Aiónios part 4

Aiónios

Fantasy, Friendship & Romance | Characters : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Donghae, Victoria Song, Tiffany Hwang |

I know everything of you even without touching you

*****

“Ke.. kenapa kau memintaku untuk mencintaimu?”

“Karena aku merasa, kau satu-satunya perempuan yang dapat kupercaya,” jawab Kyuhyun.

Seohyun bertanya kembali, “Apa kau melihatku dalam ramalanmu?”

Pertanyaan itu membuat Kyuhyun terbelalak, “Apa maksudmu?”

“Apa kau..” Seohyun menarik napas, “Pemimpin Aiónios?”

DEG!

*****

CKIIIIT!

Rem mobil BMW sport warna hitam berdecit. Kyuhyun menekan tombol ‘P’ yang ada diatas persneling mobilnya. Matanya memicing ke jok penumpang, melihat Seohyun yang masih sibuk memperhatikan interior mobilnya.

“Kau sedang mengobservasi sesuatu?”

“Mobil yang keren. Bisa jadi salah satu alasan mengapa aku menerimamu nanti pada Tiffany,” jawab gadis itu sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Aku tidak percaya orang sepertimu bisa materialistis,” desah Kyuhyun.

Seohyun melepaskan safety beltnya, “Percayalah, di dunia yang serba korupsi begini, hanya orang yang materialistis yang bisa hidup,”

Pernyataan Seohyun sontak membuat mata Kyuhyun menyipit. “Apa ini sebuah kode untukku?”

“Maksudmu?”

“Kau akan meminta bayaran atas jasamu menjadi teman kencanku,”

“Ternyata insting liarmu bekerja sangat baik,”

“Itu pujian atau hinaan? Kau membuatku terdengar seperti anjing pelacak,”

“Anggap saja pujian. Aku tahu kau jarang dipuji,” jawab Seohyun kalem.

Kyuhyun terkikik.

Dia terlebih dahulu keluar dari mobil. Lalu membukakan pintu untuk Seohyun. Gadis itu melangkahkan satu kakinya keluar, berdiri menatap Kyuhyun cukup hangat. Membuat cowok itu tersenyum sendiri, tanpa sadar. Sepertinya tidak sia-sia dia berdebat sampai rasanya tercekik kemarin.

“Apa kau..” Seohyun menarik napas, “Pemimpin Aiónios?”

DEG!

Rasa kaget yang tiba-tiba itu mencekik leher Kyuhyun. Ditambah lagi dengan tatapan tajam yang sejak tadi selalu ditunjukkan oleh Seohyun. Bagaimana mungkin gadis ini.. Yang dia tahu, apapun mengenai Aiónios saat ini sudah tidak pernah menjadi topik bahasan dimanapun. Not even from the internet or books. Tapi, kenapa Seohyun bisa mengetahui mengenai Aiónios?

“Aku rasa kau masih punya dua telinga yang sehat,” celetuk Seohyun tiba-tiba, karena tidak mendapat respon.

“Sebenarnya aku memiliki panca indera yang sempurna,” kata Kyuhyun.

“Lalu mengapa tidak menjawab pertanyaanku?” timpal Seohyun.

“Apa kalian bertiga merupakan segerombolan manusia aneh jenis hocus-pocus? Lalu apa kau pemimpinnya? Untuk apa kau kemari, ke sekolah ini?”

Kyuhyun menarik napas panjang. Menghembuskannya lewat hidung perlahan. Dia sedang memutar otaknya untuk menjawab sederet pertanyaan yang dilontarkan gadis didepannya. Dia sangat bersyukur Siwon dan Donghae tidak ada disini. Kalau sampai dua orang itu mendengarkan intonasi Seohyun berbicara, bisa-bisa mereka akan memerahkan mata mereka lalu mengucapkan mantera pembatu atau mantera penghilang ingatan pada Seohyun.

“Okay,” Kyuhyun membuka kedua tangannya, “If you wanna know the answers all about it, let’s make a deal before!”

Alis Seohyun terangkat. Tangannya terlipat didepan dada, “Is it worth?”

“Well, I think so. Aku akan menceritakan apapun tentang kami padamu, dengan dua syarat yang wajib kau lakukan,”

Seohyun masih menatap tajam kearah Kyuhyun. Menunggu cowok itu melanjutkan kalimatnya.

