After Wedding – After Story 2

After Wedding

 

After Wedding – After Story 2

Romance, Marriage Life & Friendship | Characters : Krystal Jung, Choi Minho, Kwon Yuri, Choi Sulli, Lee Taemin |

Are we a match made in heaven?

*****

Minho keluar dari kamar mandi setelah menyegarkan diri dibawah shower. Pekerjaan hari ini sungguh melelahkan. Rapat untuk ekspansi hotel selanjutnya sukses membuat Minho harus duduk berjam-jam di kursi panas ruang meeting. Sudah begitu masih harus mere-check beberapa proposal yang diajukan bagian keuangan dan HR. Melelahkan, tapi mau bagaimana lagi, memang sudah menjadi tugasnya sebagai CEO, bukan?

“Hayoo, yang ini ditaruh dimana..”

Suara riang tersebut menarik langkah Minho menuju ruang tengah. Dilihatnya Krystal, istri cantiknya itu, sedang sibuk membantu putra semata wayang mereka melengkapi puzzle. Ketika Krystal memberikan potongan puzzle tersebut, tampak Yoogeun–nama putra mereka–memajukan bibirnya dengan begitu menggemaskan.

“Ottokhae-ga,” keluh Yoogeun, menggaruk-garuk kepalanya.

Minho tersenyum gemas melihat tingkah anaknya. Dipelankan derap langkah kakinya. Ingin mengejutkan Yoogeun dari belakang. Namun sayang, malaikat kecilnya itu terlebih dahulu menoleh dan berteriak, “Appa!”

Yoogeun segera berdiri dari duduknya. Berlari untuk memeluk kaki sang ayah. Minho dengan sigap menangkap tubuh putranya, membawa Yoogeun kedalam pelukannya. Membombardir bibir tipis serta kedua pipi Yoogeun dengan kecupannya.

“Kau semakin berat saja, Yoogeun-ah,” ucap Minho sambil membetulkan posisi menggendongnya. Kembali membanjiri Yoogeun dengan ciuman bertubi-tubi. Tetapi kali ini hanya di pipi.

Krystal tersenyum, ikut berdiri. Melangkah santai mendekati suaminya.

“Jadi sekarang hanya Yoogeun saja yang dicium,” sindir Krystal sambil melipat tangannya di dada. Pura-pura tidak melihat kearah Minho. Yang disindir hanya meringis geli. Satu tangannya yang kosong meraih pinggang istrinya. Memberikannya satu kecupan hangat di dahi.

Minho terkikik sambil mencubit pipi istrinya, “Aigoo.. kau bahkan lebih manja daripada Yoogeun, sayang,”

“Manja-manja begini, kau juga cinta padaku kan,” Krystal menjulurkan lidahnya. Minho mengelus-elus pelan pipi istrinya selagi Krystal mencium pipi Yoogeun.

“Hoaam..” suara menguap Yoogeun memecahkan keheningan yang sempat hadir diantara mereka. Minho melihat wajah anaknya yang merengut sambil mengucek-ucek matanya. Dielusnya lembut kepala Yoogeun saat anak itu menguap untuk kedua kalinya.

“Anak appa sudah mengantuk ya? Kajja, kita tidur!” ajak Minho, menurunkan Yoogeun ke lantai.

Baru akan berjalan masuk ke kamar, tiba-tiba Krystal berdeham, “Mau langsung tidur saja?”

Minho mengerutkan keningnya, sementara Yoogeun tertawa. Anak manis itu menarik-narik kain celana ayahnya, “Appa, kita belum sikat gigi,”

Seketika pria itu menepuk dahinya sambil tertawa, “Astaga! Appa lupa. Ayo kita sikat gigi dulu! Sebelum eomma berubah jadi harimau,”

“APPA!!” seru Krystal, yang tertinggal di sofa.

 

*****

 

“Selamat tidur, Yoogeunnie,” Krystal mencium dahi putranya. Minho menarik tangan Krystal, menyuruhnya untuk keluar dari kamar. Membiarkan Yoogeun mereka terlelap bersama sekumpulan fantasi malam indahnya.

Di kamar, Minho tidak langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia memilih untuk bersandar dulu headboard, mengambil laptopnya, kemudian membuka kembali folder di Local Disk (D:) laptopnya yang ia beri nama ‘MRCL_Monthly Report07’. Melanjutkan beberapa pekerjaan yang belum sempat dijamahnya ketika di kantor. Sedang seru sendiri mengetik, Minho merasakan bau harum kopi mengganggu penciumannya. Ditolehnya Krystal sudah membawa secangkir latte di tangannya.

“Sedang apa?” tanya Krystal, menyodorkan cangkir tersebut. Minho mengambilnya dengan tersenyum, menyeruput sedikit kopi manis yang masih panas itu.

