OUR HOUSEHOLD part 2

Our Household

Marriage Life & Romance | Chaptered | Characters : Lee Donghae, Jessica Jung |

Memangnya kau pikir jadi ibu rumah tangga itu gampang?

*****

Suara hentakan kaki terdengar menderu dari arah tangga. Membuat Jessica melirikkan matanya. Dilihatnya sekilas, Donghae tampak terburu-buru menapaki anak tangga rumah mereka. Lengan kemejanya belum terkancing, bajunya belum masuk sepenuhnya, dan jas hitamnya juga hanya ditenteng.

“Penampilanmu berantakan,” komen Jessica, menaruh sepiring berisi telur mata sapi dan sup lobak buatannya.

“Kau telat membangunkanku. Aku ada meeting jam setengah tujuh nanti,” keluh Donghae.

“Apa gunanya alarm handphone mahalmu?”

Donghae mengendikkan bahunya, kemudian menarik sendok garpunya. Memotong-motong telurnya, menambahkan sedikit kuah sup untuk membasahi mangkuk nasinya. Tersirat raut keraguan saat menatap sendok yang sudah siap untuk disantapnya. Lalu..

OHOK! OHOOK!!

“Ya! Kenapa telurnya rasanya seperti lautan garam begini?!” buru-buru Donghae meminum air mineralnya. Berusaha menghilangkan rasa ekstrem yang menegakkan bulu romanya.

“Kurasa supnya cukup hambar. Mungkin bisa sedikit menetralkan,” balas Jessica kalem.

Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala. Heran, sudah hampir dua minggu juga Jessica memasak dan tidak ada kemajuan sama sekali sih? Sudah rasanya tidak karuan, variasinya juga sangat tidak mengesankan lagi. Memangnya kurang banyak buku resep yang sudah dibelinya–yah walaupun dia juga tidak yakin Jessica sudah membacanya.

“Jusnya sudah lebih baik dari yang kemarin-kemarin. Kemajuan,” Donghae menganggukkan kepala.

“Kuanggap itu pujian,”

“Karena kau jarang dipuji,”

Jessica menatapnya sinis, “Berisik! Habiskan saja makanmu,”

Donghae tertawa samar. Jawaban yang sudah sangat diduganya.

Setelah menghabiskan sarapannya, dia segera menyambar tas kerjanya. kemudian berlari ke ruang tamu untuk memakai sepatu kerjanya. Siap, sudah melangkahkan kaki keluar sampai garasi depan, tiba-tiba dia teringat sesuatu. Laki-laki itu berlari lagi kebelakang, menuju dapur.

“Jess,”

“Uhm?” Jessica mengangkat alisnya kaget.

“Kau tidak lupa hari ini hari apa kan?”

“Memangnya kenapa?”

Donghae mendesah, “Sudah kuduga. Apa kau lupa bahwa setiap Jumat––”

“Istri harus mengantarkan bekal untuk suami? I’m not the kinda stupid women, okay. Just tell me once!”

“Baguslah, ternyata kau masih memiliki otak,”

“Apa maksudmu? Memangnya selama ini aku tidak pernah berpikir?”

“Bukannya seperti itu? Kau kan tipe perempuan dengan otak sebobrok ikan nemo. Membedakan gula dan garam saja butuh waktu dua jam,”

“Siapa suruh mereka memikili appearance yang serupa,”

“Sejak kapan––”

“CEPAT PERGI, LEE DONGHAEE!!”

 

*****

“Haaah…”

Donghae menghela napas. Laki-laki itu melonggarkan ikatan dasi di lehernya. Baru saja ia kembali ke ruangannya setelah 3 jam tadi berkutat dengan monthly report meeting. Sejauh ini, sepertinya segala sesuatu berjalan lancar.

Dilihatnya diatas meja tidak ada begitu banyak file folder yang perlu dia kerjakan. Mungkin ini artinya dia bisa bersantai sejenak. Baiklah! Donghae menghidupkan laptopnya. Bermain-main bersama dunia maya yang mampu memberikan begitu banyak informasi  sesuai keinginannya. Sebenarnya, internet surfing adalah suatu kegiatan yang sangat membuang-buang waktu–salah satu hal yang tidak disukai olehnya. Tapi entah mengapa, Donghae begitu ingin melakukannya.

“Ini dia!”

KLIK!