“So first,” Kyuhyun mengangkat telunjuknya, “Kau harus berjanji untuk menyimpan rahasia ini dengan serapat-rapatnya. Jangan ada satupun yang bocor, sedikitpun.”

“Kedua,” kini jari tengah Kyuhyun terangkat, “Kau harus menjadi pacarku,”

“Jangan protes dulu!” seru Kyuhyun saat melihat perubahan raut Seohyun, “Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi setelah kau mengetahui tentang kami. Dengan kau menjadi pacarku, aku akan lebih untuk mengawasimu dan.. melindungimu,”

Pilihan kata terakhir dari Kyuhyun sontak membuat Seohyun tersenyum sinis. “Kyuhyun, sepertinya kau lupa kalau aku seorang judoka sabuk hitam,”

“Hah? Masa?” pekik Kyuhyun pelan.

Seohyun menggerutu, “Kau tidak perlu sekaget itu. Ini bukan salah satu keajaiban dunia,” Cowok itu menggaruk-garukkan kepala tidak jelas. Rasanya ini pertama kalinya rasio otaknya tidak bekerja dengan baik. Catatan untuknya lain kali untuk tidak memperlakukan Seohyun seperti cewek lemah yang biasa dikenalnya.

“Jadi bagaimana?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Apanya?”

“Tawaranku,”

“Aku tidak tahu apa untungnya bagiku. Sepengelihatanku itu hanya menguntungkan dirimu saja,” cetus Seohyun.

“Lalu apa yang kau inginkan? Apapun, selama itu masuk akal, akan kupenuhi,”

Seohyun nampak berpikir sesaat, “Mungkin.. lebih menyenangkan jika kau jadi bodyguardku saja daripada pacarku,”

“Mwo?! Andwae!!” tolak Kyuhyun mentah-mentah.

“Bukankah itu menguntungkanku?”

“Iya kau untung, tapi aku buntung tau,” sembur Kyuhyun cepat.

“Begini saja, kita berkencan dulu beberapa kali. Jika tidak ada masalah, baru kita berpacaran. Bagaimana? Kurasa ini menguntungkan. Kau akan mendapatkan makan gratis selama kencan..” dan aku dapat memenuhi asa appaku, gumam Kyuhyun dalam hati.

“Cih, memangnya aku orang melarat,” cibir Seohyun. Tapi kemudian gadis itu terdiam. Sibuk dengan pikirannya sendiri. Kyuhyun dapat melihat dari tatapan matanya, bahwa Seohyun sepertinya tertarik dengan tawarannya. Semoga saja begitu.

“Selain itu, kau bisa melakukan apapun padaku. Yang penting bukan kekerasan tentunya,” tawarnya lagi. Semakin menggoyahkan keteguhan Seohyun untuk menolak. Gadis itu semakin membungkam. Menggigit bibir bawahnya sendiri.

Kyuhyun yang tak tahan dengan lamanya Seohyun berpikir langsung berkata, “Kuhitung sampai tiga jika kau tidak menjawab, kuanggap itu iya. Satu..”

“Mwo?”

“Dua..”

“Ah? Hah?”

“Tiga..”

CUP!

Ganti Seohyun yang terkejut bukan main. Kyuhyun tiba-tiba mencium pipinya dan berlari keluar kelas. Terdengar teriakan ‘kujemput kau besok pagi’ sebelum orang itu benar-benar menghilang dari hadapannya.

*****

“Aaah! Ya! Apa sih?!” seru Seohyun saat seseorang menarik tangannya menuju toilet perempuan. Tiffany melepaskan genggaman tangannya pada Seohyun, menatap sahabatnya itu dengan wajah kesal. Dari ekspresinya terlihat sekali kalau Tiffany sedang kesal. Tapi Seohyun sudah terbiasa disuguhi pemandangan aura ini. So, dia bisa memasang flat-face andalannya.

“Waeyo?” tanyanya saat tangan Tiffany dua-duanya terlipat didepan dada.

“Kamu habis mandi kembang tujuh rupa atau bagaimana?” tanya Tiffany balik.

“Hah?”