“Mengerjakan monthly report,”

Krystal yang tadi duduk ditepi ranjang, kini telah berpindah duduk disebelah Minho. Ikut memperhatikan apa yang sedang dikerjakan suaminya. “Ini monthly report-nya orang production? Kenapa kau yang mengerjakannya, appa?”

“Pak Kim sedang diopname. Kasihan asistennya kerepotan. Laporan budget mereka untuk bulan ini saja belum masuk. Jadi biar kubantu,”

“Tapi itu kan pekerjaan mereka. Tugasmu sebagai CEO kan hanya mengecek saja,” protes Krystal.

“Kalau ini kukerjakan sendiri, paling tidak tugasku untuk mengecek satu pekerjaan sudah selesai, sayang,”

“Tapi.. kau akan kelelahan, appa,”

“Tidak apa. Toh ini juga perusahaan kita. Mau tidak mau aku harus bertanggung jawab,”

Krystal menggelengkan kepalanya pelan, “Kau ini memang tidak pernah peduli dengan dirimu sendiri ya.”

Minho tersenyum lembut. Ditarik tubuh Krystal mendekati dirinya. Kemudian mengecup halus bibir bagian bawah Krystal. “Makanya aku butuh dirimu yang selalu peduli padaku, yeobo-ya,” ujar Minho tersenyum. Lalu kembali lagi fokus dengan pekerjaannya.

Krystal mencibir pelan. Namun tak lama, tampak senyum samar di wajah manisnya.

Untuk mengusir kebosanan menemani suaminya, Krystal menghidupkan televisi dan mencari channel yang bagus. Hari Rabu, ada acara apa yang bagus kira-kira? Ditekannya berulang-ulang tanda panah kebawah, mencari channel yang mungkin sedang menayangkan film atau drama yang menarik. Syukurnya di rumah Krystal menggunakan parabola, sehingga program televisi yang ditontonnya tidak melulu acara Korea. Akhirnya dia memutuskan untuk menonton The Vow-nya Channing Tatum di HBO.

“Appa,”

“Hm?”

“Apa kau tidak mengantuk? Ini sudah pukul sepuluh malam. Ayo kita tidur!” ajak Krystal.

“Sebentar, pekerjaanku sedikit lagi selesai. Kalau ingin tidur duluan tidak apa, sayang.”

Bibir Krystal mengerucut, “Mana mungkin aku meninggalkanmu sibuk sendiri,”

Baiklah. Perempuan cantik itu memutuskan untuk menunggu sedikit lagi.

 

*****

 

KRATAK!

“Aw!” ringkih Minho pelan, baru saja meregangkan otot-otot tegangnya didaerah pundak dan lehernya. Telinganya menangkap suara napas teratur dari samping kanannya. Didapati istri cantiknya itu telah tertidur begitu pulas. Kepala dan sebagian tubuh Krystal masih menyandar di headboard. Minho yakin, leher Krystal besok akan susah digerakkan jika dia masih tidur dengan posisi seperti itu sampai pagi. Perlahan, dia menurunkan Krystal hingga kepalanya bersandar persis ditengah bantal.

“Eugh…”

“Sstt! Jangan khawatir, sayang! Aku disini,” bisik Minho sambil mengelus dahi Krystal.

Matanya kini memicing kearah jam duduk yang ada di laci sebelah ranjang. Oh, 11.23 PM? Pantas saja, sudah waktunya tidur. Laki-laki itu membuka selimutnya, mengulurkan tangan untuk mematikan lampu kamar mereka.

Setelah membenarkan selimut Krystal, Minho mengecup bibir perempuan itu lembut.

“Sweet dreams!”

 

*****

 

“Appa!!” teriak Yoogeun, sambil memukul-mukul lengan Minho. Laki-laki itu tersenyum samar. Dibiarkannya Yoogeun terus melakukan morning call untuknya.

“Appa!!” panggil Yoogeun dengan volume yang lebih kencang lagi. Namun, tetap tak ada gerakan pertanda bangun dari ayahnya.

“Eee.. Appa ireonaeyo..” anak manis itu masih berusaha membangunkan ayahnya yang tertidur dengan nikmatnya. Sudah diteriaki seperti apapun, Minho hanya menggeliat pelan atau menukar posisinya. Dipukulinya berulang-ulang, ternyata pun juga tidak berefek. Ottokhae?

MUAH!

“Aigooo!!!!” pekik Minho menarik anaknya kedalam selimut begitu Yoogeun mencium pipi kanannya. Dia memberikan kecupan berulang-ulang di kedua pipi anaknya. Membuat Yoogeun tertawa kegelian.

“Appa..”

Minho mencium bibir Yoogeun, “Morning, honey. Did you sleep well, Yoogeunnie?”

“I did. I was dreaming about Power Rangers last night,” ucapnya polos. Sinar matanya tampak sangat gembira, seperti biasanya.

