Our Household part 1

Our Household

Marriage Life & Romance | Chaptered | Characters : Lee Donghae, Jessica Jung |

Memangnya kau pikir jadi ibu rumah tangga itu gampang?

*****

“NOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!” teriak Jessica begitu kencang.

“OH MY GOD! Mom, dad, what are doing on me? Are you joking?!”

“We are serious, Jessie,” ujar appa sambil mengancingkan lengan kemejanya.

“So am I. Kalian tidak bisa melakukan ini padaku. Aku tahu, sudah beberapa bulan ini kartu kreditku selalu over-limit. Tapi, kalau kalian menyuruhku menikah dengan orang yang kalian jodohkan sebagai hukuman, it makes no sense at all!” tolak Jessica mentah-mentah.

Eomma berusaha memberikan pengertian pada anaknya itu, “Jess, ini bukan soal hukuman karena kartu kreditmu atau apapun. Perjodohan ini ada karena wasiat harabeoji tahun lalu. Kamu juga tahu itu kan, sayang?”

“I don’t even care about that!” elaknya dengan tegas, “I just care about me. Aku tidak mau menikah sekarang! I’m still 23, bukan perawan tua.”

“Honey, we’re talking about this many weeks ago,” ucap eomma.

“Then?”

“Seharusnya kau sudah mempersiapkan hal ini dengan baik. Prepare for being a housewife,”

“Should I, mom? Haruskah aku mempersiapkan sebegitunya untuk orang yang bahkan aku tidak tahu siapa? Bagaimana kalau dia seperti ahjussi gendut, jelek, dan bodoh?”

“Dia jauh dari kriteria burukmu itu, nak,”

Jessica tampak memutar mata, “Bagaimana kalau ternyata dia itu punya kepribadian yang kasar, pelit, menyebalkan?”

“Dia sangat sopan, mapan, dan low-profile,” balas Eomma lagi.

“Tapi bagaimana..”

“Appa dan eomma tidak peduli dengan alasanmu, pokoknya kamu harus menikah dengan anak keluarga Lee minggu depan. Dan sebaiknya kau segera bersihkan maskermu dan pergi berbenah. Kita akan makan malam dengan keluarga Lee jam tujuh tepat,”

“WHAT?! Seven o’clock?! Appa, aku sudah janji dengan Tiffany, Sunny dan Yuri. We’ll going to Yoona’s party, tonight.”

“There’s up to you. Join with us or no credit card ever!” ujar appa sebelum pergi dari kamar Jessica.

“Mwo?! God sake, Mom..” pinta Jessica, memasang wajah memohon pada eommanya.

“I’m not disscusing this anymore,”

“WHAAT THEE?! AARGGH!!”

Jessica memukul kencang kasur empuknya. Ini benar-benar mimpi paling buruk dari semua mimpi buruk yang pernah dia dapatkan. Lebih buruk daripada memakai baju piama di pesta dansa, lebih buruk daripada kehilangan tas Guccinya. Menikah atas perjodohan? Apa-apaan ini?!

Melihat jarum jam yang tak berhenti bergerak menuju pukul tujuh, Jessica bangkit dengan malasnya dari tempat tidur. Membuka lemari tengahnya yang berisi pakaian berupa gaun-gaun bermerk yang tentunya sangat indah. Yah, sekalipun dia tidak suka dengan acara malam ini, mana mungkin dia tidak memukau semua orang dengan dandanannya. It isn’t her, karena bagi seorang Jessica Jung, penampilan adalah segalanya.

“Bandage dress? No!”

Jessica menggeser hanger baju itu. Mencari alternatif dress yang lain. Digesernya satu demi satu baju yang yang menggantung disana. Mulai dari sack-dress sampai jumpsuit. Tangannya tiba-tiba berhenti pada salah satu mini dress berwarna pearl pink. Kemudian tertawa, “Channel pink? It’s really wrong outfit!”

