Romantic Story Part 2

Romantic Story

Romantic Story

Marriage Life, Romance & Sad | Short Story | Characters : Tiffany Hwang, Choi Siwon, Im Yoona, Michelle Hwang |

Lemme love you, till the end of time..

*****

Minggu, 8 Februari 2015

 

Entah berapa menit telah dilalui Siwon hanya untuk memandangi wajah istri cantiknya yang masih terlelap pulas. Seolah dia seorang puteri tidur yang hanya bisa dibangunkan dengan ciuman tulus dari sang pangeran. Pemandangan yang tak pernah sekalipun terlewatkan setiap paginya oleh Siwon. Memandangi dengan senyum puas setiap jengkal wajah mempesona milik Tiffany. Tak pernah sama sekali dia merasa bosan dengan hobinya yang satu ini. Ketika sedang menatap wajah Tiffany, Siwon dengan perasaan membuncah selalu bersyukur karena berhasil memiliki seutuhnya wanita paling sempurna yang pernah dia temui, yang kini terbaring disampingnya.

“Kau yang tercantik seumur hidupku, Miyoung-ah,” gumam Siwon, menyampirkan helaian rambut Tiffany yang menutupi wajahnya.

Ups! Ternyata gerakannya membuat Tiffany mengerjapkan mata. Wanitanya itupun mengerang halus. Matanya menangkap sorot teduh Siwon yang tersenyum. “Sudah berapa lama kau menatapku seperti itu, oppa?”

“Entahlah. Memandangmu saat tidur merupakan lukisan tanpa kanvas terbaik di dunia,”

Tiffany tertawa renyah, “Sampai kapan kau akan membual seperti itu, sayang.”

Siwon menarik tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya, “Aku tidak membual. Ini murni perasaanku. Aku tidak akan pernah bosan melihatmu sampai tiba saat dimana aku tidak akan bisa menatapmu di dunia ini selamanya. Kau terlalu sempurna untukku.”

Wanita itu tersenyum manis. Bukan hal yang baru baginya mendapat pujian begitu tinggi dari seorang Choi Siwon. Pria ini memang paling pintar memuji dengan gaya cassanovanya. Meskipun begitu, Tiffany juga tidak pernah bosan mendengarnya dan selalu bersemu-semu saat Siwon memuji dirinya.

“Jam berapa sekarang? Bukankah kita akan berangkat honeymoon hari ini?” walau mengetahui kenyataan seperti itu, tak ada satupun diantara keduanya yang berusaha bangkit dari ranjang. Terlalu nikmat berpelukan dibawah selimut seperti ini.

Bukannya menjawab, Siwon justru memeluk Tiffany makin erat dan mengecup bibirnya yang merah. “Kita bisa berangkat kapanpun kita mau.”

“Tapi kita harus bersiap-siap untuk berangkat sekarang, sayang,”

“Koper kita tinggal diangkat ke mobil. Tidak ada yang perlu dipersiapkan lagi. Pakai pakaian seperti sekarangpun kita tetap bisa berangkat,”

“Hush!” sembur Tiffany halus, “Tidak sopan.”

Pria berpiyama biru gelap itupun tertawa geli.

“Oh iya, aku lupa. Selamat pagi, sayang,” Siwon menyapa lembut sembari meninggalkan kecupan lagi di bibir Tiffany. “Apa tidurmu nyenyak?”

Tiffany, yang disapa dengan begitu lembut, membalas dengan menatap pria yang sedang berbaring miring tersebut. Menatap dua bola mata indah suaminya itu dengan mesra. Kepalanya mengangguk pelan. “Tidurku selalu nyenyak jika kau disampingku, oppa.”

Siwon menyeringai, “Hei wanita cantik, jangan menggoda singa yang kelaparan!”

Bukannya menghindar, Tiffany justru menempelkan tubuhnya hingga tanpa jarak dengan pria pujaannya itu. Matanya menatap pria didepannya semakin seduktif. Dia tahu, Siwon tidak akan pernah tahan ketika dia menggoda.

“Haish!” gerutu pria itu, “Kelihatannya kau benar-benar ingin terlambat berangkat yah!”

 

*****

“Sudah siap semua?” tanya Siwon memastikan.

Dilihatnya seluruh barang bawaan mereka. Satu koper besar untuk Tiffany, satu koper besar untuknya, dan.. “Tas apa itu?” telunjuk Siwon tertuju pada sebuah tas jinjing berukuran sedang berwarna perak.

