25 Things About Tiffany Hwang

25 things about Tiffany

25 things about Tiffany

Romance, Friendship, Family | Oneshoot | Characters : Tiffany Hwang, Choi Siwon, SNSD members, Super Junior members |

Dua puluh lima hal diumur dua puluh lima tahun Tiffany Hwang. Seperti apakah wanita cantik ini tumbuh?

*****

1 untuk Pertama Kali

“Tiffany-ssi!!”

Tiffany mulanya hanya duduk tenang, menatap dalam diam hiruk-pikuk kru Sunkist CF yang sedang menyiapkan properti syuting mereka. Ditolehnya kebelakang, didapatinya sosok PD Park dengan seorang laki-laki yang kelihatannya cukup familiar di matanya.

“Nah, kau akan berpasangan dengannya, Siwon-ssi! Kalian ambil ini, aku akan kesana dulu. Oke?”

“Ne!” jawab Siwon mengangguk paham.

Oh, jadi di CF ini aku berpasangan dengan Siwon oppa. Sambil membungkuk, Tiffany menyapa, “Annyeonghaseyo, Siwon oppa!”

“Annyeong, Fany-ah!” pria itu tersenyum, “Ini pertama kalinya kita bekerja sama ya?”

Tiffany mengangguk, membalas senyum yang diberikan Siwon. “Hwaiting, oppa!”

.

2 untuk Mata Indah

Jika selama ini ditanya seperti apa tipe wanita idealnya, pasti Siwon yang dikenal sebagai ‘Visual’ dari Super Junior itu akan menjawab, “Wanita itu harus seiman denganku, yang paling penting. Aku suka wanita dengan rambut yang bergelombang. Dan aku mau, wanita itu hanya cinta padaku.”

Namun berbeda jika sekarang dia ditanya mengenai hal itu. Dengan tersipu, Siwon akan mengatakan, “Kupikir seorang gadis dengan kedua bola mata yang indah terlihat lebih jujur. Maka dari itu, aku menyukai gadis bermata indah.”

.

 

3 untuk Tiga Bulan

“Mwo?! Tiga bulaaan??!!”

Siwon mengangguk, menyesal. “Mianhae, jagiya.”

Tiffany tersungut. Baru saja tiga hari yang lalu Siwon-nya pulang dari Cina, setelah dua bulan lamanya syuting drama. Sekarang dia sudah mau pergi lagi untuk konser? TIGA BULAN LAGI! Menyebalkan!

“Fany-ah,”

“Jagi, cupcakesnya enak sekali. Coba deh!”

“Kau masih marah ya? Mianhae, jagi,”

“Fany-ah, jangan cemberut begitu dong! Nanti tidak cantik lagi,”

“Aku janji kalau nanti ada libur disela-sela jadwal, aku pasti pulang. Bagaimana?”

“Fany-ah,”

Aish! Kenapa pria ini benar-benar menyebalkan sih?! Kalau digoda seperti ini kan, Tiffany jadi tidak bisa marah.. dasar Choi Siwon!

.

 

4 untuk Anggota Keluarga

“Oppa,”

“Hm?”

“Kalau nanti kita menikah, oppa mau punya anak berapa?”

“Hm..” Siwon tersenyum mendengar pertanyaan gadisnya. Pertanyaan yang sensitif, tapi dia sangat suka memikirkannya.

“Dua saja ya? Pertama laki-laki, yang kedua perempuan,”

Siwon tertawa geli. “Bagaimana kau bisa tahu yang ada dipikiranku? Aku memang ingin keluarga kita hanya memiliki empat anggota. Jadi nanti saat kita bertamasya, kau akan menggandeng Siwon junior dan aku yang menggandeng baby Tiffany. Pasti menyenangkan sekali!”

.

5 untuk Panggilan Cepat

“Oppa, bisa kau hubungi Tiffany? Semua teleponku padanya sedari tadi tersambung dengan mailbox. menyebalkan!” Jessica mengetuk-ketuk iPhone itu ke tangannya.