Minho yang begitu gemas dengan tingkah anaknya itu langsung bertubi-tubi menggelitiki pinggang Yoogeun. “Siapa yang menyuruhmu membangunkan appa? Appa masih mengantuk, sayang.”

“Eheheh.. appaa!!” tawa Yoogeun kegelian.

Keduanya kini justru saling bergumulan dibawah selimut. Berusaha menyerang daerah sensitif geli lawannya. Selalu begini. Sangat merepotkan jika waktunya membangunkan Minho. Ada saja tingkah laki-laki bertubuh kekar itu untuk memperlambat waktu pagi.

“Kajja! Kita sikat gigi dulu. Lalu membantu eomma. Arrachi?”

“Ne,” Minho tersenyum sambil mengulurkan kedua tangannya. Mengajak anaknya untuk masuk kedalam pelukannya.

Setelah selesai membersihkan gigi di kamar mandi, Minho dan Yoogeun segera keluar kamar. Dilihatnya Krystal yang begitu sibuk mencicipi masakan, sedetik kemudian langsung berpindah ke meja untuk menaruh piring-piring berisi sarapan pagi.

“Wah, kelihatannya ada chef hotelku yang pindah ke dapur kita ya,” ujar Minho melihat betapa cekatannya Krystal menata seluruh makanan diatas meja. Kemudian menurunkan Yoogeun dari gendongannya.

“Yoogeunnie, ayo mandi dan ambil tasnya dulu di kamar!” suruh Minho, sengaja menjauhkan Yoogeun dari sekitar mereka.

Krystal, yang baru sadar jika sedari tadi ada dua orang yang memperhatikannya, hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala. “Bisa aku meminta bantuanmu pindahkan ini kesana, oppa?”

“Tentu tidak gratis,”

Mata perempuan cantik itupun menyipit. Minho memasukkan tangannya kedalam saku celana. Langkahnya melaju santai mendekati Krystal yang masih berdiri didepan kompor elektrik mereka. Minho tersenyum penuh binaran saat menatap istrinya yang tengah membalas tatapannya penuh cinta. Kepalanya dicondongkan, mengecupkan bibir merah Krystal.

“Nappeun appa!” dipukulnya pelan lengan atas Minho yang sedang memeluknya.

“That’s what we called ‘morning kiss’, babe,” bisik pria itu persis di telinganya. Menimbulkan rasa geli yang menyeruak tengkuk.

Menyadari bahwa kecupan-kecupan Minho semakin mengganas, Krystal berkata, “Appa, eomma masih memasak. Kalau ada panas yang lebih ganas lagi dari kompor ini, bisa-bisa tidak hanya makanannya saja yang gosong.”

Minho terkekeh.

Rasa bahagia benar-benar memenuhi benak Minho. Tiada hentinya dia mengucap syukur yang begitu besar pada Tuhan atas segala berkah yang Ia berikan padanya. Setiap pagi dibangunkan dengan teriakan menggemaskan anaknya. Tawa khas Yoogeun mampu membangkitkan suasana ceria bagi Minho, sebelum dia berkutat dengan pekerjannya yang menimbulkan penat. Saat keluar kamar dia disambut dengan pemandangan sibuk istrinya di dapur. Mungkin sudah hampir empat tahun istrinya memutuskan untuk off dari dunia fashion, demi memfokuskan dirinya pada tumbuh kembang Yoogeun yang sedang menarik menariknya untuk disimak. Minho sendiri tidak pernah memaksa Krystal untuk berhenti dari dunia mode yang membuatnya terkenal. Walaupun dia juga sangat berharap Krystal bisa menjadi figur ibu sepenuhnya untuk putra mereka. Dan semenjak itu, Krystal selalu menunjukkan dirinya sebagai eomma sempurna di rumah dengan selalu memasakkan sarapan pagi untuk keluarga serta mengurus segala tetek bengek rumah mereka. Minho benar-benar menikmati setiap paginya. Sungguh, adakah momen yang lebih berharga dari semua ini? Mungkin hanya persalinan menegangkan Krystal yang bisa menyainginya.

Mengenai proses kelahiran Yoogeun ke dunia, ah.. sebuah pengalaman paling menegangkan seumur hidup Minho. Bermula dari pingsannya Krystal ketika bersama eommanya di mall, membuat Minho segera meninggalkan rapat besarnya saat itu juga–untuk  menyusul sang istri ke rumah sakit. Belum sampai Krystal sadar, Minho semakin terpuruk disusul fakta bahwa leher calon Minho junior terikat saluran tenggorokan ibunya yang menyebabkan operasi caesar harus segera dilaksanakan demi keselamatan buah hati dan istrinya. Entah berapa jam operasi telah berjalan, Minho hanya bisa melihat keadaan istrinya yang tidak sadarkan diri dari kejauhan. Tanpa mampu menolong sedikitpun. Saat itu juga Minho merasa seperti seorang namja bodoh yang tak berguna. Hanya mampu menatap istrinya yang berada diantara dunia atau kematian tanpa dapat melakukan apapun. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya saat itu. Namun tampak jelas yang mendominasi adalah rasa kecewa serta kegelisahan. Mertuanya yang bersamanya saat itu juga hanya mampu menepuk punggungnya yang tegang dan mengajaknya untuk menengadahkan tangan kepada Tuhan, agar Minho masih diberi kesempatan untuk merasakan bahagianya memiliki keluarga seutuhnya.