“Itu tas untuk P3K dan beberapa camilan ringan. Barangkali nanti kita kelaparan di jalan,”

Pria itu terkikik menahan tawa. Tiffany.. Tiffany.. memangnya mereka akan bertamasya naik mobil yang menghabiskan waktu berjam-jam, sampai harus bawa camilan segala.

“Benar sudah lengkap? Kamera, handphone, charger sudah?”

Tiffany mengangguk pasti. “Semuanya ada di tasku kok.”

“Baiklah kalau begitu. Kajja, jagiya!”

Siwon mengecup kening Tiffany sebelum meminta tolong Pak Nam untuk membawa barang-barang mereka ke mobil. Jarak rumah mereka dengan lapangan udara milik keluarga Choi tidak begitu jauh. Hanya sekitar lima belas menit jika ditempuh dengan mobil. Lalu seperti biasa, mereka akan berangkat dengan jet pribadi milik suaminya, menuju tempat bulan madu mereka yang hingga saat ini Tiffany tidak tahu dimana. Bahkan saat dia memancing Siwon untuk mengatakannya ketika mereka bercinta tadi, pria itu tetap kukuh merahasiakannya  dari Tiffany. Hebat sekali pertahanan seorang Choi Siwon ini!

Terkadang Tiffany berpikir, seberapa besarkah kuasa harta yang dimiliki suaminya? Karena rasa bersalahnya ketika hari kerja selalu pulang terlambat, hampir setiap sabtu-minggu, Siwon berusaha meluangkan waktunya, mengajak Tiffany pergi pagi ke Pulau Jeju dan pulang sore harinya. Saking seringnya mereka pergi sampai Tiffany hapal setiap sudut pulau indah tersebut. Siwon juga tak jarang membelikan dia barang-barang mewah dengan alasan ‘karena mereka sangat menawan sepertimu, jagi’.

Menurut Tiffany, ini terlalu berlebihan. Dia takut Tuhan marah kepada mereka karena terlalu menghambur-hamburkan harta. Uang yang dipakai Siwon untuk membuatnya bahagia, seharusnya bisa dipakai untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Yah walaupun sebenarnya, Siwon punya agenda sendiri untuk kegiatan sosial.

“Oppa,”

“Hm?”

Tiffany memastikan, “Kita akan ke gereja dulu kan sebelum berangkat?”

“Kau ingin ke gereja bukan untuk kebaktian lagi kan?”

“Kita sudah melakukannya hari Jumat kemarin, oppa,” Tiffany terkekeh. “Aku ingin ke gereja untuk berdoa agar kita selamat sampai tempat tujuan kita, yang tidak akan pernah oppa beritahukan padaku.”

Kini ganti Siwon yang mengikik. “Baiklah.. Pak Nam! Tolong kita ke gereja biasa ya!”

 

*****

 

Rabu, 25 Desember 2013

 

“Siwon-ssi!” seru Tiffany, terkejut atas kemunculan laki-laki itu didepan rumahnya. Padahal sedari tadi, Siwon sudah teleponan dengannya. Dan tiba-tiba sekarang dia sudah ada dihadapannya, sekarang.

“Hai! Selamat Hari Natal!” sapa laki-laki itu dengan senyum berlesung pipitnya.

“Apa kau jauh-jauh dari Seoul hanya untuk mengucapkan natal padaku?”

Siwon terkikik.

“Tentu saja tidak, Hwang Miyoung.”

Kening perempuan berambut gelombang itu mengerut. Matanya menangkap satu hal yang berbeda dari cowok dihadapannya, “Kau membawa bunga?”

Siwon mengangguk riang, “Untukmu.”

“Terima kasih,” Tiffany tersenyum manis sembari menghirup wangi manis dari sebuket bunga lily putih itu, “Tahu darimana kalau aku suka bunga lily putih?”

“Apa yang tidak diketahui seorang Choi Siwon,”

Gadis itu tertawa renyah.

“Kenapa tiba-tiba membawa bunga? Pasti ada sesuatu,” tanya Tiffany, yang masih penasaran dengan tujuan pria didepannya. Tak mengatakan terlebih dahulu mau datang, lalu membawa bunga segala, bukankah itu aneh?

“Kau harus mau pergi bersamaku,”

“Sudah kuduga ada maunya,” cetusnya pelan.

