After Wedding part 2

After Wedding

Romance, Marriage Life & Friendship | Characters : Krystal Jung, Choi Minho, Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin |

Are we a match made in heaven?

*****

Napas Krystal tercekat. Banyak sekali kalimat yang ingin diucapkannya saat melihat kejadian didepan matanya saat ini. Dia pikir, kejadian seperti ini hanya akan dialami aktris yang berlenggak untuk sinetronnya. Apa ini nyata? Benarkah yang sedang berciuman itu.. suaminya sendiri?

Hanya satu kata yang mampu terluncur darinya, “Oppa..”

Minho baru saja sadar bahwa Krystal sudah turun dari mobil, seketika melepaskan ciuman tersebut. Segera dia berlari kearah istrinya yang berdiri terpaku. Minho dapat membaca raut itu. Raut terkejut. Raut kesakitan. Semuanya terpapar jelas di mata bening itu.

“Soojung-ah,”

Krystal tidak menjawab panggilan Minho. Hanya tersenyum, seolah tidak terjadi apa-apa. Berusaha mengatur emosi yang tadi sempat mencuat dari tubuhnya. Menormalkan kecepatannya bernapas, setelah beberapa saat hampir tidak menghirup oksigen sama sekali. Minho kini sudah berdiri disampingnya, menggenggam tangannya begitu erat.

Perempuan yang berciuman dengan Minho itu berjalan mendekati keduanya. Wajahnya tidak menunjukkan raut bersalah sama sekali. Krystal jadi berpikir, sehebat apa perempuan ini. Berani sekali mencium pria yang jelas-jelas sudah beristri.

“Aigooo.. jadi ini istrimu? Dia terlalu cantik untukmu,” ucap perempuan itu, dengan tatapan menghina kearah Minho.

“Kau mau mengajakku ribut, Choi Sulli?”

“Hei, panggil Nyonya Lee! Kau ini benar-benar menyebalkan dari dulu,” perempuan yang dipanggil Sulli itupun mendengus kesal. Tapi saat benik matanya bertemu dengan mata Krystal, wajahnya langsung berubah ramah dan menyenangkan.

“Oh ya, aku belum memperkenalkan diriku pada istrimu yang cantik ini,”

“Dia tidak perlu kenal dengan orang model sepertimu,” celetuk Minho.

“Diam kau, cerewet!” Sulli menjulurkan lidahnya, “Annyeonghaseyo! Lee Jinri imnida. Kau bisa memanggilku Sulli seperti dia,” Wajah Sulli tampak begitu ceria. Tangannya terjulur, mengajak bersalaman.

Sebenarnya Krystal masih kesal, tapi tidak enak juga jika orang didepannya mengajak berkenalan seramah ini. mau tidak mau, akhirnya dia membalas uluran tangan Sulli.

“Annyeonghaseyo, Krystal Jung imnida,”

Sulli menggeleng-geleng kagum, “Wah sudah cantik, kau juga sangat anggun ya. Tidak cocok sama sekali dengan Minho yang seperti ini,”

Yang disindir itupun langsung mengeluarkan tatapan pergi-atau-kau-mati. Tapi Sulli tidak mengindahkannya sama sekali. Jika dilihat dari tingkahnya, sepertinya Sulli tidak memiliki kedekatan khusus dengan Minho melebihi hubungan pertemanan. Sikapnya yang tidak canggung sama sekali, caranya menyapa dan menyambut Krystal, tidak menunjukkan sedikitpun bahwa perempuan ini menyukai Minho.

“Ah, sepertinya Taemin memanggil. Ayo kita masuk!”

Terdengar teriakan ‘tunggu sebentar’ dari Sulli, membalas panggilan pria bernama Taemin itu. Krystal masih berdiri terpaku, disibukkan dengan pikirannya sendiri. Dia memang masih penasaran dengan siapakah Sulli itu. Apakah dia hanya sahabat Minho? Kalau iya, kenapa dia seberani itu mencium Minho?