Siwon mengangguk. Ditekannya nomor lima di layar sentuh telepon genggamnya, sebelum menempelkannya ke telinga. Hanya jarak beberapa menit, Siwon mengucapkan, “Yeoboseyo.. Jagiya, eoddiga?.. Hm, kami sudah selesai check-in sekarang. Kau ikut kami kan? Atau menyusul?.. Oh arraseo, ppalliwa!.. Ne, saranghaeyo!” tak lupa Siwon mengecup layar teleponnya, lalu mematikan sambungan mereka.

Jessica tiba-tiba melontarkan, “Aku heran kenapa oppa menaruh Tiffany di speed dial ke-5.”

“Oh itu..” Siwon tersenyum. “Karena menurut filosofinya, angka 5 adalah lambang dari kesempurnaan juga keseimbangan. Cocok dengan peran Tiffany dalam hidupku. Selain itu, posisi angka 5 di keypad sama dengan posisi Tiffany untukku, persis terletak ditengah lubuk hatiku.”

.

6 untuk 6.00 AM

“Fany eonnie,”

“Ne?” gadis dengan rambut kuncir kuda itu menoleh. Dongsaeng kesayangannya, Seohyun, sepertinya baru saja keluar dari kamarnya. Masih dengan piyama dan sandal rumah. Seohyun mengucek matanya, melirik kearah jam dinding. Ini baru jam enam pagi dan Tiffany sudah ada di dapur?

“Eonnie sedang menyiapkan sarapan?”

“Huum..” gumamnya tanpa menoleh. Sibuk menyiapkan sarapan untuk para member.

Seohyun berjalan tempat dimana Tiffany berada. Membantu menyiapkan roti-roti serta berbagai selainya. “Ah, aku iri denganmu eonnie. Siwon oppa tak hanya pacar yang alim, tapi juga bisa jadi alarm bangun tidur. Tidak seperti nae namjachingu yang itu.”

.

 

7 untuk Angka Favorit

“Jadi angka kesukaan Yuri-ssi 19, Jessica-ssi 52, bagaimana dengan Tiffany?”

“Aku? Hm.. aku suka angka 7.”

“7? Mengapa harus angka 7?”

“Karena angka 7 sering membawa keberuntungan padaku. Nomor rumahku ketika di Amerika adalah 7 dan keluarga kami diliputi dengan banyak kebahagiaan. Hari ketujuh juga sangat menyenangkan karena membuatku bisa bertemu lebih lama di rumah Tuhan. Kupikir aku sangat menyukai angka 7.”

Seluruh member SNSD tampak menahan tawa mereka mendengar alasan Tiffany. Jelas saja mereka tahu alasan lain dari Tiffany menyukai angka 7. Bukankah Siwon menyatakan cintanya pada tanggal 7 bulan 7?

.

8 untuk Burung Origami

“Ya! Mengapa kamar kita penuh dengan kertas lipat begini?!” protes Taeyeon begitu masuk kamarnya. Mendapati Tiffany sangat sibuk melipat sana-sini, lalu dibuang. Lipat lagi, buang lagi. Lipat lagi, buang lagi. Maunya apa sih anak ini!

“Kenapa burung buatanku tidak bisa seindah buatan Siwon oppa sih,” gerutu Tiffany, kembali menjatuhkan burung buatannya yang gagal.

“Hei, kau ingin membuat seribu burung kertas? Yang seperti di film tadi malam?”

Tiffany mencibir, “Membuat satu saja tidak benar-benar, bagaimana seribu.”

Setelah beberapa tutorial dari Taeyeon (gadis ini memang jagonya bermain origami), akhirnya.. “Taeng-ah! Lihat ini! KYAAAA!!”

“Aish! Neol.. Aigooo!! Tidak perlu berteriak seperti itu, Fany-ah,” Taeyeon mengelus-elus telinganya.

Seolah Tiffany tidak peduli, dia justru membalas, “Berarti kurang tujuh lagi. Hwaiting Fany-ah!”

“Kok hanya membuat delapan? Harusnya kan seribu?”

“Siwon oppa kan sukanya angka delapan,”

“Tapi filosofinya kan seribu burung kertas,”

“Tidak peduli. Aku pokoknya hanya akan membuat delapan!”

Taeyeon menggeleng heran. Tiffany ini tidak mau kalah atau keras kepala ya?

.

9 untuk So Nyuh Shi Dae

“Truth or dare?”

“Truth!” jawab Tiffany.