Matanya kini beralih pada mesin pencetak yang sedang bekerja. Donghae menunggu sesaat, sebelum semua kertas yang dia inginkan tertulisi oleh informasi yang dia butuhkan.

Dia mulai membaca lembar pertama persis setelah kertas terakhir tercetak. Matanya menelusuri setiap kata yang tertulis disana. Memahami kalimat-kalimat yang menyiratkan tentang riwayat hidup istrinya itu.

“Wow!” sahutnya saat membaca daftar prestasi dalam biografi Jessica. Jauh diluar dugaan, bahwa perempuan menyebalkan yang kini telah menjadi istrinya itu merupakan Bachelor of Science in Management Science and Engineering  bagian Financial and Decision Engineering di Stanford University. Jessica juga lulus dengan Cum Laude IP 3,87. Lebih mengagetkannya lagi, dia masuk universitas ternama di USA itu bukan semata-mata karena orang tuanya, melainkan karena Jessica meraih medali perak di Olimpiade Ekonomi Internasional.

Tentu saja hal ini sangat mengejutkan, mengingat Jessica yang tidak bekerja dan sangat cinta foya-foya. Selain itu, gayanya juga tidak jauh berbeda dengan anak-anak mami yang hanya mampu mengemis uang pada orang tuanya. Padahal seharusnya dengan prestasi seperti ini, Jessica bisa masuk perusahaan manapun yang dia mau dan mendapatkan jabatan yang dia inginkan.

Oh, satu hal lagi yang membuat Donghae keheranan. Jessica memiliki IQ 158! Astaga! IQ itu sudah diatas superior. Seharusnya(lagi) dengan kemampuan intelegensi setinggi itu, Jessica dapat mempelajari segala sesuatu dengan mudah, bukan? Namun mengapa perempuan itu masih saja lupa untuk menyiapkan macam-macam minuman pagi? Mengapa seorang Jessica yang penuh prestasi itu tidak pernah bisa ingat step-step menggunakan mesin cuci? Padahal sudah dua minggu mereka tinggal seatap. Donghae teringat saat pagi beberapa hari yang lalu.

 

“Jess, mana sarapanku?”

Perempuan itupun keluar dari dapur dengan membawa sebuah piring yang berisi daging sapi bakar yang dibungkus aluminium foil dengan semangkuk nasi. Donghae mengernyit, “Mana sayurnya?”

“Habis,” Jessica mengambil tempat duduk didepan Donghae.

“Habis? Bagaimana ceritanya bisa habis? Kenapa kau tidak membeli lagi untuk persediaan?”

“Lupa,”

Donghae menghela napas mendengar jawaban Jessica yang cenderung sinis dan tidak peduli. “Lalu mana minumanku?”

“Oh ya, aku lupa,” Jessica pergi dari kursinya, menuju ke dapur lagi. Kemudian dia kembali dengan menyodorkan segelas besar air putih dengan jus permintaan Donghae.

“Jus apa ini? Kenapa warnanya tidak jelas begini?”

“Itu jus wortel dan brokoli. Sedikit kutambahkan lobak dan ginseng juga,”

“Mwo?!” pekik Donghae, “Ya! Kenapa semuanya sayuran?”

“Karena tidak ada buah di kulkas. Jadi kuganti sayur saja. Toh, sama sehatnya,”

Masih ditahannya rasa kesalnya dengan penuh kesabaran. Syukur dia pernah diberitahu oleh appa Jessica kalau anak perempuannya itu sangat sinis bila dengan orang baru.

Donghae meneguk jus buatan istrinya itu. Astaga! Rasanya seperti tak jauh berbeda dengan air kubangan lumpur. Pahit tidak jelas, membuatnya benar-benar ingin muntah. Donghae segera berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Dia masih dapat merasakan pahitnya jus itu di lidahnya. Ini benar-benar pagi terparah dalam hidupnya.

Selama hidupnya, dia selalu berpikir bahwa menikah adalah hal yang sangat menyenangkan. Kenapa? Karena otomatis dia akan memiliki seorang wanita yang siaga 24 jam untuk menemaninya, membantunya, mengurusinya dengan penuh kasih sayang. Dan sekarang? Mengapa dunia begitu terbalik?

BRAK!

“Ya!” pekik Donghae kaget. “Apalagi itu?!”

Dia segera berlari kearah dapur. Apa yang ditemukannya? Grand power juicer mahalnya sudah menjadi barang pecah belah di lantai!!