Tiffany yang gemas mengubah pertanyaannya tadi menjadi, “Bagaimana ceritanya kau bisa datang ke sekolah bersama Kyuhyun?”

“Dia yang menjemputku,” jawab Seohyun singkat.

“Mwo?! Ya!”

PLAK!

“Aw!” seru Seohyun saat Tiffany memukul lengannya kencang. Dia jadi kesal sendiri. Ini temannya satu kenapa lagi sih?

“Kau ini kenapa sih.. dari dulu hidup penuh keberuntungan?! Selalu cuek dengan segala sesuatu.. tapi justru dapet semuanya..” gerutu Tiffany disela-sela mencubiti badan Seohyun. Membuat gadis itu terus berteriak, mengaduh kesakitan.

Dalam hati dia benar-benar merasa jengkel. Semua ini gara-gara cowok bodoh bernama Cho Kyuhyun yang menjemputnya tadi pagi. Padahal dia sudah menolak, tapi cowok itu malah bilang, “Kalau kau tidak mau kuantar, nanti malam aku akan datang ke rumahmu dan nyanyi lagu shin-chan sekencang-kencangnya!”

Lihat hasilnya sekarang! Tadi pagi dia langsung disambut dengan tatapan mati-kau-seohyun oleh semua orang. Syukurnya itu cuma tatapan, kalau sungguhan? Dapat dipastikan dia sudah ada di pemakaman umum sekarang. Dan sekarang, dia kena cubit-pukul-cubit-pukul dari Tiffany. Sementara yang sana? Malah sibuk dikelilingi cewek-cewek. Cho Kyuhyun memang brengsek.

“Hyunnie!” pekik Tiffany kencang.

“Apa sih?”

“Bagai––“

TENG!TENG!TENG!TENG!

“Ah Fany-ah, sudah bel kutinggal dulu ya,” kata Seohyun yang langsung kabur dari sergapan Tiffany.

“Ya! Seohyunnie! Aish!”

*****

Seohyun memilih untuk berdiam sejenak di kelas. Rasanya masih malas untuk pulang ke rumah sekarang. Hari ini ternyata ada rapat guru mendadak yang menyebabkan seluruh murid dipulangkan lebih awal. Dapat dilihat kelas Seohyun begitu sepi, hanya ada dirinya seorang.

Bosan melihat suasana kelas yang hening, dipindahkan pandangannya ke jendela luar. Tampak beberapa siswa laki-laki sedang bermain basket disana. Dan salah satu diantara mereka ada Donghae.

Seohyun mencibir pelan.

Kenapa sejauh mata memandang harus melihat salah satu diantara tiga cowok itu sih.

“Kau disini rupanya,”

Suara gebrakan pintu dan orang yang entah siapa itu menarik perhatian Seohyun. Sesaat gadis itu mendesah. Mendapati orang yang paling malas ditemuinya, sudah berada dihadapannya sekarang.

“Kenapa kau disini?”

“Apa urusanmu,” timpal Seohyun.

“Ya! Aku mencarimu sedari tadi. Ayo kita berkencan!”

“Hah?”

*****

Anak ini dimana sih, gerutu Kyuhyun kesal. Namun disimpannya sendiri.

Dia sudah mencari disekeliling perpustakaan. Setahunya, Seohyun sangat sering bergumul dengan bacaan yang ada disana. Kyuhyun cukup sering tidak sengaja bertemu dengan gadis itu di perpustakaan. Tapi nyatanya saat ini, Seohyun tidak ada di tempat itu.

Disusurinya seluruh koridor setiap lantai di gedung baru. Namun tak juga menemukan batang hidungnya sama sekali. Kyuhyun sempat berpikir mungkin Seohyun sudah pulang terlebih dahulu. Tapi sewaktu dia berpapasan dengan Tiffany didepan laboratorium bahasa, gadis itu mengatakan bahwa Seohyun tidak pulang bersamanya karena masih ingin di sekolah. Oke, berarti gadis itu sekarang masih di sekolah. Tapi masalahnya dimana?

Kalau tidak ada di gedung baru, kemungkinan besar anak itu ada di kelas. Kyuhyun segera berlari ke gedung baru. Menaiki tiga anak tangga sekaligus. Kalau tau begini capeknya mencari seorang Seohyun, nggak bakal deh Kyuhyun tadi ikutan main basket sebentar.