Tangannya kembali menggeser gantungan baju yang ada. Jessica menggerutu didalam hati. Sepertinya besok dia harus mengajak Tiffany, Sunny, dan Yuri untuk mengunjungi Ralph Lauren. Hingga matanya berhenti mengobrservasi karena melihat sebuah gaun cantik rancangan Elie Saab . Really nice! Segera dikeluarkan dress tersebut dari dalam lemari.

Setelah selesai berganti pakaian, Jessica membuka laci meja riasnya yang berisi puluhan anting, gelang, kalung, serta cincin. Mulai dari yang simpel kasual sampai yang runway nightlife. Tak jauh berbeda dengan memilih bajunya, Jessica juga berulang kali pasang-copot anting dan gelang yang matching. Sebagai sentuhan terakhir, dia memberikan sedikit polesan blush-on, maskara, serta lipbalm tipis.

Gadis itu tersenyum setelah meratakan lipbalm di bibir merahnya. “Perfectto!”

“Jessica, keluarga Lee sudah sampai disini. Kau sudah selesai berganti pakaian?” tanya eomma dari luar.

Jessica melangkah malas mendekati pintu kamarnya. Memutar kunci dan membuka pintunya. Dilihatnya sang eomma sudah siap dengan long peach gown yang simpel dan stileto warna senada dengan gaunnya. Eomma terlihat begitu takjub dengan dandanan putrinya saat ini.

“Honey, you look so beautiful,”

Jessica mengangguk asal, “Yeah, I know,”

“Ayo kita turun! Semua sudah menunggumu, sayang,”

Bolehkah dia mengubah kenyataan menjadi keluarga Lee tidak akan datang kemari? Oh my god!

*****

Dilantai bawah, Jessica dapat melihat ada sepasang suami-istri sedang berbincang-bincang dengan ayahnya. Dibelakangnya, berdiri dua orang  pria yang kemungkinan besar salah satunya adalah laki-laki yang akan dijodohkan dengannya. Sayangnya, dia tidak memiliki bayangan sama sekali siapa yang akan menjadi calon suaminya.

“Nah, itu dia Jessica,” kata appa sambil menunjuk kearahnya dan eomma.

Jessica berjalan dengan anggun menuruni setapak demi setapak anak tangga rumahnya. Balutan cocktail dress warna silver dengan taburan batu-batu kristal yang cantik dipadukan dengan sepatu pearl white berhasil membuat setiap orang yang dilihatnya berdecak kagum. Sejujurnya Jessica sangat menikmati tatapan takjub yang ditunjukkan keluarga itu kepadanya.

“Ini putri sulung kami,” ujar sang ayah sambil mengajak Jessica mendekat ke tubuhnya.

Gadis itu tersenyum, sambil membungkukkan badannya, “Annyeonghaseyo!”

“Aigoo.. kau cantik dan anggun sekali, Sooyeon-ah,” ujar seorang wanita yang kelihatannya sepantaran dengan eommanya yang dibenarkan oleh suaminya.

“Iya, putrimu ini juga benar-benar sangat anggun,”

Yunho–appa Jessica–menepuk bahu pria paruh baya itu pelan, “Wah, kau bisa saja, Dongwook-ssi,”

“Gamsahamnikka ahjumma, ahjussi,” ucap Jessica lembut.

Wanita itu segera mengibaskan tangannya, “Ah, jangan panggil kami ahjumma dan ahjussi! Panggil saja eomma dan appa. Toh minggu depan kan kau akan menjadi menantu kami,”

Jessica tidak mengatakan apapun. Hanya tersenyum semanis yang dia bisa. Haruskah semua ini berjalan secepat ini? Tak bisakah dia mengubah kenyataan yang akan terjadi minggu depan? Yes, we both know that the answer is BIG NO!

“Kau belum kenal dengan calon suamimu kan?” pria yang tadi dipanggil appanya Dongwook itu menarik salah seorang anaknya, “Ini putra bungsu kami, namanya Donghae,”

Mata Jessica terbelalak saat dia sudah menegakkan kepalanya. Seorang laki-laki dengan jas putih yang dia lihat badannya dari belakang tadi sekarang sudah berdiri dihadapannya. Jessica tertegun sesaat. Bukan karena wajah orang ini seseksi Robert Pattinson di Twilight, melainkan karena warna cokelat mata pria itu. Warna yang entah bagaimana ceritanya mampu membuat jantung begitu berdebar-debar. AM-I-GOSH! Ada apa dengannya?

