The Forgotten Memories part 4 – END

The Forgotten Memories

Romance & Marriage Life | Characters : Choi Siwon, Tiffany Hwang, Lee Donghae, Jessica Jung |

Ingatan terakhirku adalah ketika aku bertunangan dengannya, bukan menikah denganmu, Choi Siwon

*****

Sejak hari pemberian surprise yang gagal itu, tidak ada lagi suara Siwon dan Tiffany yang saling bersautan. Keduanya sama-sama menghindari pertemuan diantaranya, terutama yang pria. Siwon akan mengerjakan semua tugas-tugas yang ada di kantornya hingga pulang tengah malam. Kemudian berangkat lagi pagi-pagi buta, bahkan sebelum eomma Tiffany, Anna, menyiapkan sarapan untuk mereka.

Siwon tak ada bedanya dengan robot pekerja yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan kantornya. Sesampainya di rumah Siwon langsung pergi ke kamar, dengan membalas sepintas sapaan kedua orang tua Tiffany terlebih dahulu tentunya. Setelah itu, kemungkinan besar dia tidak akan keluar-keluar kamar sampai mentari menjelang pagi. Pria itu sama sekali tidak mampu merasakan ekspresi sedih dari Anna dan Alex melihat dirinya yang terlalu menyakiti diri sendiri.

“Aku pulang,” sapa Siwon sambil melepas dua kaos kakinya. Berjalan memasuki ruang tamu menuju ruang keluarga. Tampak Anna sedang berkutat dengan bumbu di dapur, sementara Alex duduk di meja makan membaca surat kabar miliknya.

“Kau sudah pulang, nak? Ini eomma baru membuatkan kau pancake daun bawang. Ayo kita makan bersama!” ujar Tiffany.

“Ne gamsahamnida, eomma,”

Mata Siwon nampak menyapu ke seluruh ruangan. Rasanya seperti ada yang kurang.

“Eomma,”

“Iya?”

“Miyoung dimana?”

Raut wajah serius yang semula ditunjukkan Anna sekejab berubah menjadi panik. Anna mencoba memberi kode kearah Alex. Sayangnya Alex tidak menghadap kearahnya, justru menyesap kopi hitam di cangkirnya.

Dari keadaan seperti itu Siwon sudah paham mengenai keberadaan Tiffany. Ini sudah keempat kalinya dalam dua minggu terakhir dia pulang cepat. Siwon hanya mampu menghela napas panjang.

“Arraso, eomma. Aku akan ganti baju, lalu kita makan malam,” ucapnya sebelum menghilangkan diri ke kamar.

*****

“Ah ini selesai,” desahnya setelah berhasil menyelesaikan budget schedulenya untuk bulan depan. Siwon meregangkan otot-otot sekitar leher dan pundaknya. Memijat pelan tengkuknya yang rasanya hampir lepas dari tengkoraknya. Kemudian menghela napasnya panjang. Entah angin apa yang baru saja lewat, tiba-tiba dia teringat kenangan bersama Tiffany.

Seorang wanita cantik menggunakan dress putih diatas lutut menghentikan langkahnya didepan pintu ruang kerja seorang general manager. Tangannya menyentuh kenop pintu, menarik engselnya untuk membuka pintu. Persis dengan dugaannya, orang yang ada didalam pasti tidak menyadari keberadaannya. Ditunggunya beberapa saat didepan pintu, namun orang itu tak menoleh sedikitpun kearahnya. Sangat fokus dengan tumpukan file yang tersedia diatas meja.

“Sepertinya percuma aku dandan cantik seperti ini. Toh orang yang ingin kubuat terpesona tidak menatapku sama sekali. Iya kan, Siwon-ssi?”

Perkataan Tiffany sukses membuat tangan Siwon menghentikan gerakan bolpoint. Didongakkan kepalanya kedepan. Melihat istrinya yang sedang menenteng bungkusan di tangan kanannya. Siwon tersenyum manis.

“Mianhae, yeobo. Aku tidak sadar kalau kau datang,”

Tiffany memajukan beberapa langkah kakinya. “Kalau maaf saja cukup, buat apa ada polisi sama penjara,”

“Maksudmu?” tanya Siwon sambil mengangkat alisnya.

Wanita itu kembali berjalan hingga tubuhnya berada persis didepan meja kerja Siwon. Kepalanya dimajukan, memberikan jarak hanya tiga senti dari wajah tampan suaminya. “Kau harus diberi hukuman.”