“Hmm..” sergah Krystal kaget. Tiba-tiba seseorang menarik wajahnya dan sesuatu yang lembut menghampiri bibirnya. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Minho. Matanya terbelalak melihat wajah Minho yang mendekat dengan mata terpejam.

Bibir Minho terus menyusuri setiap lekuk bibir manisnya. Tetapi tetap lembut dan tidak terburu-buru. Krystal merasakan lututnya mulai melemas akibat perlakuan Minho. Dilingkarkan kedua tangannya ke leher Minho. Menikmati apa yang diberikan oleh suaminya itu. Semakin lama lumatannya semakin dalam. Membuat Krystal kalang kabut membalasnya.

Minho mengangkat bibirnya dari bibir Krystal. Menyandarkan dahinya, bersentuhan dengan dahi Krystal.

“Sudah hilang kan bekasnya?”

“Eh?”

Pria itu tersenyum lembut, “Aku tahu kau masih kesal, tapi dengan begini tidak ada lagi kan bekas ciuman Sulli di bibirku?”

Garis-garis halus merah mulai menyemburat di wajah Krystal. Malu, dia pasti terlihat sangat bodoh sekarang. Minho tertawa pelan sambil mencubit hidung Krystal.

“Tidak apa, aku justru lebih suka jika kau cemburu,” Krystal memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya. Menatap mata Minho yang sangat menenangkan.

“Tapi lain kali, pilih-pilih juga ya siapa yang mau dicemburuin. Model-model kayak Sulli mah jangan dilandeni timbang nyesek sendiri. Aku juga heran, kenapa bisa hidup orang spesiesnya kayak dia,”

Krystal tertawa. Membuat Minho dapat menarik napas lega.

“Sepertinya perasaanmu sudah lebih baik, ayo kita masuk,”

 

“Krystal Jung?!”

Hanya beberapa detik berselang dari keduanya memasuki pintu depan, suara lengkingan sudah siap menyambut. Membuat Krystal menoleh kearah tangga melingkar. Pria itu sempat tersandung, sebelum akhirnya berhasil sampai di lantai bawah. Matanya nampak begitu berbinar-binar. Krystal terpaku ditempatnya berdiri, menunggu apa yang akan terjadi.

“Kau benar Krystal Jung?”

Dia menganggukkan kepala.

PATS!

“Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka aku akan bertemu denganmu! Aku fans berat karyamu!” seru Taemin sambil memeluk Krystal dengan eratnya. Bahkan dia mengangkat dan memutarkan tubuh Krystal sebanyak dua kali. Minho hanya mampu melongo.

“Aku sangat suka karyamu yang bertema Hot Summer, ah tidak.. aku suka semua karyamu. Potongan dari setiap desain kostummu sangat mengagumkan. Tegas tapi tetap ada unsur lembutnya. Tetap terlihat anggun walaupun sangat berani..” Taemin masih meneruskan ocehannya. Pada intinya, dia mengungkapkan tentang kekagumannya terhadap Krystal.

Yang dipuji-puji sedari tadi hanya tersenyum malu. Baru kali ini ada orang yang terang-terangan mengatakan bahwa karyanya sangat bagus.

“Aku tidak tahu harus mengatakan apalagi. Pokoknya aku suka padamu,”

“Ya!” pekik Minho, memeluk Krystal dari samping, “Kau ini sahabatku apa bukan sih? Berani-beraninya memeluk istri orang seenaknya,”

Taemin mendengus, “Cih, menyebalkan sekali!”

Minho dan Taemin masih saling menukar tatapan kesal. Seperti ada listrik yang tersulut diantara mereka. Krystal tersenyum geli melihat tingkah kedua orang dihadapannya. Benar-benar kekanak-kanakan.

Kelihatannya mereka suami-istri yang sangat ekspresif, kata Krystal dalam hati sambil mengingat-ingat kejadian ciuman Minho dan Sulli tadi.

