Aiónios part 2

Aiónios

Fantasy, Friendship & Romance | Characters : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Choi Siwon, Lee Donghae, Victoria Song, Tiffany Hwang |

I know everything of you, even without touching you

*****

“APA?!”

Kyuhyun mengangguk, “Yeah, so weird, isn’t it?”

Siwon tidak menjawab apapun. Suasana telepon hening sesaat. Kelihatannya cerita yang baru saja dilontarkan Kyuhyun cukup mengguncang keduanya, baik Siwon maupun Kyuhyun sendiri. Mereka terdiam, sebelum akhirnya Siwon mengatakan, “Mungkin kita bicarakan ini di Jock’s saja.”

“Ya, lebih nyaman sepertinya. Jangan lupa hubungi Donghae! Aku belum memberitahunya sama sekali soal ini,” ujar Kyuhyun.

“Okay then,”

KLIK!

Sambungan telepon pun terputus seiring dengan mobil Kyuhyun yang berada didepan pagar rumahnya. Setelah Pak Jang membukakan pintunya, segera diparkirkannya mobil BMW sport hitam miliknya. Kemudian berjalan menuju ruang tamu, kearah kamarnya.

Kyuhyun tidak langsung menuju kamar mandi untuk bersiap. Melainkan termenung diatas ranjangnya. Pikirannya benar-benar dipenuhi dengan Seohyun. Otaknya seakan terus memutarkan kejadian dimana dia bertabrakan dengan gadis berambut coklat kayu jati itu. Rasa penasaran benar-benar memenuhi dirinya. Siapa Seohyun? Ada apa dengan Seohyun? Apa yang membuatnya selalu memperhatikan gadis itu? Dan yang paling penting, mengapa dia tidak mampu membaca pikiran gadis itu sama sekali?

TING!TING!

From : Donghae

Man, I know you have been crazy thinking about that girl. Just get  your shower now, lupakan sejenak apa yang ada dipikiranmu! Kita bertemu di Jock’s pukul 7.

Ada benarnya juga, Kyuhyun melempar iPhonenya ketengah kasur. Kemudian melepas baju seragamnya. Begitu pula dengan kaos dalamnya. Dia bangkit dari tempat duduknya menuju kamar mandi. Sebaiknya dia menenangkan pikirannya terlebih dahulu sekarang.

*****

“Mau kemana kau, Kyu?”

Kyuhyun kaget. Melihat ayahnya sudah duduk di sofa ruang keluarga, dengan surat kabar menutupi wajahnya. Dia tidak menyangka ayahnya sudah ada di rumah jam segini. Biasanya Jaesung baru pulang diatas pukul delapan malam. Dimana Kyuhyun dipastikan belum berada di rumah. Sekarang baru jam enam sore.

Cowok itu menenteng jaket kulit hitamnya, sambil berkata, “Jock’s. Siwon dan Donghae menungguku disana.”

Jaesung menutup surat kebarnya. Matanya ditujukan kearah laki-laki yang berdiri dekat televisi. Menatap anak satu-satunya itu dengan tatapan sinis. Kyuhyun yakin, habis ini pasti akan ada ‘siraman rohani’ dari ayahnya.

“Masih saja bermain-main dengan hidupmu,” Jaesung tertawa rendah, “Kapan kau akan sadar bahwa kau pewaris keturunan tertinggi Aiónios, Kyu? Apa kau pikir menjadi penghubung antara kalangan kita dengan manusia itu semudah membalikkan telapak tangan?”

“I’m trying,” jawab Kyuhyun seadanya.

Tawa sinis kembali hadir dari bibir Jaesung, “Berusahalah selagi kau bisa. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan tugas yang kuberikan pada kalian beberapa waktu yang lalu?”

“Kami sedang mencari tahu tentang itu, appa,”

Kini tatapan Jaesung kembali serius. Membuat Kyuhyun tidak mampu mengalihkan perhatiannya kemanapun, saking tajamnya. Telunjuknya teracung kearah Kyuhyun, “Tugas itu harus benar-benar kau selesaikan sebulan sebelum ulang tahunmu ke 18. Jika tidak, maka kupastikan nasib perjanjian kita menjadi taruhannya dan kalau sudah begitu, aku takkan membantumu sama sekali. Camkan baik-baik!”

Kyuhyun menghela napas panjang, sebelum berkata, “Arraso. Aku pergi dulu.” Kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu depan.

