Saltarcume part 1

Saltarcume

Romance & Sad | Characters : Tiffany Hwang, Choi Siwon, Kwon Yuri, Lee Donghae, Jessica Jung |

tak ada hal yang terindah dari melihatmu berputar dan.. mencintaiku

*****

 

“Gamsahamnikka, Miss Hwang!”

“Ne, besok harus lebih baik dari yang tadi ya, Haera-ssi,” pesan Tiffany. Gadis bernama Haera itu mengangguk kencang. Kemudian pamit karena supirnya sudah menjemput. Tiffany tersenyum hangat sambil melambaikan tangan kearah murid kesayangannya itu.

Setelah mobil Haera berjarak cukup jauh dari pandangannya, Tiffany pergi menuju mobilnya. Memasang safety belt, kemudian melajukan kendaraannya itu ke jalanan. Suasana malam tampak sedikit lebih sepi hari ini. Jalan-jalan yang biasa terjadi kemacetanpun juga terlihat lengang. Ini tentu membuat wanita muda itu berani mengemudikan mobilnya dengan kecepatan hampir 80 km/jam.

Mobil Audi TT berwarna putih berhenti di parkiran sebuah kantor pengacara didaerah Gwang-Ju. Tiffany turun dari dalam mobil, berlari masuk. Wajahnya menunjukkan rasa begitu tidak sabar untuk sesuatu. Entah apa itu.

Langkahnya terhenti didepan sebuah ruangan berpintu warna cokelat ebony. Dibukanya perlahan. Seperti dugaannya, pasti orang itu tidak sadar kalau dia datang. Dimajukannya beberapa langkah, ternyata yang didalam masih saja tidak peduli. Sibuk sendiri dengan tumpukkan kertas dihadapannya. Wanita itu tampak kesal. Bibirnya merengut. Dihentakkan dengan keras kakinya ke lantai.

“Appa! Kenapa tidak sadar sih aku disini?!”

Pria paruh baya itu tersentak. Kepalanya yang awalnya hanya tertunduk ke meja, didongakkannya kedepan. Melihat anak perempuannya menggenggam keras gagang pintu. Dengan wajah tertekuk dan bibir yang melengkung kebawah.

“Mianhae, appa tadi fokus dengan berkas-berkas ini. jadi tidak sadar kalau kau datang,” kilahnya. Tiffany tetap merengut, sambil mendudukkan dirinya di kursi depan meja kerja ayahnya. Pria itu kembali membaca dengan seksama dokumen-dokumen kliennya. Wanita itu paham, bahwa ayahnya memang seorang pekerja keras yang perfeksionis. Sangat jeli dalam membaca peluang setiap kasus yang ditanganinya. Ditambah lagi dengan statusnya sebagai lulusan hukum dari Columbia University.

Tiffany mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja milik seseorang bernama Hwang Sae-Jun. Semakin lama semakin keras. Berharap ayahnya terganggu dan menghentikan kerjaannya. Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhinya sama sekali.

“Appa!” pekiknya, mengambil paksa bolpoint yang tergenggam di tangan kanan ayahnya.

Pria terperangah. Wajahnya tampak menunjukkan keterkejutan. Sebenarnya, hal seperti ini bukan pertama kalinya dilakukan anaknya itu.

“Bukannya appa sudah janji begitu aku datang akan langsung pergi makan? Aku sudah datang. Ayo kita pergi!” cecar Tiffany. Sae Jun memandangi wajah anaknya yang merengut tidak karuan itu. Lalu tersenyum samar.

Betapa miripnya Tiffany dengan Stephanie, Sae Jun melepas kacamatanya. Menatap tingkah Tiffany yang memalingkan wajah darinya. Tiffany benar-benar mewarisi seluruh luar-dalam dari Stephanie. Tubuhnya, garis wajahnya, manjanya, hobi mengganggu Sae Jun saat sedang berkutat dengan pekerjaannya. Diantara semua itu, hanya rambut Tiffany yang berwarna hitam legam saja yang berasal dari dirinya. Selebihnya, semua milik Stephanie.

Melihat anak perempuannya itu tidak mau mengalah, Sae Jun menyerah. Dia membereskan semua dokumennya. Menaruhnya dipojok meja. Kemudian beranjak sambil memberikan lengannya pada Tiffany. Tentu langsung disambut senang oleh yang menerima.