BRAK!

“Kau disini rupanya,” desis Kyuhyun dengan napas terengah-engah.

Dilihatnya Seohyun yang semula menatap keluar jendela, telah menoleh kearahnya. Kyuhyun berjalan mendekati tempat duduk gadis itu.

“Kenapa kau disini?”

Seohyun mengernyitkan dahinya, “Apa urusanmu,”

“Ya!” sembur Kyuhyun, “Aku mencarimu sedari tadi. Ayo kita berkencan!”

“Hah?”

“Hari ini sangat cerah dan sekolah kita pulang pagi. Daripada kau hanya melamun tidak jelas, lebih bermanfaat waktunya kita pakai jalan-jalan kan?”

Gadis itu nampak terdiam. Membuang muka, menatap ke jendela. Kyuhyun mulai sebal. Kenapa Seohyun itu terlalu banyak berpikir sih?

“Kita mau jalan-jalan kemana?”

Kyuhyun menelengkan kepala, “Kemana saja. Nonton, makan siang, bermain.”

“Berdua saja?”

“Mana ada kencan bertiga,” celetuk Kyuhyun.

“Tapi, aku belum izin halmeoni mau pergi-pergi. Apa aku pulang dulu ya,” gumamnya pelan. Namun masih terdengar sangat jelas di telinga Kyuhyun.

Astaga! Kau sudah SMA, bukan murid SD yang harus kemana-mana izin. Kyuhyun semakin menggelengkan kepala. Ini pertama kalinya dia bertemu gadis seunik ini. Bayangkan saja, di zaman serba robot begini, masih ada aja anak remaja yang kalo mau keluar harus pake exit permit.

Akhirnya Seohyun mengambil handphonenya. Menekan beberapa nomor, kemudian menaruhnya dekat telinga. Kyuhyun masih memperhatikan apa yang dibicarakan Seohyun dengan halmeoninya. Dia juga was-was dalam hati, kalau sampai nenek Seohyun tidak memperbolehkannya jalan-jalan bagaimana.

“Aku mengerti halmeoni. Ne gamsahamnikka,”

Kyuhyun menarik napas lega. Seohyun dapat izin untuk keluar bersamanya. Cowok itu sudah mengatur. Pergi dari sekolah ini, mereka akan ke Times Square. Kemudian nonton bioskop karena sepengelihatannya banyak film baru yang bagus. Setelah itu, dia akan mengajak Seohyun bermain di Game Center. Akhirnya mereka makan siang bersama dan mengantar gadis itu pulang.

Akan tetapi semua rencananya itu buyar saat Seohyun berkata, “Aku hanya mau makan siang denganmu,”

“Mwo? Kenapa hanya makan siang? Kita kan bisa menghabiskan waktu bersama dulu,” protes Kyuhyun.

Seohyun menggeleng mantap, “Hanya makan siang atau aku pulang sekarang,”

“Tapi––Ah! Baiklah,”

Kyuhyun mencibir tanpa suara.

*****

“Ah masitta!” seru Seohyun setelah mengelap bibirnya.

“Memang, restoran ini adalah restoran India favoritku. Makanannya enak-enak sih,”

Seohyun mengangguk, “Aku tidak pernah makan masakan India. Tapi aku suka Ayam Tikka ini,”

Karena acara makan siang mereka sudah selesai, maka sebagai pria jantan, tentu Kyuhyun menawarkan untuk mengantar Seohyun pulang. Tapi gadis itu menolak dan lebih memilih untuk berjalan kaki.

“Hei, dari sini ke rumahmu itu lumayan jauh,” kata Kyuhyun saat keduanya berada diluar restoran.

“Tidak masalah. Toh sekalian membakar kalori,” jawab Seohyun singkat.

“Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, aku duluan ya,”

Seohyun sudah berjalan meninggalkan Kyuhyun sendiri didepan restoran. Sesaat cowok dengan kulit paling putih diantara kedua kawannya itu dilema. Bodoh sekali dirinya! Kenapa gadis macam Seohyun yang harus dikejarnya? Gadis itu terlalu antik, terlalu unik dibanding semua perempuan yang pernah dikenalnya. Dan pastinya, terlalu merepotkan.