Didekatkannya kepalanya ke telinga Minho, “Sepertinya lain kali aku akan memintanya melumat bibirku dihadapanmu,”

“Kau ingin aku mati jantungan, Jung?!”

 

*****

 

Minho terus mengarahkan pandangannya kearah dapur. Menatap kearah seorang perempuan yang memakai terusan warna biru langit dengan rambutnya yang dikuncir satu kebelakang. Perempuan itu sedang sibuk memotong-motong paprika. Sesekali terlihat senyuman mengembang di wajahnya, ketika Sulli melontarkan guyonan ringan. Minho selalu suka menatap Krystal saat seperti itu.

“Aku tahu dia cantik, tapi maaf aku tidak sedang ingin menggodanya saat ini. Jadi kau tidak perlu memperhatikannya terus-terusan,”

“Sadarlah, kau sudah punya istri,” dengus Minho.

Taemin terkikik. Kemudian menarik napasnya, membuangnya dengan kasar.

“Kenapa menghela napas begitu?” tanya Minho.

“Hanya tidak menyangka. Rasanya, baru kemarin kita berkenalan, lalu berteman. Satu kelas. Kemanapun selalu bersama. Ternyata tidak terasa juga, kalau kita bertiga sudah memiliki hidup yang baru,” ujar Taemin.

Matanya nampak menerawang mengingat masa lalunya. Masih hangat dibenaknya, bagaimana pertemuan pertamanya dengan kedua sahabat terbaik dalam hidupnya itu. Pertama kali, Minho-lah yang terlebih dahulu dekat dengan Sulli. Ini dikarenakan keduanya merupakan teman satu taman kanak-kanak.

Kemudian dirinya masuk kedalam lingkar persahabatan itu. Kemana-mana selalu bertiga. Saking seringnya keluar bersama, semua orang selalu menyebut mereka Trio Harry Potter (kebetulan sekali, Minho dulu memakai kacamata, sebelum mengenal softlens). Itu terus berlanjut bahkan hingga mereka lulus dari bangku SMA.

Hidup memang benar-benar penuh kejutan. Siapa yang sangka sekarang mereka bertemu dalam keadaan sudah berkeluarga semua?

“Yang benar, hanya aku yang memiliki hidup baru. Kau dan Sulli hanya melanjutkan kisah kalian yang pending dari sejak jaman kuda gigit besi. Padahal sekarang kuda sudah makan keju,”

“Kau pikir kuda sama dengan tikus?”

“Sepertinya antenamu memang terlalu pendek. Tikus sekarang sudah makan sabun tahu,”

“Lalu, kuda juga makan sabun?”

“Kenapa jadi kuda yang makan sabun?”

“Karena persamaan yang berlaku bahwa kuda sama dengan tikus,”

“Tunggu!” sergah Minho cepat, “Kenapa jadi ada kuda dan tikus dalam pembahasan kita,”

“Jelas-jelas kau yang membawanya dalam topik bahasan kita,”

“Terus, kita sampai mana tadi?”

“Kuda,”

Minho melongo.

Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. empat detik.. lima detik.. HAHAHAHAHA.

Keduanya saling menertawakan kebodohan mereka.

 

*****

 

“Apa lehermu tidak kesemutan?”

Krystal mengerutkan dahinya, “Maksudmu?”

“Sejak tadi, dia terus-terusan memperhatikanmu. Apa kau tidak merasakannya? Tatapannya sudah berhasil membuat merasakan nyeri otot,”

“Ini,” ujar Krystal sambil memberikan tatakan berisi potongan paprika pada Sulli. Mereka sedang menyiapkan bahan-bahan makanan yang nanti malam akan mereka buat dalam acara barbeque.

Sulli menusuk-nusukkan paprika, daging asap, dan sosis secara bergantian. Sementara Krystal kembali sibuk mencampur sayur-mayur yang akan dibuat salad. Sesekali matanya melirik kearah suaminya yang sedang tertawa bersama sahabatnya.