And see, Tuhan selalu mendengarkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh!

Lihat betapa sempurnanya keluarga Minho saat ini! Sungguh berharga. Dia tidak akan melewatkan sedikitpun momen sempurna seperti sekarang.

“Ayo appa, segeralah mandi! Yoogeun sudah siap berangkat ke sekolah,” tepukan lembut pada tangan Minho seketika membuyarkan lamunan namja itu.

Pria itu melepaskan pelukannya, langsung memberi sikap hormat sempurna, “Siap nyonya Choi yang sempurna!”

CUP!

Tak lupa kecupan lembut sebelum kabur tentunya.

 

*****

 

“Cha! Yoogeun-ah,” Minho merapikan sedikit pakaian Yoogeun yang terlipat, “Nanti sewaktu kau pulang, tunggulah Minseok ahjussi disini! Appa mungkin baru bisa menjemputmu setelah rapat. Jadi, kau bisa bersenang-senang dulu dengan Minseok ahjussi. Arraseo?”

“Arraseoyo, appa!”

Pria itu tersenyum sembari mengelus kepala Yoogeun. Sebelum putra satu-satunya miliknya itu berjalan menjauhinya, masuk kedalam kelas sambil menyedot susu vanilla kesukaannya. Setelah Minho memastikan bahwa Yoogeun sudah sibuk bersama teman-temannya yang lain, baru dia berani meninggalkan sekolah taman kanak-kanak Yoogeun.

Sewaktu memutuskan Yoogeun akan dimasukkan sekolah playgroup atau tidak, ada sedikit perdebatan panjang antara Krystal dan Minho. Hal ini disebabkan karena kebiasaan orang Korea yang kurang menyukai anak mereka bersekolah di pre-school, Minho salah satunya. Mereka beranggapan, menyekolahkan anaknya sebelum sekolah dasar akan membuat mereka kehilangan masa bermain mereka. Sementara Krystal yang tumbuh di lingkungan serba liberal di Amerika, masuk sekolah playgroup merupakan langkah awal untuk belajar bersosialisasi dan memberi pandangan sederhana mengenai apa itu menimba ilmu. Tentu menurut Krystal, memasukkan Yoogeun ke sekolah khusus balita umur 3 tahun itu sangatlah penting. Sempat juga Minho eommonie kurang setuju Yoogeun bersekolah di playgroup. Namun pada akhirnya, keduanya sepakat menyekolahkan Yoogeun di taman kanak-kanak yang berstandar internasional yang hanya menjadwalkan sekolah seminggu 3 kali.

BEEP! BEEP!

Minho melirik White iPhone 4s miliknya yang baru saja bergetar. Tertulis 1 new message pada homescreen, yang berasal dari Krystal. Ditekannya tombol panah ke kanan yang bertulis ‘slide to unlock’.

 

From : My Only Wife^^

Appa, sudah mengantarkan Yoogeun ke sekolah? Sudah sampai di kantor kah?🙂

Nanti saat jam makan siang, jangan lupa menjemput uri wangja, ne! Eomma sudah memasakkan makanan kesukaan kalian untuk makan siang ^^

Saranghaeyo :*:*

 

Aigoo.. istrinya memang paling pintar membuatnya tersenyum. Minho mengetikkan beberapa kalimat balasan dengan senyuman yang begitu bahagia.

 

*****

 

Krystal, yang sedang memegangkan vacuum cleaner, berlari mendekati telepon selulernya yang berdering. Ah cepat sekali suaminya itu membalas pesan.

 

From : My Only Husband^^

Yoogeun sudah tertawa bersama teman-temannya, eomma🙂

Aku tidak yakin, tapi seingatku hari ini aku akan melakukan pertemuan dengan beberapa investor. Nanti biar Minseok hyung yang menjemput Yoogeun, mumpung hyung sedang ada di Seoul. Gwaenchanaeyo?

Appa berangkat ke kantor sekarang ya ^^

Nado neomu neomu saranghae eomma :*:*

 

Wanita itu tersenyum. Mengetikkan pesan balasan, sebelum kembali sibuk membersihkan karpet mereka.

 

To : My Only Husband^^

🙂

Jangan terlalu lelah, appa! Jika pekerjaan hari ini terlalu banyak, atur jadwalmu dan lakukan esok hari. Saat bekerja, tetap sempatkan minum air putih. Kau harus selalu jadi appa yang kuat untuk Yoogeun, arrachi?😉 Makan sianglah bersama Yoogeun. Dia pasti akan sangat senang.