Siwon mengusap kepala belakangnya. Wah memang merepotkan! Menghadapi gadis baik bin alim seperti Tiffany memang perlu taktik khusus. Tidak bisa sembarangan. Pendekatannya harus perlahan dan halus-halus. Kalau terlalu berani, nanti dia takut. Terlalu lancang tambah tidak mau bertemu bisa-bisa.

So, Siwon benar-benar harus menjaga kelakuannya. Terutama tangan dan bibirnya. Salah-salah kelepasan, nyelonong ke pipi Tiffany, dijamin ribut tetangga.

“Ayo kita berangkat!” ajak Siwon.

“Mau kemana? Ini kan hari Natal,”

“Justru karena hari Natal, ini momen spesial. Kita harus merayakannya bersama,”

Tiffany tampak menimang-nimang.

“Aku harus minta izin eonnie dulu.”

“Lagi?”

“Kalau keluar rumah, memang harus izin eonnie dulu, Siwon-ssi.”

Astaga! Ternyata sudah jalan beberapa kalipun masih belum bisa bebas bergerak yah? Siwon menepuk dahinya berulang-ulang.

Tapi memang beginilah Tiffany. Gadis paling unik dan menarik sepanjang Siwon mengenal kaum hawa. Buat Tiffany, pergi berdua saja dengan seorang lelaki sudah terhitung momen spesial. Jadi tidak bisa sembarangan keluar seperti gadis-gadis pada umumnya jaman sekarang.

Samar-samar Siwon mendengar suara Michelle–kakak perempuan Tiffany–di telepon mengatakan, “Bersama anak cowok yang bawa makanan itu lagi?” Waw, Siwon tidak tahu kalau dia sudah mendapat julukan dari kakak Tiffany. Pertanda baik kah?

“Bukan anak cowok, eonnie. Siwon sudah berumur 26 tahun,”

“Lebih berbahaya lagi..” lalala.. Siwon lebih memilih memalingkan wajahnya ke taman depan rumah Tiffany. Yap! It’s wejangan time! Tahan Siwon tahaaan.. Menunggu eonnie-nya Tiffany berceramah sebelum mereka berkencan sudah jadi satu hobi baru buat Siwon sekarang. Siapa sih sebenarnya yang suka menunggu? Yah, tapi demi Tiffany..

Hwaiting Siwon!

“Arraseoyo, eonnie,” sahut Tiffany sabar. “Ne, arra.”

Well, setidaknya ada tiga kemajuan pada acara kencan mereka hari ini. Pertama, kakak perempuan Tiffany hanya mengoceh sekitar 35 menit. Waktu yang tergolong singkat bagi Siwon  mengingat pertama kali mengajak Tiffany jalan, dia harus menunggu hampir 90 menit. Kedua, jam malam Tiffany mundur, yang semula jam setengah 9 sekarang jadi jam 9. Ketiga, setelah mereka makan malam bersama, Tiffany mau diajak jalan-jalan keliling taman kota. Karena ini hari Natal, pasti akan ada banyak sekali pertunjukkan santa Klaus disana. Dia berani jamin, Tiffany pasti akan merasa senang dengan kencan mereka kali ini.

Tapi sepintas terbersit di pikirannya. Apa benar yang disebutkannya tadi itu sebuah kemajuan? Dia merasa seperti ahjussi berhidung belang yang berusaha mendapatkan cinta gadis remaja yang terlalu polos. Bahkan anak SMA jaman sekarang jam malamnya sudah diatas jam 10 malam. Hahaha.. rasanya Siwon ingin tertawa.

 

 

Kencan malam (Natal) mereka kali inipun berlangsung dengan lebih romantis dari sebelumnya. Mereka dinner berdua disalah satu restoran romantis yang ternyata sudah direservasi oleh Siwon. Makanan yang dihidangkan pun sangat sesuai dengan selera Tiffany. Yah, tidak ada ruginya kemarin-kemarin dia membelikan gadis itu berbagai macam makanan. Karena dia jadi tahu mana yang Tiffany suka dan mana yang tidak.

Kemudian laki-laki itu mengajak Tiffany berjalan kaki ke daerah tengah taman kota. Suasananya cukup ramai disana dengan adanya beberapa aksi santa klaus bermain sulap dan membagi-bagikan hadiah, lalu stand-stand yang menjual aneka jajanan murah. Tak lupa pula permainan yang menghasilkan hadiah berupa boneka. Bahkan Tiffany berhasil memberikan Siwon kenang-kenangan boneka kuda hasil capitannya dari mesin boneka.