*****

“Holy sh*t, awas kau, Choi!”

Dari teriakan itu, Kyuhyun berani menjamin Siwon dan Donghae sedang bermain soccer table ditengah sana. Dia berjalan santai, menuju kedua sahabatnya yang sedang serius bertarung itu. Percayalah, jika salah satu diantara mereka sudah ada yang mengumpat, siapapun akan terkena tatapan merah keduanya jika mengganggu. Baik Siwon maupun Donghae akan berusaha mengalahkan satu sama lain.

Siwon memutar tuas sekencang-kencangnya dan.. “Good! Kau mati, Hae!”

“Argh!” umpat Donghae, sambil mengacak-acak rambutnya. Meratapi kekalahannya yang kesekian kali melawan Siwon. Kyuhyun mendekati Siwon dan Donghae.

“Yo man!” Siwon bersalaman dengan Kyuhyun ala anak muda. Begitu pula dengan Donghae.

“Wanna join? Atau kita langsung ke inti?”

Kyuhyun melepaskan jaket kulit hitamnya. Menyisakan kaos tanpa lengan putih di tubuhnya yang tidak kalah ‘waw’ dibanding Siwon. Menaruhnya diatas meja milik Siwon.

“Kalian teruskan saja dulu. Aku ingin memesan sesuatu,” kata Kyuhyun sambil menepuk pundak Siwon. Lalu pergi mendekati bar yang menjual snack dan soft drink. Sementara Siwon dan Donghae meneruskan duel mereka.

“Annyeonghaseyo, Kyuhyun-ssi,” sapa seorang gadis, yang dibalas dengan anggukan oleh Kyuhyun.

“Annyeonghaseyo, Kyuhyun-ssi,” kalimat ini beberapa kali terulang dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Kyuhyun. Dilihat dari banyaknya perempuan yang menyapa, dapat dipastikan bahwa Kyuhyun cukup terkenal di Jock’s. Selain karena wajahnya yang menawan, gayanya yang khas, dan sikapnya yang cenderung dingin menjadi salah satu daya pikatnya bagi wanita. Berbeda dari Siwon dan Donghae yang lebih playboy dan ramah, terutama Donghae.

“Yo, Kyu,”

“Hey, Kangin!” sapa Kyuhyun pada pelayan bar ini. Sudah dijelaskan bukan kalau Kyuhyun itu terkenal?

“Pesanan biasanya?”

Kyuhyun mengendikkan bahunya, “Seperti yang kau tahu.”

Kangin memberi tanda untuk menunggu sejenak pada Kyuhyun. Tak lama, pelayan itu datang dengan nampan untuk Kyuhyun, “3 french fries, 3 coke. Kau mau Champagne? Atau Vineyards?”

“Aku sedang tidak ingin minum anggur. Anyway, thanks untuk snacknya,” ujar Kyuhyun, sambil membawa nampannya menuju meja Siwon. Tampak kedua temannya itu telah menyelesaikan pertarungannya dengan kemenangan yang pasti dimiliki Siwon. Kalau soal table soccer, jangan pernah berharap mampu mengalahkan Siwon. Pria itu memang dilahirkan dengan keahlian kecepatan dari keluarganya.

Siwon langsung mencomot beberapa kentang goreng saat Kyuhyun datang. Donghae? Sepertinya dia lebih memilih mengambil soft drinknya. Kyuhyun mendudukkan dirinya disebelah Donghae. Tampaknya dia ingin segera membahas masalahnya.

“Kau yang mulai, Kyu,”

Kyuhyun menganggukkan kepala. Lalu, memajukan dirinya dari tempat duduk, “Kalian tahu Seohyun kan?”

“Yang di kelas duduk didepanmu?”

“Kau benar,” jawab Kyuhyun, “Dari awal kita masuk ke kelas itu, aku sudah memperhatikannya. Tingkahnya agak aneh.”

“Ya, dia pendiam, dingin, dan hanya berteman dengan gadis berambut hitam panjang itu,” kata Siwon mengiyakan.

“FYI, her name is Tiffany,” kata Kyuhyun, “Bukan hanya itu saja keanehannya. Seohyun juga selalu memakai headset jika tidak sedang pelajaran, lalu menutup kepalanya dengan hoodie. Tangannya juga selalu memakai sarung tangan, dan dimasukkan kedalam saku.”

