Puppy or True? part 5

introduction : kurang satu part readersku sayaang. terima kasih untuk semua readers yang udah mau baca trus ngomen juga ngelike, itu berarti banget lho buat seorang author *bighug and kiss* semangat baca yaa readers😀

happy reading all :)

Cast : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Tiffany Hwang, Krystal Jung, Choi Minho, Kwon Yuri

Genre : Romance, Friendship

Warning : Dilarang memperbanyak atau mengcopy fanfict ini tanpa ijin dari pemiliknya!

kalo butuh apa-apa, atau mau kenalan mungkin *muka aegyo* mention twitter aja yaa @niianio

*****

*****


“Haah..”

Seohyun menghela napas panjang. Hari ini genap seminggu dia tidak berhubungan sama sekali dengan Kyuhyun. Tidak ada acara jadi alarm bangun tidur, berangkat bersama, maupun pulang bersama. Lebih hebatnya lagi, Kyuhyun tidak mau ikut berkumpul bersama keempat sahabatnya seperti biasa. Cowok itu lebih sering menyibukkan dirinya dengan Changmin dan yang lain. Sepertinya, Kyuhyun benar-benar sudah tidak peduli dengan mereka, terutama Seohyun.

“Aku merasa aneh dengan keadaan kita sekarang,”

“Eh?”

Tiffany mendesah, “Krystal tidak pernah ikut kita ke kantin karena mau menghindar sementara dari Minho sunbae. Sementara kau bertengkar dengan Kyuhyun sunbae. Apa kalian tidak kasihan denganku? Aku jadi korbannya nih.”

“Mianhae Fany, aku juga tidak menyangka kalau keadaanku dengan Kyuhyun seperti ini,”

“Kenapa kau..”

“Pagi!” Krystal menjatuhkan lemas tasnya diatas meja. Membuat Tiffany dan Seohyun saling memandang.

Seohyun mencoba mendekat, “Ada apa denganmu, Krys?”

“Gwaenchana,”

“Jinja?”

Krystal menimang sesaat, “Hmm apa Minho sunbae tidak menanyakanku selama aku menghindar darinya?”

Sebenarnya, baik Seohyun maupun Tiffany sama-sama ingin membuat sahabatnya bahagia. Tapi tidak mungkinkan dengan cara berbohong? Jadi mereka hanya menjawab pertanyaan Krystal dengan sebuah gelengan pelan.

Krystal tersenyum pahit. Sepertinya dirinya memang tidak berarti apa-apa untuk Minho. Dua minggu lebih dia mencoba untuk tidak bertemu dengan Minho. Menjauh, menahan diri. Karena dari situ dia bisa melihat, seberapa besar cowok itu membutuhkan dirinya.

And see! Minho TIDAK membutuhkan Krystal sama sekali!

Tidak bertanya pada sahabat-sahabatnya. Tidak mengirimkan pesan padanya. Tidak menelpon. Tidak mencarinya.

Satu kata yang mampu mewakili perasaan Krystal saat ini. Sakit.

*****

Kyuhyun mencoret tanggal hari ini dari kalender. Ternyata sudah tinggal enam hari lagi menuju ujian nasional. Hal ini membuatnya mau tidak mau harus mengesampingkan terlebih dahulu urusannya dengan Seohyun. Dia harus fokus untuk ujian nasionalnya nanti.

“Kyuhyun!!” panggil Ara, “Ada surat untukmu. Kutinggal di meja makan ya! Aku keluar dulu.”

Cowok itu menjawab dengan teriakan ‘oke’ dari kamarnya. Setelah membereskan buku-bukunya, dia bergegas turun ke lantai bawah. Sejak kapan pak pos bekerja mengantarkan surat jam delapan malam?

Diambilnya sebuah amplop putih yang berada diatas meja makan. Sebuah lambang tameng merah dengan tulisan ‘VERITAS’ mengisi kepala amplop dipaling atas. Mendadak jantung Kyuhyun berdegup cukup kencang melihat darimana asal surat ini.