Suasana ruang latihan dance tampak sibuk. Mereka baru saja menyelesaikan latihan tahap satu, dan sedang beristirahat. Beberapa ada yang memilih untuk ke kafetaria, namun tak sedikit pula yang memilih untuk didalam dan bermain Truth or Dare seperti sekarang.

“Apa kau pernah berpikir ingin mengulang kembali waktu?” tanya Leeteuk.

Tiffany tersenyum. Kepalanya bergerak menggeleng dengan mata yang menyipit.

“Wae? Kau pasti punya kenangan buruk yang ingin kau rubah kan?”

“Tentu saja, oppa. Semua orang pasti memilikinya. Tapi  untukku secara pribadi, aku menikmati semua itu. Karena dari semua hal yang terjadi baik suka dan duka, mengantarkan aku menjadi Tiffany yang sekarang. Aku mencintai pekerjaan sebagai penyanyi, aku mencintai kalian semua tanpa terkecuali, aku mencintai keluargaku sendiri, dan aku juga sangat mencintai So Nyuh Shi Dae, keluarga baru yang sangat istimewa untukku. Kalau ada satu hal saja yang berubah, bisa jadi aku tidak akan bertemu kalian. Jadi aku tidak butuh time machine,” jelas gadis itu dengan penuh senyuman. Mensyukuri nikmat yang Tuhan beri padanya.

Sehun menyeletuk tiba-tiba, “Ada satu yang sangat kau cintai dan terlupakan, noona”

“Eh?”

“Siwon hyung!

.

10 untuk Siwon’s Birthday

“Taeng-ah! Bisakah kau bantu aku angkatkan kuenya?” pekik Tiffany saat mendengar bunyi ‘ting’ dari oven mereka. Tangannya masih sibuk mengetim coklat putih beku.

Taeyeon memakai sarung tangannya, sebelum mengambil kue tersebut dari dalam oven. Wanginya sangat sedap, bentuknya juga cantik. Sempurna!

Perlahan, Taeyeon mengangkat chiffon coklat itu, mengambil kertas pelapis yang berada dibagian dasar.

“Wah, dapur kita terlihat sibuk sekali! Tidak biasanya.” cetus Hyoyeon melihat Tiffany dan Taeyeon yang bercungulan di tempat jamahannya. Sangat aneh. Tak sengaja dia menatap kalender yang ada di arlojinya.

“Ah!” Hyoyeon menepuk dahinya. Pantas saja, “Besok kan tanggal 10 Februari ya!”

Tiffany tersenyum malu.

.

11 untuk Kaus Kaki

Tiffany hanya mampu menggelengkan kepala saat pertama kali menginjakkan dorm Super Junior. Kebetulan Siwon-nya baru saja pulang Super Show 5 di Prancis, jadi hari ini masih tinggal di apartemen mewah tempat para member lainnya tinggal itu. Ah tapi bukan itu yang dipermasalahkan Tiffany, tapi..

“Oppaaa!! Kenapa baju kotor bertebaran seperti iniiii??!!” Aigoo.. jas, celana panjang, jeans, sampai dasi bertebaran di ruang tengah. Syukurnya tidak ada barang-barang pedalaman yang berkeliaran. Haish!

Mengambil masker dan sarung tangan plastik, kemudian Tiffany membereskan semua pakaian kotor oppadeul-nya itu. Dikelompokkannya kemeja dengan kemeja, celana pendek dengan celana pendek, dan lain lainnya. Hingga sampai pada zona terbau dari segala pakaian, kaus kaki.

“Aigoo.. kaus kaki ini, pasangannya ini,” satu selesai, “Yang ini hm.. dengan yang ini,” terus begitu hingga jumlahnya 11 pasang. Dalam hati Tiffany tertawa sendiri. Kok mengurusi kaus kaki ini seperti main puzzle ya?

.

12 untuk First Anniversary

“Hana.. dul.. set.. cheese!!”

CKRIK!

“Aaah..” Tiffany bertepuk tangan kecil melihat hasil self cameranya bersama Siwon, dan tentunya dua buah ular tangga buatan mereka. Hari ini terasa sangat spesial kan? Tentu saja, selamat satu tahun hari jadian!

