihat di tempat bimbel Minho. Dari Seohyun, Krystal mengetahui kalau Yuri sebenarnya adalah cinta pertama Minho.

“Sebenarnya aku pernah diberitahu oleh Kyuhyun kalau Minho menyukai Yuri sunbaenim. Tapi itu waktu kita masih SMP. Aku kaget setelah tahu dia masih mengejar sunbaenim,” kata Seohyun.

“Aku rasa, aku sudah menyelediki semua tentang Minho sunbae. Kenapa masih ada yang belum kuketahui?”

Tiffany nyeletuk, “Berarti antenamu lebih pendek dari Seohyun.”

Krystal langsung menatap sinis kearah Tiffany.

“Rasanya aku lelah. Empat tahun lebih aku sudah menyukainya. Dimulai dari berteman sampai akhirnya sahabat seperti sekarang. Apa dia tidak sadar dengan perasaanku?” keluh Krystal. Tiffany dan Seohyun langsung merangkul sahabatnya itu.

“Mungkin ada baiknya kau melihat dulu dari jauh,” cetus Tiffany.

“Hah?”

“Iya, maksudku kamu pasti ingin tahu kan seberapa penting dirimu dimata Minho sunbae? Kalian sudah cukup dekat dua bulan terakhir, ditambah beberapa tahun pertemanan. Apa kamu tidak ingin melihat efek dari kedekatan kalian?” jelas Tiffany.

Baru Krystal akan membalas, tiba-tiba Miss Ham masuk. Langsung seluruh penghuni kelas sibuk kembali ke tempat duduk masing-masing.

“Sebelumnya saya minta maaf tidak bisa mengajar kalian hari ini karena saya harus menghadiri rapat yayasan. Tapi saya menyempatkan untuk datang karena kelas kita kedatangan seorang murid baru. Saya harap kalian bisa bersikap ramah dengannya. Silahkan masuk!”

Semua mata anak perempuan di kelas langsung berbinar-binar melihat murid baru itu masuk kelas. Dia membungkukkan badannya sambil memperkenalkan diri, “Annyeonghaseyo, Choi Siwon imnida!”

Siwon bangkit, berdiri seperti sedia kala. Matanya menyapu ke seluruh sudut ruangan. Memperhatikan wajah-wajah perempuan yang kagum melihat dirinya. Dan tanpa sengaja, matanya bertemu dengan mata Seohyun. Dengan senyum menawan, dia menghampiri gadis itu.

“Seohyun,”

“Hai! Aku tidak tahu kau bersekolah disini,” sapa Seohyun agak kaget.

Belum selesai kekagetannya, tiba-tiba Siwon berlutut. Lalu menarik tangan kanan Seohyun. Mengelusnya dengan begitu lembut. Dan.. menciumnya! OMO! Membuat seluruh mata disana mendadak melotot hebat. Seohyun sendiri kaget dengan perlakuan Siwon.

“Y.. ya.. apa yang kau lakukan?”

“Biar saja, biar semua tahu bahwa aku menyukaimu,”

Seohyun masih tak berhenti melotot. Ini pasti mimpi.

*****

“Benar tidak apa, Tiff?”

Tiffany mengangguk lembut, “Gwaenchana, Seo-ah. Lagipula, aku masih harus mengumpulkan tugas ini ke Prof. Kim.”

Seohyun terpaksa meninggalkan kelas duluan. Habisnya, Kyuhyun baru saja menelpon dan mengomel minta pulang. Tinggallah Tiffany sendiri di kelas. Dia masih sibuk berkutat dengan beberapa soal uraian matematika dengan notasi menjijikkannya.

“Lho, Seohyun-ssi kemana?” tanya seseorang. Membuat Tiffany menoleh kearah pintu kelas. Disana berdiri seorang anak baru yang menghebohkan kelas tadi pagi. Cowok itu berjalan masuk ke kelas, menghampiri Tiffany.

“Dia barusan saja pulang dengan Kyuhyun sunbae.”

“Seohyun itu pacarnya Kyuhyun sunbae?”

Tiffany menggeleng, “Nyaris.”

“Nyaris?”

“Ne, kalau Seohyun tidak menolak Kyuhyun sunbae dulu, mungkin mereka sekarang sudah jadian.”

Siwon menyatukan alisnya, “Kyuhyun sunbae menembaknya?”

