Aiónios part 3

Aiónios

Fantasy, Friendship & Romance | Characters : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Donghae, Victoria Song, Tiffany Hwang |

I know everything of you even without touching you

*****

 

Aku hanya ingin tahu, apa kau tahu tentang Aiónios?

Pertanyaan yang tadi sore dilayangkan Siwon mau tidak mau membuat hati Seohyun bertanya-tanya. Pelafalan kata Aiónios itu sangat aneh. Kelihatannya bukan berasal dari Korea. Mirip seperti nama-nama Latin atau merepet Spanyol. Apa itu Aiónios? Apakah itu suatu hal yang penting?

Hah itu tidak penting.

Seohyun mencoba  mengusir nama aneh itu dari pikirannya. Tapi sepertinya sulit. Keingintahuan akan hal itu sudah terlanjur merebak di akson otaknya. Dia mencoba untuk menutup kepalanya dengan bantal. Berharap Aiónios menghilang dari otaknya. Dilingkupkan seluruh sisi kepalanya dengan bantal selama beberapa saat.

Baik! Bukannya hilang, rasa penasaran itu justru sampai pada puncaknya. Membuat gadis itu mengambil sebuah tas jinjing warna hitam. Dikeluarkan laptop miliknya dari sana. Seohyun mencoba mencari tahu tentang Aiónios lewat browsing. Barangkali dia menemukan sesuatu.

KLIK!

Ah, sangat sedikit sekali informasi mengenai nama aneh itu. Dilihatnya satu per satu web yang tertera di google hingga dia menemukan satu situs dengan artikel yang sepertinya masuk akal.

Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui tentang klan Aiónios. Padahal pada awal abad ke-16, klan ini sangat mendominasi kehidupan rakyat Korea Selatan. Seperti sejarah yang tidak pernah diakui keberadaannya, saya mencoba untuk mencari tahu perihal klan ini.

Klan Aiónios terkenal dikalangan elit Korea dengan penyihir dengan kemampuan magisnya. Namun bukan seperti gypsi ataupun voodoo yang mempelajari ilmu hitam, melainkan bawaan keturunan sejak lahir mereka.

Berdasarkan sumber-sumber yang saya temukan dibeberapa tempat, sekarang klan Aiónios nyaris punah karena genosida tersembunyi yang terjadi di Korea abad ke-16 akhir. Hanya bersisa tiga keluarga tertinggi yang terikat dalam Perjanjian Keabadian. Saya juga tidak paham apa isi perjanjian tersebut. Tapi sepertinya menyangkut penggunaan kekuatan mereka.

Klan Aiónios memiliki kemampuan sihir yang sangat kuat, seperti yang sudah saya katakan diawal. Kekuatan yang dimiliki bergantung pada seberapa tinggi urutan keluarga mereka dalam silsilah Aiónios. Semakin tinggi strata keluarganya, maka semakin banyak pula ilmu yang boleh mereka pelajari. Maka kemampuannya juga ikut semakin tinggi. Kemampuan dasar dari klan ini adalah menerbangkan benda, sementara yang tertinggi mereka adalah kemampuan membaca dan memilah pikiran manusia serta membaca masa depan. Namun untuk kemampuan membaca masa depan, katanya hanya dimiliki oleh pemimpin klan saja.

Layaknya kerajaan yang memiliki pemerintahan, maka keturunan ini juga memiliki seorang pemimpin. Sampai sekarang memang tidak diketahui siapa pemimpin dari klan ini. Sepertinya hal itu merupakan rahasia tingkat atas bagi mereka. Namun, pergiliran pimpinan akan terjadi saat sang pemimpin memiliki anak laki-laki dan umurnya mencapai 18 tahun.

Ada beberapa sumber yang mengatakan, saat ini hanya tersisa tiga keluarga yang berasal dari klan Aiónios. Namun tidak ada yang tahu siapa mereka.

Seohyun menyipitkan mata. Mungkinkah keturunan dari klan Aiónios yang tersisa itu termasuk tiga cowok kece sekolahnya?