“MWO!! Apa yang kau lakukan?!”

“Tadi aku mau menaruhnya ke cucian piring. Tapi, tanganku kram. Eh, tahu-tahu jatuh,”

Desahan Donghae semakin mengencang.

Tuhan! Apakah harus setiap hari dia mengalami pagi seperti ini?

 

TOK! TOK! TOK!

“Masuk!.. Oh, kau Sulli.”

Seorang perempuan dewasa yang sudah menjadi sekretarisnya sejak tahun lalu itu masuk  dengan membawa setumpuk map di tangan kanannya. Sulli membungkukkan badannya terlebih dahulu, sebelum berjalan mendekati meja kerja Donghae.

“Ini berkas-berkas yang perlu ditandatangani, Pak,” ujarnya sambil membuka salah satu map yang ditaruhnya di meja Donghae.

Laki-laki itu menarik bolpoint parkernya dari saku. Mulai membubuhi kertas putih tersebut dengan tanda tangannya. “Bagaimana kabar dari Cervatychol?”

“Respon dari para distributor dan retailer terlihat sangat baik, Pak. Mereka langsung mengorder Cervatychol dalam jumlah besar saat soft launching kemarin,”

“Sudah kau ingatkan bagian PR untuk aturan pemakaian dan penyimpanannya? Seingat saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dua hal itu,”

“Sudah pak,” Sulli membuka map yang lainnya, “Kemarin saya sudah menghubungi mereka dan katanya semua itu sudah mereka lakukan.”

Donghae mengangguk paham. “Kyuhyun sudah pulang dari London?”

Sulli membalas dengan gelengan kepala, “Saya dengar, beliau masih singgah dulu ke Singapura untuk menghadiri Singapore International Pharmacy Fair. Kelihatannya beliau ingin mempromosikan Cervatychol kesana juga, Pak.”

“Semoga Kyuhyun membawa banyak berita baik untuk kita sepulang dari sana,” ujar Donghae, memberikan map terakhir pada Sulli. Sekretarisnya itupun menundukkan kepala, memohon izin untuk keluar ruangan.

Cervatychol adalah obat terobosan PT MedicaLee terbaru yang paling diminati tak hanya rumah sakit dalam negeri, tapi juga seluruh dunia saat ini. Akhirnya setelah meneliti dan melakukan riset mengenai kanker serviks selama sepuluh tahun yang terakhir, perusahaan pemasok obat-obatan medis milik keluarga Lee ini berhasil menemukan obat untuk penderita kanker serviks stadium menengah bawah yang sangat mujarab. Obat inipun tidak aneh-aneh bentuknya. Hanya berupa pil yang harus diminum sebanyak 3 kali sehari selama tiga bulan. Tanpa perlu menggunakan kemoterapi ataupun laser-laser berbahaya sejenisnya.

Memang, efek sampingnya akan sangat terasa selama jangka pengobatan. Penderita akan mudah berkeringat, dan bau keringatnya sangat menyengat. Kemudian saat sedang makan, lidah akan sering terasa masam. Didaerah kemaluan–mohon maaf–vagina, penderita juga akan sering merasakan seperti cairan warna kuning keruh atau coklat keluar dari sana. Namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya. Itu hanyalah dampak dari detoks yang dilakukan oleh obatnya.

“Oh iya pak,” kepala Sulli muncul kembali didepan pintu.

Perempuan itu kembali menghampiri Donghae sambil menenteng sebuah kotak makan di tangan kanannya.

Dahi Donghae mengerut. “Itu milik siapa?”

“Katanya security tadi, ini titipan dari istri anda,” Sulli menyodorkannya kepada Donghae, “Makan siang anda,”

Dua kali dalam sehari ini Donghae dibuat takjub oleh Jessica. Pertama, perihal prestasi saat kuliahnya yang begitu mengagumkan (bahkan Donghae saja lulus dengan selisih IP satu poin dibanding temannya yang cum laude). Kedua, Jessica mengirimkannya makan siang. Semula dia sempat meragukan keefektifan pembuatan peraturannya kemarin, mengingat Jessica adalah tipe perempuan yang suka memberontak. Namun ternyata, istrinya diam-diam sungguh mendengarkan perkataannya. Aigoo.. bolehkah hatinya sedikit senang?

