Blind Dates Special – Meet Me @ School

Blind Dates Special part 2 (Meet Me @ School)

Romance, Humor & Reality Show | Characters : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Kim Jong Kook, Lee Hyorin

sebuah reality show yang akan mempertemukanmu dengan takdirmu, percaya?

*****

– KYUHYUN –

 

Siapa yang pertama kali memutuskan untuk keluar dari Young Stage? Tentu saja itu Cho Kyuhyun. Laki-laki berbaju biru itu tiba-tiba berlari menuju pintu. Membuat kaget peserta yang lain dan akhirnya ikut keluar juga. Tapi kemana Kyuhyun sebenarnya?

Lima menit kemudian..

“Ah legaa!!” serunya sambil memukul-mukul perutnya, “Apa kau pernah merasakan terkena HIV? Hasrat Ingin Vivis? Jong Kook hyung terlalu banyak berbicara.”

Dia berjalan dengan langkah yang santai menuju Baden Baden. Terlihat Kyuhyun menduduki salah satu kursi didepannya. Matanya beberapa kali melirik kearah kios yang menjual daging babi cincang dan nasi omlet. Mulutnya mengerucut.

“Aku ingin makan nasi omlet, tapi..” Kyuhyun mengeluarkan kedua saku yang ada di kantungnya, “No money!”

“Aigoo..” desahnya. Teringat akan tugasnya, Kyuhyun segera mengambil kertas yang dimasukkan dalam sedotan plastik itu. Dia membaca kalimat yang ada disana dengan seksama. Kemudian mengeluarkan petanya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Wajahnya menunjukkan senyum samar.

“Kau sudah menemukan tempatnya, Kyuhyun-ssi?” tanya kameramen yang mengikutinya.

“Diam dan perhatikan saja,” seringainya.

“Bisa kau tunjukkan petunjuk apa yang tertulis di kertas milikmu,”

Kyuhyun membuka kembali potongan kertas yang baru saja digulung olehnya itu.

Believe that the magic can be bought?

Young Stage

Jong Kook       : Mwoya? Apa maksudnya kalimat itu? aku tidak mengerti.

Hyorin             : Makanya rajin-rajinlah kursus Bahasa Inggris, oppa.

Jong Kook       : (memberi tatapan ingin memakan Hyorin).

Dengan mantap, dia berlari lurus. Melewati kastil yang menampilkan animasi-animasi ceria untuk anak-anak. Kemudian berhenti. Kyuhyun mendongak, melihat nama bangunan yang ada dihadapannya kini. Castle shop. Dia membuka pintu toko ini.

“Kyuhyun-ssi,”

“Ne?” bisiknya.

“Kenapa kita kemari?”

“Karena petunjuknya begitu,”

“Mwo?”

“Sstt!!” desis Kyuhyun, “Kau ini berisik sekali sih? Kalau ketahuan, bisa-bisa kita disangka maling.”

Kyuhyun mengendap-endap masuk. Menyusuri setiap bagian yang ada didalam kios dengan seksama. Namun, langkahnya dipercepat saat dia melihat etalase yang terisi oleh boneka peri dan tongkat ajaib. Tangannya mulai merogoh-rogoh semua sela yang ada di etalase. Sampai akhirnya..

“TARAAA!!” pekiknya begitu bangga. Bola emas itu dia temukan dibalik kotak salah satu peri. Sadar kalau mereka masuk secara ilegal, Kyuhyun segera mengajak kru yang mengikutinya untuk keluar dari sana.

Melihat laki-laki itu sedang duduk disalah satu pot tanaman, kameramen langsung memanfaatkannya untuk wawancara, “Jelaskan terlebih dahulu, Kyuhyun-ssi. Kenapa kau bisa berpikir bahwa Castle shop ini tempatnya?”

“Ah itu, sebenarnya aku melakukan perjudian saja,” ujarnya sambil terkikik.

“Mwo?”