“Fany-ah,”

Tiffany tidak menoleh. Masih sibuk dengan gambar-gambar di kameranya. “Hum?”

“Maaf ya, aku tidak bisa mengajakmu berkencan dengan layak,” nada penyesalan yang diutarakan Siwon membuat Tiffany memalingkan wajah kearah pria itu, “Harusnya di hari jadi kita seperti ini, aku bisa mengajakmu berkencan di taman hiburan, bermain, makan bersama. Tapi kenyataannya, kita justru hanya di dorm-mu saja.”

Seulas senyuman terurai di wajah Tiffany. Gadis itu beranjak, menyandarkan kepalanya di dada Siwon, “Bukankah kita sekarang lebih romantis? Berdua saja di kamar, duduk berpangkuan, mewarnai karya kita, mana bisa yang seperti ini dilakukan di taman hiburan?”

Tiffany memang tidak pernah peduli dengan kencan dan sejenisnya. Dia idol, dan dia cukup tahu hal-hal apa saja yang tabu untuk dilakukannya. Baginya asal bersama Siwon, segala hal pasti akan terasa lebih menyenangkan. Dan terbukti, Siwon memeluknya erat seperti sekarang. Wanita mana yang tidak bahagia dipeluk seperti ini oleh seorang Choi Siwon Super Junior?

.

13 untuk 2013

PREEEEET!!

“HAPPY NEW YEAAAAR!!!!!!” teriak semua orang sembari meniupkan terompet mereka. Berbahagia karena tahun yang baru sudah datang. Harapan baru, semangat baru. Semalaman suntuk, seluruh elemen dari agensi milik Lee Soo Man itu berkumpul, memanggang BBQ, menghidupkan api unggun dibelakang gedung kantor mereka. Suasana yang sangat kekeluargaan terjalin diantara setiap orang. Tak peduli artis, staff, trainer, trainee, mereka bercengkrama dan meluapkan canda tawa.

“Selamat Tahun Baru, Siwon oppa,” Tiffany memeluk pria berbadan kekar disampingnya. Keduanya sudah memutuskan menjauh dari keramaian saat terhitung tahun 2013 kurang sepuluh menit. Menghindari ledekan dan godaan dari yang lain.

“Selamat Tahun Baru juga, sayang! Aku semakin mencintaimu,”

.

14 untuk Daddy’s Daughter’s Day

Kalau Father’s Day biasanya dirayakan pada tanggal 19 Juni, maka berbeda dengan tradisi keluarga Tiffany.

“Jwesonghamnida, oppa!” Tiffany membungkukkan badan pada manajernya. “Oppa kan tahu sendiri, aku pasti mengosongkan jadwal tanggal 14 setiap bulannya.”

“Ah iya sih, tapi kali ini saja, apa kau tidak bisa tampil?”

Gadis berambut hazel itu tersenyum paksa, “Maaf sekali oppa, aku tidak bisa. Tanggal 14 adalah tanggal khusus aku seharian bersama appa. Tidak boleh ada apapun yang mengganggu kami.”

.

15 untuk Prioritas

“Jika kau membuat skala prioritas, kira-kira aku berada pada urutan keberapa?”

Pertanyaan Siwon yang tiba-tiba membuat Tiffany agak tercengang. “Ah? Kenapa tiba-tiba menanyakan hal seperti itu, oppa?”

“Gwaenchana. Jawab saja,”

“Eung..” Tiffany berpikir. Menghitung sesaat berada di urutan keberapakah laki-laki tampannya ini. “15!”

“Mworago?! Ya!!”

Tiffany menyatukan alisnya sesaat. Tak lama mengangguk, “Benar kok, memang 15. Mendiang mommy, daddy, Michelle eonnie, Leo oppa, kesembilan member GG, Sulli-ah, baru kau.”

“Ya! Bagaimana bisa Sulli berada diatasku?!”

“Sulli itu dongsaeng paling kyeopta, oppa. Aku sangat sayang padanya.”

Siwon mendengus kesal. Gadis ini tidak peka sekali sih.

Tiffany terkikik. Direngkuhnya leher indah milik Siwon. Lalu mencium tipis dagu halus pria itu. “Tapi kau pria diluar keluargaku yang ada di posisi atas, oppa. Kau termasuk pria paling penting untukku!”

.