“Tapi jujur,” sahut Sulli, “Aku tidak menyangka kalau ternyata Minho akan menikah secepat ini,”

Kepala Krystal menoleh, “Waeyo? Kurasa suamiku bukan pria yang buruk,”

“Bukan begitu. Minho memang bukan pria buruk, malah terlalu baik. Dia terlalu sempurna jika dilihat luarnya,”

“Lalu?”

“Minho itu selalu baik ke setiap orang. Sifatnya sangat gentle pada perempuan manapun. Dia sangat tahu caranya memperlakukan perempuan dengan baik,” Sulli tersenyum, “Masalahnya dia tidak bisa membedakan cara memperlakukan perempuan dan sahabat perempuan,”

“Such as a kiss that both of you do before?”

“Actually that’s not. Maksudku, dia tidak bisa membedakan cara menyayangi sahabat wanita dengan wanita yang seharusnya dia sayang. Disaat aku dan Taemin mulai mencoba bermain dengan cinta monyet, Minho masih setia berada di zona amannya. Tidak berusaha mencari pacar sama sekali. seperti tidak ada satupun perempuan yang mampu menarik perhatiannya,”

“Benarkah? Entah kenapa aku justru merasa kau ingin mengatakan kalau sebenarnya dia namja tidak laku,”

Sulli terkikik, “Sepertinya aku tahu apa yang membuat kalian berdua cocok,”

Krystal tersenyum sambil mengendikkan bahunya.

“Tapi jangan salah! Aku yeoja dan aku tahu bagaimana ganasnya fans-fans Minho waktu sekolah dulu,”

“Laki-laki seperti dia punya fans?”

Sulli langsung memutar matanya, “Krys, dia laki-laki yang mendekati sempurna. Tampan, tinggi, mapan, dan istimewa. Aku rela jika diperbolehkan menukar Taemin dengannya,”

Bunyi adukkan campuran wortel, jagung, dan kacang polong di mangkuk besar terdengar lebih kasar. Membuat Sulli menoleh kearah belakangnya. Dia melihat, Krystal menyipitkan matanya sinis. Buru-buru dia menambahkan, “Tenang saja! Aku sudah terlanjur cinta pada Taemin. Jadi aku juga tidak tertarik menukarnya dengan Minho. Tapi.. soal aku mengagumi sifatnya pada wanita itu sungguhan lho!”

Krystal yang tadi memasang wajah juteknya, tiba-tiba terkikik. Membuat Sulli melongo heran. “Wah, apakah aktingku sukses membuatmu panik? Sepertinya aku harus mencoba peruntungan di dunia perfilman,”

“Aish jinja..” dengus Sulli.

Keduanya mulai menata bahan-bahan makan ke kulkas. Sate-sate, saus barbeque, salad, semuanya disusun dengan rapi. Setelah beres seluruhnya, Krystal menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Kemudian mengikuti Sulli untuk duduk di sofa ruang tamu. Mengistirahatkan tubuhnya sejenak setelah lelah mengerjakan tugas dapur.

“Makanya aku kaget saat mendapat undangan pernikahan dari Minho,” kata Sulli tiba-tiba.

“Kau masih ingin membahasnya?”

“Lebih tepatnya, aku belum selesai membahasnya,” ralatnya. Sulli mulai menceritakan persahabatan mereka pada Krystal. Mulai dari taman kanak-kanak sampai mereka masuk sekolah menengah atas. Semuanya diceritakan dengan lurus dan gamblang oleh Sulli. Tidak ada yang dirahasiakan, mulai dari hal yang lucu sampai sedihnya. Membuat Krystal ikut semangat mendengarkannya.

“Apa kau ingin tahu kapan ciuman pertamaku?”

Krystal terkikik. Pertanyaan macam apa ini. “Kapan?”

“Waktu kelas sebelas di sekolah menengah atas. Kau tahu, siapa yang merebutnya dariku?” mata Krystal menunjukkan rasa penasarannya. Dengan lantang namun dramatis, Sulli menjawab, “Suamimu!”