Laki-laki itu tampak menegak minuman isotonik yang baru saja dibelinya, lalu mulai menjelaskan, “Dia bilang percayakah bahwa sihir dapat dibeli, kupikir petunjuk itu menunjuk ke suatu tempat yang semacam gift shop karena disanalah kita dapat membeli sesuatu. Untuk membuktikan bahwa sihir dapat dibeli, maka toko tersebut harus menjual semacam alat-alat yang biasa digunakan penyihir. Kita berada di wilayah Magic Island, kemungkinan besar tokonya ada disini. Sehingga pilihannya hanya satu menurutku, Castle shop di etalase yang tongkat sihir sejenisnya.”

“Waah, kau sangat cerdas, Kyuhyun-ssi,”

“Semua orang juga tahu itu,” ujar Kyuhyun dengan bangga. Dan membuat kru yang lain memasang emote strip–underscores–strip di wajah mereka.

First Mission Completed!

*****

Tak mau membuang waktu, Kyuhyun dengan cepat pergi kearah parkiran luar. Matanya menyapu keseluruh lahan disana. Sebelum menemukan mobil warna putih yang depannya sudah ditulisi ‘Cho Kyuhyun’. Itu pasti mobil yang disediakan untuknya.

BRAK!

Pintu mobil baru saja tertutup. Saatnya membuka isi bola emas itu. Ditemukannya gulungan kertas setelah dia memutar dua sisi bola itu secara berlawanan. Kamera terus menyoroti gerakan-gerakan tangan Kyuhyun.

“Meet me @ school. 2A, APIS SHS, beautiful and different student,” bacanya.

Kyuhyun langsung mengungkapkan protesnya, “Aku sudah berumur 24 tahun, kenapa malah dipasangkan dengan anak kecil?”

Kru Blind Dates yang ada didalam mobil seketika terkikik.

“Tapi APIS itu apa? Kelihatannya sebuah singkatan,” ujarnya. Tangannya mengulur untuk meraih peta yang disediakan oleh Blind Dates. Menyusuri setiap tempat dengan teliti sambil menghitung jarak yang kira-kira harus ditempuh olehnya. Cukup jauh juga ternyata dari Lotte World untuk mencapai sekolah yang letaknya di Nowon itu.

Selama perjalanan, Kyuhyun tampak tidak begitu tenang. Sesekali terlihat laki-laki itu menjepit tangannya dengan kedua pahanya, atau meniupkan udara ke kedua tangannya. Terkadang dia juga mengawasi pergerakan jarum jam lewat arloji sport miliknya.

Laki-laki itu mendesah, “Aku takut akan kembali terlambat ke Young Stage. Perjalanan dari Lotte World kesana cukup jauh, hampir satu jam. Sial! Padahal aku berharap bisa berduaan dulu dengan pasanganku di Magic Island,”

“Apa lebih baik jika aku pulang ke rumah eomma saja ya? Jaraknya cukup dekat,” tambahnya.

Young Stage

Jong Kook       : Kasihan sekali Kyuhyun-ssi, padahal dia sudah merencanakan dengan indahnya

Hyorin             : Benar, Kyuhyun jadi kena PHP.

Jong Kook       : Mwo?

Hyorin             : (mengangguk) Penerima Harapan Palsu.

Jong Kook       : Tidak ada hubungannya, Hyorin-ah (menatap sinis)

Bersyukurlah karena supir yang didapatkan Kyuhyun sangat paham jalan-jalan tikus di Seoul. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu 60 menit itupun terkurangi 20 menit. Sesampainya didepan main gate Asia Pacific International School, Kyuhyun hanya mampu menganga. Matanya sama sekali tak berkedip menatap bangunan sekolah tersebut.

“Ada yang menganggu pikiranmu, Kyuhyun-ssi?” tanya sang kameramen.

“Aku sedang berpikir, apakah gajiku di Super Junior selama sebulan cukup untuk membayar SPP bulanan sekolah ini,” ujar Kyuhyun saking kagumnya dengan suasana elit yang hadir di sekolah tersebut.