Setelah ini aku akan menelpon Minseok oppa untuk mengucapkan terima kasih.

Hwaiting appa :*:*

 

BEEP! BEEP!

 

From : My Only Husband^^

Tenang saja, eomma! Minho appa adalah yang terbaik dalam menjaga kesehatan. Percayalah! Hihihi^^

Aku tidak bisa berjanji untuk hal yang aku tidak tahu bisa kutepati, tapi doakan semoga pekerjaan hari ini bisa selesai dengan cepat, ne? Jadi appa bisa menemani eomma dan Yoogeun makan siang ini😀

Gomawo, yeobo :*:*

 

Ah, pria ini memang terlalu workaholic. Sangat tidak perhatian dengan dirinya sendiri. Apa jadinya jika saat ini dia masih sibuk di butik?

Krystal mengunci home screen handphonenya. Tentu setelah mengirimkan pesannya pada Minho. Setelah memutuskan keluar dari Michael Adams’s Fashion World yang membesarkan namanya beberapa waktu yang lalu, Krystal kini disibukkan menjadi seorang ibu dan istri di rumah. Sebuah pekerjaan baru yang sangat dinikmati olehnya.

Keputusan pensiun dini itupun telah diputuskan matang-matang oleh Krystal. Tidak ada paksaan, baik dari sang suami, keluarga, ataupun pihak lainnya. Murni dan bulat dipilih olehnya, tentu dengan berbagai pertimbangan.

Jika dia tetap bekerjasama dengan MA, memang karirnya dipastikan akan terus menanjak di dunia mode internasional. Bekerja selama tiga tahun kemaren di salah satu perusahaan fashion besar dunia, Krystal memang merasakan kenikmatan yang fantastis. Hanya dalam waktu singkat, dia sudah menikmati rasanya memiliki gaji diatas 20 juta won per bulannya, keliling dunia, berkenalan dengan artis-artis kelas dunia, dan pengalaman seru lainnya yang sudah dia bayangkan sejak kuliah di jurusan desain.

Namun setelah mengalami proses kehamilan hingga melahirkan Yoogeun ke dunia, Krystal menyadari bahwa dunia fashion baginya tidak semenarik yang dilihatnya dulu. Pemberian ASI eksklusif dan lanjutan, dari sana Krystal merasa bahwa dia tidak mungkin sanggup meninggalkan Yoogeun-nya dengan baby sitter sementara dia melakukan fashion tour. Yoogeun adalah segalanya bagi Krystal. Dari hari ke hari Yoogeun tumbuh perlahan, sebuah pemandangan yang tidak terbayangkan oleh Krystal dulu-dulu.

Menyenangkan memang bekerja sebagai desainer dunia di Michael Adams. Namun, penyitaan perhatiannya akan sangat terasa. Managemen waktunya otomatis menjadi sangat ketat, mengingat keluarga adalah prioritas utamanya. Krystal tidak mungkin menangani seluruhnya dengan sempurna. Keputusan untuk resign inipun menguat dengan pertumbuhan Yoogeun semakin hari semakin menarik untuk diperhatikan. Dan dia sangat bersyukur, Minho tidak pernah mempermasalahkan setiap keputusan yang dibuatnya. Minho selalu berkata, “Selama kau merasa itu yang terbaik untuk keluarga kita, aku tidak akan pernah mempermasalahkannya.”

Dan dia kira, itu keputusan yang tepat sekarang. Karena Tuhan memberikan kebahagiaan yang baru baginya, dapat selalu memperhatikan perkembangan keluarga kecilnya yang penuh kebahagiaan.

 

*****

 

“Aigoo.. uri Yoogeunnie sudah pulang ternyata,” ujar Krystal saat melihat Minseok berada di teras depan rumah. Diperhatikan putranya yang terlihat lemas dalam gendongan kakak iparnya. Tidak biasanya seperti ini

Krystal mengambil alih, menggendong Yoogeun yang menutup matanya. Mengelus-elus punggung anaknya lembut. “Omo Yoogeun-ah, gwaenchana?”

“Kelihatannya Yoogeun terlalu lelah bermain bola. Tadi dia tidak mau pulang dulu sebelum berhasil mencetak tiga gol. Makanya begitu masuk mobil tadi, dia langsung tertidur pulas,” jelas Minseok tersenyum.

Krystal menggeleng heran. “Mirip sekali dengan appanya,”

Minseok meringis, mengiyakan.

“Tetapi,” sela Minseok tiba-tiba, “Kau harus mendidik Yoogeun dengan baik, Soojung-ah!”

“Waeyo?”

“Tadi setelah bermain, Yoogeun berhasil membuat keributan disekitar mobilku. Teman-teman perempuannya semua ingin menyampaikan pujian dan kata suka padanya. Aku sampai kewalahan menyuruh mereka untuk pulang,”

Ganti kini Krystal yang meringis geli.

