Aiónios part 1

Aiónios

Fantasy, Friendship & Romance | Characters : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Choi Siwon, Lee Donghae, Victoria Song, Tiffany Hwang |

I know everything of you, even without touching you

*****


“Wow, tinggi juga,” Donghae menendang batu kebawah jurang itu. Berselang beberapa detik, baru terdengar bunyi ‘tuk’ yang cukup pelan. Menandakan bahwa jurang ini memiliki kedalaman yang lumayan mengerikan.

“Sepertinya bagus untuk percobaan kekuatan baru kita,” ujar Siwon, ikut mendekati ujung jurang itu.

“Yeah, sounds good. Wanna try?”

Siwon memberikan kepalan tangannya pada Donghae. Yang dibalas dengan kepalan juga oleh Donghae. Pertanda mereka setuju untuk menguji cobakan kekuatan baru mereka. Kyuhyun yang mencium bau tidak beres diantara kedua sahabatnya itupun segera meninggalkan mobil.

“Guys, sepertinya kita tidak perlu melakukannya,”

Donghae menyeringai, “Kau takut, Cho?”

Kyuhyun berkacak pinggang, “Aku hanya tidak ingin kita menyalahgunakan kemampuan kita.”

“Hei, kita tidak melakukannya pada manusia. Ini hanya untuk kesenangan kita sendiri,” kata Donghae yang tersenyum penuh arti. Tangannya memukul pelan bahu Kyuhyun. Kemudian menghampiri Siwon. Mengajaknya mendekati bibir jurang. Mata keduanya mendadak berubah warna menjadi merah semua sesaat sambil berkata, “Sinecadit Male!”

“YAA!!” teriak Kyuhyun dari atas melihat dua sahabatnya menjatuhkan dirinya ke jurang. Matanya benar-benar menunjukkan rasa takut akan terjadi apa-apa pada sahabatnya itu. PUK!

Kyuhyun tercekat. Lalu menoleh kebelakang. Tampak Siwon dan Donghae tersenyum menyeringai melihat wajah panik Kyuhyun.

“Benar-benar menyenangkan,” komen Donghae dengan seringainya. Meremehkan hal yang ditakutkan Kyuhyun.

Siwon menyetujui perkataan Donghae, “Yo, man! Harusnya kau ikut mencobanya, Kyu.”

Kyuhyun benar-benar kesal, baik dengan Donghae maupun Siwon. Tidak seharusnya mereka mencoba-coba cari mati seperti tadi. Yah sekalipun dia tahu bahwa mereka baru saja mempelajari kekuatan baru. Tapi bukan berarti kekuatan itu patut untuk dicoba-coba.

“Sudahlah, ayo kita pulang! Atmosfer disini sepertinya akan membuat kalian melakukan hal yang lebih gila lagi dari ini,” Kyuhyun segera meninggalkan kedua sahabatnya itu menuju mobil BMW sport warna hitam miliknya.

Donghae dan Siwon tertawa sejenak melihat ekspresi Kyuhyun.

*****

Pernahkah kalian mendengar tentang keturunan Aiónios? Tidak ada yang tahu darimana keturunan Aiónios berasal. Bahkan kitab Katharotita sekalipun tidak memberikan penjelasan soal itu. Tapi yang pasti, Aiónios merupakan salah satu keturunan yang paling ditakuti di dunia.

Apa yang terjadi sekarang adalah hasil dari yang telah dilakukan orang-orang terdahulu. Mungkin kita perlu melihat sejarah yang terjadi tahun 1512 di Korea Selatan. Menyebarnya kaum Aiónios ternyata cukup meresahkan kalangan besar Korea Selatan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan sihir mereka yang tidak mampu ditembus oleh orang awam. Tentu ini sangat berbahaya bagi stabilitas negara. Terutama bagi kalangan bangsawan yang berkuasa. Para petinggi memutuskan untuk membunuh seluruh keturunan Aiónios yang ada di Korea Selatan.

Semakin lama pembunuhan bagi keturunan Aiónios semakin membabi buta. Banyak diantara mereka yang melarikan diri ke berbagai penjuru negara, bahkan dunia. Hingga akhirnya menyisakan tiga keluarga besar dari keturunan Aiónios. Dan mereka terbentuk dalam Perjanjian Keabadian. Yang membuat keturunan mereka abadi.. hingga sekarang.

*****

“APA YANG TELAH KALIAN PERBUAT INI BENAR-BENAR MEMALUKAN!”

BRAK!

Kyuhyun, Donghae, dan Siwon terkaget saat melihat Cho Jaesung, ayah Kyuhyun, menggebrak meja kerjanya. Kyuhyun tahu, ayahnya sedang marah besar terhadap apa yang dilakukan mereka kemarin.