16 untuk Jet Lag

“Yeoboseyo? Hoaaam..”

“Ya Fany-ah, kenapa seperti itu?” Siwon terkekeh geli. “Bangun, sayang! Jangan malas malas! Disana pasti sudah pagi.”

“Oppa.. ini masih malam,” gadis itu menguap kembali. Diliriknya jam weker digital yang berdiri tegak di kamarnya. 6.00 AM. Oh ternyata benar sudah pagi yaa? Haish!

Siwon menyeringai, “Hey, bau napasmu bisa sampai sini kalau kau menguap seperti itu terus. Minum air putih dulu, lalu buatkan sarapan untuk keluargamu. Come on!”

Tiffany mengerucutkan bibirnya. “Aish! Arra.. ini aku bangun.”

Dia berjalan menuruni tangga rumahnya, dengan teleponnya yang masih di telinga tentunya. “Nah begitu dong! Sekarang aku izin tidur dulu yaa.. Annyeong jagiya! Muah!”

KLIK!

“Mwo?! Ya, neol.. Aish jinja!” gerutu Tiffany. Jam 6 pagi di Los Angeles sama saja jam 10 malam di korea. Memang sudah masuk jam tidur sih. Tapi.. ah, menyebalkan!

.

17 untuk Bunga Jepang

“Ini untukmu!” ujar Siwon sembari mengulurkan sebuket bunga yang sangat cantik.

“Omoo.. yeppeodaa!!” Tiffany tersenyum, dihirupnya lembut wangi buket dengan berbagai macam jenis bunga. Ada berapa macam bunga didalam sini? Gadis itu menghitungnya dalam hati.

“Tadi sebelum pulang, aku sempat ke kuil tua yang ada di Tokyo. Mitos yang beredar disana jika kau memberi kekasihmu tujuh belas macam bunga-bunga kebaikan, maka dewa akan melimpahkan kita kesetiaan yang abad,” Siwon ikut tersenyum, “Aku ingin kita bisa saling mencinta seumur hidup. Semoga Tuhan mendengar dan memberkati kita berdua ya!”

.

18 untuk Penerbangan ke Amerika

Tiffany tampak gelisah. Badannya bergerak tidak nyaman. Entah karena dia sudah terlalu lama tidur atau bagaimana, tapi rasanya dia sedang tidak ingin berbaring. Tapi apa yang harus dia lakukan tengah malam begini, didalam pesawat pula.

Matanya melirik ke teman sebelah kursinya. Ah, Jessica benar-benar heavy sleeper. Daritadi hanya tidur saja kerjaannya. Mereka sudah berapa jam berada di perjalanan? Kenapa tidak sampai-sampai? Rasanya dulu ke Seoul-New York cepat-cepat saja. Apa jangan-jangan pilot ini sengaja membuat jalan memutar sehingga mereka tidak sampai-sampai? Aigoo.. apa yang dia pikirkan sih sesungguhnya?

Daripada terus menggerutu, mungkin sebaiknya dia refreshing ke toilet saja. Barangkali mendapat pencerahan.

Hanya tinggal beberapa langkah menuju toilet, Tiffany terkejut merasa tangannya ditarik oleh seseorang. “Aigoo.. oppa!! Kau membuatku takut.”

“Hehehe.. mianhae. Kau sesak menahan kencing?”

“Ani, aku tidak bisa tidur,”

Siwon tersenyum lembut, “Sini bersandarlah di dadaku. Barangkali bisa tidur.”

Bibir Tiffany ikut melengkung keatas. Tanpa ragu dia duduk dipangkuan Siwon. Memeluk leher pria itu selagi menyandar di dadanya. Aigoo.. kursi kelas VVIP memang lebih nyaman dari bisnis ya..

Dan perjalanan 18 jam ke Amerika hanya terasa.. dua jam mungkin.

.

19 untuk 19.19

“Hei,” sembur Sooyoung, “Kenapa kau tersenyum seperti itu? Apa ada sesuatu yang lucu?”

Tiffany masih tersenyum, “Ani, aku hanya.. senang saja.”

“Mwo?” gadis berkaki indah itu melirik ke layar ponsel Tiffany. Hanya ada foto Siwon yang biasanya. Tidak ada KTalk juga atau mungkin telepon dari laki-laki itu. Lalu, apa yang membuat Tiffany terlihat begitu senang?