Kyuhyun membacanya secara seksama. Dia ingin mengetahui apa isi surat itu dengan jelas. Betapa terkejutnya saat dia membaca kata ‘ACCEPTED’ dalam surat itu. Langkahnya ingin segera menuju pintu depan. Kemudian berlari kesebelah rumahnya sambil berteriak bahwa mimpinya terwujud.

Andaikan kita tidak sedang bertengkar, Seohyunnie..

*****

“Ya, harus!”

Kedua tangannya dikepalkan dengan erat. Seohyun memasang wajah yang berkata ‘hwaiting’ untuk dirinya sendiri. Ya, hari ini, khususnya pagi ini, dia bertekad untuk menemui Kyuhyun. Dia rasa, masalah ini tidak akan selesai jika tidak ada yang mengalah. Pada dasarnya, masalah diantara keduanya hanyalah sebuah salah paham. Lagipula, Seohyun tidak ingin membuat konsentrasi ujian nasional Kyuhyun terpecah hanya gara-gara dia.

Setelah pamit dengan mamanya, Seohyun segera melaju ke rumah sebelah. Menekan bel rumah itu. Ya Tuhan, dia benar-benar rindu dengan suasana pagi rumah ini. Hampir satu setengah bulan dia tidak berangkat pagi bersama Kyuhyun. Padahal dulu, Seohyun dan Kyuhyun merupakan pasangan yang sulit dipisahkan. Kayak kembar siam.

“Ah Seohyun-ah, bogoshippo!” pekik Ara, segera memeluk gadis yang berdiri didepan pintu rumahnya.

Seohyun tersenyum manis, “Nado, eonnie.”

“Kau kemana saja? Sepertinya kau sudah tidak pernah bersama Kyuhyun lagi belakangan ini. Apa kalian sedang ada masalah?” tanya Ara.

“Yah begitulah eonnie. Makanya aku datang kemari. Apa Kyuhyun ada di rumah?”

Ara tampak berwajah kurang enak, “Mianhae Seo-ah, Kyuhyun sudah berangkat dari jam lima tadi. Sepertinya dia makin sibuk menjelang ujian nasional.”

Raut kecewa tampak jelas di wajah Seohyun. Namun gadis itu berusaha menutupinya. Dia akhirnya mohon pamit pada Ara untuk berangkat sekolah.

Kenapa bertemu saja sesulit ini?

*****

“Jangan lupa anak-anak, pertemuan yang akan datang setelah ujian nasional kakak kelas kalian, kita ulangan gabungan bab satu dan dua! Siapkan dengan baik karena tidak ada perbaikan. Selamat siang!” Prof. Kim keluar seiring dengan bel pulang berbunyi. Krystal mengecek kelengkapan buku matematikanya.

Astaga! Catatan lamaku!

Krystal teringat. Terakhir catatan lamanya itu dibawa Minho karena mau dikoreksi hasil kerjaannya. Kalau tidak diambil sekarang, bisa-bisa nasib ulangannya hanya bergantung pada keberuntungan.

“Mau kemana?” tanya Seohyun.

“Ke kelas Minho sunbae,” teriak Krystal yang sudah melaju keluar kelas. Syukurnya kelas mereka berdekatan. Jadi tidak terlalu membuang waktu berjalan. Akan tetapi, batang hidung Minho tidak terlihat sama sekali didalam kelasnya. Mata Krystal masih mencoba mencari-cari dimana kakak kelasnya itu berada.

“Mencari Minho, Krys?”

Gadis itu menoleh kebelakang. Kyuhyun berdiri sambil tersenyum disana.

“Ne, kau tahu dia dimana, sunbae?”

“Dia tadi bilang ingin ke atap gedung lama,”

Krystal mengangguk, “Ah arraso, gomawo sunbae.”