“Ah! Kyuhyun-ssi!” pekik Seohyun saat tiba-tiba seseorang menggandeng tangannya. Sesaat rasa nyaman menyergap ke seluruh tubuh gadis itu. Kepalanya terasa hening dan tenang, tidak seperti biasanya jika dia menyentuh tubuh orang lain.

Siapa kau sebenarnya, Kyuhyun?

“Tak perlu melihatku seperti itu. Aku tahu aku tampan,”

Seketika Seohyun memasang tampang ingin muntah. Cowok ini.. memang terlalu percaya diri.

“Kenapa kau ikut aku jalan?”

“Mana mungkin aku membiarkan seorang gadis jalan sendirian tanpa teman. Itu sangat tidak gentle,”

Seohyun mencibir, “Sudah kubilang, jangan meremehkanku,”

“Bukan meremehkan, lebih tepatnya mengkhawatirkan. Biar bagaimanapun kau tetap perempuan kan,”

Sebenarnya dia sudah berusaha lepas dari genggaman tangan Kyuhyun. Tapi cengkraman itu terlalu kuat. Seohyun tidak mampu untuk melepaskannya. Keduanya berjalan bersama melewati jalan-jalan kecil di Seoul.

“How about we play 20 questions?”

“Sorry?” Seohyun tidak terlalu mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“How about we play 20 questions? Sangat membosankan jika kita berjalan tanpa ada bahasan,”

“Um.. How about 10?”

“Okay,” Kyuhyun terpaksa mengangguk, “You first. Tapi kita bertanya dua pertanyaan langsung.”

“Agree. Aku mulai dari satu pertanyaan bodoh,” ujar Seohyun.

“Apa kau benar-benar berasal dari keluarga kaya?”

“Hah? Pertanyaan macam apa itu,”

“Jawab saja,”

“Well,” Kyuhyun mengusap tengkuknya dengan tangannya yang lain, “Sebenarnya aku tidak suka membicarakan tentang material seperti ini. Tapi bisa dibilang seperti itu,”

Seohyun melanjutkan pertanyaannya, “Kalau begitu pertanyaanku selanjutnya, apa jadi orang kaya itu menyenangkan? Yah, aku sering melihat di televisi kalau banyak sekali orang kaya yang ingin hidupnya menjadi lebih sederhana saja begitu. Is it true?”

Kyuhyun tertawa kecil.

“Kau terlalu banyak menonton drama, Seo-ah,” jawabnya, masih tergelak, “Yang aku rasakan selama ini, being rich is so amazing. Aku bisa melakukan apapun yang kusuka,  membeli apapun yang kumau dan pergi kemanapun yang kuinginkan. Dan salah satu faktor mengapa semua wanita mengejar-ngejarku juga karena aku kaya.”

“Good!” balas Seohyun, “Kurasa aku tidak perlu menyentuhmu untuk mengetahui apa kau sedang berbohong atau tidak.”

“You can’t read my mind, even if you touch me. Remember?”

Seohyun menepuk dahinya, “Sorry, forget it. Next you!”

Cowok itu masih menggenggam tangan Seohyun saat bertanya, “Sejak kapan kau tahu tentang kemampuanmu itu?”

“Apa?”

“Since when you know it?”

Tiba-tiba langkah Seohyun terhenti. Kepalanya tertunduk. Membuat kaget Kyuhyun yang sedang jalan bersamanya.

“Kyuhyun-ssi, mengenai pertanyaanmu..” Seohyun menelan ludah, “Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Tapi aku janji, jika saatnya tepat, aku akan menceritakannya padamu.”

Apa yang terjadi? Kyuhyun hampir saja menanyakan hal tersebut. Namun melihat ekspresi syok yang ditunjukkan Seohyun, diurungkan niatnya itu. Dipikirnya, kelihatannya peristiwa itu masih menyisakan traumatik pada diri Seohyun.

“Yah, tidak apalah kalau kau tidak mau cerita. Sekarang pertanyaanku berubah, kenapa kau hanya berteman dengan Tiffany?”

Seohyun mencibir, “Dari tadi pertanyaanmu terlalu berat tahu,”

“Tidak ada aturan pertanyaannya harus ringan-ringan kan,” timpal Kyuhyun.