Siwon menyeringai, “Kau mau hukuman seperti apa? Seperti ini?”

Kemudian memberi kecupan hangat di bibir Tiffany.

“Apa rasanya kalau cuma sebentar?”

“Kau menantangku, sayang?”

Tiffany terkekeh. Mengecup balik lekukan merah milik Siwon. Dia terus mengecup singkat setiap wilayah bibir suaminya itu. Keduanya tertawa ringan.

“Berhentilah menggodaku, Nyonya Choi!” suruh Siwon halus.

“Memangnya kenapa?” tanya Tiffany, kini mengecup dagu milik Siwon.

“Kau ingin aku menyerangmu disini? Mau merusakan citraku didepan para karyawan ya?”

Suara kikikan kembali terdengar dari mulut Tiffany. Wanita itu kemudian menegakkan tubuhnya. Menarik suaminya hingga beranjak dari kursi panasnya, menuju sofa empuk di ruang kerjanya. Tiffany membukakan bungkusan yang dibawanya.

“Kelihatannya enak. Aku yakin ini bukan masakanmu,” kata Siwon datar.

“Memang bukan. Tiffany Hwang mana bisa memasak,”

Perkataan Tiffany barusan berhasil membuat kerutan-kerutan menonjol di dahi Siwon. Ini tempat makan yang biasa Tiffany bawakan untuknya. Dan dia sangat tahu kalau mereka tidak pernah memakai pembantu di rumah. Lalu siapa yang memasak ini selain Tiffany.

“Benarkan kalau Tiffany Hwang tidak bisa memasak? Tapi Nyonya Choi bisa,” balasnya sambil menjulurkan lidahnya.

Siwon seketika tersenyum menggeleng keheranan. Tiffany.. Tiffany.

“Kalau kau sudah mulai sering lembur, jam makanmu pasti akan tidak beraturan. Malah kadang-kadang lebih milih tidak makan daripada meninggalkan kerjaan barang satu jam saja. Suamiku ini memang payah,”

“Mwo?!”

“Ayo sini, buka mulutmu! Aaa..”

Siwon pura-pura merajuk. Kesal dengan perkataan Tiffany barusan, walaupun sebenarnya dia senang karena istrinya sangat perhatian padanya. “Sireoyo!”

“Benar tidak mau?”

Dengan tegas Siwon mengangguk.

“Ya sudah, kumakan saja,”

Baru saja satu sendok pancake daun bawang nyaris masuk ke mulut Tiffany, sebelum Siwon berteriak, “Ya! Itu punyaku!”

“Katanya tidak mau,” kata Tiffany.

“Tapi kan itu.. Aish! Terserahlah,”

Tiffany tertawa puas sementara Siwon cemberut tidak karuan.

“Astaga,” Siwon tersadar. Air matanya telah mengalir cukup deras mengingat semua itu. Betapa perhatiannya wanita yang menjadi istrinya itu. sesaat dia berada dalam keadaan yang membuatnya berpikir, apakah semua yang terjadi pada dirinya tiga tahun terakhir kemarin hanyalah khayalan semu belaka.

Pria itu dengan cepat membereskan barang-barang diatas mejanya. Mengambil kunci mobil dan berlari ke parkiran. Melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi. Entah bagaimana ceritanya, kini Siwon mendapati dirinya berada didepan restoran Fernan Bulli. Dilangkahkan kakinya masuk, menduduki meja nomor 10. Meja yang selalu didudukinya dengan Tiffany ketika datang kemari. Karena disinilah, di meja inilah, Siwon bertemu Tiffany pertama kalinya dalam kencan buta, juga terakhir kalinya Siwon melamar Tiffany untuk menjadi cinta terakhir dalam hidupnya.

Siwon tersenyum miris. Mengingat beberapa waktu yang lalu dia sempat berkencan pertama untuk kedua kalinya dengan Tiffany disini. Masih datang bersama, makan bersama, berdansa bersama. Sangat hangat dibenaknya, betapa dia sangat menikmati waktu berduanya dengan Tiffany, sekalipun wanita itu telah melupakannya.

Kepalanya tertunduk. Teringat akan kejutan yang rusak karena kedatangan Donghae. Saat itu, Siwon benar-benar merasa di puncak semangatnya untuk membuat Tiffany jatuh cinta lagi padanya. Kenyataannya? Hah.. sepertinya hanya dia yang menganggap seperti itu. Dadanya nyeri, ketika mengingat kalimat ‘I’m never pushing you to do it’ yang dilontarkan Tiffany padanya. Menunjukkan bahwa Tiffany bahkan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukannya. Semua hal yang dia tunjukkan, untuk membuat Tiffany ingat kembali dengannya.