“Iya. Saat kutanya pada Seohyun, dia bilang Kyuhyun sunbae memang menyatakan suka padanya. Tapi sampai sekarang, mereka tidak ada tanda-tanda sebagai pasangan. Berarti kemungkinan Seohyun menolak Kyuhyun sunbae menurutku,” jelas Tiffany sambil tersenyum manis. Lalu kembali mengerjakan soal-soal matematika. Siwonpun memutar kursinya yang persis didepan bangku Tiffany. Memperhatikan gadis yang sibuk menekan angka-angka di kalkulator.

Siwon agak heran. Dia merasa aneh dengan Tiffany. Tadi pagi dia membuat kehebohan seperti itu, tapi dilihatnya Tiffany tidak menoleh sama sekali kearah belakang. Tempat dimana Siwon mencium tangan Seohyun. Dia justru sibuk mengeluarkan buku dan mengerjakan sesuatu. Selain itu, saat Siwon bertanya soal Seo, Tiffany tidak menunjukkan tanda-tanda cemburu sedikitpun. Apa gadis ini tidak tertarik sama sekali dengannya?

“Kenapa melihatku seperti itu? Ada yang salah dariku?” tanya Tiffany pelan, yang merasa risih dilihat seperti itu.

“Aku suka senyummu,” puji Siwon.

“Aku.. tidak sedang tersenyum,”

“Yang tadi. Kau manis sekali saat tersenyum,”

Tiffany hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. Siwon menyeringai dalam hati.

Gadis yang menarik.

*****

Hanya satu kata yang dapat menggambarkan keadaan sekolah Seohyun saat ini : GILA! Dalam hitungan seminggu semenjak peristiwa ‘penembakan’ Siwon pada Seohyun, semua mata hanya tertuju kepada satu gadis, Seo Joohyun.

Mereka merasa sudah tidak bisa menerima apa yang baru terjadi pada Seohyun saat ini. Para siswi mungkin telah cukup bersabar melihat Seo yang selalu nempel sama Kyuhyun dan Minho yang notaben artis sekolah. Dan sekarang? Gadis itu kembali didekati dengan pesaing artis sekolah, yaitu Siwon. Gimana tidak makan ati?

Ternyata, berita ini juga agak mengganggu pendengaran Kyuhyun. Banyak teman yang menggodanya dengan mengatakan ‘wah, pasangan memang tidak ada yang abadi ya, Kyu’ atau ‘kalah saing sama yang seger ya’. Jelas ini membuat konsentrasinya terganggu.

“Seohyunnie!!” panggil Kyuhyun, saat melihat Seohyun berjalan di daerah parkiran mobil. Gadis itu tersenyum dan menghampirinya.

“Darimana saja kau? Ayo pulang!”

Seohyun nampak segan, “Ah, hari ini aku tidak pulang denganmu ya? Aku masih ada perlu.”

“Dengan Siwon?”

Seo mengangguk.

“Kenapa dengannya terus sih? Dia kan menyebalkan,”

“Jangan  menghina dulu kalau kau belum mengenalnya!”

Kyuhyun hampir mengajukan protes. Namun tersela oleh suara klakson yang cukup kencang selama dua kali. Keduanya menoleh. Mobil sedan warna merah yang dikenali Kyuhyun sudah menunggu disana. Seohyun izin untuk pergi duluan dan meninggalkan cowok itu sendirian.

Belum selesai perubahan Seohyun, keesokan harinya Kyuhyun dikagetkan dengan wajah seram Ara eonnie yang membangunkannya pagi hari. Biasanya kan Seo yang melakukan ini, kenapa sekarang jadi kakaknya?

“Seohyun tidak bisa ke rumah karena ada perlu dengan temannya,” ujar Ara, sambil membawa nampan susu untuk keduanya.

Kyuhyun hanya mampu mendesah.

Bahkan dia sudah menggantikan posisiku pagi ini.

*****

“Mana Kyuhyun?” bisik Seo pada Minho saat makan siang di kantin. Semua nampak sudah duduk ditempatnya masing-masing, dengan formasi seperti biasa. Hanya saja, sudah beberapa hari ini Kyuhyun tidak ikut bergabung bersama mereka.

“Dia tadi dipanggil oleh Miss Goo,”

“Kenapa?”

Minho terlihat tidak enak hati untuk mengatakannya. Tapi berhubung sudah mendapat tatapan maut dari Seo, akhirnya dia mengatakan, “Nilai ulangan hariannya yang terakhir ini tidak lulus,”

“APAA?!” teriak kencang Seo. Membuat orang-orang yang berada disana menatapnya sinis.