“Kami minta maaf..”

“Maaf?” potong Jaesung cepat, “Jika maaf bisa membuat kalian tidak berbuat konyol seperti ini, kalian pasti sudah sehebat Zeus tahu!”

“Bukankah sudah kukatan berulang kali, pergunakan kekuatan kalian itu sebijak-bijaknya! Yang kalian lakukan justru bermain-main dengannya. Mengelabui polisi patroli dengan menerbangkan mobil? Kalian ingin kita melanggar perjanjian? Menghancurkan keturunan kita yang dikenal agung dikalangan atas?” tambahnya.

Kyuhyun hanya terdiam menyesal mendengar omelan ayahnya. Sementara Donghae dan Siwon? Mereka justru memasang wajah aku-tidak-peduli terhadap omongan tersebut. Kyuhyun benar-benar merutuki apa yang terjadi semalam. Seharusnya dia bisa mencegah perbuatan bodoh kedua sahabatnya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dia ikut-ikutan membantu teman-temannya mengelabui kejaran polisi dengan menjatuhkan mobilnya ke jurang. Kemudian kembali ke daratan dan membuat mulut polisi itu menganga.

Lelah berbicara hal yang tidak digubris oleh anak-anaknya, Jaesung memutuskan untuk mengeluarkan penat di otaknya. Berpikir sejenak dengan duduk di kursi kerjanya. Seperti berusaha untuk mengingat sesuatu. Kyuhyun, Siwon, dan Donghae juga masih berdiri didepan meja.

SRAK!

Tiba-tiba mata Jaesung berubah merah. Begitu pula dengan Kyuhyun, Siwon, juga Donghae. Keadaan hening beberapa saat sebelum kesadaran mereka kembali sedia kala. Jaesung membuka matanya sambil berkata, “Kalian mengerti?”

*****

“ASTAGA! ITU TRIO B-BOYS!!”

“AAAAAAHHH!!!”

Sesuai prediksi, kedatangan tiga cowok keren itu berhasil membuat seluruh isi sekolah baru mereka gempar. Sejak beberapa hari yang lalu, tersiar rumor bahwa akan ada tiga murid pindahan ke sekolah ini. Semua orang tentu bertanya-tanya seperti apa kira-kira murid baru itu. Dan hasilnya benar-benar membuat semua perempuan di sekolah itu mabuk kepayang!

Tiga mobil BMW sport tipe sama dengan warna berbeda-beda belok tanpa mengerem dan langsung memarkirkan mobil mereka. Donghae keluar dari mobil berwarna putih, Siwon yang berwarna merah, dan Kyuhyun yang berada ditengah keluar dari mobil berwarna hitam. Ketiganya jalan dengan gaya yang so hot, diiringi dengan gadis-gadis yang terpesona pada mereka.

“Masuk!”

Donghae yang pertama masuk ke ruang kelas. Diikuti Siwon dibelakangnya. Baru yang terakhir Kyuhyun. Dan saat itu pula, seluruh isi kelas yang awalnya tenang berubah menjadi heboh tidak karuan. Prof. Kim mengenalkan ketiganya untuk murid kelas A tahun kedua. Donghae mengeluarkan seringai berkharisma miliknya–yang selama ini selalu menjadi andalannya–berkebalikan dengan Siwon yang mengeluarkan senyum manis berlesung pipi. Sementara Kyuhyun, hanya diam dingin tanpa ekspresi. Namun herannya bisa membuat para murid perempuan didalam meleleh.

“Kalian bisa duduk dimanapun yang kalian suka,” ujar Prof. Kim sambil mempersilahkan ketiganya duduk.

Baik Donghae, Siwon, maupun Kyuhyun memilih tempat duduk dalam satu baris yang sama. Dan bangku Kyuhyun berada persis dibelakang seorang gadis yang sedari tadi hanya menatap kearah jendela. Kyuhyun masih memperhatikan perempuan yang duduk didepannya itu. Selama pelajaran, gadis itu tidak pernah sama sekali memperhatikan omongan guru. Hanya menatap ke jendela. Yang kadang dipenuhi sesak oleh anak laki-laki yang bermain di lapangan, yang kadang juga sepi tak penghuni tanpa seorangpun lewat.

“Berhenti melihatku seperti itu! Bahu kiriku sudah kaku kesemutan karenanya,” ujar perempuan itu, membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Saat akan menyentuh pundaknya, tiba-tiba gadis itu mengangkat tangannya sambil berkata, “Saya akan mengerjakan nomor satu, Prof. Uhm!”

Membuat Kyuhyun menarik kembali tangannya yang terjulur.