“Ini untukmu,” Tiffany menyodorkan boneka kuda itu pada Siwon.

“Aku?”

Gadis itu mengangguk.

Siwon mengambil hadiah dari Tiffany itu dengan agak kebingungan.

“Well, sebenarnya aku tidak tahu harus tersanjung atau tersindir,”

“Kau pria yang sangat kuat dan tangguh. Persis seperti kuda,”

“Hehehe.. gomawo Miyoung-ah,” ringis laki-laki itu, masih berpikir. Dia mirip kuda? Ini sindiran ya? Apa benar dia mirip dengan kuda?

Semaraknya malam kencan hari ini juga penuh dengan guyonan segar Siwon, tawa renyah Tiffany, dan tentunya kedekatan secara fisik dan batin. Siwon mendapatkan banyak sekali pengetahuan hari ini, tentang Tiffany tentunya. Dalam hati dia membenarkan semua perkataan Yoona mengenai gadis ini. Tentang Tiffany yang alim, Tiffany yang dewasa, Tiffany yang cerdas, Tiffany yang ramah, Tiffany yang humoris, dan masih banyak lagi tentang Tiffany yang tidak mungkin disebutkannya semua.

Saat pulang, untuk kesekian kalinya pula, Tiffany memilih jalan kaki untuk pulang ke rumah. Menolak naik mobil ataupun taksi.

“Benar kau mau jalan kaki? Rumahmu kan agak jauh,”

Gadis itu tersenyum. “Benar kau sudah keluar denganku beberapa kali? Kok pertanyaannya tidak berubah.”

Ah! Siwon meringis geli. Semudah itu Tiffany membalikkan pertanyaannya.

Baiklah, no problemo! Mau jalan kaki sampai Seoul pun, kalau bersama Tiffany, tidak masalah. Akan kuikuti.

Karena sudah beberapa kali keluar dengan Tiffany dan jalan kaki, Siwon menjadi terbiasa dan sangat menyenangkan. Jarak yang semula dirasanya jauhpun, terasa begitu dekat. Mengobrol dengan gadis menarik yang intelektual-spiritual tinggi memang tak akan kehabisan topik. Obrolan mereka juga ringan-ringan saja. Seputar kehidupan sehari-hari normal. Siwon tidak berani membahas sesuatu yang berat. Bisa berpegangan tangan saja sudah kemajuan besar. Kalau yang dibicarakan terlalu menjurus, nanti disangka tabu, terus Tiffany tidak mau diajak kencan lagi. Sudahlah, seperti ini saja sudah bagus.

“Terima kasih untuk makan malam dan jalan-jalannya hari ini, Siwon-ssi,” ucap Tiffany halus saat mereka sampai didepan gerbang rumah.

“Terima kasih?” Siwon tertawa geli, “Memangnya kita lagi makan malam para pebisnis?”

Pipi gadis itu bersemu sembari menunjukkan senyuman lembut di wajahnya. Sungguh, kalau saja Siwon sedang ingin menjadi bajingan, dan kalau saja gadis ini gadis luaran, pasti tangannya sekarang sudah meraih leher gadis itu. Menerkam Tiffany, memagut bibirnya, dan mengulumnya dengan mesra. Dia akan terus menciuminya hingga bibir itu merah membengkak.

Tapi sayangnya, ini Tiffany. Dan Siwon sedang menunjukkan itikadnya sebagai pria yang baik.

“Kau tidak pulang?” tanya Tiffany, melihat laki-laki dihadapannya itu tidak bergerak sedikitpun dari tempat berdirinya.

“Kau mengusirku?”

“Aniyo..” masih dengan senyumannya, Tiffany menggeleng, “Kupikir ini sudah malam. Kau masih harus menyetir ke Seoul lagi kan? Jangan sampai kau kelelahan, lalu besok bolos kuliah.”

“Hm..”

Perhatiannya.. Aih, Siwon bisa benar-benar terbang sekarang. Banyak sekali respon positif Tiffany padanya hari ini.

Pria itu melirik jam tangannya. Sekarang pukul 8.53 PM. Masih ada tujuh menit sebelum jam malam Tiffany.

“Apa eonnie-mu sudah di rumah?”

“Belum, tadi di jalan pulang eonnie sempat bilang masih ada meeting di kantor. Ada apa, Siwon-ssi?”

“Panggil aku Siwon saja, atau Siwon oppa,” ralatnya.

“Eh? Baiklah. Siwon.. oppa, ada apa?”