“Kok hanya bertatapan saja? Ayo kenalan dong!” seru seseorang dari belakang. Membuat wajah Donghae dan Jessica langsung memerah.

Semua tertawa geli.

“A.. Annyeonghaseyo Donghae imnida!” ujar Donghae agak terbata-bata sambil mengulurkan tangannya.

Jessica, dengan agak malu-malu, menyambutnya dengan tersenyum, “Jessica imnida!”

Donghae tersenyum dengan matanya yang berbinar-binar. Semakin menjadikan degup jantung Jessica berdebar tak karuan. Dan sialnya dia tidak tahu karena apa.

Dalam hati, Jessica berkata, “Sepertinya perjodohan ini tidak begitu buruk.”

*****

Jessica masih tertidur pulas di ranjangnya. Wajar, dua hari kemarin dia benar-benar kelelahan karena akad nikah dan resepsi yang diadakan secara berurutan. Sebelumnyapun, Jessica harus menghadapi beberapa prosesi adat karena keluarga Donghae masih keturunan bangsawan Lee. Resepsi mewah yang diadakan di hotel mewah milik appanya itupun didatangi lebih dari 700 undangan. Tak heran bukan jika Jessica merasa sangat capek?

BYUR!

“AAH!!” pekik Jessica saat merasakan guyuran air mengenai wajahnya. Gadis itu terbangun mengusap-usap wajahnya. Matanya masih mengerjap, melihat Donghae yang berdiri disamping ranjangnya dengan membawa sebuah gayung.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!”

Tak menjawab, hanya menyerahkan selembar kertas pada Jessica.

“Apa ini?”

“Dilihat sendiri. Kalau ada yang tidak kau mengerti segera tanyakan,”

Cih! Apa-apaan orang ini? Gayanya seperti seorang guru yang sedang menyuruh muridnya yang bodoh. Menyebalkan! Jessica menyaut selembar kertas yang disodorkan Donghae. Mulai membaca kata demi  kata.

 

PERATURAN

  1. 1.      Istri harus bangun lebih pagi dari suami. Menyiapkan kebutuhan suami sebelum pergi bekerja.
  2. 2.      Sebelum pergi kerja, istri wajib salim pada suami.
  3. 3.      Istri harus membersihkan rumah, pakaian dan juga memasakkan makanan.
  4. 4.      Setiap hari Jumat, istri harus mengantarkan makan siang pada suami.
  5. 5.      Jika istri akan melakukan sesuatu yang tidak ada kaitan dengan rumah tangga, harus meminta izin suami terlebih dahulu. Jika tidak diizinkan, maka tidak diperkenankan untuk melakukan hal tersebut. Begitu pula sebaliknya.
  6. 6.      Jika istri akan pergi kemanapun, harus meminta izin suami terlebih dahulu. Jika tidak diizinkan, maka tidak diperkenan untuk pergi kemanapun. Begitu pula sebaliknya.
  7. 7.      Tidak memakai pembantu atau pelayan rumah tangga kecuali istri sedang hamil atau punya bayi.
  8. 8.      Setiap weekend, suami wajib untuk berada di rumah seharian penuh dan membantu setiap pekerjaan istri.
  9. 9.      Istri dan suami harus bisa saling mencukupi kebutuhan satu sama lain.
  10. 10.  Peraturan ini tidak dapat diganggu gugat dan kedua belah pihak harus menyetujuinya.

Jessica langsung mengerutkan dahinya, “Mwo?! Apa-apaan ini?!”

“Ini peraturan untuk kita berdua dan tidak bisa diganggu gugat,” jawab Donghae.

“Peraturan untuk kita berdua? Ini isinya hanya ditujukan untukku, tahu!”

“Ada juga yang ditujukan untukku. Kau tidak membacanya dengan baik,”

“Apa maksudmu melakukan semua ini, huh?”