Kelasnya berada di gedung baru lantai dua, yang berjarak seratus meter dari gedung lama. Itu baru sampai terasnya saja. Sementara Minho katanya pergi ke atap gedung lama. Berarti dia harus tiga kali naik tangga untuk mencapai atapnya. Perjuangannya untuk mendapatkan kembali buku catatannya ternyata masih jauh.

“Permisi, apa kau melihat Minho sunbae?” tanya Krystal pada seorang murid kelas sepuluh.

“Sepertinya tadi ke atap,”

“Oh, gamsahamnida,” Krystal bernapas lega. Usahanya berlari tunggang langgang barusan tidak sia-sia. Karena Minho masih di atap sampai sekarang. Tapi disatu sisi, dia juga agak heran. Mau apa cowok itu jauh-jauh ke gedung baru?

“Minho sunbae,”

DEG!

Krystal tertegun diambang pintu menuju atap yang terbuka lebar. Dia memundurkan satu langkahnya kebelakang. Mendadak sesak menghampiri dadanya. Hatinya terasa perih, seakan disayat pisau yang sangat tajam. Apa yang dilihatnya ini seperti sebuah mimpi, mimpi buruk yang tidak pernah diharapkannya seumur hidup.

Minho yang menyadari adanya seseorang selain keduanya, segera melepaskan ciumannya pada Yuri. Dia menoleh. Mendapati Krystal berdiri mematung disana. Dengan ekspresi yang bercampur aduk. Terkejut. Sakit. Kecewa. Yuri juga tampak kaget karena Krystal melihat apa yang mereka berdua lakukan.

“Krystal,”

“Maaf,” gadis itu tersenyum, “Aku tidak tahu kalian sedang apa. Harusnya kalian memberi palang ‘dilarang masuk’ didepan sini.”

“Ah ini..”

Krystal menyela dengan berkata, “Aku hanya mau meminta buku catatan matematikaku kembali kok. Apa sunbae membawanya?”

Minho segera membuka resleting belakang tasnya. Dia memang selalu membawa buku Krystal setiap hari. Tapi ketika akan mengembalikan, pasti lupa karena mereka sudah jarang ketemu.

“Terima kasih. Aku duluan ya!” Krystal berlari menuruni tangga.

“Krys,” panggil Minho pelan. namun tak terdengar sama sekali oleh gadis itu. Krystal sudah berlari jauh dari atap. Dengan air mata yang tertumpah.

Ini akhir dari cinta pertamaku.

*****

Seohyun duduk lemas diatas ranjangnya. Dijatuhkan tas sekolahnya ke lantai. Kemudian tangannya bergerak untuk menanggalkan kaus kaki dan jas almamater sekolahnya. Seo benar-benar bingung harus bagaimana lagi menemui Kyuhyun. Cowok itu seakan sudah tidak peduli lagi dengannya. Dan sialnya, hari ini adalah hari terakhir dia sekolah karena setelahnya dia akan libur ujian nasional. Berarti kemungkinan dia bisa bertemu Kyuhyun baru minggu depan.

Kepalanya menoleh ke jendela kamar. Nampak pemandangan kamar seberang tertutup oleh korden. Entah sejak kapan. Padahal dulu, penghuni disana tidak pernah mau menarik kordennya sama sekali.

Mata Seohyun menyapu kearah laci sebelah ranjang. Terdapat sebuah pigura foto terpajang disana. Dia mengambil foto itu dan menatapnya begitu dalam. Pikirannya melayang ke masa sekitar dua tahun yang lalu.

Dua orang sedang bertengkar terabadikan disana. Yang perempuan tersenyum ceria sambil menarik pipi kiri seorang cowok. Sementara yang ditarik pipinya, menunjukkan wajah kaget bercampur kesakitan. Seohyun teringat, waktu itu mereka baru saja menyelesaikan tugas kerajinan tangan-nya Kyuhyun. Bayangkan betapa kesalnya Seohyun saat sedang serunya membuat pola, tiba-tiba pipinya ditarik oleh Kyuhyun. ketika pekerjaan itu selesai, dia sengaja meminta Kyuhyun untuk berfoto dengan hasil karya mereka. begitu timer mulai berbunyi, Seo membalaskan dendamnya dengan menarik balik pipi Kyuhyun.