Asia Pacific International School adalah sebuah sekolah bertaraf internasional yang berada  dimiliki oleh yayasan pendidikan Amerika Serikat. Mereka menggunakan kurikulum Harvard untuk setiap jenjang pendidikannya, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atasnya. Bahasa pengantar yang mereka gunakan juga tak tanggung-tanggung. Ada empat bahasa utama yaitu Inggris, Korea, Jepang, dan Mandarin. Jangan bertanya soal fasilitas yang disediakan karena saya berani menjamin tulisan saya tidak akan menjadi cerita fiksi melainkan brosur sekolah.

“Ya! Itu ruangannya!” teriaknya saat melihat sebuah ruang kelas dengan tulisan 2A diatasnya. Dengan cepat dia berlari membuka pintu kelas itu. Ekspresinya terlihat sangat senang ketika tangannya berhasil meraih gagang pintunya.

“Annyeongha..”

Kalimatnya terhenti. Satu detik kemudian, seluruh gadis didalam kelas itu berteriak histeris. Kyuhyun untungnya sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk itu. Para gadis itu segera berlari keluar mengejar sambil berteriak ‘Kyuhyun Oppa!’. Kejar-kejaran antara artis dan fans seperti di FTV pun tak terelakkan. Sekuat tenaga dia berlari menghindari kesadisan murid-murid yang mengejarnya.

“OPPAAA!!”

Young Stage

Hyorin             : Lari Kyuhyun sangat cepat ya.

Jong Kook       : Aku sering diam-diam datang ke tempat umum. Namun tidak ada yang pernah mengejarku seperti itu.

Hyorin             : (menepuk-nepuk bahu Jong Kook)

Kejelian mata menjadi penolong Kyuhyun. Ditengah lari-larian, dia melihat sebuah ruangan kosong dibawah tangga. Segera dia masuk kedalam untuk bersembunyi. Dengan menempelkan telinganya pada bidang pintu, dia dapat mendengar gebrakan kaki yang cukup lama. Pasti itu gadis-gadis yang tadi. Setelah derap langkah itu menjauh, Kyuhyun memilih untuk menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Menarik napas terlebih dahulu sebelum melanjutkan pencariannya.

“Hosh.. Hosh..” engah Kyuhyun, “Aku tidak pernah sepanik ini sejak debutku bersama Super Junior.”

Setelah berhasil menormalkan napasnya kembali, Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka pintunya. Diliriknya ke kanan dan kiri, barulah dia berjalan keluar. Itupun masih tetap siaga waspada jikalau tiba-tiba ada yang menyergapnya dari belakang.

“Aku merasa hari ini aku bertingkah seperti pencuri ayam. Padahal aku seorang artis tampan,” desisnya.

Sambil jalan pelan, Kyuhyun memperhatikan ruang-ruang yang ada di gedung sekolah ini. Mengamati keanehan yang ada disana.

“Ya! Ternyata semua kelas disini sudah diganti namanya jadi kelas 2A semua,” dengus Kyuhyun kesal, menunjuk kearah pengenal sederet kelas. Tantangan ini benar-benar membuatnya repot. Terdengar derap menggebu langkah, Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak. Mulai mencari tempat persembunyian sementara. Syukurnya, tak jauh dari tempat berdirinya sekarang, dia melihat ruang kelas yang kosong.

“Aish merepotkan sekali,” Kyuhyun mengomel sambil mengeluarkan kertas petunjuk miliknya. Membaca ulang tulisan yang ada disana. Dia mencoba memikirkan kemungkinan yang ada dari petunjuk disana. Awalnya dia tadi menyangka hanya perlu mencari kelas 2A APIS. Bodoh sekali dia mengira sedangkal itu.

Suasana hening disana karena Kyuhyun sangat fokus memikirkan petunjuk tersebut. Tangannya tampak mengelus-elus dagu. Kerutan juga terlihat di dahinya, menunjukkan keseriusannya.

“Argh aku tidak mengerti,” ucapnya frustasi, sambil mengacak-acak rambut. Hampir lima menit dia berpikir dan tidak menemukan apa-apa. Daripada membuang waktu lebih banyak, Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya.