Sekeras apapun batu, namun jika terus ditetesi air, akhirnya akan pecah juga. Begitu pula dengan keyakinan Siwon. Selama ini dia teguh dalam dirinya sendiri, untuk tidak akan menyerah dengan pernikahannya. Apapun yang terjadi diantara dia dengan Tiffany. Bahkan saat mengetahui Tiffany kehilangan ingatannya, Siwon masih bersikukuh untuk mempertahankan bahtera rumah tangganya dengan wanita yang sangat dicintainya itu.

Tapi sekarang? Ideologi itupun mulai goyah. Melihat Tiffany yang tidak pernah berusaha menemuinya. Melihat Tiffany yang tidak pernah sekalipun menanyakan keadaannya. Melihat Tiffany yang lebih senang bersenang-senang dengan Donghae ketimbang menungguinya pulang kerja. Sesaat dia mulai terpikir untuk.. bercerai dari Tiffany. Membiarkan wanita itu memilih siapa yang dicintainya dan bersama dengan orang itu selamanya.

Namun apa hatinya sanggup? Melihat Tiffany berada dipelukkan pria lain. Entahlah. Memikirkannya saja sudah membuatnya sesak napas.

Siwon mulai menyesali keberadaan hari dimana dia bertengkar hebat dengan Tiffany. Hari dimana dia membentak Tiffany yang bahkan tidak pernah dia lakukan seumur-umur pada orang manapun. Hari dimana Tiffany meninggalkannya. Hari dimana kecelakaan itu.. terjadi. Sungguh, Siwon menyesali semua itu. Adakah mesin pemutar waktu untuknya?

Setelah berhasil menegak secangkir kopi espresso yang dipesannya, Siwon memilih untuk kembali kedalam mobil. Menghidupkan mesinnya, kemudian menjalankannya ke jalanan ramai Gangnam. iPhonenya berdering tanda ada satu pesan masuk.

From : Eomma Tiffany

Aku dan Alex sepertinya akan pulang telat. Kau sudah makan, nak? Apa aku perlu membelikan makanan?

Diketiknya beberapa kata balasan sebelum pesan itu terkirim. Anna dan Alex memang sudah mengatakan bahwa mereka ada reuni dengan teman-teman SD tadi siang. Ternyata reuni itu menghabiskan waktu juga ya.

Siwon mendesah. Seharusnya yang menanyakan hal seperti ini adalah istrinya. Kemana istrinya? Entah, dia juga tidak yakin. Mungkin sekarang sedang menikmati waktunya berduaan dengan pria lain.

Mobil Siwon telah terparkir didepan rumah. Dia turun dari sana dengan membawa tas laptop jinjing kesayangannya. Melangkah pelan memasuki rumahnya yang gelap gulita. Wajar, memang tidak ada orang sama sekali kan di rumahnya sekarang? Siwon membuka pintu depan. Menghidupkan lampu ruang tengah dan..

“TAAARRRAAAAAAA!!!!” teriak semuanya. Membuat Siwon kaget.

“Mwo?!”

“SAENGIL CHUKKAE HAMNIDAAA! SAENGIL CHUKKAE HAMNIDAAA! SARANGHANEUN CHOI SIWOOON! SAENGIL CHUKKAE HAMNIDAAAAA!!!”

Wajahnya nampak syok. Lagu selamat ulang tahun ini membuatnya mengangkat tangannya. Melihat kearah arloji. Ya Tuhan, hari ini tanggal 10 Februari! Ini berarti hari ulang tahunnya ke-28. Bagaimana mungkin dia melupakannya?

Jalan terbuka kearahnya. Siwon dapat melihat, seorang wanita cantik dengan stud dress warna putih mendatanginya dengan membawa sebuah kue ulang tahun cantik. Ada pria dan wanita yang duduk saling bersandar dibelakang lilin ulang tahun angka 2 dan 8. Siwon hampir meneteskan air matanya. Lihat! Semua orang yang dia sayangi ada disini. Tiffany, Anna, Alex, Eunhyuk, Kyuhyun, rekan-rekan kerjanya, Donghae, bahkan Eomma dan Appanya juga ada. Mereka semua rela meluangkan waktunya untuk membuatkan kejutan ulang tahunnya.