“Kamu benar-benar mirip eomma, sayang,”

“Eomma selalu mengganggu appa saat sedang bekerja,” tambahnya.

“Berarti aku benar-benar anak eomma dan appa,” jawab Tiffany asal.

Sae Jun terkikik pelan.

*****

KLIK!

Sependar lampu putih menerangi kamar Tiffany. Dia melangkahkan kaki masuk. Melempar tasnya kearah meja belajar. Lalu membanting tubuhnya ke ranjang. Baru saja dia pulang dari makan malam bersama ayahnya.

Teringat pada wanita yang sudah mendatangkannya ke dunia itu, Tiffany beranjak dari kasur. Merogoh isi tasnya. Mengambil sebuah diary tua bersampulkan kain cokelat usang. Dibukanya halaman demi halaman, yang berisi curahan hati Stevie. Bagaimana rasanya saat pertama kali masuk Juilliard, betapa bahagianya dia saat bisa tampil menjadi penari latar Wiener Staatsoper, tentunya.. bagaimana pertama kali dia merasakan getaran aneh pada seorang pria keturunan Korea Selatan bernama Hwang Sae Jun.

Stephanie Smith, wanita cantik nan elegan keturunan Amerika. Wajahnya bulat dengan dagu lancip, rambutnya berwarna cokelat ebony. Tubuhnya begitu mempesona begitu pula dengan jenjang kakinya yang indah. Dan yang paling membuat Sae Jun tidak bisa melepaskan pandangannya dari wanita itu adalah mata biru lautnya yang begitu teduh.

Semua orang akan terpukau dengan keeksotisan seorang Stephanie ketika wanita itu sedang melakukan teknik grand pas de deux. Dia adalah seorang balerina lulusan Diploma Ballet Juilliard School di NYC, Amerika Serikat. Sae Jun juga tidak bisa memungkiri jika hatinya berdesir saat melihat wanita itu tampil di Wiener Staatsoper, Jerman.

Hati Tiffany teriris. Betapa sedihnya dia membaca setiap lembaran ini. Tulisan-tulisan yang sebenarnya sudah berulang kali dibacanya. Namun entah mengapa, hatinya masih sering nyeri jika mengingat tentang mimpi ibunya menjadi balerina di Broadway, yang takkan pernah terwujud.

Mimpi Stevie–panggilan akrab Stephanie – dari dulu adalah dapat tampil Broadway Theatre. Namun sayang, sebelum mimpinya terwujud, Stevie sudah memiliki anak dan ini merupakan suatu hal yang tabu bagi seorang balerina. Ditambah lagi, kecelakaan pesawat naas yang dialaminya saat akan mengikuti audisi di Metropolitan Opera Ballet School.

Meski sudah terlewatkan hampir 13 tahun, Tifanny masih benar-benar ingat bagaimana keadaan appanya sepeninggal Stevie. Sae Jun hanya hidup untuk kliennya. Setiap hari pulang malam. Matanya sendu dan jarang sekali tersenyum. Begitu hancur pria itu setelah meninggalnya Stevie. Untuk melupakan semua kejadian itu, Sae Jun memutuskan kembali ke Gwang-Ju, kampung halamannya. Dia ingin menguburkan semua kenangannya bersama Stevie di Amerika.

Tiffany masih menyimpan pilunya sendiri. Dalam hati dia selalu berkata, “Mianhae, eomma.. mimpimu tidak mampu terwujud olehku.”

*****

“Satu.. dua.. tiga.. empat..”

“AAH!” pekik Haera mengaduh. Gadis itu berusaha bangkit. Tapi rasanya badannya begitu lelah. Maka, dia memutuskan untuk membaringkan tubuhnya diatas lantai.

“Kenapa malah tidur? Ayo bangun!” suruh Tiffany.

“Miss Hwang, aku lelah. Lebih dari sepuluh kali aku berusaha untuk melakukan gerakan memutar itu. Tapi tidak pernah lebih dari empat putaran. Aku menyerah,”

“Katanya ingin bisa masuk SAB? Kalau fouettés saja tidak sampai sepuluh kali, mana bisa lulus tes masuknya?”

Haera mendesah, “Enak sekali jadi miss, bisa melakukan fouettés lebih dari tiga puluh dua kali. Dunia benar-benar tidak adil.”

Tiffany hanya tertawa hambar.

*****

Astaga! Aku telat!