“Melihat tingkahmu seminggu terakhir kemarin membuatku paham kalau kau adalah orang yang selalu bertingkah semaumu. Aku kurang nyaman jika sikapmu yang seperti itu masih ada dalam rumah tangga kita. Makanya aku mencoba untuk membuat hidup rumah tangga kita lebih nyaman dengan menjadikan siklus hidup kita lebih teratur. Hanya itu saja,” jelas Donghae.

Jessica mulai naik pitam. Hanya itu saja katanya? Ini gila! Memangnya dia seorang anak kecil yang harus diatur-atur hidupnya? Bangun pagi, membersihkan rumah, dan apa itu namanya––Ah! Memasak? Astaga! Bahkan Jessica hanya tahu cara membuat mie instan dan memasak air saja.

Selain itu, melakukan apapun dan pergi kemanapun harus ijin? Memangnya Donghae itu siapa? Satpam? Bodyguard? Preman? Appanya saja selalu membebaskannya kemanapun yang dia mau. Yang penting tidak merusak nama baik keluarga sudah. Nah yang ini? Baru jadi suami saja sudah belagu.

Oh ya yang lebih kerennya lagi, NO MAID! Apa Donghae buta, tidak melihatkah dia kalau rumahnya sudah hampir sebesar satu lantainya Times Square? Dan dengan rumah sebesar ini, Jessica harus mengurusinya sendirian? Wow amazing! Donghae sepertinya benar-benar ingin membunuh Jessica perlahan-lahan.

“Aku menolak peraturan ini!” ujar Jessica begitu tegas.

“Kau tidak membaca aturan paling bawah?”

“Buat apa aku mengikuti peraturan yang jelas-jelas tidak ada untungnya bagiku? Seperti orang bodoh saja,” tandas Jessica.

Donghae mengendikkan bahunya, “Terserah padamu saja. Kalau kau memang tidak mau, tidak masalah. Aku bisa menghubungi appamu dan bilang kalau kau tidak menjalankan peranmu sebagai istri yang baik. Paling-paling hukuman paling ringannya, hanya kartu kreditmu yang ditahan,”

Mata Jessica mendelik tidak karuan. Berani-beraninya laki-laki ini berkata seperti itu kepadanya! Mengancam akan mengatakan pada appa? Benar-benar tidak gentle sama sekali.

PATS!

Tiba-tiba sebuah baju kaos dan celana pendek terlempar kearah Jessica.

“Daripada melamun, lebih baik segera mandi dan ganti pakaian. Aku tahu kau tidak bisa apa-apa, jadi aku akan mengajarkanmu semua tetek-bengek rumah ini. Ppali!”

Jessica mencibir kesal, mengumpat dalam hati.

*****

Donghae sedang menikmati kopi espresso hangatnya. Duduk di sofa ruang tengah sambil membaca surat kabar hari ini. Kebiasaan yang selalu dilakukan Donghae ketika dia menganggur. Sebenarnya cukup jarang dia bisa seperti ini karena tugasnya sebagai seorang CEO PT MedicaLee, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dibidang kesehatan. Berhubung dia baru menikah, jadi appanya memberikannya cuti tiga hari untuk istirahat.

Saat tak sengaja menoleh kebelakang, dilihatnya Jessica sudah mandi dan berdandan sangat rapi. Alisnya menyatu. “Itu bukan baju yang kuberikan padamu. Mau kemana kau?”

“Shopping dengan Tiffany,” jawab Jessica cuek.

“Bukannya aku sudah bilang akan mengajarkanmu tetek bengek rumah ini? Kenapa kau malah membuat acara sendiri?”

“Pentingkah itu untuk hidupku?” gadis itu mengibaskan rambutnya.

“Sebenarnya sih tidak juga. Tapi aku tahu kalau untuk kartu kreditmu, itu sangat penting,”

Jessica tersenyum sinis, “Kau ingin mengancamku, tuan Lee?”