*****

“Seohyun-ah!” panggil seseorang. Tanpa perlu menoleh, gadis itu tahu siapa yang baru saja memanggilnya. Sesosok murid perempuan dengan rambut hitam terurai indah dengan poni lurus yang menutupi dahinya, sedang berdiri disebelah bangkunya.

“Sedang apa?”

“Apa itu pertanyaan yang membutuhkan jawaban?”

Tiffany mendengus kesal, “Jangan merusak suasana! Aku sedang berusaha membuat percakapan denganmu.”

Seohyun hanya memutar bola matanya. Tiba-tiba Tiffany mengambil kursi yang entah milik siapa. Dan duduk persis disebelah Seohyun.

“Hei, apa kau sadar kalau kau sedang diperhatikan?” bisik Tiffany.

“Aku tidak peduli,”

“Ya! Mereka itu keren. Kenapa kau begitu cuek?”

“Tidak ada urusannya denganku mereka keren atau tidak,”

Selalu seperti ini. Tiffany hanya menggeleng keheranan. Sejak awal dia mengenal Seohyun, gadis itu tidak pernah sekalipun mempedulikan lingkungan sekitarnya. Tidak berusaha untuk bersosialisasi dengan teman sekelasnya.

Disaat semua gadis mengejar ketenaran dan popularitas di sekolah, Seohyun justru memasang headset, mengacungkan hoodienya, dan memasukkan tangannya kedalam saku jaketnya. Seolah tidak ingin tersentuh oleh siapapun. Tapi untuk soal tersentuh, Tiffany memang tahu alasannya.

“Mau menemaniku ke kelas? Aku hanya ingin memakan makan siangku denganmu,”

Seohyun nampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya berkata, “Sepertinya itu bisa membuatku terhindar dari tatapan mengerikan dibelakang. Ayo!”

*****

“Kyuhyun?”

“Hah?”

Donghae menyodok bola berwarna merah, memasukkannya kedalam lubang paling ujung kanan di meja billiar. Lalu menatap Kyuhyun dengan wajah kesal.

“Kau tidak memperhatikan omonganku? Percuma aku bicara sampai berbusa padamu,”

Siwon terkekeh.

Kenapa aku terus memikirkan gadis itu?

PATS!

Satu bola hitam dimasukkan oleh Kyuhyun. Kemudian cowok itu mundur selangkah. Memberi kesempatan pada Siwon untuk memainkan gilirannya. Matanya menyapu kesekeliling bar. Tempat ini memang biasa dijadikan sebagai tongkrongan bagi murid-murid SMA dan mahasiswa-mahasiswa. Selain minumannya murah, Jock’s Bar juga termasuk salah satu bar elite di mata kaum hawa. Hitung-hitung menambah rasa keren bagi yang laki-laki.

“Bagaimana pendapatmu soal tugas dari ayahmu kemarin.. Ah sial!” tanya Donghae, sekaligus mengumpat karena bola putihnya meleset.

Kyuhyun mengacungkan tongkatnya. Matanya terpejam satu. Fokus membidik. And nice shoot!

“Aku masih belum punya pendapat apapun soal itu,”

“Apa benar yang kita lakukan kemarin bisa menghancurkan perjanjian? Bukankah kita tidak merugikan siapapun?” tanya Siwon, sambil mendorong stiknya.

“Entahlah, tapi kurasa memang ada sesuatu buruk yang akan terjadi,” ujar Kyuhyun.

Mata Donghae menyipit, “Kau ‘melihat’ sesuatu?”

“Belum,” Kyuhyun menggeleng, “Tapi instingku mengatakan seperti itu. Mungkin sebentar lagi aku akan mendapatkannya.”

Siwon berkomentar, “Aku benar-benar penasaran. Kira-kira gadis itu akan berwujud seperti apa.”

“Yang pasti dia manusia biasa, menurutku,” kata Donghae, yang masih mencari sudut yang pas.

“Kita akan melihatnya nanti,” balas Kyuhyun.

*****

Kyuhyun masih tidak bisa melepaskan perhatian terhadap gadis pendiam yang diketahuinya bernama Seohyun beberapa hari yang lalu. Semalam dia berusaha mencari tahu gadis itu lewat internet. Tapi bodohnya dia adalah pemilik nama Seohyun tidak hanya satu di dunia ini. Alhasil, dia tidak menemukan apapun dari sana.

Seohyun terbilang cukup aneh. Pendiam, pintar, dan hanya punya satu teman bernama Tiffany. Sepintar-pintarnya seseorang, tidak mungkin sependiam gadis ini. Selain itu, dandanan Seohyun datang ke sekolah juga agak tidak biasa. Dia selalu melapisi seragam yang dikenakannya dengan hoodie. Padahal menggunakan kemeja dan jas almamater saja sudah membuatnya gerah. Selain itu, Seohyun juga selalu menyumpal telinganya dengan headset. Baru akan dilepasnya semua atribut itu saat guru datang.