“Tiup lilinnya! Tiup lilinnya! Tiup lilinnya sekarang juga..” sorak-sorai nyanyian tiup lilin mengiringi langkah Tiffany mengantarkan kue ulang tahun Siwon.

“Make a wish dulu, yeobo!”

Senyum cerah langsung mewarnai rona wajah Siwon. Dipejamkan matanya sesaat, sebelum mulutnya dimajukan untuk mematikan lilin-lilin tersebut. Tepukan tangan menyeruak seiring Tiffany yang menyalimi tangan Siwon dan mengecup bibir pria itu lembut. Acara dilanjutkan dengan potongan kue pertama yang tentunya diberikan Siwon kepada istri yang paling dicintainya itu. Selama acara, Siwon selalu melirik kearah perempuan yang dipeluknya disebelah kanan. Perempuan yang sempat membuang hidupnya pontang-panting. Sungguh, tak henti-hentinya dia mengucapkan syukur pada Tuhan.

*****

“Aw!” pekik Tiffany saat Siwon mendorongnya ke ranjang.

“Apa yang kau lakukan, oppa?”

Siwon berdiri didepan pintu kamarnya yang terkunci. Tangannya terlipat dengan wajah yang terlihat sangat kesal.

“Sekarang bisa jelaskan padaku, apa maksud semua ini, Choi Miyoung?”

Tiffany menelan ludah. Berusaha mengalihkan suasana, Tiffany tersenyum meringis. Namun sepertinya itu tidak berefek apapun pada suaminya. Terpaksa dia menghela napas dan menceritakannya dari awal.

“Fany-ah,”

“Oppa, Siwon marah besar padaku. Dia..” Tiffany menceritakan perihal pertengkarannya dengan Siwon yang baru saja terjadi. Semua unek-uneknya dikeluarkan mentah-mentah. Rasa kesal sudah tidak sanggup ditahannya melihat tempramentalnya Siwon. Donghae mendengarkan dengan seksama setiap curahan hati dari mantan tunangannya itu.

“Aku harus bagaimana, oppa?” tanyanya masih terisak.

“Sebenarnya, aku punya ide. Tapi agak gila,”

Tiffany mengerutkan dahinya, “Apa?”

“Bagaimana jika kau menabrakkan mobilmu ke tiang? Lalu pura-pura kau kecelakaan dan hilang ingatan begitu?”

“Mwo?! Kau gila?!” pekik Tiffany yang jelas-jelas menolak.

“Tidak, ini ide paling keren yang kupunya. Aku yakin kemampuan menyetirmu sama seperti stuntman di film-film action. Nanti rencananya biar aku yang mengatur. Bagaimana?”

“Ya! Berarti kau sengaja? Kau..” Siwon benar-benar geram.

“Mau bagaimana lagi, kalau tidak begini, kau pasti akan terus memarahi dan menyalah-nyalahkanku. Jadi kupercayakan saja semuanya pada Donghae oppa,”

“Tidak ada hilang ingatan?”

Tiffany menggeleng pelan. “Mianhae, oppa.”

Wanita itu masih menunjukkan raut bersalahnya. Membuat Siwon memiliki ide cemerlang. Tiba-tiba dia berjalan kearah tempat Tiffany duduk. Merangkak ke atas tubuh istrinya yang tidur telentang itu. Nampak keterkejutan memenuhi ekspresi Tiffany.

“Apa yang kau lakukan?”

Siwon menyeringai, “Kau kira?”

“OPPAAAAAAA!!”

*****

“Yeobo,” panggil Siwon.

“Hm?”

“Kenapa dulu kau memutuskan pertunanganmu dengan Donghae?”

Tiffany menatap Siwon yang masih mengendusi telinga belakangnya, “Memangnya aku belum pernah cerita?”

Siwon tampak menggeleng.

“Karena Donghae oppa mencintai Jessica. Mana mungkin aku membiarkan dia kecewa berada didekatku? Jadi kubiarkan saja pertunangan ini selesai, dan dia bersama Jessica. Kupikir mereka begitu saling mencintai satu sama lain,”

“Apa kau tidak sedih?”

Tiffany menggeleng. Lalu mencium pipi Siwon, “Karena aku tahu, pengganti untukku pasti jauh lebih keren dari Donghae oppa,”

Siwon terkikik.

“Berarti sekarang sudah tidak ada  lagi kenangan yang terlupakan?” tanya Siwon.