*****

Pelajaran pertama kelas Kyuhyun hari ini adalah seni musik. Maka dari itu, semua murid berbondong-bondong menuju ruang musik dengan membawa instrumen andalan mereka. Begitu pula dengan Kyuhyun, Siwon, dan Donghae.

Suasana riuh rendah mengiringi kedatangan ketiga cowok keren itu ke ruang musik. Gadis-gadis didalam mulai membicarakan kira-kira sehebat apa mereka saat memainkan alat musik. Lirikan kagum tertuju saat Kyuhyun dengan dinginnya menenteng tas yang mereka tahu berisi clarinet. Begitu pula dengan Donghae yang membawa biola. Hanya Siwon yang masuk dengan tangan kosong kesana.

“Good morning, class!”

Keramaian yang memenuhi ruangan seketika menjadi senyap saat Prof. John mengetukkan penggarisnya ke meja. Prof. John adalah seorang musisi lulusan Juilliard. Beliau memutuskan untuk vakum sejenak dari dunia musik klasik yang digelutinya, karena keinginannya untuk mengajar.

Sebagai pembuka pembelajaran hari ini, Prof. John bersama Kim Minri, salah satu murid pemain trumpet, memainkan Trumpet Voluntary. Sebuah lagu ceria yang mampu membangkitkan semangat bermusik yang mendengarnya. Dapat terlihat dari wajah murid-murid yang saat ini sedang menikmati permainan itu.

“Look, someone’s currently show his competence,” ujar Siwon sinis.

“Shut up!” bisik Kyuhyun, yang sedang menyimak dengan baik permainan piano gurunya. Permainan yang cukup menghibur. Prof. John membungkuk sembari tersenyum membalas sorakan dari murid-muridnya yang kagum akan kemampuannya dengan Minri.

“Music is dinamic. It has so many forms. To get the different types of feeling in music, we can use and mix many instrument. Just a while ago, we had a piano and trumpet. Now, let’s we hear only one of the major. Anyone wanna come up and show us?” tawar pria dengan topi hip-hop hitam itu.

Seluruh kelas langsung sibuk. Menunjuk satu sama lain untuk maju memberikan contoh. Ada yang sok-sok ingin maju, tapi saat akan ditunjuk malah kembali duduk. Kekanak-kanakan sekali.

“May I, professor?”

Prof. John memindahkan pandangannya ke arah kanan dari kursi penonton. Begitu pula dengan yang lainnya. Donghae berdiri sambil mengacungkan tangannya dengan sangat berani. Murid-murid perempuan mengheboh saat cowok itu berjalan ke panggung membawa biolanya.

Dibawah keramaian kelas, mata Kyuhyun melirik ke bagian kiri penonton. Seohyun sedang mendengarkan sesuatu dengan headsetnya. Tangannya dimasukkan kedalam saku jas almamater. Melihat hal tersebut, Kyuhyun tersenyum penuh arti.

“So, you want to play with violin?”

“Yes, because I wanna play this song for someone in this class, that completely stolen my heart. My friends, hope y’all enjoy it,”

Satu pertanyaan langsung menyeruak ke seluruh penjuru kelas. Siapa gadis yang dimaksud Donghae? Mereka mulai sibuk mencari-cari. Curi pandang diantara mereka. Barangkali salah satu diantara mereka merupakan salah gadis yang beruntung itu.

Notturno d’Amore karya Drigo dari biola milik Donghae berhasil mendiamkan suara-suara bising disekitarnya. Sekejab mereka dibuat takjub dengan gema yang memenuhi telinga mereka. Penghayatan yang dilakukan Donghae sangat sesuai dengan lagunya. Ritme yang manis, membuat para gadis seketika bersemu merah. Lagu yang begitu manis, seakan mampu memekarkan bunga mawar putih yang masih menguncup. Benar-benar permainan yang memikat.

Suasana sunyi menghampiri sesaat sebelum tepukan begitu meriah mengiringi berakhirnya lagu. Donghae membalas tepukan itu dengan senyum seringainya yang menggoda. Tampak cowok itu begitu menikmati tatapan-tatapan kagum yang saat ini tertuju padanya. Namanya juga cassanova. Lebih baik mati daripada diremehkan, bukan? Dan anda akan bisa melihat perbedaan yang begitu kentara terjadi dipojok kanan atas. Kyuhyun dan Siwon, yang duduk diujung sana, sudah bersiap-siap memasukkan tangan mereka kedalam mulut, memasang tampang ingin muntah.