Minho berusaha mengeluarkan senyuman mautnya sambil berkata, “Latihan akting untuk drama.”

Jelas ini berita yang sangat mengagetkan. Kyuhyun dikenal sebagai jagoan dalam pelajaran biologi dan matematika. Mulai dari SMP, cowok itu sudah sering mengikuti olimpiade dalam dua mata pelajaran itu. Tak jarang dia mendapatkan medali emas dalam setiap olimpiade yang diikutinya. Mendengar Kyuhyun tidak lulus ulangan harian biologi–yang jelas bidangnya sekali–merupakan suatu hal yang agak aneh. Ada apa dengan cowok itu?

Sepertinya dia harus kumarahi dulu nanti.

Pulang sekolah, Seohyun berjalan segera menuju parkiran. Dilihatnya Kyuhyun duduk diatas kap mobilnya seperti biasa. Dia melangkahkan kakinya mendekati cowok itu. Tetapi terhenti seketika saat melihat Kyuhyun sedang melakukan tos dengan Changmin cs., geng yang terkenal dengan anak-anak orang kaya sepaket dengan sombong juga didalamnya.

“Kyuhyun!” panggil Seo. Dia kemudian menarik Kyuhyun darisana.

“Ada apa?”

“Kenapa kau bersama Changmin sunbae?” tanya Seo balik.

“Tidak apa, memangnya tidak boleh?”

“Mereka kan anak-anak orang kaya yang sombong,”

“Tau darimana?”

Seohyun mulai kesal, “Apa karena mereka ulangan harianmu jadi ada yang tidak lulus?”

Pertanyaan ini langsung membuat Kyuhyun naik pitam. “Nilaiku, temanku atau apapun, semua terserah padaku mau seperti apa. Dan kau, tidak perlu ikut campur.”

Kemudian dia berjalan menjauhi Seo. Beberapa langkah, dia terhenti sesaat. Tanpa membalikkan badan, dia mengatakan,“Satu lagi. Kau bilang mereka kaya dan sombong? Kau harus ingat, jangan menghina kalau kau belum mengenalnya!” Kyuhyun membalikkan omongan Seo. Membuat gadis itu terdiam nyeri. Teringat perkataannya sendiri.

Kenapa Kyuhyun seperti ini?

*****

“Ada yang sedang kau tunggu?”

Minho tersadar. Wajahnya ditolehkan kesebelah kanannya. Tampak seorang gadis sedang memeluk lengannya begitu erat. Wajahnya menatap khawatir kearah Minho. Cowok itu tersenyum. Lalu mengelus kepala gadis itu.

“Ani.”

“Lalu, kenapa kau memperhatikan layar handphonemu?”

“Ah itu.. sudah dekat minggu ulangan tapi Krystal tidak menghubungiku sama sekali,” ujar Minho.

“Apa kau merindukannya?”

Minho terkejut. “A.. aniyo! Aku hanya merasa heran. Tidak lebih,”

“Benarkah?”

“Kenapa kau jadi mengintrogasiku seperti itu, jagi?”

Yuri tersenyum lembut. “Aku hanya ingin tahu apa yang dirasakan olehmu. Apa kau benar-benar mencintaiku?”

“Ya! Kau meragukan perasaanku padamu?”

“Aku tidak meragukan perasaamu sama sekali. Aku hanya sedikit merasakan perbedaan dari dirimu,” Yuri berdeham sesaat, “Hampir dua minggu terakhir, kulihat kau lebih sering memikirkan Krystal. Bahkan saat kita sedang berkencan seperti ini.”

“Hatiku hanya untukmu, sayang,” Minho berusaha meyakinkan.

Yuri mendesah pelan, “Semoga begitu.”

*****

Kyuhyun membanting tubuhnya ke ranjangnya. Rasa lelah benar-benar dirasakan olehnya sekarang. Tadi dia baru saja pulang dari rumah Changmin. Changmin beserta beberapa teman segolongannya meminta pertolongannya untuk mengajarkan mereka matematika. Kyuhyun merasa tidak salah jika menerimanya. Toh itung-itung untuk persiapan ujian nasionalnya yang tinggal sebulan lagi.

Tak mau bermalas-malasan terlalu lama, cowok itu bangkit dari kasurnya. Meraih tasnya yang diatas meja belajar. Dia berencana untuk mengerjakan dua latihan soal hari ini.