Gadis itu tersenyum tipis. Dahinya tampak mengerut, memikirkan jawaban yang akan diutarakannya. “Yah, begitulah. Aku memang hanya berteman dengannya.”

“Waeyo? Memangnya kenapa dengan yang lain?”

Seohyun tiba-tiba memukul bahu Kyuhyun, “Ya! Ini giliranku! Kenapa kau ambil?”

“Mwo?!”

“Kau sudah bertanya tiga kali tahu,”

“Tiga kali darimananya?”

“Kau sudah bertanya soal kemampuanku dan temanku. Itu sudah dua,”

“Tapi kan pertanyaan pertamaku tidak kau jawab,” protes Kyuhyun.

Seohyun menyanggah, “Aku kan menjawab ‘suatu saat akan kuberitahu, tapi tidak sekarang’. Itukan jawaban!”

“Tapi––Aish!”

Seohyun tertawa penuh kemenangan.

*****

“Yo man! Where are you?.. Mwo?! Jinjaeyo?.. Padahal kami sudah menunggumu di Jock’s.. Arraso,”

KLIK!

Donghae mematikan teleponnya. Kemudian berjalan mendekati meja billiard. Disana sudah ada Siwon yang menunggu untuk bermain. Cowok itu sedang sibuk menggosok cue sticknya dengan chalk.

“Dimana Kyuhyun?” tanya Siwon.

“On date,”

Alis Siwon langsung mengangkat, “Dengan?”

“Dengan siapa lagi,” balas Donghae mengacungkan cue sticknya. Mengarahkan bola putih yang sedang berada tepat ditengah-tengah itu. Dia memberikan tenaga dorongan yang cukup kencang sampai bola warna orange langsung masuk melalui lubang atas kiri.

“Jinja? Seohyun yang modelnya begitu?”

“Kau mau Seohyun yang modelnya bagaimana lagi?”

Cowok berlesung pipi itu langsung menepuk tangannya kencang. Menggelengkan kepalanya benar-benar heran, “It’s sound like a hell yeah?”

“More than hell,” Donghae berhasil memasukkan bola merah dengan mulus, “But sweet.”

Giliran Siwon untuk menunjukkan kemampuannya. Diacungkan tongkat billiardnya lurus, terarah kepada bola hitam yang masih menganggur diatas meja. Matanya menyipit, sedang membidik lubang yang kemungkinan besar akan memberinya poin.

PATS!

“Wow! You’re crazy, man,” puji Donghae, melihat bidikan sahabatnya yang tak terduga.

“Just keep watching, dude,” tanggap Siwon santai.

Sementara Siwon masih berusaha memasukkan bola, Donghae berkata, “Kelihatannya Seohyun benar-benar gadis yang kita cari selama ini,”

“Kalau melihat keanehan yang terjadi selama ini, most likely just that. Tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh.. Shit!” Siwon menggaruk kepalanya kasar.

Donghae menyipitkan matanya, “Maksudmu?”

“Ya, aku merasa ini terlalu mudah. Kita masih punya waktu lima bulan sebelum ulang tahun Kyuhyun ke 18. Dan sekarang, we found the Umbrella girl––”

“Ummella anyway,” ralat Donghae cepat.

Siwon memutar bola matanya, “Yeah, whatever. Kalau kita hanya butuh Kyuhyun untuk membuat Seohyun jatuh cinta, waktu lima bulan itu terlalu lama,”

“Kau pikir Seohyun sama dengan gadis-gadis yang kau kenal, huh? Lagipula, we both know kalau Kyuhyun itu sangat minim sekali pengalamannya dengan perempuan,” Donghae sangat yakin bidikannya ini akan sukses. Namun yang terjadi bola hijau itu justru berlari melenceng jauh dari lubang, membuat Donghae berkata, “Fuck off!”

Siwon tertawa. Kemudian kembali mencodongkan badannya kedepan. “Jangan terlalu meremehkan Kyuhyun. Walaupun pengalaman bermainnya cetek, bukan berarti pengetahuannya ikut cetek. Lagipula dia juga tipe cassanova. Sekeras-kerasnya hati perempuan, asal spot tembaknya tepat––” persis bersamaan dengan bola biru Siwon masuk lubang. Siwon segera menatap kearah Donghae sambil menyeringai, “Everything’s gonna be easy.”