“Ahjussi, aku pinjam ini dan ini ya?”

“Mwo?” pekik salah satu kru kaget.

“Ayolah ahjussi, apa kau tidak kasihan padaku? Ini untuk proteksi diri saja. Nanti kalau sudah selesai langsung kukembalikan. Tapi kalau..” Kyuhyun masih terus memberi persuasinya. Membuat kru itu gusar dan akhirnya mengiyakan. Dengan terpaksa, kru tersebut memberikan jaket dan kacamata miliknya yang diinginkan Kyuhyun.

“Nah penyamaran sudah siap. Apa aku tetap terlihat tampan?” kata Kyuhyun, mendekatkan wajahnya ke kamera. Setelah itu, dengan gagah berani dia berjalan. Melewati koridor-koridor yang ada di sekolah milik Amerika ini. Diliriknya sepintas kearah tim cheerleader yang sedang berlatih di lapangan basket.

Young Stage

Hyorin             : Lihat betapa nekadnya Kyuhyun oppa.

Jong Kook       : Kalau aku jadi dia, aku akan memperhatikan aksi lompat di udara mereka.

Hyorin             : Kau akan memperhatikan aksinya atau celana dalamnya, oppa?

Jong Kook       : (tersipu malu)

Kyuhyun menemukan maket sekolah didepan ruang lobby. Iseng-iseng dia membaca untuk mengetahui seluk beluk bangunan yang sedang dikitarinya. Baru sekitar lima detik berdiri disana, tiba-tiba dia menjentikkan jarinya.

“Mwo? Aish jinja,” Kyuhyun segera lari menjauh. Sepertinya dia mendapatkan ilham setelah melihat bangunan yang diperkecil itu. Langkahnya kini sedang berusaha menaiki tangga menuju lantai 2. Sempat berhenti sesaat.

Telunjuknya ditaruh didepan dahinya, sedang mengingat, “Itu.. lewat sini,”

Saat akan berlari, tak disangka Kyuhyun mendengar lagu Mirror milik Ravel berkumandang. Membuatnya tersenyum yang tidak bisa diartikan oleh para kru. Dia melepas kacamata dan jaketnya seketika, berlari sekencang-kencangnya.

BRAK!

“Oppa!” pekik seorang gadis saat Kyuhyun berhasil membuka pintu ruang musik. Napasnya sudah satu-dua, akibat sedari tadi berlari.

“Ah Seohyun-nie,” ujar Kyuhyun terkaget.

Baiklah, sekarang keduanya terlibat dalam awkward moment. Keduanya berdiri agak jauh namun sejajar, saling bertukar tatapan. Seohyun tampak tersenyum malu, sementara Kyuhyun sedang berpikir untuk bahan omongan.

“Yeppoyo,” ucap Kyuhyun, saat memperhatikan Seohyun yang kini memakai seragam cheerleader dengan dalaman warna biru tua. Seketika Seohyun, yang masih malu, berjongkok menutupi mukanya yang memerah. Membuat geli Kyuhyun.

Young Stage

Jong Kook       : Aigoo.. mereka sangat manis!

Hyorin             : Benar, Seohyun-ssi dan Kyuhyun oppa terlihat malu-malu. Kyeopta!

“Gomapseumnida,” balas Seohyun sambil membungkuk.

“Kau kedinginan, Seo-ah?”

“Mwo?”

Telunjuk Kyuhyun mengarah ke kaki gadis itu, “Kakimu gemetaran.”

“Ah..” Seohyun kehabisan kata. Dia hanya mampu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Sejurus Kyuhyun paham, bahwa Seohyun sedang gugup. Otomatis dia jadi bingung sendiri harus bagaimana. Hasilnya? Senyum-senyum tidak jelas deh.

“Oh..” helaan napas Seohyun. Masih berusaha menghilangkan rasa panik dalam dirinya. Kemudian menatap kedua mata Kyuhyun yang sedari tadi terus mengawasinya.