Gadis itu mendesah. Indah sekali jika mengingat masa-masa itu. Masa dimana keduanya beradu mulut, mempermasalahkan hal yang tidak penting, berteriak tidak karuan. Seohyun menyadari, segala hal memang terasa penting dan berharga saat kita sudah tidak memilikinya lagi.

Entah setan apa yang menghampiri dirinya, hingga membuat tangannya mengeluarkan foto dari pigura itu. Bingo! Dibalik foto itu, terdapat tulisan hangul yang Seo tahu pasti siapa penulisnya.

TES!

‘Semoga kita bisa bersama selamanya, S!’. Air mata Seohyun membasahi pipinya saat membacanya. Kyuhyun hanya berbohong. Berbohong soal penyesalannya kenal dengan Seohyun. Gadis itu masih ingat betul, pertama kali Kyuhyun mengeluarkan kalimat penyesalannya berteman dengan Seo.

“Enak saja mengataiku bodoh! Kau yang bodoh!” seru Seohyun.

Kyuhyun tidak terima, “Kau yang bodoh, bodoh!”

“Kau orang sebodoh-bodohnya orang bodoh,”

“Kau..”

“Ya!” pekik Krystal, “Kenapa kalian hanya membicarakan bodoh-bodoh?”

“Diam kau! Tidak usah ikut campur, bodoh!” balas Kyuhyun.

“Mwo? Kau mengejekku bodoh?”

“Kyuhyun, apa kau tidak tahu bahwa dirimu itu sungguh berisik? Dasar bodoh!” kata Minho. Membuat Kyuhyun menyipitkan matanya.

“Minho-ah, kau jadi ikut-ikutan menghinaku bodoh?”

“Karena memang kau bodoh, sunbae,” bela Tiffany, yang gerah dengan kata bodoh yang telah diucapkan mereka lebih dari sepuluh kali.

“Ya! Kenapa semua jadi menyerangku?” protes Kyuhyun. Seohyun terkikik melihat keadaan ini. Yang cowok langsung melirik tajam kearahnya. Tapi dia? Santai saja menjulurkan lidahnya.

Kyuhyun mendesah, “Aku tidak tahu apa dosaku sampai aku terjebak dengan orang sepertimu.”

“Bukankah kau akan terjebak denganku selamanya?”

“Kau berharap?” balas Kyuhyun, “Itu hanya ada dalam mimpimu, bodoh!”

Seohyun hanya terkikik geli.

Seohyun masih terpaku menatap foto itu. Akankah waktu terulang? Selalu berada disaat terindah dalam hidup?

*****

“Kyu, tolong belikan telur serta beberapa bumbu dapur di supermarket biasa!”

Yang disuruh langsung mengajukan protes pada kakaknya, “Noona, aku baru pulang dari sekolah. Aku lelah.”

“Pergi membeli atau tidak akan ada jatah makan malam?”

Kyuhyun mendengus kesal. Kemudian dia kembali mengambil kunci mobil yang baru ditaruhnya di laci. Berjalan kearah garasi. Ketika telah mendudukan tubuhnya di jok mobil, Kyuhyun masih menggerutu.

Sesampainya di supermarket, Kyuhyun mengambil kereta dorong. Dimulai perburuannya mencari bahan kebutuhan memasak Ara. Setelah menimbang telur, dia beranjak menuju tempat tempat bumbu instan.

“Permisi, ada yang bisa saya bantu?”

Kyuhyun nampak kaget melihat tiba-tiba SPG menghampirinya.

“Ah, anda mencari bumbu penyedap? Lebih sedap merek ini daripada yang anda pegang, tuan. Bumbu ini..” SPG itu masih mengoceh semaunya. Berusaha membuat Kyuhyun terpengaruh.