Ah! “Jangan bilang.. 19.19 ini?” Sooyoung membelalakan mata. Jangan bilang Tiffany masih percaya kalau melihat angka jam dan menit kembar berarti inisial huruf yang  terlihat disana sedang merindukannya? Aigoo!!

.

20 untuk Tentang Siwon

“Tiffany-ssi,”

“Nde?” responnya saat Eunhyuk memanggil namanya. Mereka, bersama Donghae, Siwon, Minho, Taemin, dan Hyoyeon, sedang bermain 100 kata yang berhubungan dengan sesuatu dalam 20 detik.

“Aku mau kau menyebutkan 100 kata tentang.. Siwon!”

“Mwo?”

“Tiga..”

“Ya oppa!!”

“Dua..”

“Aish,”

“Satu..”

“Penyanyi, aktor, alim, dewasa, sabar, karismatik, cerewet, afeksi tinggi, hm apalagi.. tinggi, putih, lesung pipi, ramah, lucu, eung.. Oh! Kuda kuda, abs..”

Yang lain mulai menghitung mundur dari lima sementara Tiffany menyebutkan, “Super Junior, visual, tampan,” Ah lihatlah wajah Siwon akibat Tiffany menyebut kata tampan!

“Dua..”

“Gagah,”

“Satu..”

“Nae namjachingu!”

.

21 untuk 9.00 PM

“Sudah sampai dorm?”

Tiffany memindahkan teleponnya, menempel di telinga sebelah kiri. “Ini barusan sampai. Oppa sudah di rumah?”

“Sama aku juga barusan sampai,” Tiffany memilih ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar. Membersihkan make-up di wajahnya bekas pemotretan tadi.

“Kau sedang apa sekarang?”

Sambil menghidupkan keran, dia menjawab, “Mencuci muka. Sudah sangat gerah rasanya, oppa.”

Terdengar suara kekehan pelan dari seberang sana.

“Setelah cuci muka, langsung pergi tidur. Okay?”

“Tidak boleh nyemil dulu?”

“Nanti berat badanmu naik lagi. Lalu aku yang dimarahi,”

“Kalau jalan dengan Nichkhun oppa?”

“Mau lihat dia patah punggung?”

Ganti Tiffany yang tertawa geli. “Tapi ini baru jam sembilan, oppa.”

“Sudah, bukan baru. Sana cepat tidur, bukannya besok jam empat pagi kau ada syuting, sayang?”

“Ah iya juga ya, baiklah,” Tiffany membuka pintu kamarnya, “Selamat tidur, oppa! Saranghaeyo!”

.

22 untuk Hangang Ramyun

“Tiffany eonnie.. Aigoo kau sedang membuat ramyun? Hm.. wanginya harum sekali,”

“Ah, Sulli-ah! Kau mau juga?” tampak Sulli mengangguk antusias.

“Baiklah akan kubuatkan,” ujar Tiffany dengan ramahnya.

“Aku juga mau, Fany-ah,” tiba-tiba suara Taeyeon terdengar entah darimana. Tiffany, yang belum beranjak dari dapur, kembali tersenyum menganggupi permintaan sobat sekamarnya itu. Namun wajah itu tak bertahan lama saat dia mendengar..

“Noonaaa aku mau ramyun!!”

“Noonaaaaa aku juga mau noonaaa!!”

“Fany-ah, buatkan aku jugaaa!!”

“Eonniee, Krystal ingin makan ramyun!!”

Dan terhitung hampir 22 orang yang meminta dimasakkan ramyun. Micheoseyo?! Siap-siap saja terserah Hangang Ramyun dari Tiffany!

.

23 untuk Choi Jae Kyung

“Omoo!! Neomu gwiyeowoo..” Tiffany memajukan bibirnya, menatap kearah Siwon. “Namanya siapa, Jiwon-ah? Sudah berapa bulan?”

Adik perempuan Siwon menatap bayi mungil yang ada dipelukannya itu dan menjawab, “Jaekyung, eonnie. Choi Jae Kyung. Sekarang mau empat bulan. Kan sudah lahir 23 Maret lalu.”