Donghae berjalan dengan penuh kepercayaan diri meninggalkan panggung. Entah berapa pasang mata yang mengikuti langkahnya, dia tidak peduli. Dia terus berjalan hingga sampai pada pojok bawah kiri penonton. Hingga dia berhenti didepan seorang gadis yang sibuk dengan lagunya. Seohyun-yang baru saja melepas headset-menatapnya dingin. Dengan senyuman begitu menawan, Donghae meraih tangan kanan gadis dihadapannya itu.

“OMOO!!” teriak seluruh mata yang ada didalam ruangan itu saat melihat Donghae mencium tangan Seohyun. Dengan begitu lembutnya Donghae mengelus punggung tangan Seohyun.

Semua orang semakin mendelik melihat tanggapan yang diberikan Seohyun. Bukannya ikut melting, gadis itu justru mengeluarkan sebuah botol bening berisi cairan antiseptik. Kemudian menuangkannya ke telapak tangannya.

“Hand sanitizer?” Donghae mengerutkan dahinya.

“Permeabilitas kulit kita akan meningkat jika terkena cairan saliva, yang itu berisi termasuk kuman dan bakteri. Aku takut ludahmu mengandung bibit penyakit. Makanya kubersihkan dengan ini,” jawab Seohyun santai, sambil memasukkan hand sanitizernya kedalam tas. Lalu menatap Donghae yang melongo dengan begitu puas.

Dasar cowok buaya!

*****

“Stop laughing at my face!” pekik Donghae begitu kesal.

Sayang, teriakannya itu tidak dipedulikan sama sekali oleh kedua sahabatnya. Kyuhyun dan Siwon masih tertawa kegelian mengingat kejadian di ruang musik pagi ini. Habisnya baru kali ini, ada gadis yang tidak masuk ke perangkap playboy Donghae.

“Ini pertama kalinya ada cewek yang tidak masuk ke rayuan pulau kelapamu,” ujar Siwon masih terkikik.

“Double agree!”

PLOK!

Kyuhyun melakukan tos pada Siwon. Membuat wajah Donghae semakin tertekuk. Cowok itu menegak coca-colanya dengan kesal. Tawa mereka benar-benar melukai harga dirinya.

“Well, rencanaku memang agak sedikit melenceng. Tapi setidaknya kau harus berterima kasih padaku. Aku bisa memastikan kalau dia benar-benar Ummella,”

Perkataan Donghae barusan sontak membuat Kyuhyun terdiam. Alisnya terangkat. Mencoba mencari sisi bercanda yang sedang disimpan temannya. Namun tak ditemukannya. “Kau serius?”

“Apa wajahku terlihat melemparkan lelucon?” tanya balik Donghae ketus.

Kyuhyun mengubah posisi duduknya. Cowok itu melihat ke kiri dan kanan. Suasana Jock’s sekarang cukup sepi. Mungkin karena memang belum waktunya pulang sekolah–dalam artian mereka membolos. Saat yang tepat untuk menggunakan kemampuan mereka.

Siwon merasakan adanya perubahan hawa di meja mereka sekarang. Diliriknya Donghae sesaat, cowok itu tampak mengangguk.

“Let’s go!” ajak Siwon

Tangan Siwon dan Kyuhyun menyentuh bagian tubuh Donghae. Setelah mendapat anggukan dari Kyuhyun, mata ketiga orang itu terpejam sesaat. Namun seketika berubah merah saat terbuka, serempak mengatakan, “Logimentis!”

Tiba-tiba mereka seperti berpindah dimensi. Mereka seperti ada di suatu ruang kaca yang penuh dengan gambaran masa lalu. Kyuhyun dan Siwon dengan segera membaca setiap sudut yang ada dipikiran Donghae lewat media itu. Mencari apa yang mereka butuhkan dari segala rekaman ingatan sahabatnya. Hanya tiga puluh detik bertahan, mata merah itu meredup berganti normal.