Dibukanya tutup kotak lunch buatan Jessica itu. Bibimbap dengan Japchae. Tidak begitu buruk, walaupun sepertinya terlalu penuh karbo. Donghae mengambil sumpitnya, mulai mencicipi rasa Bibimbapnya terlebih dahulu.

Satu detik kemudian..

“HMMPP! OHOOK! HUEEEEEKS!!” Donghae langsung berlari ke wastafel yang ada di ruangannya. Memuntahkan kembali makanan yang baru saja masuk kerongkongannya. Apa-apaan ini? Ini nasi campur atau roti manis? Seluruh bagian mulutnya seperti sedang memakan gula jagung dengan daging alot. Rasanya Donghae masih ingin muntah lagi, perutnya perih. Kalau setiap hari dia makan makanan seperti ini terus, bisa-bisa dia mati keracunan.

Pria itu terduduk lemas di bangku kerjanya. Dia kembali menatap tempat makan berwarna merah tersebut. Tunggu! Apa itu? Matanya menangkap sebuah amplop berwarna krem terhimpit dibawah.

 

Nice eating, DONGHAE OPPA!

-J-

 

*****

“AM-I-GOSH! You really do it?!” pekik Sunny menggelengkan kepala. Tidak habis pikir dengan perbuatan sahabatnya itu.

Jessica tersenyum santai sambil mengaduk caramel macchiato hangat miliknya. Dia mengambil sendok kecil untuk menyicipi rasanya. Tidak terlalu pahit. Kemudian, perempuan itu menjauhkan gelas kecil berisi gula cair dari cangkirnya.

“Is that Tiffany?” tanya Yuri sambil menunjuk seorang perempuan yang melangkah mendekati mereka

Sunny dan Jessica langsung menoleh. Tiffany sedang berjalan sambil melambaikan tangan, kemudian mengambil tempat disebelah Sunny yang kosong.

“Hey girls!”

Jessica menatap keseluruhan pakaian yang dikenakan salah satu sahabat terbaiknya hari ini. “Wow! Alice & Olivia dress. 9!” puji Jessica.

“Thanks,” Tiffany tersenyum sambil mengibaskan rambutnya, “Kelihatannya aku ketinggalan gosip baru ya?”

Sunny melirik sindir kearah Jessica, “Tenang saja! Yang kita bicarakan saat ini soal Jessie being a GOOD housewife,”

Yang disindirpun langsung melakukan meninju pelan ke lengan sahabatnya itu. Sunny sudah mendelikkan mata sebelum Jessica mengatakan, “No punchback!”

Yuri dan Tiffany hanya menggelengkan kepala saja.

“So, bisa kita pergi sekarang? Aku sudah tidak sabar melihat hot items di Dolce & Gabbana,” ajak Tiffany.

“Why not? Kajja!”

Keempatnya langsung mengambil tas tangan mereka masing-masing. Beranjak meninggalkan kursi Starbucks. Kebiasaan mereka setiap hangout bersama, saling tunggu menunggu di Starbucks hingga semua lengkap, baru jalan.

Baru saja memutar badan, tiba-tiba mata Jessica dikejutkan oleh kedatangan seorang pria dengan setelan jas kerja warna hitam. Perempuan itu menelan ludah. OH-MY-GOD!

“Hae..”

“Sepertinya sedang sibuk ya?” Donghae tersenyum.

Membuat orang-orang dibelakang Jessica pun saling berbisik kearahnya.

“Dia siapa, Jess?”

“Omoo!! Dia tampan sekali,”

“Iya, senyumnya sangat menawan,”

Jessica tidak menggubris omongan-omongan sahabat yang ada dibelakangnya. Matanya  membalas tatapan Donghae dengan tersenyum pula. “Tentu saja. Kami akan pergi ke Dolce & Gabbana. Wanna join?”

“Bukankah seharusnya kau membuatkanku makanan,” Donghae mendekatkan diri pada Jessica, “Yeobo?”

YAIKS! Panggilan itu benar-benar membuat perempuan berambut pirang tersebut nyaris muntah. Ditambah lagi dengan seringaian penuh arti yang tertuju padanya. Sementara Sunny, Yuri, dan Tiffany, sejurus paham kalau pria tampan yang baru saja mereka puji-puji itu adalah suami Jessica yang paling dia ‘sayangi’.

“Aku sudah mengirimkan bekal untukmu,” Jessica melipat tangannya, “Kau tidak mendapatkannya?”