“Em..” Siwon menggumam. Bagaimana cara mengatakannya..

Gadis bersyal merah jambu itu masih menunggu, “Waeyo?”

“Habis ini aku akan pulang,”

Tiffany mengangguk, isyarat bahwa dia tahu itu.

“Hm.. boleh aku.. memelukmu?”

“Oh!” mata Tiffany sontak membulat. Jelas terkejut dengan permohonan Siwon barusan. Pipinya kembali bersemu, kali ini tampak lebih merah dari sebelumnya. Perlahan, gadis itu mengangguk, sangat halus.

Akhirnya.. dengan lembut, Siwon merangkul pinggang ramping gadis didepannya yang masih menundukkan kepala. Disisakannya rongga diantara dada keduanya, untuk menghormati sucinya raga Tiffany yang tak pernah tersentuh oleh lelaki sebelumnya. Tubuh Tiffany tampak menegang pada awalnya, namun perlahan menjadi lebih rileks. Namun gadis itu belum membalas pelukan Siwon.

“Miyoung-ah,”

“Hm?”

“Boleh.. aku menciummu?”

Tiffany kembali mengeras. Membuat Siwon yang masih memeluknya, tersentak. Dilepasnya perlahan kaitan kedua tangannya di pinggang Tiffany. Otaknya langsung berputar. Apa dia terlalu gegabah?

Gadis itu masih terdiam. Kepalanya menunduk semakin dalam. Menunjukkan betapa saat ini dia merasa malu. Permintaan Siwon yang ini terasa membuat pipinya semakin panas.

“Miyoung-ah?” panggil Siwon lagi.

“Jangan di bibir ya,” pintanya.

Kening Siwon mengerut. “Kenapa?”

Tiffany malu-malu menjawab, “Ciuman di bibir hanya diperbolehkan untuk pasangan suami-istri. Kita belom boleh melakukannya.”

Kata siapa? Hampir saja Siwon menyemburkan dua kata bejatnya itu. Astaga! Bahkan anak SMA melakukan French kiss sudah biasa jaman sekarang. Tapi untuk kesekian kali, ini Tiffany.

Siwon mendesah, “Baiklah. Kalau cium pipi?”

Tiffany kembali terdiam. Tidak menjawab. Tidak menolak, tapi juga tidak mengiyakan.

Jadi dengan hati-hati Siwon meraih bahu Tiffany. Lehernya terjulur kesebelah kanan kepala Tiffany. Mengecup lembut pipinya. Sangat lembut. Sangat halus. Seakan dia sedang menyentuh barang berharga yang jika disentuh penuh nafsu, akan seketika remuk.

Sebenarnya dalam hati, Siwon ngedumel kesal. Ciuman apa ini. Ciuman anak ingusan cuma di pipi. Kurang mantap. Kurang panas. Kurang bergairah. Dan cuma di pipi lagi!

Namun yang tampak, Tiffany begitu menikmati ciuman kilat dari Siwon itu. Ini kecupan pertama baginya. Jelas rasanya berbeda. Dia tampak begitu bahagia mendapati bibir Siwon mendarat halus di pipinya.

 

*****

 

Senin, 6 Januari 2014

 

“Annyeong, Yoona-ya!” kalimat yang terdengar pertama kali di telinga Yoona saat mengangkat telepon. Tentu saja dia tahu siapa yang menghubunginya.

“Annyeong!” Yoona sambil menulis, “Ada apa, Fany-ah?”

“Tebak aku sekarang berpacaran dengan siapa?” nada suara Tiffany terdengar sangat cerah.

“Siapa?” Yoona pura-pura tidak tahu. Mana mungkin dia tidak tahu kalau setiap hari Siwon melaporkan semua hal yang dialami dengan Tiffany secara lengkap. Laporan yang ada di tangannya sangat lengkap.

“Tebak dong! Dia temanmu kok. Dekat lagi,”

“Siapa?”

Tiffany sepertinya tertawa geli, “Choi Siwon.”

“Oh? Jeongmal? Kau serius dengannya?” desah Yoona datar.

“Tentu saja! Aku belum pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Sepertinya dengan Siwon, aku merasa benar-benar jatuh cinta.”

Yoona menghela napas berat. Kalau saja yang berkata seperti itu gadis lain, pasti Yoona tidak akan menggubrisnya. Kalimat ‘benar-benar jatuh cinta’ sudah terlalu mainstream dikatakan anak muda sekarang.