Donghae mengerutkan dahinya, “Seaneh itu?”

“Kalian tidak memperhatikannya?”

“Tidak sedetail dirimu,” balas Siwon.

“Kalau kupikir-pikir, memang dia sangat aneh,” kata Donghae, “Kalau dia selalu memakai headset, hoodie, sarung tangan, dia benar-benar menutupi seluruh tubuhnya. Lebih tepatnya alat sentuhnya. Artinya dia tidak mau disentuh orang lain bukan?”

“Hmm.. kurang lebihnya seperti itu,”

“Masalahnya sekarang kenapa dia tidak mau disentuh?”

“Mungkin dia punya penyakit menular,” celetuk Siwon. Yang disambut dengan tatapan diam-atau-mati oleh Kyuhyun dan Donghae. Siwon segera mengangkat tangannya, mengunci mulutnya. Daripada mati sungguhan.

Suasana agak sedikit menegang sekarang. Ketiganya sama-sama berpikir kemungkinan yang masuk akal tentang Seohyun. Keanehan-keanehan yang dilakukan Seohyun. Tidak mungkin gadis itu melakukan semua itu tanpa alasan yang jelas. Mengingat Seohyun merupakan peraih nilai tertinggi di sekolahnya yang tak terkalahkan, sebelum mereka datang.

“Kyu,” panggil Donghae.

“Uhm?”

“Mungkinkah jika dia..” Donghae menghentikan sejenak kalimatnya, “Ummella?”

“APA?!”

*****

“Mereka benar-benar keren ya?”

“Aku sudah bosan mendengar kalimatmu itu,” jawab Seohyun santai.

Tiffany mendesah, “Kau ini benar-benar tidak mengerti seninya bad boy ya,”

“Aku tidak peduli,”

“Dan aku juga sudah bosan mendengar kalimatmu itu,”

“Sebenarnya tak perlu kau dengarkan juga,”

“Seo Joohyun!” pekik Tiffany kesal. Seohyun hanya membelalakan matanya, seakan bertanya ‘ada masalah? Bukan urusanku’. Akhirnya Tiffany hanya diam sambil memperhatikan Kyuhyun dkk bermain basket di lapangan. Sementara Seohyun hanya bergidik malas melihatnya.

Mereka tidak lihat ini masih pagi? Apa rasanya kalau pagi-pagi sudah bau keringat?

TENG! TENG! TENG!

Bel masuk jam pertama telah berbunyi. Semua mulai memasuki kelas masing-masing. Tiffany juga sudah ngeloyor kembali ke kelasnya. Saat Seohyun melepas hoodienya, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Kyuhyun. Dia menyadari, bahwa cowok itu memperhatikannya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya. Membuatnya teringat kejadian kemarin sore. Padahal dia sudah berusaha untuk tidak mengindahkannya.

“Good morning, class!”

“Good morning Miss Kim!”

Miss Kim mulai menerangkan tentang materi baru pelajaran bahasa Inggris. Dan seperti biasanya, Seohyun akan mengalihkan pandangannya ke jendela sebelah kirinya. Dimana dia dapat memandang segala hal yang tidak mungkin ditemukannya jika dia fokus memperhatikan pelajaran sekolah.

Namun kali ini, ada rasa tidak nyaman menyergap. Dia merasa ada orang-orang yang memperhatikannya. Tatapan mereka cukup mengganggu ketenangannya. Membuat gadis itu menoleh kebelakang. And see? Donghae pura-pura mengalihkan pandangannya ke atap, sementara Siwon menundukkan kepalanya sok-sok melihat handphonenya. Hanya Kyuhyun yang masih bertahan menatapnya. Berharap dapat membuat Kyuhyun jera, Seohyun akhirnya balik menatap cowok itu. Saling mencari tahu apa mau lawan lewat tatapan matanya. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Tatapan mereka seperti musuh bebuyutan yang sedang merencanakan sesuatu.

“Seohyun-ssi?”

“Ah?”

“Please read Preamble of The Universal Declaration of The Human Rights!”

*****

Kyuhyun menghela napas panjang. Dia harus berterima kasih pada Miss Kim, yang membuatnya terbebas dari kebekuan yang dibuat oleh tatapan dingin Seohyun. Jujur saja memang sejak tadi dia terus memperhatikan gerak-gerik Seohyun, bersama Siwon dan Donghae. Ternyata gadis itu cukup peka. Dan sialnya Kyuhyun belum sempat menghindar, Seohyun sudah membekukannya terlebih dahulu.