Siwon berlari panik. Ditekannya tombol buka dari kunci mobilnya. Setelah memasang seatbelt, dilajukan kendaraannya itu dengan kecepatan cukup tinggi. Meeting hari ini lebih lama dari biasanya. Karena hari ini dia harus membahas bahan untuk diajukan presentasi besok. Tender dari Kwang Coorp. ini harus berhasil dimenangkannya untuk semakin melebarkan sayap perusahaan dibidang oil and gas.

Dan akibat dari usahanya yang begitu serius membuat materi presentasi adalah dia telat datang ke kencannya malam ini. Siwon hanya mampu berharap, semoga Yuri masih menunggunya di restoran tempat mereka janjian.

Jalanan terlihat lengang. Jelas keadaan ini dimanfaatkan Siwon untuk mengemudikan mobilnya sekencang yang dia bisa. Tangannya terulur untuk mengambil iPhonenya diatas dasbor. Dia men-slide tanda panah untuk membukanya. Terdapat 8 panggilan tak terjawab dan beberapa pesan entah siapa. Yang pasti Siwon yakini didalamnya pasti ada Yuri. entah apa yang dilakukannya, tiba-tiba pria itu berkata, “Mianhae, jagi~ tadi aku masih meeting. Tunggu sebentar ya!”

Dikliknya tanda kirim. Sepertinya Siwon ingin mengirimkan voice mail untuk Yuri. tak lama, iPhonenya berdering tanda satu pesan masuk. Yuri berkata, “Gwaenchana. Jangan terlalu lelah! Cepat datang ya jagi~”

Siwon tersenyum melihat foto Yuri yang menjadi wallpapernya. Selama ini Yuri memang begitu peduli dan perhatian dengannya. Wanita itu jarang sekali marah. Setiap ada masalah, pasti Yuri yang pertama kali mengalah. Mengajak damai. Jika Siwon sibuk dengan perusahaannya, pasti Yuri selalu memaklumi keterlambatan pria itu. Rasanya dia sungguh beruntung memiliki seorang wanita baik seperti Yuri.

Siwon mengunci kembali handphonenya. Dan..

BRAK!

*****

“Ukh,”

Tiffany mengerang pelan. Perlahan, dikerjapkannya matanya. Menarik napas panjang sejenak. Badannya seperti baru saja tertimpa beban berat.

“Anda sudah sadar, nona?”

Dia menoleh ke sebelah kirinya. Dilihatnya sesosok pria duduk disebelah ranjangnya. Wajahnya nampak menunjukkan kekhawatiran padanya. Tiffany berusaha untuk menegakkan tubuhnya.

“Ah,”

“Nona, anda jangan terlalu banyak bergerak dulu!” pria itu kembali mengembalikan posisi Tiffany. Tidur telentang.

“Kau..”

“Saya Choi Siwon, nona. Maafkan saya, gara-gara saya yang kurang berhati-hati, anda jadi tertabrak,” pria bernama Siwon itu membungkukkan badannya. Tiffany hanya membalasnya dengan tersenyum.

“Permisi, tuan Siwon?”

Suara dari pintu membuat keduanya menoleh. Tampak seorang dokter berdiri disana. Mengajak Siwon untuk berbicara. Dengan sopan, Siwon memohon izin untuk berbicara dengan dokter itu.

Choi Siwon? Seperti pangeran. Tiffany tersenyum samar.

*****

awalannya gini dulu deh. oya ganti poster yaa, soalnya saya masih galau mau menjadikannya sifany apa wonyul eheheh terima kasih sudah mau membaca dan ngomen :D

12 thoughts on “Saltarcume part 1

  1. Aku suka cerita sifany n haesica.
    Cerita.a seru. .trus jalan cerita.a jg bgus g’ ngebosenin.
    Ayo. . .cpetan d lnjutin chingu

  2. jgn sampe siwon oppa sama cewe laen selain fany eunni thor……………
    ANDWEEEEE………………
    lbih baek siwon oppa nggak usah punya psangan klo bukan fany eunni psngannya………..#egois bgt sich
    wkwkwk*_*

  3. Sebenernya udah pernah baca, tapi belum punya wordpress waktu itu. Jadi skrng bisa comment deh!^^ semangat slalu ya bikin ffnya. Lagi nunggu part 7 nya nih😦

  4. Bagus-bagus! Bikin penasaran!
    Pokoknya ENDnya harus Happy Ending and SiFany!! *maksa

    Hehhe..
    Langsung lanjur ke Part slanjutnya aja deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s