“Dari awal juga tidak ada. Kau saja yang bodoh bisa percaya dengan aktingku sebulan ini,” Tiffany menepuk tangannya, “Sepertinya aku harus ikut casting film karena kemampuan sandiwaraku yang sangat hebat.”

“Kau mau aku mati saat melihatmu dicium pria lain, Nyonya Choi?”

Ganti Tiffany yang terkikik. Ditatapnya lembut pria bertubuh kekar yang sedang memeluknya dari belakang itu. Aroma tubuh Siwon yang maskulin menyeruak ke seluruh sel-sel indera penciumannya. Membuat rasa cintanya menggelora untuk Siwon

“I love you, oppa,” ucap Tiffany lembut.

“Sepertinya aku masih harus berpikir ulang aku akan mencintaimu atau tidak,”

“OPPAAAA!!”

-THE END-

66 thoughts on “The Forgotten Memories part 4 – END

  1. Huwwaa so sweet bnget ending nya, ga nyangka!! Buat lgi ff yg cast nya sifany ya thor!! 10 jempol deh buat author😀

  2. Aku sudah mengira lo’ tiffany hnxa berbohong. Eh. . Ternxata benar.hehehe
    ayo. . .buat lagi cerita tntang sifany. . .oh ea jngan lupa d lnjutin yg saltarcume.a chingu. . .
    Hwaiting. . .

  3. what ? Akting ? KKYYYAAAA Fany Unnie !!!!!! ><
    Hahahha
    Author emang keren (y)
    Ceritanya bagus banget, baru nemu yg kaya gini
    Eehh thor buat SiFany lagi dong ! Yah yah yah
    Yg Marriage Lifenya SiFany lagi dong yah yah yah

  4. ending yg nga bisa d tebak dri awalnya.
    klimaks ny dapet.ayoo..tiffany nakal ya ngerjain siwon sampe segitunya.
    kyaknya blog ini bkal jdi list tetap aku deh buat baca2 ff sifany😀
    sering2 ngepost ff sifany ya chingu😀

  5. Dugaan pertamaku, klo Tiffany akting. Tapi aku ragu.
    Skarang, semua terungkap !!!
    Author, aku pengen SiFany yg Marriage Life.
    Aku suka ff-mu.

  6. Mwooo??? Cuman akting??? Kyaayaaaayy.. Tiff sama Donghae jail banget sih.. Sampe sebulan ngebohongin siwon ,kekeke… Untung siwon belom nyerah tuh😀 neomu daebak chingu🙂 banyakin ya buat sifany😀 keep writing🙂

  7. ya ampun ternyata cuman akting. suer sumpah saya udah mikir yang aneh-aneh gimana endingnya bakal terjadi, eh ternyata akting. berasa gondok banget, Nia eonni ini pinter bener sih nyari ide. aigooo jadi kesel ddeh sayanya kan =,=’

    keep writting ya eon, cepet bikin ff lagi supaya readernya gk kabur hehhe. fighting!!

  8. hahahaha , ternyata akting toh .
    3 part bikin aku nangis , ekh yg terakhir bikin aku ngakak sambil nangis 😀 .
    100000 jempol buat author , bikin lagi ya thor , jebal

  9. Wow, ad ff sifany mian thor komen ny cuma part 4 soal’a lagi eror
    Ff ny keren nih baca ny dari part 1 smpai 3 terharu,sedih campur aduk deh eh pas part 4 ternyata hanya sandiwara ny tiffany eon doank!
    Tpi ff ny daebak di tunggu karya” author lain ny tpi klw boleh sifany y! Fighting

  10. Ya ampun, ternyata cuma akting toh. Ckckck, dasar Tiffany dan Donghae >.< Tapi… selama itu Siwon dapat pelajaran berharga ^^… semoga rumah tangga mereka langgeng yaaa xD
    E-eh iya, nama Jessica selalu terpampang di poster itu jadi aku kira dia bakal sering muncul setiap part. Eh taunya cuma muncul lewat cerita Tiffany=,= Buat dong FF HaeSica😀
    Ditunggu karya2 selanjutnya.