Oh ya, satu lagi kebiasaan Seohyun yang sangat aneh. Dia selalu menggunakan sarung tangan kemanapun dia pergi. Sarung tangan itu tidak pernah dilepas olehnya, bahkan saat pelajaran. Kalau sedang pakai hoodie, tangannya juga akan dimasukkan kedalam sakunya. Aneh bukan? Gadis itu bersikap seolah untouchable oleh siapapun.

“Berdiri!”

Kyuhyun kembali ke dunia, saat melihat semua orang berdiri. Seohyun sudah melepaskan hoodie dan headsetnya. Gadis itu menoleh kebelakang untuk mengambil buku. Kyuhyun masih memperhatikan tingkah gadis itu. Membuat yang diperhatikan itupun mengangkat kepalanya.

“Apa yang sedang kau perhatikan?”

“Ah?”

Seohyun tidak membalas. Segera mengembalikan posisi duduknya menghadap kedepan. Ketika Prof. Im sedang menuliskan catatan di papan, gadis itu mulai menatap kearah jendela. Entah apa yang diperhatikan olehnya, pikir Kyuhyun.

*****

Ya Tuhan, semoga sempat..

Seohyun berlari sepanjang koridor. Dia baru sadar, sekarang sudah jam empat lebih lima puluh lima menit. Sementara perpustakaan akan tutup pukul lima sore. Ruang kelasnya berada di lantai tiga gedung lama yang berjarak memiliki jarak lima ratus meter ke perpustakaan yang ada di lantai paling atas gedung baru. Jika tidak mengembalikan hari ini, dia akan dikenakan denda dan ini akan mengurangi jatah uang jajannya.

Gadis itu masih berlari. Kini dia sudah sampai di teras gedung baru. Berbelok dia kekiri tanpa melihat ada seseorang yang juga terburu-buru.

BRAK!

“Aw!” Seohyun mengaduh. Tubuhnya mendarat–sepertinya–di badan seseorang, entah siapa. Matanya menatap kedepan. Ingin melihat siapa yang tabrak olehnya.

Matanya terbelalak, “Kau..”

Seohyun segera menjauh dari Kyuhyun, orang yang ditabraknya. Napasnya yang masih tersengal-sengalpun tidak dipedulikan olehnya. Mengambil buku-buku miliknya yang berserakan, kemudian berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih jatuh terduduk disana.

Kenapa aku tidak merasakan apapun padanya?

Seohyun menatap nanar telapak tangannya yang bersentuhan dengan telapak tangan Kyuhyun tadi.

*****

Kyuhyun masih tetap diposisinya semula. Jatuh terduduk tanpa berusaha membangun tubuhnya. Napasnya tercekat. Dadanya naik turun begitu kencang. Wajahnya masih belum mampu menyembunyikan rasa kagetnya tadi. Tiba-tiba saja, ketika dia sedang berlari untuk mengejar kebodohannya (meninggalkan handphone dan dompetnya di kelas), tubuhnya menabrak sesuatu entah apa. Tapi, ada tangan hangat yang menyentuh telapak tangannya.

And WOW!

Dia tidak merasakan apapun.

Matanya menatap seseorang yang sedang menimpa tubuhnya saat ini. Dan siapa yang dia dapatkan? Gadis yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini. Seohyun.

Gadis itu tiba-tiba menjauh dari tubuhnya. Tanpa meminta maaf terlebih dahulu, Seohyun pergi meninggalkannya entah kemana. Bukan itu inti pentingnya. Karena yang membuatnya heran adalah dia tidak merasakan apapun! Kepalanya terasa kosong saat bersentuhan dengan Seohyun. Rasanya begitu tenang dan hening. Bukankah itu bagus?

Tidak! Ini tidak bagus sama sekali. Sebagai anak dari keturunan tertua Aiónios, Kyuhyun memiliki kelebihan khusus dibanding Siwon dan Donghae. Yaitu kemampuan membaca masa lalu, masa kini, dan masa depan, serta kemampuan membaca pikiran orang lain. Dia bisa melakukan ini hanya dengan menyentuh bahkan sedikit saja bagian tubuh–dalam hal ini kulit–seseorang.

Yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Dia tidak merasakan apapun dari Seohyun. Kyuhyun menoleh kebelakang. Kearah Seohyun tadi berlari.

Siapa Seohyun sebenarnya?

*****

2 thoughts on “Aiónios part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s