“Whereas recognition of the inherent dignity and of the equal and inalienable rights of all members of the human family is the foundation of freedom, justice and peace in the world. Whereas disregard and contempt for human rights…”

Gadis itu masih terus membaca dan membuat seisi kelas terkagum. Pengucapannya sangat jelas dengan aksen british-nya. Seohyun benar-benar menunjukkan seakan-akan dia memang murid paling pandai dan hebat. Itu sih menurut Kyuhyun.

Sombong sekali gayanya.

“Kyuhyun?”

Sial! umpat Kyuhyun dalam hati. Dia segera membuka buku cetaknya yang masih tertutup. Kemudian melanjutkan bacaan yang tadi dibaca Seohyun, “Whereas it is essential, if man is not to be compelled to have recourse, as a last resort, to rebellion against tyranny and oppression, that human rights should be protected by the rule of law, Whereas it is essential to promote the development of friendly relations between nations, Whereas the peoples of the United Nations…”

Semua orang tercengang mendengar Kyuhyun membaca teks tersebut. Untuk pertama kalinya, ada orang selain Seohyun yang mampu berbahasa Inggris tidak seperti layaknya orang Korea. Tentunya para gadis di kelas langsung sibuk membicarakan Kyuhyun. Sementara Seohyun? Dia lebih memilih untuk tidak mempedulikan keramaian kelas. Walaupun sebenarnya perasaannya terusik.

*****

“Aku tahu kau mengikutiku,” seru Seohyun tiba-tiba. Langkahnya dihentikan dan tubuhnya dibalikkan kebelakang. Menghadap ke pertigaan. Tangannya terlipat didepan dada, seperti menunggu sesuatu.

“Kau benar-benar tidak mau keluar? Atau harus aku yang mendatangimu.. Choi Siwon?”

“Wow! Hebat juga kau bisa mengetahui bahwa aku mengikutimu. Padahal biasanya, tidak akan ada orang yang sadar jika aku mengikutinya,” Siwon keluar dari ujung jalan. Tangannya dimasukkan kedalam saku celana sekolahnya. Berjalan dengan dada membusung, mendekati Seohyun.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Seohyun tanpa basa-basi.

“Santai saja, aku tidak bermaksud mengganggumu..”

“Tapi aku merasa terganggu. Pergilah!” usir Seohyun kasar.

Siwon masih berjalan mendekati Seohyun. Gadis itu tidak bergeming sama sekali dari tempatnya. Membangkitkan rasa penasaran Siwon. Sampai akhirnya jarak mereka hanya terpaut sepuluh senti. Dan Siwon masih tidak melihat guratan gelisah atau khawatir dari Seohyun. Pembawaan gadis ini terlalu tenang.

“Cepat katakan apa yang kau inginkan? Aku tidak suka dipelototin seharian seperti tadi,”

Siwon mau menyentuh pundak Seohyun, namun gadis itu sudah melangkah antisipasi, “Jangan menyentuhku! Kau bukan siapa-siapaku.”

Membuat cowok itu tersenyum sinis. Gadis ini terlalu sulit untuk didekati.

“Aku hanya ingin tahu, apa kau tahu tentang Aiónios?” tanya Siwon yang tanpa basa-basi.

“Aku tidak tahu,” jawab Seohyun cepat, “Dan aku tidak ingin tahu,”

“Pulanglah! Aku tidak mau kau mengikuti lagi!”

Seohyun melangkah menjauhi Siwon. Terserah apa yang mau diteriakkan cowok itu. Seohyun tetap tidak menoleh sama sekali.

Aiónios? Apa itu?

*****

Kyuhyun terduduk kelelahan di ruang perpustakaan rumahnya. Sedari tadi, dia terus mencari sebuah tentang sejarah manusia, yang didalamnya berisi jenis-jenis manusia. Sejujurnya, sangat sulit mencari satu buku jika rak yang kau miliki sama seperti perpustakaan kota.

Tak sengaja dia menoleh ke kanan kursi. Buku bersampul kulit berwarna hijau lumut. Dibacanya judul ‘Ganaera Humani’ dari buku itu. Kyuhyun menepuk dahinya. Ternyata buku itu ada disini.