Menyebalkan! Aku tidak tahu harus memilih yang mana. Biasanya yang memilih beginian kan..

Kyuhyun terpaku. Tiba-tiba dia teringat gadis yang sudah cukup lama tidak ditemui olehnya. Masih tertancap di ingatannya, saat dimana dia dan Seohyun bertengkar soal bumbu penyedap.

“Kenapa harus ayam?” protes Kyuhyun.

“Karena kita akan membuat kuah sup,”

“Tapi kan kuahnyanya bisa pakai penyedap yang rasa sapi,”

Seohyun membantah, “Memangnya kita mau membuat kuah bakso?”

Kemudian gadis itu memasukkan penyedap rasa ayam kedalam kereta dorong belanjaan.

“Ya! Kenapa dikeluarkan?” protes Seo, saat penyedap yang akan dibelinya dikeluarkan oleh Kyuhyun.

“Karena aku tidak suka kalau setiap hari perutku harus berurusan dengan ayam,”

“Tidak jelas! Kasus ditolak,”

Seohyun mengambil kembali penyedap itu. Lalu memasukkannya kedalam kereta dorong lagi.

Kyuhyun menyipitkan matanya, “Aku tidak yakin masakanmu nanti akan enak,”

“Kenapa?”

“Karena warna kemasan yang ayam itu kuning. Aku lebih suka yang sapi, warnanya merah cerah. Lebih enak dilihat,”

“Apa hubungannya warna kemasan sama rasa masakan, Cho Kyuhyun?!”

“Tuan?”

Kyuhyun tersadar, “Ah?”

Sepertinya SPG itu kesal padanya. Sudah menjelaskan sampai berbusa, ternyata tidak didengarkan oleh kustomernya. Wanita berseragam warna kuning itu pergi meninggalkan Kyuhyun. Mencari calon pembeli yang lain.

Cowok itu berjalan menuju kasir. Bergegas membayar agar dapat segera kembali belajar. Mengingat lusa sudah akan ujian nasional. Penjaga kasir itu mengatakan bahwa total belanjaan Kyuhyun itu sebanyak 68.300 won. Kyuhyun mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribuan dengan dua puluh ribu.

“Maaf tuan, ada tiga ratus won?”

Kyuhyun segera membuka resleting dompetnya bagian recehan. Matanya menatap sebuah kertas aneh berwarna merah tertempel disalah satu sisinya. Diambilnya kertas itu. Dibacanya tanpa suara tulisan disana.

Lompat dengan trampolin? Bukan ide buruk. Terima kasih kau selalu membuat perasaanku lebih baik! Kau benar-benar yang terbaik dalam hidupku, K.

Hatinya terhenyak. Matanya terbelalak membaca tulisan yang dia tahu dibuat oleh Seohyun. Dia tidak menyangka, Seohyun menganggapnya sebagai yang terbaik dalam hidupnya. Selama ini yang diketahuinya, baik Kyuhyun maupun Seohyun, keduanya selalu mengatakan ‘makan apa sih aku kemarin sampai harus dekat denganmu bertahun-tahun’ atau ‘pasti dosa yang kulakukan sangatlah besar sampai aku bisa terjebak denganmu’ untuk hubungan mereka. Dan ternyata? Semua itu hanya di mulut belaka.

“Permisi, tuan?”

“Ah? Oh iya, ini.”

Dalam perjalanan pulang, dia masih memikirkan kalimat yang ada di kertas itu. Hanya dengan sebuah ungkapan seperti itu, Kyuhyun merasa melayang. Benar kata Tiffany dulu, dia benar-benar bodoh. Tak sengaja, saat lampu merah, Kyuhyun melihat Tiffany dan Siwon jalan berduaan begitu mesra. Mereka saling merangkul. Bahkan Siwon memeluk pinggang Tiffany. Kyuhyun geram.

Dasar playboy!