  11. fany eunni deo……………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!
    hahaha untung siwon oppa nggak mrah…………………….untung bgt………….fiuuuhhh………..
    psti siwon oppa cinta bgt sama fany eunni……………..so sweet…………….*_*
    ff author daebak………………….^_^

  12. kyyyaaa *serang tiffany ^^v*
    Jdi slama ini cuma akting doang, hebat bgt ya🙂 kekeke
    Nice FF thor, seneng nemu FF pairingnya Sifany
    Bikin Lg ya Min, klo bisa genrenya marriage Life *request*

  13. Yaaaaa~ kecewa deh😦
    Padahal sih udah bagus, idenya juga mantep. Tapi gak nemu feelnya pas pesta kejutan itu. Kenapa siwon langsung senyam-senyum aja? Gak kaget apa? Ekspresinya kurang hehehe😛
    After all, bagus🙂

  14. Whaaaaaat
    sepertinya aku seperti siwon oppa
    gila aku dibohongin nih
    kaget aja ternyata cuman akting doank
    tpi bener2 keren
    btw endingnya trlalu cepet nih
    kurang mesraaaaaaa
    hehehee

  15. Keren banget certitanya!!! Best fanfic ever i read :3 daebak daebak daebak-unnie
    suka banget sama fic ini, apalagi pairingnya siwon-tiffany. I’m sifany shipper :3
    sedih banget awalnya, aku kira tiffany beneran amnesia. Ternyata engga.-. *bukan cuma siwon yang ketipu, aku juga ketipu*
    kereeenn, bikin sifany lagi unnie :3 keep writing yaaaa

  16. kereenn banget thor ceritanya 1000 jempol deh buat ff sifany.a,
    buat terus yah thor ff sifany nya!! =))
    terus ff saltarcume lanjutin dong thor….

  17. apa ? jadi ini cuma bohongan ? selama satu bulan ini tiffany cuma pura-pura hilang ingatan aku pikir beneran wah keren tuh fany bisa bikin siwon jadi gak karuan kaya gitu tapi lebih keren lagi authorny yang bikin ini cerita daebak deh pokok.ny🙂

  18. hahahhahahahha

    ternyata cuma akting doang………………

    ini yang bagus aktingnya tiffany atau emang authornya yang hebat?

    wach eunhyuk, kyuhyun oppa, n jessica nongol dikit…………….

    thor bikin ff kyuyoung dong…….cz q juga suka couple ini………….

  19. wkwkkkkk…
    Gilaaakkkk gilaaaakkkkk
    Aq kiraaaa benerannnn , kasiaaannn bangettt siwon oppa nyaaa, hiksss ternyataaaaa cumann di kerjaiiinnn….
    Seandaiii nyaaa beneraannn gakk tegaaaa samaa siwonopaanyaa…
    100 jempol deehhh buatt authorrr…
    Yang udahhh mengaduk2 emosii, xixixixi

  20. hahaha….author tuh emang bener” kreatif banget bikin cerita..
    asli bagus banget,sampe ga nyangka akhirnya cuma pura”
    daebak deh pokonya

  21. Komen deh gak tega jadi sider habisnya keren banget

    sesuai sasaran itu CUMAN SANDIWARA DAEBAK!! DAEBAK teruskan karya mu thor sifanyyyyy jiangggggg!!

    keep write lanjutkan hoho….

  22. Bagus bgt!!! Fanfic nya, aku sekarang ngerti jalan cerita nya jadi, Siwon itu dikerjakan sama tiffany. Maksud nya, Tiffany sama Donghae buat rencana untuk ngerjain siwon,Tiffany pura – pura lupa ingatan, jadi udah berhasil dengan sukses buat siwon sedih, nangis, marah, kesal, cemberut, murung. Bagus acung nya Tiffany Onnie.🙂

  23. Bagus bgt!!! Fanfic nya, aku sekarang ngerti jalan cerita nya jadi, Siwon itu dikerjakan sama tiffany. Maksud nya, Tiffany sama Donghae buat rencana untuk ngerjain siwon,Tiffany pura – pura lupa ingatan, jadi udah berhasil dengan sukses buat siwon sedih, nangis, marah, kesal, cemberut, murung. Bagus acting nya Tiffany Onnie.🙂 Bagus bgt fanfic nya

  24. Whooaaa..#prokprokprok😀 daebakk thor.. Minta sequel yah thor.. Ceritanya kereen bikin tegang+greget,,
    #please,aku tunggu sequelnya..jebal😉,
    .tapii di akhir” crita knp alurnya sdkit dicepetin,sbnarnya menanti moment2 romance sifany #wkwk

  25. aku yakin udh pernah comment ini, udh lama. tapi kok ngilang?

    gakpapa lah, daebak! semua ff disini keren banget, lanjut terus ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s