Namun karena yang mengucapkannya seorang Tiffany Hwang, dia berani jamin kalau itu benar-benar serius. Tiffany sebelumnya belum pernah jatuh cinta. Dan kali ini dia berani mengatakan bahwa dia jatuh cinta. Dia pasti benar-benar serius.

Tiffany terus bercerita tentang awal mereka bertemu hingga akhirnya mereka berhubungan. Yoona rasanya ingin menyumpal telinganya dengan sesuatu. Dalam hati Yoona terus menggeram. Kemarin Siwon sudah heboh menceritakan hal itu padanya, dan sekarang ganti pacarnya? Tidak tahukah mereka kalau Yoona diam-diam merasa panas? Kepalanya terasa seperti ingin pecah. Muak. Dia ingin melampiaskan, berteriak didepan gadis itu. Kenapa?

Karena dia tidak terima Siwon mencintai gadis manapun, termasuk Tiffany! Dia sangat tidak rela!

Tiffany memang sahabatnya. Sahabat terbaiknya, dia tahu. Tetapi dia juga tidak punya hak untuk menguasai Siwon! Siwon miliknya! Siwon miliknya! Hanya untuknya! Siapa Tiffany sampai berani mengatakan bahwa Siwon miliknya? Siwon itu milik Yoona! MILIKNYA!

Ingin rasanya Yoona terus meneriakkan bahwa Siwon itu miliknya!

Tapi semua telah jadi abu. Tidak satupun kertas cinta putih diantara Siwon dan Yoona yang tersisa. Dia terlambat menyadari bahwa dia juga mencintai Siwon, sahabat karibnya itu. Dia selalu berpikir, hubungannya dengan Siwon selama ini hanya murni sahabat. Sahabat yang saling menopang. Sahabat yang saling membutuhkan. Sahabat yang setia menjaga satu sama lain.

Sudah. Tidak lebih.

Dan sekarang, saat Siwon sudah hampir menjadi milik orang lain, secara sesungguhnya, Yoona baru merasa kehilangan. Dia tidak terima satu-satunya pria yang selama ini melindunginya kini harus memindahkan perisai kepada perempuan lain.

Yoona baru sadar. Dia menginginkan Siwon untuk jadi miliknya sendiri! Miliknya seorang!

Segala telah berakhir, Yoona.

Dia mendengar bahkan melihat langsung dengan mata kepalanya betapa pria itu mencintai Tiffany. Betapa pria itu memuja Tiffany dengan segenap jiwa raganya. Betapa pria itu gigihnya berjuang menjadi pria baik demi mendapatkan satu hati seorang Tiffany. Dan sekarang Siwon berhasil mendapatkannya. Tidak mungkin dia melepas cintanya itu sama sekali.

Yoona.. Yoona.. gadis itu mendesah dalam hati. Semuanya hanya bisa dia simpan di hati. Yoona menyadari bahwa jika ada kesempatan kedua untuk merebut Siwon, diapun tidak akan sanggup melawan Tiffany. Gaya Yoona tidak akan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pembawaan Tiffany. Sebagai seorang wanita, Tiffany memiliki tinggi yang ideal. Tubuhnya ramping namun tetap molek. Tidak seperti dirinya yang mungkin seperti dandang panci, terlalu tinggi dan rata.

Pembawaan Tiffany juga sangatlah anggun. Caranya berjalan, caranya duduk, bahkan sampai caranya tidur menunjukkan betapa halusnya sahabatnya itu. Tidak seperti dirinya yang terlalu santai, mirip laki-laki. Hal inikah yang membuat Siwon memilih Tiffany? Hal inikah yang membuat Siwon tidak menganggapnya sebagai wanita? Hal inikah yang menyebabkan Siwon tidak tertarik sedikitpun padanya? Siwon hanya sanggup menganggapnya sebagai teman. Sahabat. Bukan pacar. Bukan sebagai sosok wanita yang pantas dicintai.

Padahal jika dilihat dari raut wajah, Yoona bukannya tidak menarik. Wajahnya merupakan cantik yang natural, semua orang mengakuinya. Andaikan dia lebih pandai merias, Yoona pasti akan terlihat jauh lebih cantik.

Andaikan dia mau berdandan, memakai rok ataupun gaun, berjalan tegak namun sopan dan anggun. Andaikan rambut coklatnya yang hanya lurus biasa ditata menjadi bergelombang yang indah. Barangkali dia bisa bersaing dengan Tiffany. Yang cantik. Yang lembut. Yang feminim. Yang rambut halusnya bergelombang asli, sehingga ketika tubuhnya berputar dia akan tampak seperti bidadari. Tiffany memiliki semua itu.