Kyuhyun mengikuti mereka sampai ke sebuah restoran. Sepertinya mereka akan makan siang. Dia memilih untuk bersembunyi terlebih dahulu. Menunggu saat yang tepat untuk keluar. Beberapa saat, Tiffany beranjak dari tempat duduknya, mungkin ingin ke toilet. Segera Kyuhyun mendatangi Siwon.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Siwon tampak terkejut, “Hyung,”

“Jadi disaat tidak ada Seohyun, kau berduaan dengan Tiffany? Benar-benar keterlaluan,”

“Seohyun?”

“Apa? Kau ingin berkata apa? Harusnya dari dulu aku melarang Seo untuk berdekatan denganmu. Ternyata kau hanya iseng saja menembaknya dua minggu yang lalu, iya kan?”

Yang dituduh merasa bingung. Namun tak lama..

“HAHAHAHAHA!!”

Ganti Kyuhyun yang bingung, “Ya! Apa yang kau tertawakan?”

“Maksudmu, saat di ruang musik? God sake, jadi karena itu kau bertengkar dengan Seohyun? Sampai gadis itu tidak nafsu melakukan apapun?” Siwon masih tertawa pelan. Kemudian dia menceritakan kejadian yang sesungguhnya.

“Bantu aku, Seohyun-ssi!” pinta Siwon, dengan sungguh-sungguh.

“Mwo? Kenapa harus aku?”

“Karena aku percaya padamu,”

Seohyun bergidik, “Wow, aku tidak tahu harus tersanjung atau merinding mendengarnya.”

“Kenapa kau tidak merayunya seperti saat pertama kali kau merayuku di kelas?”

“Ini berbeda,” ujar Siwon dengan tegas.

“Ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada wanita. Aku ingin bisa menjadi pacarnya. Tapi kalau melihat keadaanku sekarang, sangat menyedihkan. Bahkan dia tidak pernah mempedulikan omonganku sama sekali. Apa kau tidak kasihan melihatku? Makanya bantulah temanmu ini, Seohyun-ssi!”

“Memangnya sejak kapan kau jadi temanku?”

Siwon langsung memasang wajah cemberut. Membuat perut Seohyun benar-benar terkocok. Percuma juga ya punya tampang aristokrat, kalau ekspresinya begini. Sama aja kayak dako-chan.

“Baiklah, aku akan membantumu!” ujar Seohyun.

“Jeongmal? Gomawo, Seohyun-ssi! Kau benar-benar baik!”

“Baru tahu? Dari dulu kemana saja,”

Wajah Siwon tampak ingin muntah. Seohyun tertawa saja.

Semenjak itu, Siwon mendadak menjadi supir antar-jemput Seo kemanapun. Yah itung-itung balas budilah. Seohyun juga membantu Siwon untuk pendekatan dengan Tiffany, gadis yang membuat Siwon mabuk kepayang. Hampir satu setengah bulan menjajaki ranah perkenalan, Siwon mulai memberanikan diri untuk mengajak jalan. Dan akhirnya, dua minggu yang lalu, cowok itu memutuskan untuk menembak Tiffany.

“Apa? Jadi teman berlatih menembakmu?”

“Iya, mudah kok. Kau berpura-puralah menjadi Tiffany. Nanti aku akan mencoba mengungkapkan perasaanku padamu,”

“Aish, kau benar-benar!”

Kyuhyun menghela napas panjang.

 *****

Masukan yaa buat aku😀 makasih banyak banyak banyak readersku sayaang :*:*:*

3 thoughts on “Puppy or True? part 5

  1. Oh gitu toh siwon-.- kirain… Bagus deh. Biar kyuhyun ga ngtv thinking terus. Daebak ffnya (y) bikin orang nyesek *tatapantajam*

  2. Oh jadi begitu toh,, kyuppa jadi salah paham gitu sama seoni sama wonppa,, ckck..
    Ayo seokyu baikan lagi dong,,

    bagian minstal kok aku nyesek yah??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s