“Tidak,” Donghae menggeleng santai, “Untuk apa aku mengancammu? Tidak ada untungnya untukku,”

“Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu,”

Laki-laki itu tersenyum samar. Ditekannya pelan nomor-nomor yang ada di layar iPhonenya. Kemudian mendekatkan smartphonenya itu ke telinga kanannya. Jessica yang semula sedang bersiap memakai high heelsnya, tiba-tiba menghentikan gerakannya. Menatap Donghae dengan sangat tajam.

“Yeoboseyo?… Ne, appa. Ada yang ingin kubicarakan denganmu, appa. Adakah waktu?”

Sejurus, Jessica langsung paham. Dengan segera, perempuan itu berteriak kencang, “Oppa! Bisakah kau menolongku? Aku membutuhkan bantuanmu.”

Yang dipanggil memberikan senyuman penuh arti. Matanya melirik kearah perempuan yang baru saja menjadi istrinya itu. Wow! Donghae dapat melihat tatapan membunuh yang sudah ditunjukkan oleh gadis itu.

“Hm appa, sepertinya Jessica sedang dalam kesulitan. Aku bisa menelponmu nanti?.. Gamsahamnikka appa. Annyeong!”

PIP!

“Ada perlu apa, jagi?” seringai Donghae.

Jessica meniup poninya, “Kelihatannya kau benar-benar mencari masalah denganku ya,”

“Tidak. Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan. Itu saja,” Donghae melipat tangannya, “Jadi apa yang mau kau lakukan sekarang?”

Donghae dapat melihat gadis didepannya itu menghela napas kasar. Membuangnya lewat mulut. Jessica mengibaskan rambutnya, mengambil handphonenya dari dalam tas. Menekan nomor 4 yang ada di layarnya.

“Tiffany, is that you?.. Ne, bisakah kita ke Salvatore Feeragamo ditunda dulu? Ada beberapa hal yang harus kukerjakan.. Mwo? Kau mengajak Sunny?.. Ya! aku juga ingin ikut, tapi..” sambil menelepon Jessica menatap Donghae kesal, “Fine. Go with her!.. Text me later!”

Jessica mematikan teleponnya. “Puas?”

“Not really. Ganti bajumu cepat! Kutunggu di dapur,”

Laki-laki itu berjalan meninggalkan Jessica yang mendengus tidak karuan di ruang TV.

*****

“Kau harus menyiapkan sarapan sekarang,” Donghae mengangkat sebuah gelas kaca bervolume 1,5 liter, “Setiap pagi, aku harus minum air putih satu gelas besar ini. Jangan lupa untuk membuatkanku jus dan susu. Untuk susu, aku hanya mau susu vanilla. Aku tidak suka minum kopi sebelum kerja. Jadi jika tidak ada susu atau jus, sebaiknya buatkan teh saja. Sarapannya harus makanan berat. Jangan sampai hanya sekadar roti dengan selai. Semua yang kau butuhkan sudah ada di kulkas. Silahkan kau buat sarapan pagi untuk kita hari ini!”

“Oh ya, satu lagi,” kata Donghae sebelum pergi, “Aku tidak suka segala yang instan. Jadi buatlah menggunakan tanganmu.”

Mulut Jessica menganga, “Ya! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!”

“Ada masalah?”

Dari lubuk hatinya yang terdalam, dia sangat benci menatap seringaian hangat yang terpatri di wajah Donghae. Well, it looks so sexy actually, tapi entah kenapa di mata Jessica itu terlihat seperti tatapan menghina. Jadilah dia memilih untuk membatalkan perkataannya.

Jessica menghela napas panjang. Seumur-umur dia tidak pernah menyentuh dapur. Menatap ke setiap sudut dapur besar itu. Bahkan, eommanya saja tidak pernah mengizinkannya untuk menggunakannya. Toh di rumahnya juga ada banyak pelayan.

Gadis itu melangkah mendekati kulkas. Dibukanya kulkas dua pintu tersebut. Benar kata Donghae kalau semua yang dia butuhkan sudah ada di kulkas. Mulai dari daging mentah hingga daun peterseli. Botol-botol berisi sirup, susu cair, dan minuman kemasan lainnya juga tertata secara apik.