Donghae mendengus, “Bekalmu sangat menggiurkan. Makanya aku tidak tahan untuk memakannya lagi part kedua. Kajja, kita pulang!”

Sebelum Jessica melontarkan protesnya, Donghae sudah menarik gadis itu pergi.

“YA!!”

 

*****

“Kenapa kau mengajakku pulang? I wanna go to Dolce & Gabbana,” protes Jessica sambil membanting pintu mobilnya. Donghae sudah berjalan duluan memasuki rumah.

“Setelah hampir membuatku mati dengan makanan beracunmu, sekarang kau ingin dengan santainya berbelanja dengan teman-temanmu? Kau pikir bisa seenaknya seperti itu?”

“Don’t be twist! What do you want?”

“Tentu saja take and give!”

Jessica mengerutkan keningnya.

“Kau membuatku nyaris celaka. Dalam hukum take and give, apa yang kudapat adalah apa yang kau terima. Itu artinya aku harus membalasnya dengan setimpal. Benar bukan?”

“Mwo?”

“Kau tidak boleh keluar rumah seharian penuh sampai besok pagi jam 12 siang!” ucap Donghae membuat mata Jessica melotot maksimal.

“No way!”

“Why not?”

“Karena kau tidak bisa mengaturku semaumu,”

“Tentu saja aku bisa! Aku suamimu, remember?”

Jessica semakin gemas, “Hey, aku sudah memenuhi aturanmu untuk mengirimkan makan siang!”

“Tapi kau juga melanggar peraturan pergi tanpa izinku,”

“Lebih parahnya lagi kau bahkan nyaris membunuhku dengan bekal beracunmu,” tambahnya.

Telak! Walaupun Jessica tidak menghitung bekal beracun sebagai kesalahan, tetapi pergi dari rumah tanpa izin Donghae tadi itu jelas melanggar aturan mereka. Wait! Aturan mereka? Bodoh! Itu aturan Donghae sendiri.

Baru saja akan melakukan pembelaan, Donghae sudah pergi lagi. Kali ini laki-laki itu berjalan menuju kolam renang belakang. “Kau mau kemana?”

Dia jelas masih tidak terima. Donghae terlalu mengatur hidupnya. Oh please, baru dua minggu mereka hidup bersama, kenapa pria itu bertingkah seolah-olah sudah hidup berpuluh-puluh tahun dengannya hingga bisa mengatur sesuka hati seperti itu.

Jessica mengikuti langkah Donghae ke belakang rumah. Dan..

“AARRGGGHH!! DOONGHAEEEE!! WHAAT ARE YOOU DOOIIIINGGG??!!”

“Ya! Tidak perlu berteriak seperti itu! Aku tidak tuli,” ujar Donghae begitu santai.

“Apa yang kau lakukan, huh? Melepas pakaian didepan perempuan? Don’t you never learned about etiquette?”

Donghae tertawa geli. “Kau itu istriku. Well, walaupun kemarin kita belum sempat melakukannya, tapi suatu saat kau akan melihatku benar-benar telanjang kan?”

“Apa kau benar dari Amerika? Kurasa kau justru berasal dari kampung udik di Mokpo. Melihat pria melepas baju seperti ini saja sudah malu setengah mati,”

Jessica mendesah keras. Rasa kesalnya benar-benar sudah diubun-ubun. Fine, dia memang mengerjai Donghae dengan bekal mautnya. Tapi pria itu justru membalasnya dua kali lipat. Melarangnya keluar rumah. Dan kemudian, melepas seluruh benang yang terjalin menutupi tubuhnya. Gosh! Tidak tahukah laki-laki ini kalau jantung Jessica hampir meledak karena melihatnya bertelanjang dada seperti saat ini?

Donghae hanya mengenakan celana renang yang sangat pendek, persis seperti milik atlet renang di ESPN. Menampakkan dadanya yang bidang dengan otot-otot lengannya yang besar dan kekar. Dan sekarang, Donghae sudah meluncur dengan begitu mempesona memasuki kolam. Jessica hanya terdiam sambil melihat aksi suaminya yang sedang melakukan lima putaran pertama.

“Kenapa kau hanya melihat? Ayo kemari!”

“Aku hanya punya bikini, dan aku tidak mau memakainya,”

“Kau takut aku menyerangmu disini?”

Jessica terkejut melihat senyum seringai yang khas dari wajah Donghae. Pria ini tampak ingin memainkan psikologisnya dari tadi. Baiklah!