Ketiganya terengah-engah. Menyandarkan diri di kursi duduk masing-masing.

“Wow! Ini benar-benar mantera terberat yang pernah kugunakan,” ujar Siwon, mengelap peluh di dahinya. Yang disambut dengan anggukan lemah dari Kyuhyun dan Donghae. Mantera Logimentis baru mereka pelajari sebulan yang lalu dan sekarang pertama kalinya mereka bertiga mencoba menggunakannya. Benar kata Jaesung, mantera ini termasuk mantera kelas A berkategori sulit.

“Konsentrasi kita selama ini berarti benar-benar buruk. Logimentis harusnya bisa digunakan maksimal lima menit, tapi kita hanya mampu menggunakannya tiga puluh detik,” kata Kyuhyun, kemudian menegak air mineralnya didalam botol.

Donghae mengangguk setuju, “Aku tidak menyangka akan sesulit ini menggunakannya,”

Kyuhyun mengendikkan bahunya. “Tapi, aku heran satu hal,”

Mata Siwon dan Donghae segera menatap kearah Kyuhyun, “Kenapa Donghae bisa membaca pikiran Seohyun, sementara aku tidak?”

“Kau benar-benar yakin waktu  itu yang kau sentuh itu kulitnya?” tanya Siwon memastikan.

“Aku memiliki mata yang sangat jeli dan itu cukup kubanggakan,”

Donghae memutar matanya. Ketiganya terdiam. Suasana hening–yang sebenarnya diiringi dentuman House Music – menghampiri meja mereka. Sepertinya baik Kyuhyun, Siwon, maupun Donghae, ketiganya sedang berusaha menyelami pikiran mereka masing-masing.

Napas Kyuhyun terhela panjang, “Keanehan-keanehan ini sama sekali tidak menunjukkan arah,”

“Kyu,” Siwon berdeham, “Sewaktu tadi aku membaca pikiran Donghae, aku ingat ada saat dimana Donghae membaca pikiran Seohyun yang mengatakan orang ini bisa membaca pikiranku. Saat itu juga Seohyun melepas genggaman tangan Donghae.”

“Lalu?”

“Apa kau tidak mengerti? Bagaimana bisa Seohyun mengetahui bahwa Donghae bisa membaca pikirannya dan segera melepaskannya?”

Mata Kyuhyun terbelalak. Seakan secercah cahaya baru saja melintas di otaknya. Kepalanya menoleh kearah Donghae. Sepertinya cowok itu juga paham apa yang dia maksud. Kyuhyun mengangguk paham. Dia tahu, apa yang harus dilakukannya habis ini.

“But anyway, apa kau masih belum mendapatkan penglihatan sama sekali?” sela Donghae bertanya.

Kyuhyun menggeleng, “It’s blank. I can’t see anything there,”

Donghae melipat tangannya didepan dada, “Okay guys! We must go with plan B,”

*****

“Haah..”

Seohyun mendesah. Pekerjaannya hari ini benar-benar melelahkan. Kesialan datang karena tiba-tiba guru biologinya menyuruh dia untuk membantu mengoreksi hasil ulangan kelas sebelah. Mana mungkin dia bisa menolaknya?

Baru saja dia akan membereskan barangnya, tiba-tiba Seohyun melihat pemandangan tidak biasa datang. Kyuhyun, Siwon, dan Donghae masuk ke kelas. Menutup pintunya kemudian berdiri mengelilingi tempat duduknya. Apa maksudnya semua ini?

“Permisi, kalian mengganggu jalanku,” kata Seohyun tanpa ekspresi. Tangannya menenteng setumpuk kertas, sementara punggungnya memikul tas ranselnya.

“Kami tahu rahasia yang kau tutupi selama ini,”

Seohyun mengernyitkan dahinya, “Apa maksudmu?”

Donghae tersenyum sinis. Tangannya kembali terulur untuk menyentuh Seohyun. Namun dengan cepat gadis itu menghindar.

“Kenapa kau menghindar?”

“Karena aku tidak suka disentuh oleh orang yang tidak kukenal,” jawab Seohyun dengan tegas.