Krystal memastikan, “Minho?”

“Memangnya kau punya berapa suami?”

“Kalian pernah berpacaran sebelumnya?” tanya Krystal penasaran. Dengan perasaan sedikit was-was.

“Tidak! Dia menciumku demi mendapatkan kartu Yugi-OH seri terbatas dari teman sekelasnya. Kurang ajar sekali kan dia? Waktu itu, rasanya aku sangat ingin memasukkannya dalam kuali panas,”

Sontak tawa menyeruak ke seluruh ruang tamu. Krystal sudah tidak mampu menahannya lebih lama lagi ternyata. Sulli menatapnya kesal.

“Diamlah, Krys. Atau kau yang akan kumasukkan dalam kuali panas,”

Krystal masih tertawa pelan, “Seharusnya kalian melakukan passionate kiss supaya lebih dramatis,”

“Kalau dengan itu aku bisa mendapatkan Oscar, aku pasti sudah melakukannya dari dulu,” gerutu Sulli.

Dia melanjutkan, “Tapi setelah lulus SMA, kami mulai resmi berpisah. Aku duluan sih sebenarnya yang memisahkan diri. Kebetulan aku diterima di Stanford Fakultas Hukum. Jadi aku harus berangkat ke California. Berselang beberapa bulan, Minho dan Taemin mendapatkan berita bahwa mereka masuk fakultas bisnis manajemen di universitas berbeda. Akhirnya kami bertiga resmi berpencar,”

“Selama aku mengenalnya, dia tidak pernah sama sekali berpacaran dengan perempuan manapun. Pedekate saja tidak pernah. Padahal kalau dia mau, banyak sekali perempuan yang mengantre untuknya. Dia saja yang bodoh, selalu menutup matanya  agar tidak sadar kalau dia itu sangat keren di mata wanita,”

“Aku jadi ingin tahu seperti apa Minho waktu sekolah,” gumam Krystal tanpa sadar.

“Lebih baik kau jangan mengetahuinya. Nanti bisa-bisa kau ikut frustasi seperti teman-temanku yang lain saat melihat betapa sadisnya dia menolak perempuan,” balas Sulli menggelengkan kepalanya.

“Tapi disatu sisi, aku bersyukur dari dulu tidak pernah memaksanya untuk mencari pacar. Karena ternyata, dari ketidakpeduliannya terhadap pacar, dia bisa memiliki istri sepertimu. Kalian berdua beruntung saling memiliki. Aku bisa lihat, Minho begitu mencintaimu,”

Perkataan Sulli berhasil membuat Krystal tersipu malu. Ah, dia memang beruntung dijodohkan dengan Minho. Walaupun laki-laki itu jarang mengucapkan kata ‘sayang’ atau ‘cinta’ , tapi Minho selalu berusaha membuatnya tersenyum. Tidak membuatnya khawatir dan sedih. Bagi Krystal, sepertinya itu cukup.

Tapi apakah Minho benar-benar mencintainya?

 

*****

“SAY.. CHEERS!!” teriak keempatnya dengan kompak. Mereka saling mempertemukan bagian gelas kaca mereka hingga berbunyi ‘ting’ untuk memeriahkan suasana. Kemudian menegak minuman mereka masing-masing. Minho tampak merangkul bahu Krystal sambil meminum wine-nya.

Tadinya Krystal ingin mencoba meminum wine. Sudah hampir dua puluh empat tahun dia hidup di dunia dan belum pernah merasakan minuman alkohol sama sekali. Alim sekali bukan? Tapi sayangnya, Minho tidak mengijinkannya dengan alasan ‘tidak baik untuk organ reproduksi’ atau apalah. Pokoknya tidak boleh. Alhasil, Krystal harus terima bahwa dia satu-satunya orang yang gelasnya berisi jus jeruk.

“Kau mau kubakarkan apa?”