“If I wear it now, you’ll really do that?”

“Apa?” Donghae mengerutkan keningnya.

“Kalau aku keluar menggunakan bikini sekarang, apa kau akan langsung menyerangku?”

 

*****

“Kau takut aku menyerangmu disini?”

Donghae sangat membaca keterkejutan yang hadir di wajah Jessica. Sangat sesuai dengan prediksinya. Hah, perempuan mana yang tidak tahan dengan godaannya?

Beberapa detik kemudian, Jessica menegakkan kembali kepalanya. Melipat tangan didepan dadanya. “If I wear it know, you’ll really do that?”

Ganti, justru dirinya yang mengernyit. “Apa?”

“Kalau aku keluar menggunakan bikini sekarang, apa kau akan langsung menyerangku?”

Pertanyaan yang benar-benar diluar dugaannya. Dia tadi sempat berpikir kalau istrinya itu akan merengut sambil melangkah masuk ke kamar mereka.

Donghae menopang dagunya dengan tangan kanannya. Sikunya menumpu di telapak tangan yang lain. Berpikir sejenak sebelum menjawab, “Tergantung,”

“Tergantung apa?”

“Tergantung dengan pemandangan yang kudapatkan. Jika gairahku melesak saat melihatmu menggunakannya, maka aku juga tidak akan segan-segan menyerangmu,”

Senyum mengejek sekaligus tertantang terlihat menyelingi wajah cantik istrinya itu. Jessica tidak menjawab, namun berjalan meninggalkan halaman belakang masuk ke dalam rumah. Otak Donghae langsung berpikir, apa Jessica akan benar-benar memakai bikini sekarang?

“Andwae..” gumamnya pelan. Kini dia membayangkan bagaimana bentuk tubuh istrinya. Kulit Jessica putih dan begitu terawat. Selain itu tubuhnya juga tinggi dan sangat padat. Ditambah dengan wajah yang valley girl, pasti cocok sekali menggunakan bikini. Benar-benar sepaket cantik dan seksi, menurutnya.

Tiba-tiba.. “HAHAHAHAHAHA!!”

Tawa begitu kencang itu membuyarkan lamunan Donghae. Dilihatnya Jessica sudah tertawa sambil terduduk didepan pintu belakang.

“Hei, apa yang kau tertawakan?”

“Kau, bodoh!” Jessica masih tertawa, “Look at your face! Kau pasti membayangkan bagaimana jika aku telanjang bukan?”

Merah padam. Wajah Donghae sudah tak ada bedanya dengan kepiting rebus saat ini. Sial! Tertangkap basah lagi.

“Hahahaha.. do you think that I’ll give a pleasure to see me naked now? Big hell, NOO!!”

“Shit!” umpat Donghae, melihat Jessica yang masuk kedalam dengan tertawa yang begitu puas.

TBC..

66 thoughts on “OUR HOUSEHOLD part 2

  1. Yeah, setelah sebulan berlaluuuu~~ Akhirnya part ini datang jugaaa…
    Oh, di sini feel HaeSica dapat banget. Nggak nyangka juga, Jessica itu pintar banget tapi kok… gitu. Semoga aja Donghae berhasil mengubah sifat ‘buruk’ Jessica itu. Aduh, pingin ngakak pas baca bagian Donghae ngebayangin Jessica pakai bikini-_-”
    Ehm, aku rasa penulisnya pintar ya, soalnya tentang perusahaan aja tahu. Kekeke~
    Ok. Ditunggu part selanjutnya. Ooh iya, FF lain juga ditunggu lho! :3

  2. aaaakkkhh!!! aku udah menunggu ini lama, eon!!
    aku sering membuka web ini untuk mencari ff keren ini
    aaaa.. suka suka sukaa!!

    eon, boleh req gak? gimana klo part 3nya ada part make a baby itu *piktor–*
    wwkwkwk… oke dh eon.. ini bagus! i like it

  3. Udh nunggu lama, akhirx ada lanjutan.
    Wah! Sica-eonnie pintar menantang, Hae-oppa kalah!
    Hahaha…
    Cepat ya lanjutin ke part 3.🙂

  4. Kyaaa HaeSica!!! Gak nyangka ternyata si sica itu jenius ,ckckck.. Kenapa keliatannya babo -.- ..hehehe ^^v
    kekekeee.. Donghae dikerjain itu sama jessica..,😄 udah berpikiran yadong dulu sih ,wkwkw…
    Ditunggu kelanjutannya, chingu..