“Anak kecil jaman sekarang yah. Sifat itu turunan dari Minho, oppa. Bukan aku. Minho oppa dari dulu memang playboy nomor satu,” cetusnya masih tertawa.

“Tapi dia sudah takluk di tangan nyonya Choi yang mempesona,”

“Aish!” Krystal memukul pelan lengan kakak iparnya.

Minseok mengerlingkan mata, lalu tertawa sesaat.

Diajaknya Minseok masuk sembari menunggu Minho datang untuk makan siang. Tadi Minho mengatakan bahwa rapat investor hari ini diundur sampai Senin besok. Jadi hari ini dia bisa kerja setengah hari.

“Jwesonghamnida Soojung-ah, siang ini aku akan bermain bowling bersama kawan lama. Biasalah, ingin kumpul-kumpul,” tolak halus Minseok.

“Wah sayang sekali! Padahal aku sudah memasak banyak makanan, oppa,” desah wanita itu kecewa.

“Jeongmal jwesonghamnida, aku sudah ada janji duluan. Tapi lain kali, aku janji tidak akan menolak makan bersama kalian. Lagipula, aku juga rindu samgyupsal buatanmu,”

“Lain waktu harus mampir yaa, oppa,” Krystal tersenyum.

“Pasti! Sampaikan salamku pada Minho ya, aku berangkat dulu,”

Setelah memastikan Minseok pergi, Krystal kembali masuk kedalam rumah. Kembali mengelus pelan punggung putranya selagi melangkah menuju kamar Yoogeun. Pasti Yoogeun bermain dengan penuh semangat tadi, sampai-sampai kelelahan seperti ini. Biarkan Yoogeun tidur dulu sajalah. Nanti kalau appanya sudah datang, baru anaknya diajak makan.

Krystal tersenyum lembut. Diletakkan Yoogeun diatas ranjangnya yang berlapis gambar power rangers.

“Eomma..” ucap Yoogeun yang baru saja akan diselimuti ibunya.

Krystal tampak terkejut. Namun segera dia tersenyum, mengusap kepala anaknya, “Sudah bangun, sayang? Atau mau tidur lagi?”

Yoogeun mengerang, meraih leher eommanya, “Sama eomma.”

Krystal terkikik gemas, menciumi pipi halus jagoan kecilnya itu. “Kyeoptaa!!”

“Kajja! Kita mandi lalu berganti baju dulu, nak! Habis itu kita makan. Yoogeun suka ayam goreng kan?”

“Joahaeyo!” sela Yoogeun cepat.

 

*****

 

“Yoogeun-ah! Appaga jib-e!” pekik Minho begitu melihat pintu depan terbuka oleh anak laki-laki kesayangannya itu.

Sontak sambil melompat, tangan Yoogeun terangkat. Berusaha menggapai ayahnya kedalam pelukannya. “APPAAA!!”

“Aigoo..” Minho menggendong Yoogeun, mencium pipi bulat nan merona anaknya. Bau harum khas bayi merebak seketika pada indera penciumannya.

“Sudah habis mandi ya? Harumnya uri Choi Yoogeun,”

“Habis baunya masam sekali. Makanya kuajak dia mandi,” sahut Krystal yang ternyata sudah siap didepan meja makan.

“Yoogeun melakukan apa saja tadi di sekolah, sampai eomma protes baunya masam?.. Ah, makasih jagiya!”

Minho mengecup bibir istrinya yang baru saja mengambilkan nasi untuknya.

“Bermain,” jawab malaikat kecil itu penuh semangat, “Tadi Yoogeun berhasil memasukkan tiga gol, appa!”

Pria itu terkikik. “Itu dua, sayang. Ini baru tiga,” sambil mengacungkan jari telunjuk, tengah, dan manisnya bersamaan.

“Hehehehe..” cengir Yoogeun saat menyadari kesalahannya.

Suasana ruang makan terasa sangat hangat dengan celotehan ala balita yang terkadang sulit dipahami. Yoogeun menceritakan kalau tadi dia berkenalan dengan teman baru yang jago bermain bola sepertinya, lalu dia bernyanyi bersama di kelas. Banyak sekali hal menyenangkan yang diceritakan Yoogeun selagi eomma dan appanya menikmati makan siang.

“Appa,”

“Ne?” sahut Minho.

“Ayo kita ke park!”

Pria itu tertawa. “Yoogeun ingin ke park? Kapan?”

“Sekarang. Yoogeun.. Yoogeun mau main sama appa,”

“Hm.. Kalau begitu, Yoogeun taruh piring kotornya dulu ke wastafel sama eomma. Appa biar ganti baju dulu. Setelah itu kita ke park. Ottokhae?”

“Joah!” Yoogeun mengangkat jempolnya tinggi-tinggi. Seperti angin puyuh, dia turun dari meja makan. Membawa piring bekas makannya ke dapur.