“Rumah ini saja,”

Minho terkekeh, “Aku serius,”

Krystal tersenyum, “Tidak usah. Sepertinya makan salad saja lebih enak. Kau saja yang makan satenya,”

“Ayolah, sehari ini saja kau tinggalkan kebiasaan dietmu. Masa kau tidak ingin mencicipi hasil karyamu, jagi,” bujuk Minho. Berusaha menggoyahkan pendapat Krystal.

“Jadi gimana, jagi? Kamu mau ya?”

Ah, nada berharap itu.

Dengan berat hati, Krystal mengangguk, “Aku mau yang sate paprika dan sosis ya,”

Minho dengan semangat menjawab, “Siap laksanakan bos!”

Mengecup puncak kepala Krystal sebelum berlalu mendekati pemanggangan. Disana sudah ada Taemin yang sibuk mengipas-ngipas satenya. Krystal merasakan ada seseorang yang mencolek pinggangnya.

“Senangnya yang pengantin baru. Bentar-bentar cium, bentar-bentar peluk. Aku jadi iri,”

“Sudah tidak berminat menukar Taemin dengan Minho? Mumpung edisi terbatas,”

“Kau mau cari gara-gara denganku, Krys?”

Krystal tertawa puas.

 

*****

Malam ini mereka habiskan penuh suka cita. Setelah acara bakar-bakar dan makan malam, mereka memutuskan untuk bermain kembang api bersama. Taemin tidak ikut karena dari dulu dia memang takut dengan petasan dan sejenisnya. Dia lebih memilih duduk di teras belakang. Memperhatikan Sulli dan Krystal yang berkejar-kejaran bermain petasan banting. Minho juga sibuk menghidupkan kembang api besar dan roket.

Karena sudah kehabisan ide, akhirnya keempat-empatnya memutuskan untuk bermain truth or dare. Permainan wajib malam minggu Minho, Taemin, dan Sulli dari SMP. Giliran pertama didapatkan oleh Sulli untuk mengambil undian. Ternyata kertasnya bertuliskan nama Krystal.

“Aku pilih Truth,”

Sulli berdecak, “Kau merusak rencanaku. Hm.. baiklah! Berapa kali kau mencium pria selain Minho?”

“Ya! Kau itu memang suka memancing emosiku, Choi?” protes Minho, membuat yang lainnya tertawa. Minho benar-benar paling lemah soal menahan rasa cemburu.

“Berisik! Harus berapa kali aku katakan padamu, panggil aku nyonya Lee,” sahut Sulli, “Jadi berapa kali, Krys?”

Dengan agak malu-malu, Krystal menjawab, “Aku tidak pernah memiliki hubungan dengan pria sebelum menikah dengan Minho.”

“JINJAA?!” seru ketiganya kencang. Membuat Krystal agak syok.

“Ne, aku yang dulu sangat terfokus pada prestasi karirku. Jadi aku tidak punya waktu untuk memikirkan masalah pria,”

Taemin dan Sulli ber-oh ria. Sementara Minho, tanpa disadari siapapun, menghela napas lega.

“Sekarang giliranku!” dengan penuh semangat, Krystal mengambil salah satu kertas didalamnya. Matanya melirik ke setiap peserta yang ada. Seakan ingin mengatakan ‘ini giliranmu’. Dia membuka kertasnya dan tersenyum penuh arti.

“Taemin!”

“Mampus..” desis yang merasa namanya dipanggil.

“Aku pilih dare saja. Lebih aman,”

Senyuman misterius semakin terukir di bibir manis Krystal. Membuat Taemin, sejujurnya, agak bergidik ngeri.

“Aku mau kau cium bibir Minho sekarang juga!” suruh Krystal.

“MWO?!”

“Krys, aku rela kau suruh berciuman denganmu selama dua jam daripada melakukan tantanganmu itu,” desah Taemin.

“Ya! Siapa kau sampai harus mencium Krystal?”protes Minho, “Jagiya.. kenapa kau tega melakukan ini padaku..”