Donghae menepuk bahu Siwon, tersenyum paham, “As easy as I kick your butt.”

*****

Gadis ini benar-benar unik. Siapa? Siapa lagi kalau bukan Seohyun. Kyuhyun tidak pernah menyangka kalau makan siang dan mengantar pulang gadis itu akan membekas di hatinya seperti ini. Seumur-seumur, ini pertama kalinya ada gadis yang menolak diajak menghabiskan waktu bersamanya.

Selain itu, dia juga baru ini menemukan perempuan yang lebih memilih kakinya pegal-pegal akibat jalan kaki ketimbang menaiki mobil mewahnya. Dan ternyata, ada untungnya juga mereka jalan seperti itu. mereka jadi bisa mengobrol dan lebih mengenal satu sama lain.

Sangat diluar dugaannya, Seohyun yang selama ini dia kenal dingin dan kurang bersahabat, ternyata bisa sebegitu asyik dan serunya ketika diajak mengobrol. Mungkin efek dari kecerdasan Seohyun juga sehingga membuatnya bisa nyambung berbicara dengan berbagai jenis topik. Pantas saja jika Tiffany bisa betah dengan Seohyun.

Dan satu lagi, senyum Seohyun. Senyumnya begitu manis dan renyah. Membuatnya harus menahan keinginannya untuk melumat bibir gadis itu. Bisa hancur semua rencana pendekatannya kalau itu terjadi.

“Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?”

Pertanyaan tersebut menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Dilihatnya Jaesung, appanya, sudah duduk sambil menikmati secangkir kopi di sofa. “Appa sudah pulang? Ini masih sore,”

“Memangnya ada larangan bagiku untuk pulang cepat?”

Kyuhyun hanya diam. Memegang erat tali tas ranselnya dengan erat.

“Darimana saja kau?”

“Berkencan,” jawab Kyuhyun singkat.

Appa Kyuhyun terkejut. Dapat terlihat dari sorot matanya yang berbeda dari sebelumnya. Namun gayanya masih tetap tenang. Memegangi piring kecil dibawah cangkir kopinya. “Kau berkencan? Dengan?”

“Gadis mind-reader,”

Kali ini Jaesung tidak sanggup menutupi rasa terkejutnya. Kepalanya hingga mendongak, menatap mata Kyuhyun yang sedang bergerak asal. Tak lama berselang, dia tersenyum penuh arti.

“Sepertinya kau sudah mulai memikirkan tanggung jawabmu dengan serius ya,”

“Itu takdirku. Suka tidak suka, aku harus berusaha semampuku,”

“Kau sudah memintanya menjadi––“

“Tidak secepat itu, appa,” sergah Kyuhyun cepat, “She’s different,”

“Very different,” tambah Kyuhyun. Suasana menghening sesaat. Seperti keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Jaesung melihat ada tatapan aneh dari mata anaknya. Entah. Sangat sulit untuk dirinya mendeskripsikan itu seperti apa. Terlalu banyak kemungkinan.

Jaesung berdiri dari sofa. Berjalan mendekati Kyuhyun. Mencengkram bahu putranya. Kyuhyun sempat meliriknya. Jaesung hanya tersenyum. “Kerjakan semua tugasmu dengan baik sebelum tenggatnya! Aku tahu kau bisa diandalkan.”

*****

TBC…

49 thoughts on “Aiónios part 4

  1. omo…seru deh..
    ternyata seo susah juga yah di deketin..
    oh iya sebenanrnya kekuatan seo itu dari mana yah? kenapa waktu kyu tanya dia belum mau jawab…
    wah seokyu udah mulai deket..
    ditunggu lanjutannya

  2. halooo, aku udah baca dari part 1 tapi aku comment di sini aja yah😀
    Ceritanya unik, fantasinya tinggi. Seperti vampir2 gitu loh… hehe.
    Karakter para tokoh di sini juga keren! Seohyun cuek tapi kalau sama Kyu, ceria. Uhhh so sweet ahaha. Eh? Mind-reader itu apa sih? ._.
    Ditunggu lanjutannyaaa yaa xD