Andaikan.. semuanya hanya pengandaian. Karena sekarang sudah tak ada lagi yang dapat diubah. Terlambat!

Siwon sudah menjadi milik Tiffany.

Siwon sudah menjadi milik Tiffany.

Siwon sudah menjadi milik Tiffany.

Yoona tidak sampai hati jika harus memisahkan mereka. Ini pertama kalinya Tiffany jatuh cinta. Dan pertama kalinya juga Siwon benar-benar jatuh cinta. Dia juga tidak ingin perasaan cinta tulus yang pertama kali mereka rasakan ini hancur seketika, terlebih karenanya, sahabat mereka berdua.

Lalu apa yang harus Yoona lakukan?

Sepertinya untuk saat ini, diam adalah emas.

 

*****

Kamis, 6 Februari 2014

 

“Fany-ah,”

“Eh?” gadis itu tersadar dari lamunannya saat Michelle menepuk bahunya pelan. “Ada apa, eonnie?”

“Ani, dari tadi kulihat kau terus tersenyum menatap jendela. Ada apa?”

“Oh, aku sedang menunggu seseorang,” jawabnya tersenyum.

Mata Michelle menyipit, “Laki-laki pengantar makanan itu?”

Tiffany tersenyum menganggukkan kepalanya. Kemudian kembali menatap kearah jendela ruang tengah.

“Kalian sudah berpacaran?” tanya Michelle menyelidik.

Kali ini Tiffany hanya terdiam tanpa mengangguk ataupun menggeleng. Namun, Michelle tahu jelas bahwa dongsaengnya pasti sudah memiliki hubungan dengan laki-laki itu. Terlihat dari wajahnya  yang sekarang sudah semerah tomat segar.

“Siapa nama laki-laki itu?”  tanya Michelle lagi. Dia sepertinya sangat penasaran dengan sosok laki-laki yang dicintai adik perempuannya itu. Mengingat Tiffany tidak pernah berpacaran sebelumnya.

“Namanya siapa?”

“Neol namjachingu-ya,”

“Hm.. namanya Siwon, eonnie.”

“Siwon?” Michelle mengernyitkan keningnya. Nama itu sungguh tidak asing di telinganya. “Siwon siapa?”

“Choi Siwon, eonnie.”

Mata Michelle yang sedari tadi menyipit tiba-tiba membeliak besar. Rahangnya mengeras. Apa mungkin.. Ah tidak tidak! Nama Siwon yang bermarga Choi tidak mungkin hanya satu di dunia. Michelle berusaha berpikir positif selagi adiknya dengan bahagia menunggu kedatangan Siwon.

Namun saat Siwon yang dimaksud Tiffany adalah yang ini, rautnya emosi seketika hingga menampakkan uratnya. Giginya mengatup keras seperti menahan geraman.

“Pergi kau dari sini!”

BRAK!

TBC…

 *****

Author’s note :

Holaaaaaa!!😀 Akhirnya saya berhasil menyelesaikan part 2nyaa hihihihi masih kurang 2 part lagi tapi *ciaciaciaciaaaa* terima kasih buat semua readers yang masih setia nanyain kabar fanfic ini ^^ maklumin yaah lazy author ini suka kehilangan ide -_-v terima kasih juga buat readers yang mau ngelanjutin baca ke part ini dan mau ngomen jugaa😀 semoga nanti tulisan saya bisa lebih baik dan bisa lebih cepat publish :))))) gamsahamnidaaaaaaaaaa…..

30 thoughts on “Romantic Story Part 2

  1. Setelah sekian lama nunggu ff ini akhirnya d post jg,sampai jamuran karena terlalu sering ngcek wp ini…hehe
    Suka banget pas adegan sifany’y romantis..
    Kagum sm sosok tiffany yg alim,dan karakter sempurna yg di milikinya…
    Sifany tulus saling mencintai…
    Wah jangan-jangan michelle oenni tau klo siwon playboy yah jd dia marah banget…
    Ah jd ga sabar nunggu part selanjutnya…
    Author daebak..