“Ah nama yang indah,” Tiffany melambaikan tangannya kearah Jaekyung yang mengerjapkan matanya, “Annyeong, Kyungie-ah! Naneun Tiffany ahjumma.”

Saking gemasnya dengan bayi itu, Tiffany sampai mencubit lengan Siwon. “Oppa, keponakanmu lucu sekali!”

“Kalau kau mau segera menikah denganku, kita bisa membuat yang lebih lucu dari Jaekyung,”

“OPPA!!”

.

24 untuk Dua Puluh Empat Jam

“Sedih sekali rasanya hanya bisa bertemu saat weekend seperti ini, itupun juga hanya di dorm saja,” desah Tiffany. Walaupun dia memiliki peran sebagai public figure, Tiffany juga yeoja biasa. Dia juga ingin merasakan berjalan dengan santai di daerah Gangnam, bergandengan tangan dengan namjachingunya, memamerkan kemesraan hubungannya yang selama ini tertutup dari media.

Siwon yang semula menatap televisi, tersenyum membelai puncak kepala Tiffany. Ditariknya dengan penuh kasih gadisnya itu untuk berbaring di dadanya.

“Makanya, kau menikah denganku saja. Jadi kita akan bisa bertemu 24 jam penuh tanpa ada halangan. Bagaimana?”

Siwon mengerlingkan matanya. Membuat Tiffany tersipu malu.

.

25 untuk Selamat Ulang Tahun, Tiffany!

“Ayo ucapkan permohonanmuu!!”

Tiffany tersenyum penuh kebahagian, merasakan pancaran lilin berjumlah 25 batang yang ada dihadapannya. Matanya terpejam, dengan tangan yang terkait sepenuhnya. Memohon agar Tuhan mendengarkan dirinya penuh harap. “Tuhan, terima kasih atas segala kebahagiaan dan kesedihan yang kau berikan padaku. Ampuni seluruh kesalahan kami yang terkadang lalai darimu. Aku sangat terharu, teringat betapa aku memiliki keluarga yang hangat, sahabat GG yang sangat setia, Siwon oppa yang sangat melengkapiku. Semoga dengan bertambahnya umurku ini, aku bisa semakin dewasa dan membahagiakan semua orang yang menyayangiku dan tentunya.. diriku sendiri. Terima kasih untuk seluruh kesempurnaan hidup yang kau berikan padaku, Tuhan. Terima Kasih.”

FYUUUUUUUUH!!

Happy Birthday Tiffany

*****

Author’s note :

HAPPY BIRTHDAY TIFFANY EONNIEEEEE!!!! SARANGHAEYOOOO :*:*:*:* hahaha kendati fanfic ini gak keluar pas tanggal 1 Agustus kemaren, tapi saya tetap ingin merayakannyaaaaa😀 *tiup terompeet* Itu kuenya buatan Siwon oppa looooh :3 wkwkwk saya baru buka tumblr jam 9 malem tadi dan ngeliat fanfic unyu bentuknya begini. jadi pengen bikin jugaa hihihihi ^^ karena itu kalau ada kesalahan ataupun kekurangan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya yaaah😀

Selamat menikmatiiiiii!!🙂

24 thoughts on “25 Things About Tiffany Hwang

  1. Wah seneng banget pas buka wp ini ada fanfic baru….
    Special ultah fany eonni…
    Bagus banget thor,simple tapi menarik n dapet banget feel’y….
    Author emg daebak deh…
    Kapan mau lanjutin ff yg lainnya thor ??
    Yg saltarcume,blind date special sm strongheart,sm romantic story’y aku tunggu thor…
    Fighting thor…

  2. 5,8,12,16,18,19
    Aku suka cerita yang di angka itu..
    Lucu, gemesim, romantis..
    Jarang banget nemuin penulis yang update begini untuk special brithday seorang idol..
    Keep writing..

  3. Dae to the Bak!
    Daebak!!! Maksimal!! #lebay
    authornim ini tuh bener” gak bikin bosen! Salut banget sama authornim yang kreatif sampe bikin cerita dari 25 hal ‘kecil’ yang gak kebayang! Pokoknya daebak!!!
    d^^b
    oh iya authornim, romantic story kok gak dilanjut? padahal niat bnget aku bacanya😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s