Krystal memandang Minho. “Kau tidak lelah, appa? Baru saja pulang kantor,”

“Nan gwaenchana. Lagipula sudah lama aku tidak mengajaknya bermain,” Minho tersenyum, “Aku ganti baju dulu ya!”

Wanita itu tersenyum mengangguk.

 

*****

 

“APPAA!! AYO KITA KESANAAA!!” teriak Yoogeun sambil membawa bola, berlarian kearah lapangan sepak bola mini yang tersedia di taman kota. Tempat favorit Yoogeun.

Minho tersenyum melihat reaksi aktif bocah yang umurnya hampir tiga tahun itu. Yoogeun berusaha menendang bolanya masuk kedalam gawang. Saat berhasil, Minho junior itu akan berputar kegirangan. Gayanya seperti pemain dunia yang baru saja mencetak gol piala dunia saja. Hahaha.. Tapi tingkah yang seperti itulah yang selalu Minho rindukan saat dia harus berjauhan dari anaknya.

“APPAA!! PPALIIWAA!!!” entah sejak kapan, putranya itu sudah sampai dihadapannya dan menarik-narik tangannya menuju lapangan.

“Baiklah. Kita cepet-cepetan lari kesana ya,” ajak Minho, “Hana.. Dul.. Set.. Kajjaaa!!!”

Krystal tertawa. Aigoo.. bapak dan anak ini sama saja. Kekanak-kanakan sekali.

Tapi kalau dipikir-pikir, Yoogeun memang sembilan puluh sembilan persen cetakan Minho sih. Wajahnya, tubuhnya, cara pikirnya, tingkahnya. Satu-satunya warisan Krystal pada putranya itu hanyalah bibir tipis berwarna merah. Mungkin karena saat pembuatannya, Minho yang lebih ngotot dari Krystal yah.

Kemudian, wanita itu terenyuh menyaksikan kekompakan Minho dan Yoogeun saat bermain. Terlihat bahwa Minho menunjukkan figurnya yang menyenangkan dan sportif di lapangan. Dia sangat lepas saat tertawa bersama anaknya, ceria berlarian mengejar Yoogeun yang aktif menggiring bola. Satu pemandangan lagi yang jarang ditemukan Krystal pada kehidupan sehari-hari.

Krystal bersyukur dengan semua pemandangan ini. Kebahagiaannya benar-benar melimpah sejak kehadiran Yoogeun dalam biduk cintanya dengan Minho. Walaupun cita-cita masa kecilnya sempat terkorbankan, semua terbayar saat melihat keceriaan serta gelak tawa dari anggota keluarga mungilnya. Dia sangat bersyukur, karena Yoogeun memberikan warna baru pada hidupnya.

Terima kasih, Tuhan. Untuk segala nikmat yang tak pernah kuasa dihitungnya ini.

Untuk pernikahannya, yang penuh dengan kebahagiaan.

 

-END-

 

Author’s note :

Yuhuuuuuuuuu selamat pagiiiiiii!!😀 satu hutang saya lunaaaaaas sodara sodaraaaa yippiieeeeee!! tapi hutang yang lain masih bertumpukan -____—— dengan sangat gembira saya mengucapkan terima kasih buat semua readers yang sudah rela meluangkan waktunya untuk membuka blog saya yang kurang kerjaan ini dan mau memberi masukkan terhadap setiap postingan saya. bahkan ada juga yang ngelike. waaaaah senangnyaaaa😀 maaf kalo akhir-akhir ini saya tidak membalas semua komen komen dari readers semua. setelah UNAS dan SNMPTN selesai saya disibukkan dengan pindahan karena ternyata saya diterima di pendidikan dokter diluar kota saya sekaraaang :))))))))

selamat menikmati blog saya semuanyaaaa😀 saranghaeyooo!! :*:*

26 thoughts on “After Wedding – After Story 2

  1. Hallo thor.. Salam kenal
    Aku reader baru karena baru nemu wp ini hehe🙂
    Aku suka banget sama cara penulisan author.. Ringan, alurnya jelas dan pastinya bikin jari terus ngescroll ke bawah karena penasaran sama ceritanya hahaha
    Aku kira akan ada sedikit konflik ternyata full happy story.. Daebbak ceritanya *thumbs up

    Oiya, apa authornya sifany shipper karena aku lihat ada beberapa ff sifany disini.. Aaaah joha aku juga sifany shipper, boleh ijin ubek-ubek wepenya?🙂

    • Halooo chinguu🙂 salam kenal jugaa hehehe terima kasih mau meluangkan waktu melihat postingan gak jelas sayaa😀
      Pertamanya mau bikin ada konflik gitu, tapi otaknya lagi pengen yang bahagia bahagia ajaa -_-v maaf yaa hihihi
      Silahkaaan ^^

  2. Akhirnya di lanjutkan juga.
    Wah! Yoogeun lincah banget. Apa Minho-oppa sama Krystal-eonnie nggk berencana buatin dongsaeng untuk jd teman main Yoogeun, hehehe…
    Minta sequel lg dong, jebal!
    Oh iya, lanjutin ‘Our Household’ dan ‘Saltarcume’, aku suka banget lho, apalagi ‘Our Household’.