    • Jwesonghamnidaaaa😦 kemaren gada hasrat buat nulis sama sekali niih
      Aku juga suka sama Tiffany eonniee :3 hihihi
      Hayooo kenapa Michelle eonnie :->
      Ditunggu part selanjutnya yaah :)))
      Terima kasiiih sudah mau meluangkan waktu baca postinganku😀

      • penasaran banget deh pokonya thor…
        pasti di tunggu dong…
        sama ff yg lain jg d tunggu banget yg saltarcume,blind date spesial,yg strongheartnya juga di tunggu banget….
        pokonya ff yg ada sifany couple pasti selalu di nanti…hehe

  2. So sweet bgt >.<
    Aduh Siwonnie kau bikin masalah apa sama Michelle eonnie -,-
    And semoga aja Yoona bener2 ngikhlasin Siwon, ga jd penghalang gt deh
    Ditunggu kelanjutannya yaaa~ ff yg lain juga loh kekeke

  3. akhirnya penantianku berujung,, stelaskian lama menunggu akhirnya kluar jga chap 2nya..
    kerennn,,, lanjut chingu

  4. Hahahaha rasa nya uda bertahuntahun nunggu ff ini publis chingu..

    Aku penasaran knp emangnya sm kluarga choi siwon ?
    Wah ada konflik besar ternyata..

    Tp akhirnya mereka bersatu kok gpp.. hahaha
    trus yoona kmna stelah sifany couple nikah ?

    Ayo cepat lanjutkan chingu.. jgn lama2 yah..

  5. Aissh kenapa TBC. Thor jngn lma2 ya next nya jngn kyk nunggu part 2 ini lama beundt tpi bgus kok ff nya lbih suka ceritanya ps 2015 ajj

  6. Suka suka suka >.< sifanynya romantisss..
    Tapi berasa terbalik nggak sih.. Aslinya mah siwon yang alim kalo tiffany mah hadduh troublemaker hahaha
    Waah apa jangan-jangan pernah ada masalah antara michelle eonni sama siwon ya? Sampai diusir gitu.. *pukpuksiwon
    Emm thor.. Jgn bikin yoona jd jahat ya hehe soalnya setiap baca ff sifany pasti perusaknya yoona, aku suka gak tega bacanya belum lagi baca komen readernya yg jdi ngejelekin yoona yaaah walaupun emang cuma ff sih hehehe tapi tetep aja kasian u,u

  7. Huaaa, akhirnya keluar jga part 2nya, udah nunggu lama banget ><. Huaa, untung udah tau klo SiFany nya udah nikah, klo ngga!?. Ditunggu kelanjutannya ya thor, jangan lama lama^^

  8. Akhirnya muncul juga. Malam ini nge-cek ini wp langsung nge-scroll ke bawah. Lihat “Romantic Story” kiraain masih part 1, eh ternyata udah part 2. Part tiga nya jangan molor lagi ya author. Hehehe.. Berat memang jadi author..
    Aduh Sifany makin sweet aja. Yoona eonnie kita berada di posisi yang sama. Tapi itu dulu eon, sekarang udah nggak.. Heheheh..

  9. waaa, akhirnya🙂 waduh kenapa sama michelle? Penasaran… Yoong baek2 aja kan thor… jgn jd antagonis gtu yah.. hehe,, Keren, lanjuuut ^^

  10. Michelle unnie kenapa??? Kalo jafi uoona aku nyesek aduh otak author pasti berpikir keras tentang ff ini feelnya kerrrrraaassssaaaahhhh banget unnie TOP

    KEEP WRITE

    NEXT cHAPTER

  11. Aku baru baca…. #telat
    tiffany-nya subhanallah… Lady banget dia disini! Siwonnya lucu juga haha, kayaknya nafsuan aja. Bahasanya bagus banget authornim! Seriusnya dapet, lucunya dapet, romantisnya apalagi! Huahhh.. Lanjut!!! ><
    itu michelle sama siwon ada masalah apa sihhh?! #frustasi
    please ya authornim bikin happy ending. Sifany harus nyatu terus! Jebal… *puppyeyes…

  12. senyum2 sendiri bacanya..🙂 bahasa penulisannya itu loh… WOW.. 4 jempol deh buat author🙂
    ayo thor lanjutkan ^_^

  13. Aduh penasaran banget nih sama kelanjutan ceritanya…
    ceritanya bagus…..cepetan di post dong author……udah gak sabar nihh…🙂

  14. thor ini gak ada kelanjutannya apa?? sumfeh ini udah sweet banget, sangat sayang banget klau gak di selesein, apalagi ini ceritanya masih menggantung😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s