Segera diambilnya buku tersebut. Ditaruhnya diatas meja. Membuka halaman demi halaman buku tua dalam sejarah Aiónios. Buku ini berisi tentang manusia. Segala hal mengenai manusia. Peradabannya hingga jenis-jenis manusia dalam pandangan Aiónios.

“Ummella.. ummella.. um-ah!”

Kyuhyun mulai fokus mencari tahu. Apakah Ummella sebenarnya? Berasal dari mana Ummella itu? Apakah keistimewaan dari Ummella? Dibacanya setiap paragraf dengan benar-benar dipahami. Dicatatnya ulang setiap kata-kata penting dari tulisan itu. Setelaten mungkin Kyuhyun mempelajari tentang Ummella.

APA? Semua catatannya ini membuat Kyuhyun terbelalak.

Mungkinkah..

*****

“Aku yakin dua-duanya pink,” Donghae menaruh sejumlah won. Memasang taruhannya.

“I’m sure they wear white,” Ganti Siwon yang menurunkan taruhannya. Donghae tersenyum mengejek. Matanya terpejam, dengan cepat berganti merah dan berkata, “Aperiro!”

WOSH!

“AAAH!!” pekik kedua gadis yang berdiri dekat meja billiard ujung. Baru saja Donghae membuat angin untuk membuka rok dua gadis itu. Dan ternyata, mereka menggunakan merah dan putih. Donghae dan Siwon sama-sama meninju meja mereka dengan kesal.

“Berarti uang ini milikku,” ujar Kyuhyun yang baru saja datang. Mengambil uang Siwon dan Donghae yang dipasang untuk taruhan itu. Incase, sebenarnya Kyuhyun memang tidak pernah ikut main taruhan sejak dulu. Kyuhyun sangat anti bermain-main dengan api seperti itu. Herannya, sejak dulu pula, setiap diantara Donghae dan Siwon tidak ada yang benar, maka uang itu akan menjadi milik Kyuhyun. Silly, right?

Kyuhyun mendudukkan tubuhnya. Diikuti dengan Siwon dan Donghae. Kalau posisi sudah seperti ini dapat dipastikan akan ada pembicaraan serius diantara ketiganya. Kyuhyun mencoba menggali informasi yang didapatkan oleh Siwon, karena tadi sahabatnya itu mengatakan bahwa dia ingin mencari tahu tentang Seohyun.

“Kau mendapatkan sesuatu darinya?”

Siwon menggeleng, “Kau tidak tahu seberapa sulitnya dia untuk didekati,”

“Sungguh?”

“Tadi aku sempat bertatap-tatapan dengannya. Dan itu pertama kalinya aku merasa kau benar, Kyu,”

“Soal?”

“Tatapannya sangat dingin, mampu membuatmu beku. Dia juga tidak mau disentuh, sedikitpun,” ujar Siwon, sambil meneguk coke-nya.

“Selain itu, jika kau menguntitnya dengan jarak kurang dari 500 meter, dapat dipastikan gadis itu dapat mengendusmu,”

“Kau pikir Seohyun anjing?” celetuk Donghae.

Siwon terkikik. Semetara Kyuhyun termenung. Dia mengubah gaya duduknya. Kedua sikunya menumpu di paha. Tangannya saling tertaut, menempel persis dibawah hidungnya, menutupi mulut. Wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu. Matanya tiba-tiba terpejam.

“Kau ‘melihat’ sesuatu, Kyu?” tanya Donghae.

“Ani,” Kyuhyun menggeleng, “Aku hanya sedang berpikir bagaimana cara mendekati gadis itu,”

“Apa kau berpikir dia Ummella?” tanya Donghae, seakan mampu membaca pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun memasang ekspresi ragu, “Aku hanya memikirkan kemungkinan terbaik, jika dia memang Ummella. Tapi aku harus memastikannya terlebih dahulu,”

Donghae dan Siwon saling bertatapan. Lalu sama-sama mengangkat bahu, tidak tahu. Seohyun terlalu misterius. Terlalu aneh. Terlalu tertutup. Semua serba terlalu. Dan ini sangat mengganggu pikiran Kyuhyun.

“Sebenarnya,” Donghae mengeluarkan suaranya, “Aku punya ide,”

Mata Kyuhyun mendadak menyipit.

“Tapi aku tidak tahu ini ide yang bagus atau tidak. Mau dengar?”

TBC..

3 thoughts on “Aiónios part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s