Krystal terkikik, “Simpel kan?”

Sulli menggelengkan kepalanya, “Aku semakin melihat apa yang membuat kau dengan Minho bisa bersatu,”

Terpaksa, Taemin berdiri dari tempat duduknya sekarang. Berjalan mendekati sahabatnya itu. Kemudian menjongkokan tubuhnya.

“ARRGGHH!!”

Krystal dan Sulli tertawa puas melihatnya. Kejadian barusan benar-benar menjijikan. Dua pria berbadan macho saling bertukar ciuman. Kinda homo.

Sekarang waktunya Taemin mengambil undian. Dengan dua pilihan. Dan..

“MINHO!”

Taemin menunjukkan kertasnya dengan tulisan kapital ‘MINHO’.

“As always, truth,” ujar Minho. Dia merasakan hawa tidak enak terpancar dari tubuh Taemin. Semoga itu bukan..

“Pertanyaanku mudah. Berapa kali kau sudah melakukan ‘itu’ dengan Krystal?”

Kontan wajah keduanya berubah seperti kepiting rebus. Saling melirik malu-malu.

“Ya! Kau gila apa sinting sih?!”

 

*****

“Aku lelah,” desah Krystal begitu selesai mandi. Jam menunjukkan pukul sebelas malam dan dia baru saja pulang dari butiknya. Itupun masih membawa beberapa sketsa gaun yang belum selesai.

Minho berjalan memasuki kamar mereka. Dilihatnya Krystal sudah merentangkan tubuhnya diatas ranjang. diputuskannya untuk tiduran disebelah ranjangnya. Direntangkan tangannya, memberi ruang untuk Krystal tiduran di dadanya. Tentu saja Krystal menyambut tawaran ini dengan senang hati. Dada Minho memang tempat bersandar paling nyaman yang pernah dia temui.

“Masih ada PR?”

Krystal mengangguk, “Kemarin kata asisten Kim ada seorang wanita yang meminta dibuatkan gaun-gaun. Dan harus jadi semuanya bulan depan. Uangnya sudah langsung di DP kemarin setengahnya. Jadi mau tidak mau harus kukerjakan semua,”

“Gaun-gaun? Bukan hanya satu?”

“Iya, dia meminta dibuatkan banyak. Mungkin hampir sepuluh gaun,”

Minho mengernyitkan dahinya, “Banyak sekali. Dia mau borongan ya?”

“Molla,”

“Kau tahu dia siapa?”

Krystal kini menggeleng, “Rencananya aku baru bisa bertemu dengannya lusa untuk ngecek model. Kata asisten Kim, wanita itu sering muncul di TV. Tapi bukan artis, melainkan pengacara. Wajahnya seperti anaknya pejabat begitulah,”

Minho mengernyitkan dahinya.

“Ah aku lelah, oppa,” rengek Krystal dengan manjanya.

Pria itu tersenyum, mengelus pipi Krystal pelan. Menciumi puncak kepalanya berulang-ulang. Krystal semakin mengeratkan pelukannya pada Minho. Dia memang paling senang bermanja-manjaan seperti ini sepulang kerja.

“Tidurlah. Besok kau masih harus kerja lagi. Ingat! Jangan sampai sakit ya,”

Krystal mengangguk. Mulai memejamkan matanya. Sementara Minho masih menahan penasarannya.

 

*****

10 thoughts on “After Wedding part 2

  1. kirain minho selingkuh,ternyata itu sulli. .ga jadi deh nabok minho.kerikil dalam rumah tangga pasti ada tapi jangan buat krystal menangis ya thor

  2. Sempet kaget pas minho ciuman sama cewe lain, tp setelah sulli cerita ttg masa lalu mereka jd terjawab semua bagian2 yg bikin bingung, tp krystal tega banget nyuruh taemin nyium minho, kalo itu kejadian beneran juga pst pada jijik tuh ngeliat mrka berdua kyk gitu, hahaha^^
    Next.. Next.. Thanks author^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s