Tangannya tergerak untuk membuka laci bawah dekat perlengkapan masak. Seluruh bumbu dapur juga sudah diwadahi didalam toples kecil-kecil. Gadis itu mendesah. Semakin tidak ada jalan untuknya meninggalkan pekerjaan ini.

Jessica menggigit bibir bawahnya. Tuhan, harus darimana dia memulai? Cara menghidupkan kompornya saja dia tidak tahu.

Setengah jam kemudian..

“Ya! Apa yang terjadi dengan dapurku?!” Donghae terbelalak melihat hasil karya Jessica di dapur. Pecahan kulit telor yang tercangcang, butiran garam dan gula yang bertebaran, lembaran roti yang belum selesai diolesi mentega. Dia hampir lupa kalau tempat ini adalah dapurnya, bukan tempat sampah.

“Aish! Nappeun!” gumam Jessica kesal, menghentakkan kakinya kencang. Dari tadi dia hanya berkutat pada juicer aneh didepannya. Biasanya kalau dia melihat pelayannya membuatkan jus, tinggal memasukkan buahnya saja. Kenapa ini malah buahnya mental kemana-mana.

Donghae menggeleng heran. Melangkah mendekati penyebab kehancuran dapurnya.

“Apa yang sedang kau lakukan sebenarnya?”

“Aku sedang membuat jus, menyingkirlah..” sebelum kepalamu ikut terkena serangan bom apel, batin Jessica.

“Kau tidak tahu cara memakai juicer ini?”

Jessica terdiam. Mana mungkin dia mengakuinya? Dia pasti akan terlihat bodoh di mata pria ini.

“Masukkan buahnya sampai penuh ke tabung ini dulu. Baru sehabis itu menekan tombol merah ini. Tutup yang ini,” Donghae mengambil pipa panjang yang digunakan untuk menutupi corong buah, “Kau gunakan untuk mendorong buahnya seperti ini. Paham?”

Gadis itu mengangguk pelan.

“Payah! Seperti ini saja tidak bisa. Kau ini yeoja apa bukan sih?”

“APA?!”

Donghae tidak menggubris teriakan Jessica. “Apa yang sudah kau selesaikan dari tadi? sepertinya tidak ada pekerjaanmu yang benar,”

“Enak saja!” sembur Jessica, “Aku sudah membuatkan sarapan, susu, juga air putihnya tahu!”

Sesaat laki-laki berkulit bersih terkejut. Tidak menyangka kalau ternyata istrinya itu diam-diam bisa memasak. Yah walaupun harus membombardir seluruh wilayah dapurnya.

“Mana makanannya? Aku sudah lapar,”

Jessica terburu-buru membawakan sepiring berisi nasi dan telur dadar. Di tangannya yang lain juga ada segelas susu putih dan air putih. Sebenarnya dia ingin mengajukan protes, kenapa makan paginya sangat tidak bergizi begini. Berhubung dia ingat kalau gadis yang akan diprotesnya adalah Jessica, dibatalkan sajalah. Tidak ada gunanya juga. Lagipula dari luarnya tampak meyakinkan. Donghae yang memang sudah kelaparan mulai menyedoki makanan buatan Jessica.

Baru sesuap, Donghae langsung terbatuk kencang. “Jessica! Apa yang kau masak ini?”

Bukannya menghampiri, gadis itu malah berteriak, “Kau juga tahu apa yang kumasak. Kenapa masih bertanya? Aku sibuk,”

“Kau tidak bisa membedakan garam dan gula? Kenapa telurnya manis begini?” protes Donghae, sambil membawa piring tersebut kembali ke dapur.

Semula dia sempat berpikir kalau gadis itu akan panik dan meminta maaf padanya. Yang terjadi, Jessica justru menjawab tanpa ekspresi, “Oh, jadi blok yang kumasukkan tadi bukan garam ya? Aku tidak tahu,”

Merasa kesalnya sudah di ubun-ubun, Donghae butuh menenangkan dirinya. Diambilnya susu buatan Jessica, berharap dapat mencairkan kesalnya. Bukannya rasa itu berkurang, dia justru mencium bau amis dari gelas susunya.