“Jadi,” Kyuhyun membuka pembicaraan, “Bagaimana kau bisa ada disini? Bukannya cheerleader itu latihannya di lapangan?”

“Eee.. ada yang menyuruhku untuk kemari untuk main piano tadi,” ucapnya malu.

“Kalau oppa? Kenapa bisa ada disini?”

BLUSH!

Sekejab semburat halus merah menyeruak di wajah Kyuhyun. Ganti dia yang tidak tahu harus menjawabnya bagaimana. Rasanya malu sekali jika dia harus menjawab dengan ‘karena aku sedang mencari pasanganku’. Namun, bukan Kyuhyun namanya kalau sampai mati gaya. Tak tahu pula ide yang baik atau buruk, dia segera mengambil kertas dari sakunya. Lalu memberikannya pada Seohyun.

Kepala Seohyun menunduk menatap kertas di tangannya, “Apa ini?”

“Baca saja,”

Dengan alis yang hampir menyatu serta bibir mecucu, Seohyun membuka kertas yang tergulung itu. Membacanya dengan seksama. Rona merah ikut menghampiri muka Seohyun secara cepat. Dia menutupi mulut dan hidungnya dengan kedua tangannya, tertawa geli.

“Jadi oppa..”

Kyuhyun mengangguk sambil berjalan mendekat, “Ne, aku mencari..”

“Pasanganku,” tambahnya.

“Dan itu..” Seohyun menunjuk dirinya sendiri sambil mengangkat alisnya. Kyuhyun kembali menggerakkan kepalanya keatas dan kebawah. Ekspresi senang dan bahagia tidak mampu ditutupi oleh keduanya, mengetahui mereka menjadi pasangan yang dijodohkan dalam kencan buta ini.

“Annyeonghaseyo uri keopeul!” (Seohyun)

“Annyeonghaseyo uri keopeul!” (Kyuhyun)

Keduanya kaget bercampur geli. Kemudian tertawa. Kenapa mereka bisa mengucapkan kalimat yang sama? Lucunya.

*****

“Apa yang kau temukan dari maket tadi sebenarnya Kyuhyun-ssi?”

“Aku paham maksud 2A yang tertulis disana. 2 menunjukkan bahwa dia adalah ruangan bernomor dua, sementara A artinya berada di gedung A. Dari maket itu, aku tahu bahwa ruang kedua di gedung A adalah ruang musik. Makanya aku buru-buru kemari,” ujar Kyuhyun dengan bangganya.

*****

“Seohyun-ssi,” panggil Kyuhyun.

“Ne?”

Laki-laki itu berdeham sekali, “Boleh aku menggandengmu?”

Entah sudah keberapa kalinya wajah Seohyun memerah hari ini. Namun dia tetap mengangguk dengan malu-malu.

Misi Kyuhyun sukses!

Bagaimana Donghae dan Siwon menjalankan misinya? Tunggu episode selanjutnya!

TBC..

31 thoughts on “Blind Dates Special – Meet Me @ School

  1. Ya ampun, idenya kreatif banget. SeoKyu so sweet aahahaha.
    Ditunggu bagian HaeSica dan SiFany lho ^^ Jangan lama-lama ya kalau bisa eonnie🙂

  2. keren chingu..
    aigo.. malu-malunya seokyu ngegemesin..
    hahha.. kyuppa ttep aja narsis.. pipi seonnie da kaya tomat. ckckk

  3. wah kyu oppa pinter juga ya
    itu seokyu malu-malu aja jadi gemes nih ahh ngebayanginnya jadi senyum-senyum sendiri
    lanjut eon lanjut ^^

  4. Ah kyu oppa emang pinter tp narsis juga hehe seneng bgt yg jd pasangan kyu oppa itu seohyun.ditunggu kelanjutanny yh chinggu

  5. aaahh maknae couple…
    sukaaaaa deh pokonya
    serasa liat acara variety yg sungguhan
    kebayang banget deh pokonya…
    jangan lama” thor post misi siwon oppa sama donghae oppa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s