“Kau tahu kami, kami teman sekelasmu,” balas Siwon.

“Berarti kenal definisimu berbeda dengan definisiku,”

Siwon menyeringai. Gadis itu tidak mengerti. Apa yang diinginkan orang-orang dihadapannya ini sebenarnya?

“Apa benar hanya karena kau tidak mengenal kami? Atau..” Siwon menyentuh halus rambut panjang milik Seohyun, “Karena kau.. seorang mind reader?”

*****

Kyuhyun memilih berdiri didekat pintu. Entah kenapa, dia tidak ingin memberikan image buruk tentang dirinya kepada Seohyun. Dilihatnya Donghae dan Siwon berjalan mendekati bangku Seohyun.

Tatapan itu.. Sekali lagi, Kyuhyun selalu tertegun. Jantungnya langsung berdetak tanpa kontrol ketika melihat tatapan Seohyun yang seperti itu. Dingin. Membuat beku semua yang ada disekelilingnya.

“Permisi, kalian mengganggu jalanku,” ujar gadis itu tanpa ekspresi.

“Kami tahu rahasia yang kau tutupi selama ini,”

“Apa maksudmu?”

Senyuman sinis terukir di wajah Donghae. Tangannya ingin menyentuh Seohyun, namun segera ditepis oleh Seohyun. Kyuhyun tahu, sahabatnya tidak mungkin seberani itu jika hipotesanya tidak sempurna. Tapi Kyuhyun merasa kasihan melihat Seohyun yang habis ini pasti akan dicecar oleh kedua sahabatnya. Dia ingin sekali melindungi gadis itu, tapi..

“Kenapa kau menghindar?”

“Karena aku tidak suka disentuh oleh orang yang tidak kukenal,”

“Kau tahu kami, kami teman sekelasmu,” bela Siwon.

“Berarti kenal definisimu berbeda dengan definisiku,”

“Apa benar hanya karena kau tidak mengenal kami? Atau..” Siwon menyentuh halus rambut panjang milik Seohyun, “Karena kau.. seorang mind reader?”

Ekspresi itu, ya! Rasa kaget. Rasa khawatir. Semua itu tidak bisa ditutupi oleh Seohyun. Kyuhyun dapat membaca jelas keterkejutan yang terpatri. Perlahan dia melangkah mendekat. Seohyun masih melontarkan beberapa elakannya, demi menutupi identitasnya yang sudah diketahui oleh mereka.

“Seo-ah..” panggil Kyuhyun pelan.

Gadis itu menoleh, “Apa?”

Kyuhyun menarik napas panjang. “Would you like to stay outside, guys? Aku akan berbicara serius dengannya,”

“Kyu, ka––“

“It’s fine, Hae. Tunggu aku diluar,”

Siwon dan Donghae saling bertatapan. Sebelum akhirnya menepuk bahu Kyuhyun, berjalan menuju pintu kelas. Meninggalkan Kyuhyun dan Seohyun berdua saja didalam kelas. Cowok itu dapat melihat, gadis didepannya ini seperti begitu malas untuk menanggapinya. Tapi, dia harus mengatakan ini.

“Aku membutuhkan bantuanmu,”

Seohyun tertawa mencibir, “Untuk?”

“Untuk mencintaiku,”

“WHAT?!”

Ini sepertinya memang agak terburu-buru. Tapi sudah tidak ada waktu lagi. Kyuhyun sudah kehilangan satu bulannya untuk mengenal Seohyun secara jauh. Namun tidak memberikan informasi apa-apa. Makanya, dia harus mendekati gadis ini secara terang-terangan. Sebelum ulang tahunnya ke 18.

“Ke.. kenapa kau memintaku untuk mencintaimu?”

“Karena aku merasa, kau satu-satunya perempuan yang dapat kupercaya,” jawab Kyuhyun.

Seohyun bertanya kembali, “Apa kau melihatku dalam ramalanmu?”

Pertanyaan itu membuat Kyuhyun terbelalak, “Apa maksudmu?”

“Apa kau..” Seohyun menarik napas, “Pemimpin Aiónios?”

DEG!

 TBC..

One thought on “Aiónios part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s