    • Halooo chinguu🙂
      Buatin dongsaeng buat Yoogeun? Minho oppanya terlalu sibuk kerja tuuuh :p main drama terus (?)
      Lanjutan our household sama saltarcume? Semoga aku masih ada ide yaah hihihi ^^v
      Terima kasih sudah mau meluangkan waktu baca postinganku😀

  3. chukkae yo ^^
    dokter dimana chingu….aku juga #tos

    wah keluarga yg bhagia
    bhasa ringn penulisan cerdassss
    Daebakk!!!
    aku smpet byngin sifany kya gni wkwkee
    lnjut ff sifny lgi ya ^^

    • Gamsahamnidaaa😀
      Waaah sama doong *toss
      Kasian Krystal eonnie kalo dibikin cemburu teruus, bahagia ajaa deeh teruuus :3
      Terima kasiiih sudah mau meluangkan waktu baca postinganku😀

    • Kelamaan yaah chinguu? Jwesonghamnidaaa😦 kemaren kemaren sempet jenuh nulis
      Our Household sama Saltarcume? Banyak yaah yang nanyain fanfic ituu hehehe semoga secepatnyaa yaah kalo ada ide ^^
      Terima kasih sudah meluangkan waktu baca postinganku😀

  4. Wah selamat dulu untuk author nya yang bakalan jadi bu dokter. Chukkae author nim..
    Semoga kalau udah jadi mahasiswi kedokteran WP nya nggak sepi, karna kedokteran harus fokus. Makanya aku mundur.. Hehehe..
    Minstal nya sweet banget. Susah deh ungkapin pake kata-katanya..

  5. hiyaaa…dah ending…,aku ngakak pas dibilang minho yg ngotot pas bkin dedek*gyahaha,,hiyaa selamat deh yg mw jd mhsiswa FK,,tak lama lg bkal pelukan ma buku anatomi ma kamu kdokteran,hehe..,yg semangat ya^^

  6. hiyaaa…dah ending…,aku ngakak pas dibilang minho yg ngotot pas bkin dedek*gyahaha,,hiyaa selamat deh yg mw jd mhsiswa FK,,tak lama lg bkal pelukan ma buku anatomi ma kamus kdokteran,hehe..,yg semangat ya^^

  7. Kyaaa!! Aduh.. Ini ff x bikin senyum gaje sumpah..

    Ff x keren bingitsss… Nggak tau deh, aku suka bnget baca FF yg marriage life.. Kpan* bikin lagi ya..🙂

    Ah,, cba bikin FF YoonWon jadi org tuanya, trus Minho dan Sulli jadi anaknya.. #Request

  8. iseng iseng cek lagi ni blog, eh akhirnyaa part 2nya after wedding terbit juga #overbahagiaa😀
    jdi senyam snyum sndiri pas bca moment minstalnya + yoogeun deh, jdi ngebayangin itu nyata d masa depan, kekekek
    mksih udh update chingu, n congrats bwt kuliahnya, keep writing yaa,apalgi kisah minstalnya ok *wink

  9. uaaa akhirnya lanjut juga chingu😀
    Lama bangetss masa nunggunya u.u
    Tp tak apalah😀 puas rasanya xD

    Ahhh Choi family ketjeh abiss,, manissnya🙂
    Kle yang focus sm baby yoogeun + suaminya, Mino yang berusaha meluangkan waktu untuk istri dan babynya xD
    baby Yoogeun imutss bangett aaa xD

    Bikin sequel lagi dong chingu xD #plakk , bikin dedek buat Yoogeun :p

  10. Huaaa…. keren bngt chingu. akhir nya aku baca juga lanjutannya. aku suka bngt ff ny yg ini. kisah ny romantis dan seru, pkok ny komplit deh. dari awal nggak ngebosanin. salut bngt buat author ny.

  11. Hallo, salam kenal..
    numpang promosi yaa🙂
    blog baru nih, dan aku berencana mengisi blog tsb dengan ff ber-main cast Minhyuk-Krystal🙂 Kalau suka sama couple itu sangat dipersilahkan untuk mampir, atau kalau yang cuma main aja juga boleh..
    jangan lupa kunjungi ya >> https://blithemee.wordpress.com
    berhubung blognya masih baru, jadi maklum aja jika masih sepi🙂
    gomawo~~

  12. Hahaha bahagia….kocak bagian ini “mungkin karena saat pembuatannya, minho yang lebih ngotot dari krystal yah”hehe…kentara banget minho mesum…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s