“Ini benar susu?”

“Tentu saja,” Jessica menoleh, “Waeyo?”

“Darimana kau ambil?”

“Yang itu,” telunjuknya menunjuk kearah toples besar transparan bertutup coklat. Donghae benar-benar hampir mencapai puncak frustasinya. Diambilnya toples itu dan menunjukkan label nama yang ada disana.

“Kau tidak bisa membaca, ini susu milik Donghoon!”

Keduanya terdiam sesaat. Sedetik kemudian, Jessica tertawa kencang, “Jadi ini susu untuk anjing? Ahahahaha..”

Gantian Donghae yang melongo.

Jessica ini.. Aish!

*****

“Dasar namja gila!” gumamnya kesal begitu Donghae pergi.

Benar-benar kurang ajar! Siapa dia sampai berani membuat Jessica tidak jauh berbeda dengan babu? Memarahinya gara-gara tidak bisa memasak, mengomel karena ada debu yang tersisa di pinggir meja, memprotes perihal cara dia menyapu dan mengepel, dan sekarang? Masih saja menyuruhnya untuk mencuci setumpukan baju kotor.

Astaga! Dia baru tinggal disini tidak sampai sehari. Kenapa cucian kotor bisa sebanyak ini? Mau tahu apa jawaban Donghae? “Aku mengambilnya dari rumahmu semalam. Sebaiknya kau cuci sampai bersih, jangan sampai ada noda yang tersisa! Kau tahu cara menggunakan mesin cuci kan?”

Bagusnya, dia memang tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya. Dengan sangat malas, Jessica harus mendengarkan celotehan Donghae perihal tata cara menggunakannya.

“Ini deterjen khusus tanpa busa. Kalau kelebihan, nanti bisa merusak bajunya. Sudah kan? Cepat kerjakan tugasmu!”

Seandainya saja dia tidak ingat ada surga dan neraka, pasti sekarang dia sudah mencekik leher Donghae sekencang-kencangnya.

Perjodohan ini memang tidak terlalu buruk, karena kenyataannya perjodohan ini AMAT SANGAT BURUK!

TBC…

49 thoughts on “Our Household part 1

  1. hahaha, daebak eonni…
    kasihan yah sica eonni, tapi donghae oppa ngelakuinnya untuk ngubah sikap sica eonni aja kan…???
    lanjut, haesica….

  2. Hahah, kukira ceritanya kayak cerita MinStal dan SiFany di sini soalnya tema perjodohan sih… tapi ternyata cerita HaeSica ini lebih beda! I like thiiiis!!! Ini bisa dikatakan comedy juga hihihi soalnya gemesss lihat karakter Jessica di sini. Donghae juga hebat tuh, dia sabaar banget nghadapi istrinya kayak gitu… Aa, pokoknya ceritanya keren!🙂
    Ditunggu part selanjutnyaaa xDDD

    • hahah kalo sama intinya kan nanti bosen, trus saeng gamau kesini lagi
      dibumbuin dikit deh jadinya eheheh
      Donghae oppa kan pria dewasa, pria macho *ups
      gamsahamnida komennya saeng ({}) ditunggu yaa😀

  3. kyaaa critana sungguh kereeeeeeeeeen bgeeet
    ksihan sica hrus jd ibu rumah tangga tpemang hrus gtu kn hehehehe
    haepa dsini jd suami yg hrus brsabar mnghadapi istri sperti sica……
    tp seruuuuuu bget critana klnjtanna jngan lma2 ya
    dtnggu klnjtanna
    Gumawo

  4. Bwahahaha.
    gak bisa bayangin Sica membombardir(?)dapur nya Hae.

    Itu juga masa bikin susu buat Hae pake susu anjing?hahaha gila semua.
    Ayo chingu next part ditunggu.