Eh? Apa ini?

Tangannya menyentuh sesuatu. Sepertinya sebuah benda transparan dengan tali. Diambilnya sesuatu yang tiba-tiba ada didalam tasnya itu. Ternyata benda itu adalah sebuah tabung kecil yang mirip dengan tabung untuk surat kaleng. Namun berisi bintang-bintang dari kertas. Kyuhyun mengerutkan dahinya. Berusaha melepas kertas terisolasi yang menutup sebagian tabung.

Ini sebagai permohonan maaf dariku. Sepertinya kau marah denganku. Maafkan aku. Dan jadikan ini kalung keberuntunganmu! Seohyun.

Kyuhyun tersenyum lembut. Ditatapnya kalung aneh yang baru saja didapatnya itu. Kertasnya terbuat dari bahan yang berglitter. Dapat terlihat gemerlapnya walau tertutupi oleh kaca.

Kalau begini ceritanya, mana bisa marah?

*****

 

Keesokan harinya, Kyuhyun mencari dimana Seohyun. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas kalung yang dipakainya sekarang. Selain itu dia juga ingin memberikan sebuah boneka keroro yang sebenarnya ingin diberikannya pada hari Valentine. Tapi masalahnya Valentine kemarin dia tidak mendapat cokelat dari Seo, jadi batal deh memberi boneka ini.

Langkah riang Kyuhyun terhenti di ambang pintu. Saat melihat Seohyun berdiri di ruang musik. Dan didalam juga ada Siwon. Dia merasa seperti ada sesuatu didalam. Kyuhyun memilih untuk berdiri dipinggir pintu. Berusaha mengaktifkan kemampuan telinganya untuk mendengar apa yang terjadi didalam.

“Seohyun-ssi, ada yang ingin kukatakan,” Kyuhyun melotot. Siwon tiba-tiba meraih tangan Seo dengan lembut. Gadis itupun tampak terlihat malu-malu.

“Aku.. aku jatuh cinta padamu, Seohyun,”

APAA?!! Kyuhyun geram tidak karuan. Siwon mencium tangan Seohyun begitu lama. Astaga! Bahkan dia yang sahabatnya dari sejak kapan tidak pernah sekalipun menyentuh Seo seperti itu. Dan Seo tidak menolak! Kalap, dia merusak acara romantis yang sedang berlangsung didalam. Menarik Seohyun keluar, menjauh dari tempat itu. Tangannya mencengkram tangan Seohyun begitu keras.

“Appo Kyuhyun-ah!”

Kyuhyun melepas kasar pegangannya. Seohyun merintih.

“Apa yang kau lakukan didalam sana, hah?!”

“Ya! Apa maksudmu?”

“Tidak usah berpura-pura bodoh! Aku tidak menyangka kau ternyata begini,”

“Tidak menyangka apa? Kau ini membicarakan apa sih?”

“Diam-diam kau menjauhi tanpa alasan. Tidak mau kuajak pulang bareng seperti dulu, tidak mau berangkat pagi bersamaku, sok sibuk dengan urusanmu sendiri. Wow! Absolute,”

Seohyun yang semula ingin meredam emosinya, terpancing, “Aku memang sedang ada urusan, dan itu bukan urusanmu.”

“Ya! Kau berurusan pendekatan dengan Siwon! Kalau tahu seperti ini jadinya, buat apa kau memberiku harapan, hah?!”

“Aku semakin tidak mengerti arah pembicaraanmu, Kyu,”

“Memang. Kau tidak akan pernah mengerti perasaanku. Bahkan dari tiga tahun yang lalu kau tidak menanggapi apapun tentangku. Tidak pernah menanggapi aku yang menyatakan perasaanku padamu. Hah! aku benar-benar laki-laki yang bodoh!”

Kyuhyun membalikkan badannya. Hampir mendapat satu langkah pindah, Seo berteriak pilu, “Kau yang tidak mengerti aku sama sekali. Jangan berlagak seperti kau yang diperlakukan tidak adil!”

Kyuhyun tersenyum sinis, “Apa yang kita mengerti? Diantara kita memang tidak ada arti pengertian sama sekali.”

*****

4 thoughts on “Puppy or True? part 4

  1. Aduh.. Semakin menjadi kontrovensi dari seokyu-.- nih siwon minta dibunuh. Kalo udah sm tiffany, seo lepasin napa *ehhnaikpitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s