  5. akhirna muncul jga klnjtanna……
    lucu bngeeeeet liat psngan ini…
    gk nyangka sica bner2 pnter….dan haepa bru tau ckckckcckck suami yg gk prhatian heheheheeh
    wah haepa bner2 deh byangin sica pakek bikini…kpan nih author mlam prtamana hehehehe #yadongna kumat#
    dtnggu klnjtanna
    Gumawo

    • lama banget yaa? jwesonghamnida -_-
      kok gada yang percaya jessica eonnie itu pinter sih :3
      malam pertama? aduuh jalan kita masih panjaaaaaang~
      gamsahamnida komennya ({}) tunggu yaa😉

  6. Huwaaa akhirnya publish jg setelah nunggu lama!!!!!!
    Si jessica pinter bgt ngerjain donghae, mulai dari bekel sampe bikini xD
    Hmm kira2 donghae bakal bales dendam ga ya?? hihi xD

  7. Ya ampuunn..
    Gak Donghae, gak Jessica bener2 dah.. Pada gak ada yang mau ngalah yaa.
    Tapi disitu justru yg bikin seru sih.. hahahaa
    Aku nunggu part ini lama banget yak.
    Part lanjutannya jangan lama2 ya thor.

    Oia,, yg after wedding Minstal nya juga thor. Katanya dibikin 2 sequel ?
    ampe lupa sama judulnya aku. heheee
    Ditunggu deh pokoknya. Hwaitting 6^^

  8. OH MY GOD..
    sumpah anjir ini ff keren keren keren banget banget…
    huft~
    arggghhhhh~
    pengen teriak saking senengnya abis baca ff ini…
    author kamu langsung masuk dalam list author favoriteku!!!!!!!
    Gila, keren banget, gak ada typo sama sekali, alur ceritanya pun gak terkesan buru-buru..karakternya Haesica pun kamu menggambarkannya dengan sangat sempurna…
    ff ini semakin sempurna dengan kamu yang menyebutkan beberapa merek ‘sponsor’..
    ahhhh~ perfectto *pinjem kata”author*
    cepet dilanjut ya author..
    sering” ya bikin ff yang main castnya Jessica ya, kalau buat couplenya siapa aja jg boleh..
    Hwaiting Thor, oh ya, kalau ada ff Jessica kabarin aku ya,,

    • hee? gamsahamnida udah masukkin aku di list author favorite kamuu :*:*
      typo masih ada kok, namanya juga masih belajar-_-
      cepat dilanjut? *kabur-kabur
      kuusahain yaa😀 tapi gak janji
      hah? okee deeh, nanti kapan-kapan kubikinin jessica eonnie sama donghae oppa.
      trus kukabarin ke kamu oke oke?
      utang fanficku masih banyak banget nih *kenapa jadi curhat-_-
      anw gamsahamnida komennya ({}) tunggu yaa😀

    • baru nemu? waah selamat datang cinguuuu😀
      jessica eonnie sama donghae oppa emang keren kok!!
      jangan lama-lama? eeeng.. *pikir-pikir
      gamsahamnida komennya cinguu ({}) tunggu yaa😀

  9. Hahahahahaa
    aku baru baca lanjutannya
    wow seruuu nih
    suka banget apalgi si jessica emang pura2 jadi istri2 yg tolol gak bisa apa2 pdahal
    loh brrati jessica tuh mantan artis yeee :p
    ditunggu kelanjutannya author🙂

  10. iya juga ya, kenapa Sica unnie ga kerja? sayang ilmunya wkwkwk
    ㅎㅎㅎㅎ Sica unnie iseng sama suaminya!
    author-nim, kamu ngebawa ceritanya enak, jadinya hasilnya luar biasa (y)

  11. ya ampun..lagi2 bikin cekikikan g jelas..Nice FF.. Jessica niat banget ngerjain hae., tapi kebales…dan akhirnya malah saling bales2an..muka mesum hae gimana yah??mmm…#plak!

  12. OMG!
    Apakah masakan Jessica eonni separah itu ya?? -_-
    Bener” mau buat Hae Oppa mati perlahan *Plak
    Donghaenya mesum.. Wakkak..
    Omo, authornya keren..
    Urusan perusahaan aja tau, padahal masih sekolah
    Lanjut ke next part ya saya..
    Fighting chingu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s