  3. kya kyupa jtuh cnta ma seo….
    jngan bilang klo Gadis mind-reader itu bkan seo tp vic…
    pkokna hrus SEOKYU heheheheh gk rela kyupa ma cwek lain
    dtnggu klnjtanna
    Gumawo

  4. lanjuuuuuuut keren banget
    ahh kyu udah mulai nich suka sma seo
    tinggal nunggu seo
    wonhae percakapannya selalu bikin aku ketagihan(?)
    keren thor

  5. sebenarnya masih bingung sm ceritanya,,,ho3x..suka ama karakter seo d sini beda banget ama karakter dia yg biasanya polos,

  6. seneng bgt akhirnya ketemu juga yg part 4 ceritanya makin seru…kapan yah mereka jadian?di tunggu lanjutanny yah…

  7. chingu peran seo disini sbenernya apa?ko kayanya penting banget?harap segera di posting ya di tunggu kelanjutanya

  8. wow, it’s gona be crazy🙂 ceritaaa nyaaa. Neomu johaheyo :3 suka banget. Apalagi pas moment seokyu.
    Tapii pertanya pertama kyu buat seo juga jadi tanda tanya buat ku. Kenapa respon seo sebegitunya kah?
    Next part ditunggu ya.🙂

  9. Yaelah eon ..
    Aku ubek2 di MCLS baru sampai part 3 aja tau.. >._..< ngiri deh#abaikan kegilaan saya -_-

    Btw seonni kenapa gak mau ngomongin 'masalah itu' sekarang emangnya kenapa? o.O
    Something wrong in here #sok inggris -.-v
    Ditunggu lanjutannya eon😀

  10. Waah bagus. Aku ngebut baca ceritanya dr 1-4. Aku komen disini aja ya. Sebenarnya yg pling menarik itu di cerita 1-3 soalnya karakter Seo yg dingin itu dapet banget. Nah di part 4 ini knp Seo jadi ga dingin lagi? Maksudku si Kyu udah bisa cium Seo & Tiff udah bisa cubit2 Seo. Jadinya kesan dinginnya ga ada lg. Padahal bkl lebih menarik kalo Seo itu ttep dingin, jadi Seo sosoknya tetep misterius . Ini cuma pendapat. Ditunggu klanjutannya

  11. eonni ffnya keren tapi postnya lamaaaaaa bgt ampe harus dibuat dlam buku khusus buat inget ffnya tapi ff eonni the best dech lanjutkan yyy aku bakal setia deh

  12. Itu seonni bneran ummela
    truz ummela itu sebenernya makhluk apa

    aku suka bgt ff ini
    prasaan ini adlah ff trunik yg prnh aku baca

    cpt posting part selanjutnya y thor
    aku udah penasaran bgt ini…..!

  13. Itu seonni bneran ummela
    truz ummela itu sebenernya makhluk apa

    aku suka bgt ff ini
    prasaan ini adlah ff trunik yg prnh aku baca

    cpt posting part selanjutnya y thor aku udah penasaran bgt ini…..!

  14. Anyeong new reader,,
    aku udah baca ff ini dari chap 1 s/d 3 di mcls,, n’ part 4 ny disini,,

    sebenerny apasih yg membuat kyuppa mendekati seoni,,
    hmm..masih menjadi misteri misteri#apa coba

    semua cast ny di sini sama2 punya kelebihan yah,, dan itu keren bnget,,

    next chap jngan lama yah~

  15. Annyeong!!! Aku juga reader baru, karena aku kalap Aionios di MCLS gk dilanjut2. Sunpah FF-nya seru bangettt!!!!
    Lanjut dong eonniee😀

  16. wooow… leren bngt chingu. aku suka bngt yg bertema fantasy sprti in. kyuhyun dan seohyun cool bngt. part brikut ny masih lama yah????
    pensaran tingkt dewa

  17. Ommo keren…
    Dulu wktu ngenal dunia ff ini nieh ff yg slalu aku tunggu tpi syg dulu gk tau cara coment stlah berabad-abad#essh
    Trnyata inget lagi ff ini pas buka catatan ff seokyu…:D d lanjut donk

  18. ff ini gx dlnjt ea??????pdhl critanya bgus bgt……aku bca ampe brulang ulng kali tpi gx bosen2.please dong dlnjt!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s