  5. Haesica couple🙂 ya ampun Jess.. *geleng-geleng* Donghae bener2 jadiin sica kayak pembantu ya..tp bener juga sih..masa istri gag bisa masak –a ,hehehe.. Ditunggu ya part 2nya

  6. Hahaha
    Seru nih .. Ngakak ak baca ny
    Sica ny kasian jg y tp hae kan ng lakuin biar sica bsa housewife yg bner •”̮•°◦ωκωkωk◦°•”̮•
    Hae hrs sbr bgt y puny istri kaya sica
    Wkwkwk

  7. Daebak bangeeeettt!!
    Donghae oppa tegas bgt sama sica eonnie xD
    Jd kasian sama sica eonnie
    Update soon ya .

  8. hhaha🙂 lucu ngebayanginnya.
    tpi crita awalny kya crita sifany.
    sjauh ini sih keren,trus pnasaran lanjutanny gmna.
    jgan lupa saltarcume nya😀 yayaya !

  9. FFnya bagus (y)
    : D seandainya ada FF SiFany yg kaya gini *ngarep -_-

    Tp lanjuttkannnn !!!!!

  10. Ya ampun kejem bnget haeppa ih, tpi sbener nya haeppa ini ada perasaan khusus gak sih ama sica eonnie??

  11. suks suka ceritanya seruuu
    haesica awal ketemu malu-malu tapi kenapa sekarang jadi berantem gini -,-
    hae oppa tegas banget sama sica eonnie, kasian sama sica eonnie tapi biar sica eonnie bisa berubah juga si hehe
    lanjut ya

  12. hahaaa.. kocak banget Donghae ngedidik Jessica. ckckckc
    Mudah2an nantinya Jessica bisa jd istri yg baik.
    Ditunggu next partnya yaaa.. jangan lama2. hehee

  13. donghae, kejamnya.. Wajah boleh sexy tapi dalemnya, weiss mancap. Jessie juga terlalu manja sih, makanya…

    Ngomong2 eonni, yg saya pikirin sejak tadi, itu haesica gak ada malam pertamanya atau gimana?😄
    hahha pokokny dtunggu updatenya. Sip,

  14. Bener2 lucu kayanya hae oppa harus lebih sabar deh buat ngajarin sica jd istri yg baik.lucu bgt pas sica disuruh hae oppa buat masak masa ga bisa ngbedain gula ma garam hehe…bener2 tp hae oppa hbt wlw sebenarnya kesel hae oppa sabar bgt ngajarin sica.ditunggu lanjutannya yah

  15. Waaaaaah keren2
    apalgi sifat jesika juga asli kyak gitu
    cuek dan begitulah
    untung dapat donghae biar bisa insyaf(?) #eh

  16. wah q adalah orang bru nih.
    mau numpang RCL😀
    crtanya seru n gokil,bkin ngakak.
    rumah tangga yg gak jelas nih,tpi haepa baik yah mau ngajarin sica jadi istri yg baik n tladan.
    ayo donx dilanjt,pnsaran nih ma ksah haesica slnjtnya.

  17. mianhe, bru bca chingu.. Haesica, ada motif usahakah diperjodohan ini.. Fighting buat sica jdi house wife.nya.. Loncat ke part 2 ah#plak.

  18. liat pertemuan awal mereka si malu2 kaya suka gitu…tapi pas udh nikah..jeng..jeng…wkwkwkwk sarap. Paling konyol pas acar di dapur dn srapan pagi..wkwkwk..omo..aku pingin jessica cepet2 pinter masak.

  19. Keren!!
    Hahahaa… Ngakak sama sifatnya Jess disini
    Gokil banget nih FF!🙂
    Donghae Oppa disini niatnya nyari pembantu apa nyari isrtri ya?? #PLAAK😄

    Bahasanya keren + ringan + tdk trlalu bertele-tele
    Penggambarannya jg bagus. Jd gampang ngebayanginnya.
    Bahkan nih FF serasa nyata saat liat sifat Jess yg mirip banget sma aslinya.

  20. Halla smua aq mampir nih ke ff ini aq pnasaran krn di ff kyuyoung katanya ada yg mirip sm ff hae sica makanya authornya gak mau lanjutin,aq cm berharap klu ff kyuyoung nanti di lanjut gak ada yg menganggap plagiarism,krn aq sangt berharap ff kyuyoung yg uri household di lanjut,mian and gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s